
Setelah Sampai Salma dan Sari turun dari taksi mereka masuk ke pasar . Salma yang melihat ke dalamnya ternyata tidak seperti bayangan pasar yang ada di kampungnya. Mungkin karna letaknya di pusat kota Walaupun pasar tapi di setiap tempat dagangan ada stand sendiri-sendiri jadi tidak bercampur dengan dagangan yang lainnya. Tempatnya sangat luas dan bersih .
"Sari apakah ini pasar yang kau maksut? " Salma masih menyapu pandangannya ke keliling pasar yang begitu luas.
Mereka Berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sedang tawar menawar dagangannya .
" iya mbak.. kenapa? " Tanya Sari Masih tetap berjalan ketempat yang di tuju yaitu tempat pedagang sayuran.
" Tidak apa-apa, aku kira tempatnya becek dan bau " Sari tersenyum mendengar perkataan Salma.
" Ya emang bau mbak kalo di tempat pedagang ikan, itu tempatnya " Sari menunjukkan tempat para pedagang ikan yang ada di belakang pasar. Salma melihat ke arah tempat yang di tunjuk Sari dan tersenyum ramah.
" Oh itu ya... tapi tempatnya tidak buruk " Ucapnya sambil manggut-manggut .
" ya begitulah mbak,, mbak ikuti saya ya jangan berpencar nanti hilang, mbak kan baru pertama kali ke pasar ini kan hehehe.. " ledek Sari sambil terkekeh .
" Kau ini.. emangnya aku anak kecil " ucapan Sari membuat Salma ikut terkekeh juga. Dia masih melihat ke seliling pasar ada sesuatu yang menarik di pandangan matanya.
" Ayo mbak kita ke pedagang sayur " ajak Sari membuyarkan pandangan Salma.
" Eh.. iya " Salma mengikuti arah jalan Sari sambil sesekali melihat sesuatu yang menarik tadi. Sampai lah di pedagang sayur Sari melihat dan memilah sayur-sayur dengan teliti walaupun beli di pasar harus mendapatkan sayur yang segar dan terbaik apalagi ini udah mulai siang sayuran udah ada yang layu. Di sela-sela kesibukannya memilih sayur ada Tepukan di Bahu Sari membuat dia kaget dan menoleh ke arah bahunya ternyata Salma yang menepuk nya.
" Ada apa mbak, bikin kaget aja " Ucap nya sambil tersenyum .
" Maaf kamu kaget ya.. ?" Tertawa geli. " Aku kesana bentar ya " Menunjuk arah ke pedagang Baju.
" Tapi mbak.. " Ucap Sari hawatir.
" Kenapa ? takut aku hilang? " Sari terkekeh lagi atas ledekannya di tirukan Salma.
" Hehehe... jangan lama-lama ya mbak? " Pinta Sari.
" Tenang Saja... kamu tunggu aja di sini, tempatnya kan masih bisa di jangkau oleh pandangan kamu " Ucap Salma sambil tersenyum.
" Iya hati-hati mbak "
" Ok.. " Salma berjalan ke pedagang baju yang di maksut. Sari terus melihat mengikuti arah jalan Salma sampai ketempat tujuannya serasa aman Sari melanjutkan memilih sayur yang tertunda.
" Mbak mencari baju apa ?" Kata ibu penjual baju ketika melihat Salma menghampirinya.
" Sebentar ya bu... saya mau melihat-lihat dulu " Jawabnya sopan sambil tersenyum ramah.
" iya silahkan di lihat-lihat dulu mbak... barang kali mbaknya cocok " Ibu itu juga menyambut dengan senyuman juga dan melayani pembeli yang lain.
__ADS_1
Salma melihat kaos panjang remaja putri couple berwarna pink dan ada gambar kartun micky mouse kesukaan putrinya Naura menggantung di atas gantungan baju yang berjejer dengan baju-baju yang lainnya.
" Mungkin kalau aku membelikan kaos couple ini buat Nadia dan Naura pasti mereka akan terlihat lucu kalau memakainya " Gumamnya tersenyum sendiri sambil membayangkan Nadia dan Naura memakainya.
" Awww" Suara pekikan membuyarkan apa yang di bayangkan Salma, Dia melihat ke arah ibu paru baya yang terjatuh karna membawa barang belanjaan yang berat. Salma bergegas menolong ibu paru baya itu.
" Apa ibu tidak apa-apa " Tanya Salma Sambil membantu memunguti belanjaannya yang berserakan.
" ibu tidak apa-apa nak " jawabnya sambil berdiri di bantu Salma.
" Emang ibu mau kemana lagi... biar saya yang membawa barang belanjaan ibu " Salma melihat ibu paru baya itu tidak tega membawa barang belanjaan yang berat.
" ibu selesai belanja sekarang mau pulang nak " jawabnya Sambil menatap Salma dengan wajah yang sendu karna kecapekan.
" Ibu kesini sama siapa? "
" Ibu kesini tadi di antarkan anak ibu dan dia sekarang dia menunggu di parkiran seberang jalan ". jawab ibu.
" Kalau begitu biar saya yang mengantar ibu dan membawa belanjaan ibu sampai ke parkiran " Pinta Salma sambil membawa keranjang belanjaan ibu itu.
" Baiklah Nak terimakasih sebelumnya, kamu wanita yang baik semoga kebahagiaan selalu menyertaimu nak " Ucap si ibu.
" Aamiiin... makasih bu atas do'anya " ucap Salma sambil tersenyum manis.
" Terimakasih mbak sudah menolong ibu saya " Ucap Pemuda itu sambil menerima belanjaan yang di berikan Salma.
" iya sama-sama " Jawab Salma sambil tersenyum ramah.
" Sekali lagi terimakasih nak, dan ibu pamit pulang " Ucap ibu itu ketika sudah naik ke atas motor anaknya .
" iya ibu "
Pemuda dan ibu paru baya itu telah pergi . Salma ingat atas tujuannya tadi ketika hendak menyeberang jalan dia melihat pengendara motor hendak menyerempet anak kecil sekitar umur 5 tahunan yang ada di pinggiran jalan . Dengan cepat Salma Menyambar anak kecil itu hingga dia terjatuh dan kakinya tergelincir.
" Tiaraaaaa" Suara seseorang mengundang orang-orang berlarian untuk melihat apa yang terjadi.
" Kamu tidak apa-apa sayang " ketika melihat anaknya ada di atas pangkuan Salma.
" Mama... hiks hiks " Anak itu menangis ada di pelukan ibunya karna kaget. wanita itu memeriksa seluruh tubuh anak nya mencari mana yang terluka.
" apa anak ibu terluka? " tanya Salma hawatir.
" Alhamdulillah tidak ada yang terluka.. mbak makasih ya sudah menolong anak saya , apa mbak tidak apa-apa? " Tanya wanita itu hawatir . Salma melihat kehawatiran di wajah cantik ibu muda itu mencoba berdiri.
__ADS_1
" Alhamdulillah tidak apa-apa mbak.. cuma tergelincir saja " Salma mencoba berdiri pelan-pelan sambil meringis kesakitan ternyata kakinya berdarah terkena bongkahan batu yang ada di pinggir jalan.
" kaki mbak terluka... ayo mbak kita ke rumah sakit " ajak Ibu muda itu ketika melihat darah yang ada di kaki Salma.
Ibu muda itu menjegat taksi yang kebetulan melintas di jalan itu dan Mereka menuju ke rumah sakit.
*****
Sementara di dalam pasar Sangking asyiknya belanja Sari baru menyadari tidak ada keberadaan menantu bos nya itu di pedagang baju tadi. Setelah membayar belanjaan dia bergegas menghampiri tempat yang di datangi Salma tadi.
" Maaf bu mau tanya.. apa ibu melihat ibu-ibu muda cantik yang pake gamis warna navy dan jilbab blus warna peach kesini? " Tanya Sari cemas.
Ibu penjual baju itu mengingat siapa saja yang datang menghampirinya.
" Iya kayaknya tadi kesini sempat melihat kaos ini, dan aku tanya mbaknya mau lihat-lihat dulu lalu aku melayani pembeli yang lain dan tak lama setelah itu kayaknya aku melihat mbaknya pergi ke arah sana bersama ibu-ibu paru baya mbak " Jawab ibu penjual baju itu setelah mengingat Salma dan menunjuk arah yang di lewati Salma.
" Terimakasih ya bu " Sari buru-buru pergi berjalan mencari Salma ke arah yang ibu tunjukkan tadi. Dia menengok ke arah kanan dan ke kiri tidak nampak Salma ada di sana dia menelusuri pasar yang luas itu berkali-kali dengan hati yang cemas dan hawatir takut salma nyasar atau kenapa-kenapa tapi Salma tidak nampak.
" Ya Allah gimana ini.. ?" Sari mondar mandir bingung di depan pasar . " Oh ya lupa.. aku akan menelpon mbak Salma " dia merogoh tasnya mengambil ponsel Miliknya.
" Kamu dimana sih mbak... ponselnya juga gak aktif " Sari menghubungi Salma berkali-kali tetap saja ponselnya tidak aktif.
" Aku hubungi bu Lidya Saja " dengan gemetar Sari menghubungi bu Lidya.
" Assalamualaikum Bu " Ucap Sari dengan Suara bergetar.
" Wa'alaikum Salaam ada apa sari kenapa kamu menelpon? " Tanya Bu Lidya karna tiba-tiba sari menelpon dengan suara yang bergetar.
" Mbak Salma hilang di pasar bu " Ucapnya langsung.
" Appa... !! " Bu Lidya kaget.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komennya ya guys 😍
__ADS_1