
Samuel terlihat tengah berfikir, entah kenapa tiba tiba saja otaknya blank. Kalau saja Ina tidak segera menarik lengannya dan membawa dia lari, mungkin saat ini dia sudah menjadi bagian dari makhluk makhluk mengerikan itu.
"Kita mau lari kemana lagi, Sam?"
Ina kembali berseru dan menyadarkan Samuel yang sempat blank tidak bisa berfikir apa apa. Gadis itu sudah terlihat kedinginan, karena Ina memang belum terlalu terbiasa dengan udara dingin, Ina merasakan kalau tubuhnya terasa membeku.
"Kau kedinginan?"
Samuel menangkub kedua pipi Inayna, bahkan pria itu terlihat membuka kedua sarung tangan tebalnya saat dia memegang pipi gadis asia itu. Bahkan Samuel menggosok gosokan kedua telapak tangannya agar hawa panas keluar dari tangannya saat dia menempelkan kembali telapak tangan besarnya itu di kedua pipi Ina.
"Bukan hanya Ina saja yang kedinginan, kami juga sama Sam!"
__ADS_1
Kali ini Aiko ikut mengomterari interaksi antara sahabatnya dan kakak tingkat mereka itu. Kedua anak manusia itu terlihat sangat dekat padahal sebelumnya tidak. Jangankan dekat, bertegur sapa saja tidak, Aiko hanya mengulum senyumannya melihat wajah salah tingkah Inayna saat ini.
"Setidaknya melihat interaksi kalian seperti ini, aku jamin populasi manusia dibumi masih bisa diselamatkan agar tidak punah. Mungkin setelah ini kalian akan butuh kamar hotel, atau motel terdekat disekitar sini... aaaakkhhh!"
Aiko terpekik kencang saat Ina menginjak kakinya, walapun kaki Aiko terbalut sepatu boot tebal dan tinggi, namun karena Ina menginjaknya keras dan sepatu yang dipakai oleh Ina sama dengannya tetap saja rasanya sakit.
"Kau menginjakku!" Aiko menatap horor pada temannya itu, gadis itu sedikit meringis akibat injakan yang dilakukan oleh Ina dikakinya.
💞💞💞
Mereka berlari menyusuri jalanan yang seakan tidak pernah ada makhluk hidup yang melintasi jalanan itu. Mobil mobil mewah tergeletak begitu saja, bahkan sepanjang jalan kondisi rumah rumah warga sipil berantakan tidak karuan.
__ADS_1
Matahari semakin condong ke ufuk barat, namun mereka tetap harus melanjutkan perjalanan menuju bandara secepatnya. Jarak bandara tidak jauh lagi, hanya butuh jarak sekitar 10kilo meter yang akan mereka tempuh.
"Berapa jauh lagi kita harus berjalan? kakiku rasanya sudah mati rasa." Aiko kembali menggerutu lemas, gadis itu terlihat kelelahan sama seperti yang lainnya. Apa lagi saat ini mereka tidak membawa persedian minuman atau pun makanan. Samuel dan Ina bahkan sedari tadi tidak hanya fokus pada jalanan saja, kedua mata mereka bergerak kesana kemari guna mencari mini market yang bisa mereka temui disepanjang jalanan yang saat ini mereka lewati.
"Sabar Aiko,"
Anita mencoba menenangkan gadis yang terlihat sudah kelelahan itu, Anita juga terlihat mengedarkan pandangannya kearah mobil mobil yang mungkin masih kayak untuk mereka tumpangi.
"Sam, kenapa kita tidak mencoba mobil mobil itu saja. Siapa tahu masih bisa kita nyalakan, atau mungkin didalam sana ada kuncinya juga, jadi bisa memudahkan kita untuk mengendarainya."
Samuel nelirik pada Mama Anita yang tengah berbicara panjang lebar padanya, kedua mata pria itu berbinar lalu dengan cepat Samuel menuju salah satu mobil mobil yang tercampakan begitu saja dibahu bahkan tengah jalan juga ada.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak berfikir sampai sana, dasar bodoh!"