
Hendra dan Adi masuk ke rumah sakit dan tanya ke resepsionis kamar nomer berapa Nadia di rawat, setelah di beri tahu mereka langsung bergegas naik lift menuju kamar nadia, karena kamar VVIP ada di lantai atas.
Setelah menemukannya mereka melihat pak Herman dan bu Lidya sedang duduk di kursi tunggu depan kamar nadia dengan tergopoh gopoh hendra menghampiri orang tuanya.
" Gimana keadaan Nadia umi... ? " tanya hendra dengan hawatir.
" Nadia tidak apa apa , kata dokter cuma kecapekan saja,, tadi Nadia pulang sekolah pingsan umi hawatir langsung membawanya kesini.. " Jawab bu lidya.
" Sekarang dia istirahat di temani adikmu di dalam... " imbuhnya.
setelah dapat penjelasan dari uminya Hendra langsung masuk menghampiri nadia yang sedang makan buah di suapi adiknya.
Hendra langsung menghambur memeluk Nadia mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang
" Kamu tidak apa apa sayang.. ?" tanyanya.
" Tidak apa apa papa... Nadia cuma kecapekan, tadi di sekolah banyak kegiatan " jawabnya dengan manja.
" Syukur lah kalo udah tidak apa apa, papa sangat hawatir sayang " sambil mengelus pipi nadia.
" Papa gak usah hawatir, Nadia udah besar lagian kan masih ada nenek, kakek dan tante yang selalu menemani nadia di saat ayah pergi bekerja " ucapnya lagi masih dengan manjanya.
" Tapi tetap saja kamu ini papa anggap masih anak kecil papa... , kamu mengerti... ! " mengacak acak rambut nadia penuh kasih sayang.
Nadia tersenyum bahagia.
" Istirahatlah sayang papa masih ada perlu sama kakek dan nenek di luar " Mengecup kening Nadia.
" Jaga Nadia sebentar sin.. kakak mau bicara sama abi dan umi dulu " kata hendra pada adiknya sinta " Iya kak... " mengangguk pelan. lalu hendra pergi keluar sambil menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Hendra menghampiri pak herman , bu lidya juga Adi yang masih di sana lagi duduk sambil berbincang2.
" Kenapa keluar apa Nadia sudah tidur? " tanya uminya.
" Ya umi.. " Jawabnya sambil duduk di samping bu lidya.
" Hemm... Abi, Umi, aku mau mengatakan sesuatu yang sangat serius " katanya ragu sambil menatap Adi yang menunduk takut.
" Ada apa Hen... ? " Pak Herman penasaran.
" Begini Abi, Umi, tadi di jalan mobil kami menabrak seseorang.. dan.. "
" APA!! "
jawab pak herman dan bu lidya bersamaan kaget dengan memotong perkataan hendra yang menggantung.
Herman dan Adi langsung saling tatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
Kemudian Hendra menceritakan kronologis kejadian kecelakaan tersebut.
*****
Di rumah Salma masih berduka, setelah dari pemakaman suaminya dia menangis di dalam kamar sambil memeluk Naura anaknya karna masih belum percaya dengan kematian suaminya itu.
Tetangga masih berdatangan mengucapkan belasungkawa tapi salma tidak bisa menemui yang bisa menemui hanya ibu Salma, orang2 paham dengan situasinya klo Salma tidak bisa menemui mereka karna masih sangat berduka dan terluka atas kematian suami tercintanya dengan tiba2.
Di kamar Salma masih memeluk Nadia dengan sedih menenangkan anaknya yg sangat kehilangan sosok ayah nya.
" Bunda... ayah bunda hik.. hik.. " Nadia menangis tersedu2 sambil memeluk foto ayahnya.
__ADS_1
" Sabar ya sayang, Allah lebih menyayangi ayah dengan mengambilnya terlebih dulu, ihlaskan ya nak.. agar ayah tenang di sana,
Do'akan ayah di setiap selesai sholat, supaya Allah menerima amal ibadahnya mengampuni segala dosanya, dan menempatkan ayah bersama orang2 yang sholeh , jangan menangisi ayah sampai berlarut2 agar ayah tidak sedih juga di sana sayang..." Salma menguatkan Anaknya dengan menutupi kesedihannya agar anaknya bisa ihlas dan tegar atas kematian ayah nya.
" Iya... bunda, Naura ihlas ko , Bunda juga jangan nangis dan bersedih lagi " mengusap air mata bundanya yang masih mengalir di pipinya.
mereka berpelukan dengan erat sambil saling menguatkan.
*****
Di rumah sakit.
" Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian tidak menolong dan membawa dia ke rumah sakit... gimana klo dia tidak bisa di selamatkan , kalian sudah dewasa tapi tidak bisa brpikiran jernih ? " Geram Pak herman sambil memandangi Hendra dan Adi secara bergantian dan menatap mereka dengan tajam yang sama2 tertunduk dan malu akibat perbuatan mereka yang tidak punya hati meninggalkan seorang yang tak berdaya akibat ulah mereka.
" Abi harus tenang... kita akan mencari dia dan keluarganya agar kita bisa bertanggung jawab " ucap salma menenangkan suaminya.
tanpa pikir panjang pak herman langsung menelpon menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki identitas korban kecelakaan yang di sebabkan anaknya tersebut.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1