SURVIVE

SURVIVE
Bab 30


__ADS_3

Klik!


Samuel melirik pada Ina saat pintu itu berhasil terbuka, dengan perlahan pria itu masuk terlebih dahulu diikuti oleh Ina dan yang lainnya.


Suasana didalam gedung itu sepi dan gelap, mereka melangkah hati hati. Jangan sampai suara kaki mereka membuat suara yang mengganggu, karena Samuel yakin pasti tidak ada yang beres didalam gedung ini.


Samue, Ina dan yang lainnya akhirnya sampai diujung lorong, lorong yang lebih terang dari pada lorong lorong yang mereka lewati sebelumnya.


"Ada yang datang! sembunyi!"


Samuel memberi isyatar kepada mereka semua agar segera bersembunyi, kedua netra pendengarannya dia pasang baik baik saat mendengar derap sepatu mulai mendekat kearah mereka. Bahkan mereka semua mendengar suara dua orang yang tengah berbicara normal, namun sepertinya kedua orang itu tengah tergesa gesa karena mereka tidak menyadari kalau Samuel dan yang lainnya ada dibalik bayangan gelap.


"Mereka mau kemana? kenapa pakaian yang mereka pakai seperti dokter?" Ina mulai angkat bicara saat melihat kedua orang yang semakin jauh dari mereka.


"Ayo! nanti kalian akan tahu yang sebenarnya!"


Samuel tidak memberi jawaban yang diinginkan oleh Ina dan yang lainnya, pria itu mengedarkan pandangannya kesetiap arah, untuk memastikan kalau tidak akan ada orang yang memergoki mereka disini.

__ADS_1


selama perjalanan menyelusuri lorong lorong itu, suasana terasa sepi. Udara didalam gedung itu terasa dingin, bahkan jaket hangat yang mereka pakai semakin mereka eratkan ketubuh masing masing.


Samuel berbelok kearah ruang laboratorium, pandangannya terus menatap waspada pada setiap ujung lorong yang mereka lewati. Hingga akhirnya, dia dan rekan seperlariannya sampai disebuah pintu besar berwarna putih. Samuel berhenti sejenak, dia terlihat menghela nafasnya dalam dalam, lalu perlahan Samuel memasukan kartu akses masuk yang ada ditangannya.


"Tunggu! ini ruangan apa Sam?"


Gerakan tangan Samuel terhenti saat Ina menahan tangannya, gadis remaja itu menatap penuh tuntutan pada Samuel. Namun Samuel hanya tersenyum tipis pada Inayna, Samuel tetap memasukan kartu hitam itu.


"Kau akan tahu nanti!"


Klik


"Ayo!"


Samuel menarik lengan Ina dan segera membawa gadis itu masuk kedalam, Ina belum membuka mata serta hidungnya saat Samuel membawanya masuk, begitu juga dengan Anita Zean Aiko dan yang lainya.


"Kita mau kemana Sam? kenapa kita kesin..., Papa!"

__ADS_1


Pekikan Ina membuat Anita dan Zean segera membuka kedua matanya, begitu pula dengan Aiko dan yang lainnya. Aiko pun sama terkejutnya saat melihat Akira Mamanya sedang berkutat didalam bilik kaca.


"Mama," Aiko segera mendekat kearah kaca pembatas antara dia dan Akira. Begitu pula dengan Ina Zean dan Anita, ketiganya mendekat kearah pembatas kaca dimana didalamnya ada Sang Papa yang tengah tersenyum kearah mereka.


Anita bahkan meneteskan air mata, dia bersyukur karena suaminya baik baik saja, walaupun Anita yakin saat ini didalam tubuh pria itu ada yang tidak baik. Walaupun sudah memakai pelindung, tapi tidak menjamin kalau Lukman sehat.


"Papa,"


Ina menatap berkaca kaca pada Papanya, sedangkan Lukman hanya bisa melambaikan tangannya pada sang putri. Pria itu masih berkutat dengan berbagai macam alat laboratorium dan bahan bahannya.


"Kalian pakai ini dulu!" Samuel memberikan mereka sejumlah pil yang harus mereka telan saat itu juga.


"Apa ini Sam?" Ina menatap pada Samuel.


"Telan saja!" Samuel menelan pil itu, namun Ina masih ragu. Dia menatap pada sang Papa, saat melihat Lukman mengangguk Ina baru memasukan pil kecil itu kedalam mulutnya.


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?"

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA, THANKS


__ADS_2