SURVIVE

SURVIVE
Bab 24


__ADS_3

Braaakkk! Pyaaarr!


Sekali hantaman tongkat bass ball yang di layangkan oleh Samuel, kaca mobil mewah itu pecah tak bersisa. Karena Samuel dan yang lainnya kesulitan untuk membuka pintu mobil karena terkunci dari dalam, akhirnya Samuel memutuskan untuk memecahkan kaca pintu mobil.


"Kalau hanya satu mobil kita semua akan kelebihan beban, kau bisa membawa mobil!"


Samuel menunjuk salah seorang pria yang ikut dalam pelariannya. Pria yang usianya mungkin sedikit lebih tua dari Samuel itu menganggukkan kepalanya. Bahkan sedari tadi salah satu tangannya tidak pernah lepas dari lengan gadis yang tengah menatap khawatir keseluruh area yang tengah mereka pijaki.


"Aku bisa menyetir!" Pria itu menjawab dengan lugas.


Samuel menganggukkan kepalanya, setelah itu dia memukul kembali salah satu kaca pintu mobil yang akan dipakai oleh pria itu bersama kelima temannya.


Untung saja didalam mobil yang akan mereka naiki kunci serta bahan bakar masih aman untuk sampai ke bandara.


"Oke let's go!" Seruan Samuel membuat mereka segera menuju mobil masing masing, Samuel membukakan pintu mobil dengan cepat, karena dia yakin makhluk makhluk mengerikan itu tidak jauh lagi dari posisi mereka.

__ADS_1


Kedua mobil itu berhasil menyala, Samuel melajukan mobil dengan kecepatan maksimum. Begitu pula dengan mobil yang ada dibelakang, karena jalanan lumayan lengang walaupun ada beberapa mobil yang menghalangi laju mobil mereka, namun Samuel dan pria itu berhasil melintasinya.


Mereka boleh saja bernafas sedikit lega saat ini, namun untuk kedepannya entah apa lagi yang akan mereka hadapi.


Jarak ke area bandara semakin dekat, namun mereka merasakan ada yang aneh di bandara ini. Kenapa suasananya sepi padahal diluar area bandara banyak sekali kendaraan yang terparkir.


"Kamu yakin bandara ini sudah buka?"


Ina menatap ngeri saat melihat bandara internasional itu terlihat sepi tanpa ada penghuninya. Hanya ada suara suara instruksi rekaman yang ditujukan pada para pengunjung bandara.


Samuel, Aiko, Anita Zean dan seorang gadis yang usianya mungkin sama dengan Ina dan Aiko pun menatap tidak percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka saat ini.


Kondisi bandara ini sepi dari manusia, namun kenapa banyak kendaraan didalamnya. Lalu para manusia yang ada diarea ini kemana?


"Sam!"

__ADS_1


Ina mengejar Samuel yang terlihat nekat untuk lebih masuk ke area dalam bandara. Mau tidak mau mereka semua mengikuti langkah Samuel. Dengan perasaan campur aduk dan penuh kewaspadaan, Samuel dan yang lainnya tidak sedikit pun mengeluarkan suara. Mereka berkomunikasi lewat gerakan mulut tanpa suara, atau kalau mereka sedang dekat lebih memilih berbisik.


Samuel dan Ina pun tidak lupa untuk mengambil beberapa parfum mobil yang mereka temukan didalam mobil tadi.


Cuaca diluar semakin dingin, apa mungkin karena hal itu bandara ini sepi dari para pengunjung.


"Sam, ada suara!"


Ina menarik ujung jaket hangat pria itu, Ina bahkan menghentikan langkahnya sendiri membuat Anita sang Mama serta Aiko dan Zean pun ikut berhenti.


Mereka yang ada dibelakang pun ikut menghentikan langkah, mempertajam indera pendengaran dan penghilatan masing masing. Dalam kondisi saat ini mereka dituntut untuk lebih peka terhadap sekitar.


"Itu suara rekaman operator bandara!"


Aiko ikut menimpali, gadis itu mendesah lelah karena rasa takutnya lebih mendominasi saat ini dari pada rasa lelahnya.

__ADS_1


"Tunggu! suaranya berasal dari dalam bandara!"


SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S


__ADS_2