SURVIVE

SURVIVE
Bab 26


__ADS_3

Brraakk!


Ucapan Ina terhenti saat mendengar suara keras dari dalam bandara, tanpa menunggu lagi Samuel segera menarik lengan Ina dan berlari. Anita, Zean, Aiko dan yang lainnya mengikuti langkah Samuel dan Ina. Benar saja setelah mereka lumayan jauh meninggalkan area bandara, segerombolan makhluk makhluk itu keluar dari pintu yang sempat dibuka oleh Samuel.


"Kita harus kemana lagi Sam?" Ina menatap lemas pada pria yang tidak pernah melepaskan cekalan dari lengannya itu. Pria yang selalu membawanya lari, pria yang selama beberapa hari ini selalu melindungi dia dan yang lainnya.


"Kenapa kita tidak kembali ke mobil saja?" Lanjut Inayna


Samuel hanya menghirup nafasnya dalam dalam, sebenarnya dia juga sudah lelah namun karena terlalu panik dia tidak berlari kearah mobil mereka, namun kearah lain.


"Sam!" Ina kembali memanggil Samuel


"Ya?" Pria itu pun meresponnya, Samuel menoleh saat lari mereka sedikit memelan, sepertinya mereka mulai kelelahan dan kehausan.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada polisi atau semacamnya yang menangani ini, kenapa para petinggi kota dan negara ini tidak menolong kita?"  Ina bertanya panjang lebar pada pria yang tengah merotasikan kedua matanya menyusuri jalanan.


"Entahlah, mungkin mereka semua sudah berubah menjadi makhluk makhluk itu."


'Dan aku berharap salah satu dari mereka adalah Ayahku Nay.' Lanjutnya Samuel didalam hati. Tangan pria itu mengepal saat mengingat sang Ayah, salah satu orang yang harus bertanggung jawab atas kekacauan ini, karena perusahaannya yang mengembangbiakan bibit bibit penyakit yang menyebabkan para manusia berubah menjadi monster.


Samuel berharap saat Ina dan yang lainnya tahu kalau Ayahnya adalah salah satu manusia yang menyebabkan kekacauan ini, mereka tidak akan membenci atau menjauhinya. Apa lagi saat ini Samuel sudah merasakan nyaman saat berada didekat gadis yang tengah dia genggang erat saat ini.


"Nay, tunggu Nay!" Seruan Samuel tidak didengar oleh gadis itu, Inayna berlari menyemberang jalanan yang lengang tanpa ada kendaraan satu pun. Padahal biasanya jalanan ini begitu ramai oleh kendaraan dan lautan manusia.


Braakk!


Ina segera membuka pintu mini market itu, kedua matanya berbinar saat melihat deretan minuman ringan serta banyak makanan disana. Sudah satu hari ini dia dan yang lainnya hanya meminum air mineral seadaannya, dan kini mereka semua bisa mengenyangkan perut masing masing.

__ADS_1


"Nay!" Samuel segera menghampiri Ina yang tengah menegak air mineral dengan rakus. Ternyata benar kata orang, disaat kita lapar, kita akan melupakan semuanya bahkan keselamatan diri kita sendiri.


"Aku haus Sam, sorry!"


Ina menyeka bibirnya yang basah menggunakan punggung tangannya sendiri. Tatapannya beralih pada mereka yang baru saja masuk kedalam mini market. Zean dan Aiko bahkan segera memasukan beberapa botol air mineral dan minuman ringan pada troli. Tidak lupa juga makanan ringan serta roti yang bisa bertahan lama di perjalanan mereka nanti, yang entah sampai kapan selesainya.


"Sepertinya kita akan bermalam disini? lihat matahari mulai tenggelam. Yang artinya makhluk makhluk itu pun akan lebih sensitif dan ganas pada manusia sehat seperti kita."


Samuel kembali menginstruksikan pada orang orang yang ikut dalam pelariannya. Samuel bersyukur orang orang ini patuh dengan semua sarannya hingga belum ada yang menjadi korban keganasan makhluk makhluk yang mengejar mereka sedari kemarin.


"Kalian makan dan minum secukupnya, jangan terlalu kekenyangan. Karena kalau kalian terlalu kekenyangan, kalian akan kesulitan saat berlari nanti." Lanjut Samuel


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA,SEMOGA KALIAN SUKA , THANK'S

__ADS_1


__ADS_2