
Hendra dan Salma sudah sampai di salah satu Restoran bintang lima di kota itu, sudah hampir 1 jam mereka menanti Pak Herman, bu lidya dan juga Nadia, mereka berdiri di depan restoran menunggu orang tuanya datang.
" Lama banget sih mereka... " Hendra berdecak sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Dia masih merasa tidak enak kalo berlama-lama berdua saja sama istrinya.
" Sabar mas, mungkin sebentar lagi mereka datang.. Tadi kan kamu tau sendiri kalo di toilet tadi masih antri.. " Salma menenangkan walau tidak enak sendiri.
" iya... tapi seharusnya kan mereka sudah sampai, aku akan menelepon mereka " Hendra mengambil ponselnya yang terselip di saku celana jeansnya. Belum menelpon Bu Lidya menghubunginya lebih dulu .
" Assalamualaikum Hen.. " Ucap Bu Lidya di seberang sana.
" Wa'alaikum salaam umi, kenapa umi lama sekali apa Nadia belum selesai, ini sudah terlewat untuk makan malam.. " Hendra berbicara sambil menahan rasa kesalnya karna berdiri terlalu lama di depan loby restoran.
" kamu sekarang di mana? apa belum masuk ke dalam ? " Tanya bu lidya tanpa merasa bersalah.
" Masih di depan resto umi, menunggu kalian datang "
" Maaf nak tadi Abi bertemu dengan temannya mengajak ngobrol dan sekarang temannya mengajak kita makan malam bersama, Abimu mau menolak tidak enak, karna mereka baru bertemu sejak sekian lama.. " Ucapnya bohong.
"menyebalkan "Hendra hanya mendengarkan dengan menahan kekesalannya.
" Kamu makan berdua saja sama Salma nak " imbuh bu Lidya.
" Apa? , yang benar saja umi.. "Hendra terkesiap lalu menatap Salma yang berdiri sambil menunduk .
" Ya emang benar, seharusnya kalian makan malam berdua saja " Hendra merasa ucapan uminya ada yang aneh dia merasa ini adalah rencana uminya .
__ADS_1
" Ah tidak , kalo begitu kita pulang saja.. " tolak Hendra.
" Hen.. apa kamu tidak kasihan melihat Salma, udah dandan cantik kamu mau ngajak dia pulang begitu saja tanpa makan malam di sana, ayolah nak... kasihan dia ini sudah malam waktu makan malam udah terlewat, cepat masuk dan sekali-kali makan malam berdua dengannya " Ucapan bu Lidya mengingatkan pada apa yang dia ucapkan waktu itu kalo dia akan berusaha menerima istrinya dan lagi dia merasa kasihan melihat Salma yang mungkin dia dari tadi menahan rasa laparnya begitu pula dirinya karna menunggu orang tuanya sampai waktu makan malam terlewatkan .
" Baiklah umi... " jawabnya pasrah.
" Gitu dong, kalo gitu nikmati makan malam berdua kalian... ingat.. ! jangan membuat menantuku kecewa... Assalamualaikum " ucap bu lidya memperingati Hendra.
" iya umi... wa'alaikum salaam " panggilan selesai.
Hendra menghampiri Salma yang masih berdiri sambil menunduk hendak mengajak nya masuk ke dalam restoran.
" Ayo kita masuk... " Ajak Hendra.
" Tidak usah mereka sudah makan malam sekarang . Ayo..., apa kamu tidak lapar dan tidak capek dari tadi berdiri terus " Hendra merasa kesal melihat Salma yang masih berdiri tidak kunjung melangkah.
" Tapi mas " Tanpa membalas ucapan istrinya Hendra langsung menarik tangan Salma dan mengajak dia masuk .
Sementara di tempat terpisah Pak Herman, bu Lidya dan Nadia juga makan malam di cafe yang dekat di pom bensin tadi.
" yess.. rencana kita berhasil nek " Nadia kegirangan .
" iya sayang... semoga dengan makan malam berdua mereka jadi dekat dan suatu saat mereka akan saling mencintai " Ucap bu lidya penuh harap. Harapan Bu Lidya agar pernikahan mereka bukan hanya 3 bulan saja tapi sampai maut memisahkan mereka dengan pernikahan yang saling mencintai .
" Aamiiin " jawab pak Herman dan Nadia.
__ADS_1
" Sudah... cepat lanjutkan makannya " Perintah pak Herman.
" Iya Abi.. " Bu Lidya penuh semangat makan malam sambil senyum-senyum karna rencananya berhasil.
*****
Salma masih merasa canggung makan malam berdua dengan suaminya, bukankah ini yang dia harapkan? kesempatan bisa lebih dekat agar suaminya bisa menerima dia sebagai istrinya? Dia sesekali mencuri pandang suaminya yang lagi makan di depannya dan hanya mengaduk-aduk makanannya.
" Apakah makanannya tidak enak "? tanya Hendra yang Melihat Salma yang tidak berselera untuk makan dan merasa kalo istrinya memperhatikannya dari tadi .
" Enak ko mas? " Ucapnya tersenyum kikuk sambil menyuap makanan ke mulutnya. Dia masih Salah tingkah karna di tatap suaminya yang kepergok memperhatikannya .
Hendra melanjutkan makan malamnya dengan menahan senyumnya melihat tingkah istrinya.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan komennya ya gays 😍
__ADS_1