SURVIVE

SURVIVE
Bab 25


__ADS_3

"Tunggu! suaranya berasal dari dalam bandara!"


Samuel mengangkat satu tangannya untuk mengintruksikan agar mereka diam dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


"Kau , kau dan kau ikut aku! Zen, kau disini saja jaga mereka!" Samuel menunjuk dua orang pria dewasa yang ada dibelakangnya, dia sengaja tidak membawa Zean karena remaja itu lebih dibutuhkan oleh para wanita disini. Samuel dan kedua pria itu mulai melangkah dengan hati hati. Kedua tangan Samuel menggenggam erat tongkat bassball yang ada ditangannya. Tongkat bassball yang beberapa jam yang lalu dia gunakan untuk meleyapkan salah satu manusia yang berubah menjadi makhluk mengerikan.


Suara suara raungan itu semakin terdengar jelas ditelinga mereka bertiga, bahkan salah satu dari mereka terlihat bergetar mendengar suara suara itu.


"Kau yakin mau membukanya?!"


Pria itu menahan lengan Samuel yang ingin membuka pintu itu karena penasaran, namun rasa penasaran yang Samuel miliki lebih besar dari pada rasa takutnya saat ini. Dia penasaran kenapa bandara sebesar ini tidak ada penghuni menusianya sama sekali. Atau mungkin mereka sudsh berubah menjadi makhluk makhluk itu karena terpapar dan pergi dari bandara ini?


Tapi tidak mungkin semua manusia yang ada dibandara ini terpapar bukan? bisa saja ada beberapa manusia yang selamat  lalu pergi atau mungkin bersembunyi didalam bandara ini.


Buktinya dia dan Ina bisa menemukan manusia lain di Mall itu, dan salah satunya adalah orang yang mereka kenal, Aiko.


"Kalian tidak penasaran?"


Samuel mengangkat sebelah alisnya, pria itu kembali mengangkat sebelah tangannya untuk membuka knop pintu.


Sedangkan kedua pria yang ada dibelakang  Samuel hanya menggelengkan kepalanya pelan. Kedua pria itu menatap ngeri kearah pintu yang hampir saja dibuka oleh Samuel.

__ADS_1


Cleekk!


Jantung ketiganya semakin berdegup kencang, Samuel yang membuka pintu itu pun terlihat mematung saat mendengar suara suara geraman yang berasal dari dalam.


Krriiieeetttt


Pintu perlahan terbuka, dan...


Braakkk!


Samuel kembali menutupnya cepat saat melihat sesuatu yang ada didalam ruangan itu. Salah satu tangannya masih memegangi knop pintu, jantungnya berdetak lebih cepat namun kedua kakinya terasa sulit untuk digerakan.


"Kau tidak mau lari huh, kau mau jadi bagian dari mereka!"


"Kita keluar dari sini secepatnya!" Ujar Samuel


Braaakk!


Ketiga pria itu menoleh kearah pintu, mereka yakin kalau seseuatu yang ada didalam sana tengah berusaha untuk keluar. Tanpa menunggu lagi mereka segera berbalik dan kembali pada Ina dan yang lainnnya.


"What happen Sam?"

__ADS_1


Ina segera menghampiri Samuel yang terlihat tengah berlari kearahnya, keringat pria itu pun mengucur deras didahi serta pelipisnya.


"Ada apa?"


Kini giliran Anita yang bertanya pada ketiga pria itu, Anita bisa melihat raut kekhawatiran dari wajah mereka.


"Kita harus segera pergi dari sini!" Samuel menarik lengan Ina dengan cepat.


"Why?"  Ina menatap heran pada pria yang tengah menarik lengannya tanpa izin. Gadis itu mengerenyitkan dahinya melihat wajah pias Samuel. Bukannya mereka akan pergi dari kota ini, lalu kenapa Samuel malah membawa mereka pergi lagi.


"Sam, wait!"


Ina menghentikan langkahnya, dia menghempaskan tangan Samuel yang tengah mencengkramnya erat. Ima menoleh kearah sang Mama dan Zen adiknya. Kedua bola mata coklat itu menatap satu persatu orang orang yang ada didekatnya.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi didalam sana Sam? kenapa orang orang dibandara ini tidak ad...,"


Braaakkk!


SEMOGA KALIAN SUKA


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


THANK'S


SEE YOU TOMORROW


__ADS_2