SURVIVE

SURVIVE
Bab 21


__ADS_3

"Kita harus kemana lagi?"


Entah kenapa rasanya mereka masih berputar putar ditempat itu saja, tidak ada jalan keluar yang mereka temukan. Bahkan mereka tidak bisa menemukan pintu darurat untuk keluar dari lantai itu.


"Ikuti aku!"


Ina dan yang lainnya mendesah lelah saat Samuel kembali melangkahkan kedua kakinya menuju jalan yang sepertinya pernah mereka lalui sebelumnya.


"Sam, bukankah kita sudah melewati lorong ini?"


Samuel melirik pada Aiko yang ada disebelah Ina, gadis berdarah Jepang itu terlihat mengerutkan dahinya.


"Pantas saja kalian putus untuk kesekian kalinya, kau terlalu cerewet rupanya."


Aiko mendelik tajam pada Samuel sedangkan Ina dan yang lainnya menatap penasaran pada mereka berdua.


"Cih menyebalkan!"


Aiko berdecih kesal, gadis itu melipat kedua tangannya di dada sembari mempercepat langkahnya mengikuti Samuel Ina dan yang lainnya.


"Pintu?"

__ADS_1


Samuel menganggukkan kepalanya, dan Ina yang bertanya terlihat masih bingung. Kenapa ada pintu disini, bukannya mereka sudah melewati lorong ini hingga berputar putar dan kembali kejalan awal namun tidak menemukan pintu ini.


"Sepertinya karena kita panik, kita tidak melihat pintu ini."


Ina dan yang lainnya menganggukkan kepalanya, Samuel maju terlebih dahulu. Dengan sedikit ragu dia meraih kenop pintu itu, Samuel tidak yakin kalau dibalik pintu ini tidak ada apa apanya. Dia yakin dibalik pintu ini ada sesuatu.


"Sam!"


Ina terlihat panik saat Sam tidak kunjung juga membuka pintu itu, apa lagi saat mereka mendengar suara gaduh yang mulai mendekat membuat Ina tidak sabar dan menarik knop pintu itu.


Kedua mata Ina membelalak saat melihat makhluk itu ada dibalik pintu, dengan cepat gadis itu kembali membanting pintu itu sekeras mungkin dan bersandar lemas disana.


"What happen?"


"Nay, rileks oke. Tarik nafasmu dalam dalam, lalu hembuskan perlahan. Lakukan terus sampai kau merasa tenang oke!"


Ina mengikuti saran Samuel, gadis itu menghirup udara sebanyak mungkin seolah olah dia tidak akan bernafas lagi besok.


"Sudah tenang?


"Yeah,"

__ADS_1


"Oke sekarang ceritakan apa yang kau lihat tadi dibalik pintu ini?"


"Miss Elena!"


Tanpa membuang waktu dan tenaga Ina langsung menjawab, dan itu membuat Aiko mengerutkan dahinya.


"What? Miss Elena? kenapa tidak kau biarkan dia masuk saja, dia pasti kedinginan diluar sana. Astaga Ina, di salah satu pengajar dikampus kita kau tega sekali membiarkan wanita ganjen itu membeku diluar. Tapi aku berharap dia tidak hanya sekedar membeku namun berubah tidak cantik lagi!"


Semua orang tercengang mendengar ucapan terakhir Aiko, mereka fikir kalau gadis berwajah oriental itu akan bersimpati pada orang yang ada dibalik pintu ini. Tapi ternyata Aiko malah terdengar mengutuknya.


Ina dan Samuel hanya bisa menghela nafasnya kasar mendengar ucapan Aiko. Sepertinya sebelum Aiko mengutuk Miss Elena, nasib buruk sudah datang menghampiri wanita yang berusia matang namun masih single itu.


Entah apa yang sudah terjadi antara Aiko dan Miss Elena sebelumnya Ina pun penasaran.


"Sepertinya doamu lebih cepat dikabulkan, Miss Elena sudah buruk rupa, bukan hanya tubunya tapi juga otak serta hatinya sudah buruk."


Ucapan Samuel membuat Aiko mengerutkan dahinya, otak minimalisnya belum bisa memahami kata kata yang dilontarkan oleh Samuel.


"Maksudnya? sungguh aku tidak paham dengan ucapan mu Sam!"


Samuel menatap datar pada Aiko, pria itu terlihat tengah memegang knop pintu dan tangan satunya lagi tengah memegang pukulan bassball yang terbuat dari besi.

__ADS_1


"Miss Elena sudah menjadi bagian dari mereka, jadi tolong sudahi rasa cemburumu pada wanita malang itu. Aku yakin mantan mu itu juga tidak akan sudi lagi menyentuhnya! Kalian bersiaplah untuk lari, aku akan memusnahkan salah satu dari mereka dengan tanganku sendiri."


SEMOGA KALIAN SUKA BAB INI, SEE YOU TOMORROW, THANK'S


__ADS_2