SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )

SURATAN TAKDIR ( Menikah dengan orang yang menyebabkan suamiku meninggal )
Perjanjian 3 bulan


__ADS_3

Sore harinya Salma menunggu Hendra pulang dari kantor setelah mengobrol dan bercanda sama Nadia , Dia menunggu di ruang tamu. yang di sambut tak kunjung datang sampai maghrib pun tiba lalu dia memutuskan untuk sholat dulu .


Setelah sholat Salma ke dapur Karna masih melihat belum ada tanda-tanda suaminya pulang Dia berinisiatif membuat kue .


Bi Ani yang melihat Salma mau membuat kue dia menawarkan diri untuk membantu . tapi Salma menolak .


" Bibi istirahat saja ya.. dari tadi bibi udah bekerja pasti sangat lelah " Tolak Salma dengan halus .


" Tidak apa-apa mbak.. ini memang sudah tugas saya " ucap bi Ani .


" Tidak usah bi , biar aku saja bibi istirahat saja " tolak Salma lagi membuat bi Ani langsung mengiyakan dan berlalu ke kamarnya .


Salma fokus menuangkan beberapa bahan kue ke wadah buat adonan setelah mengambil bahan-bahannya kebetulan bahan-bahannya sudah lengkap di lemari penyimpanan


" Apa papa belum pulang juga bunda... ?" Tanya Nadia yang baru saja masuk dapur untuk mengambil minum .


" Belum sayang ,, biasanya jam berapa kalo papa pulang ?" Tanyanya .


" kalo tidak lembur biasanya pukul 5 pulang , kalo lembur kadang pukul 9 sampai 10 malam bunda , mungkin sekarang papa lembur " jawab Nadia .


" Oh... begitu " Ucap Salma manggut-manggut sambil mengocok adonan kue .


" Bunda membuat apa ? " Tanya Nadia sambil mendekati Salma .


" Buat kue bolu apakah kamu suka ?" tanyanya .


" Suka banget bunda ,, dulu mama sering buatin buat kita " jawabnya .


" Benarkah... ?"


" iya bunda.. papa sangat suka sekali kue bolu " jawabnya dengan antusias . Salma manggut-manggut lagi .


Tak lama kue buatan Salma selesai tinggal menunggu matangnya saja Nadia masih setia menunggu kue itu di dapur bersama Salma sambil mengobrol.


" apakah masih lama bunda... ? Tanyanya tidak sabar .


" Bentar lagi sayang.." ucap Salma sambil melihat kuenya yang tinggal dikit lagi .


Setelah ngobrol sebentar kuenya matang dengan sempurna ,Salma meletakkan kue bolu ke piring dan menyajikannya sebagian untuk Nadia dan sebagian lagi di sisihkan untuk Suaminya .


" Hemm... Kuenya Sangat lezat bunda , sama seperti buatan mama " ucap Nadia sambil memakan kuenya yang masih setengah panas dengan lahap . Salma yang mendengar ucapan dan melihat Nadia suka kuenya tersenyum puas .


" Makannya hati-hati sayang... masih panas loh " ucap Nadia sambil mengelus rambut Nadia .


" Sangat lezat bunda " Nadia mengunyah sambil senyum menunjukkan gigi gingsulnya .


Di sela-sela menikmati kue mereka mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah .


" Apakah itu papa.. ? biasanya kalo lembur pukul 9 baru pulang ini masih pukul 6.45 " ucap Nadia sambil melihat jam mungil di pergelangan tangannya .


" Entahlah biar bunda yang lihat " ucap Salma yang di angguki Nadia .


Bi Ani yang mendengar juga keluar dari kamarnya hendak membukakan pintu .

__ADS_1


" Biar aku aja bi yang buka pintunya " ucap Salma yang di iyakan bi Ani .


Salma melangkah ke depan untuk membukakan pintu . Setelah pintunya terbuka ternyata suaminya udah berdiri di depan pintu .


" Mas... " yang di panggil langsung nyelonong masuk tanpa menghiraukan orang yang di depannya. Salma hanya menatap suaminya itu .


" Setelah aku selesai mandi.. kita harus bicara di ruang kerjaku " ucapnya dingin dengan langkah terhenti sejenak tanpa menolehnya " baik mas " lalu melanjutkan langkah kakinya ke atas menuju kamarnya tanpa mendengar jawaban salma .


Salma kembali ke dapur menghampiri Nadia .


" Apakah itu papa ?" tanya Nadia . Salma pun mengangguk .


" Bunda... Nanti kalo makan malam Nadia gak ikut makan udah kenyang " ucap Nadia Sambil memegang perutnya .


" Waahh... gimana tidak kenyang kue satu piring langsung habis " ledek Salma sambil terkekeh .


" Ahhh... Bunda ,, lagian kue buatan bunda sangat lezat , " Tersenyum malu .


" Bunda Nadia langsung ke kamar dulu ya mau istirahat ". pamitnya sambil mencium pipi Salma .


" Baik lah sayang... selamat istirahat " mengacak acak rambut Nadia .


*****


Di ruang kerja Salma duduk di sofa sudah menunggu Hendra . tak lama kemudian Hendra masuk dengan wajah yang segar habis mandi , rambut yang basah dan bau harum maskulinnya menyeruak di hidung Salma membuat nya terpesona akan ketampanan suaminya .


Dengan wajah datarnya Hendra duduk di kursi tempat ruang kerjanya dan mengambil sebuah lembaran kertas di laci mejanya .


" Kemarilah " ucapnya dingin .


" Baca ini... lalu tanda tangan " ucapnya Sambil memberikan lembaran itu ke Salma .


" Apa ini mas ?" Tanya Salma dengan bingung tak mengerti .


" apa kamu tidak mendengar apa yang aku ucapkan.. ? " tanyanya dengan ketus .


Salma membaca lembaran kertas itu dengan mata berkaca-kaca di kertas itu tertulis bahwa pernikahan berlangsung hanya 3 bulan saja . setelah bercerai Hendra akan memberikan 25% dari kekayaannya . Salma tidak mengerti jalan pikir suaminya saat ini yang mempermainkan suatu pernikahan yang sangat sakral . lalu dia mendongak dan menatap suaminya seolah meminta penjelasan . Hendra yang mengerti tatapan itu langsung menjelaskan .


" ya aku akan memberikan kesempatan 3 bulan pernikahan kita.. kalau selama 3 bulan itu aku masih belum bisa menerimamu sebagai istriku kita bercerai dan aku tidak akan membuang-buang waktu hidup bersamamu " jelasnya dengan acuh .


Deg


jantung salma bergemuruh dia hanya diam ,dadanya terasa sesak mendengar penjelasan suamianya air mata yang tertahan ahirnya menetes juga . Hendra menatap dan melihat Salma menangis .


" kenapa kamu menangis.. ? , bukankah kamu juga masih belum bisa menerimaku ? kamu menerima pernikahan ini karna hartaku bukan ? aku sudah mengerti dengan rencanamu , dimana ada seorang istri yang baru di tinggal suaminya meninggal setelah selesai iddah langsung mau di nikahkan kalau bukan karna hartanya ". ucap Hendra lagi dengan senyum sinis . Salma masih duduk diam mematung sambil air matanya masih menetes .


" Dan jangan hawatir aku akan memberikan 25% kekayaanku setelah kita bercerai jadi kamu tidak akan merasa di rugikan setelah kita berpisah " imbuhnya lagi .


Salma yang mendengar itu langsung berdiri dan mengucapkan kata-kata yang membuat Hendra bungkam seketika .


" Aku memang orang miskin... tapi aku tidak serendah itu menerima pernikahan ini hanya karna hartamu mas , aku menerima pernikahan ini karna aku menerima suratan takdir yang telah Allah gariskan untukku , aku tidak butuh hartamu dan aku akan membuktikan dalam waktu 3 bulan kamu akan menerima aku sebagai istrimu.. dan aku akan menandatangani selembar kertas ini agar kamu puas,,, dan satu hal lagi... aku tidak akan menyerah untuk mempertahankan pernikahan ini... Camkan itu baik-baik !! " Seru Salma Dengan lantang dan entah keberanian dari mana Salma mengucapkan kalimat-Kalimat yang membuat Hendra diam dan pucat pasi .


Salma mengambil bolpen menandatangani surat perjanjian itu lalu dia keluar dari ruang kerja Hendra dengan berlari ke kamarnya di dalam kamar dia menangis sejadi-jadinya .

__ADS_1


" Kenapa kamu tega sekali padaku mas , aku sudah berusaha menerimamu sebagai suamiku " ucapnya lirih sambil menangis .


Dalam tangisannya Salma terngiang-ngiang atas ucapan Hendra tadi .


" aku akan berusaha dan bekerja keras dalam waktu 3 bulan ini , aku akan membuat kamu menerimaku sebagai istrimu dan aku tidak ingin mempermainkan pernikahan ini... iya aku harus semangat memperjuangkan pernikahan ini " ucapnya lagi dengan penuh semangat dan mengusap air matanya . Dia ingat sekarang waktunya makan malam pasti suaminya belum makan pikirnya . Setelah mencuci mukanya dia menyiapkan makan malam .


" Semangat... mulai hari ini aku akan berjuang " Salma menyemangati dirinya sendiri lalu pergi ke dapur membantu bi Ani menyiapkan makan malam .


***


Jam 7 .30 Hendra turun mau makan malam , dia duduk di kursi makan dia tidak melihat Nadia hanya melihat Salma yang menunggunya .


" kemana Nadia ? " tanyanya dingin seolah tidak terjadi apa-apa .


" Nadia tadi bilang tidak ikut makan malam karna sudah kenyang mas " jawab Salma sambil menoleh ke arah suaminya yang tidak mau melihatnya .


Hendra melirik ke Salma yang hendak mengambilkan nasi untuknya .


" Biar aku sendiri yang ngambil " ucapnya .


" Kamu sudah memberikan aku kesempatan 3 bulan sebagai istrimu , dan selama itu izinkan aku melayanimu di meja makan dan melayani apa pun yang kamu butuhkan setiap harinya sampai waktunya tiba " selanya dengan tegas . Salma langsung mengambilkan nasi dan lauk untuknya . Hendra hanya diam dan pasrah dia pikir hanya 3 bulan saja tidak apa-apa .


" Satu lagi mas ,, " Diam sejenak . " sebagai istri sementaramu kalau kamu mau berangkat dan pulang kerja izinkan aku menyalami dan mencium tanganmu , apa kamu mengizinkannya mas ?" Tanyanya yang membuat Hendra terperangah seketika kemudian dia menormalkan air mukanya kembali dengan wajah datarnya .


" Hemm " Dia hanya menjawab dengan bergumam , Salma yang mendapat izin tersenyum dengan penuh kemenangan .


" Dengan begitu akan lebih muda kamu dengan cepat menerimaku mas " ucap dalam hati sambil memandang wajah tampan Hendra . Mereka makan hanya berdua saja .


*****


Ahirnya mereka menyelesaikan makannya tanpa ada yang bersuara . setelah makan Hendra ke ruang keluarga menonton televisi . salma mengingat kue bolu yang di sisihkan untuk suaminya tadi dan mengambilnya di lemari tempat menyimpan makanan dan memberikan nya pada Hendra .


" Mas ini kue bolu , kata Nadia kamu sangat suka " ucapnya sambil menyodorkan kue itu ke Hendra . dia hanya melirik kue itu .


" Letakkan saja di meja aku sudah kenyang " katanya sambil fokus menonton televisi sambil berbaring di sofa.


" Baik lah kalo begitu , aku permisi ke kamar mas " pamit Salma .


" Hemm " Di jawab dengan geraman saja . Salma berlalu meninggalkan Hendra di ruang keluarga .


Hendra duduk dan melihat kue bolu itu . dia menelan ludahnya ingin rasanya melahap kue itu sudah lama dia tidak merasakan kue buatan rumah . biasanya kalo pingin dia beli di toko kue .


" Sepertinya enak sekali kue ini " gumamnya dalam hati .


Dia melihat ke arah kamar Salma yang ada di depan ruang keluarganya sambil mengawasi kamar itu Dia mematikan televisi dan beranjak ke ruang kerja sambil membawa piring yang berisi kue bolu tersebut .


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2