
Mereka berjalan kaki menuju perusahaan Ayahnya Samuel, karena ternyata tidak ada kendaraan yang bisa mereka tumpangi untuk pergi kesana. Samuel dan yang lainnya sempat heran, kenapa selama perjalanan mereka kesana tidak menemukan satu pun manusia atau pun makhluk mengerikan itu. Kemana para manusia? apakah mereka semua bersembunyi? atau mereka semua sudah berubah menjadi monster?
Banyak pertanyaan yang saat ini melitas dikepala mereka, sepanjang 10 kilo meter jauhnya jarak yang sudah mereka tempuh. Untung saja dari area bandara menuju perusahaan itu tidak memakan jarak hingga berpuluh puluh kilo meter, karena posisi perusahaan itu berada ditengah kota dan cukup dekat dengan bandara, jadi Samuel dan yang lainnya bisa bernafas lega walaupun mereka juga merasakan lelah.
"Kenapa banyak orang disana Sam?" Ina menunjuk kearah sebuah gedung pencakar langit yang terlihat tengah dikerumuni masa, atau lebih tepatnya dikerumi oleh para makhluk mengerikan. Makhluk makhluk itu menghalangi jalan masuk kedalam gedung pencakar langit itu.
Samuel terdengar mengumpat pelan melihatnya, pasalnya gedung itu adalah perusahaan sang Ayah yang mejadi penyebab semua kekacauan dikota serta negara ini.
Samuel bisa melihatnya dari layar lebar yang pasang ditengah kota tadi. Seluruh kota bahkan negara ini sudah seperti kota mati , padahal baru beberapa hari terinfeksi virus aneh ini, namun dampaknya sungguh tidak diduga. Bahkan para petinggi negara lebih memilih untuk melindungi dirinya sendiri dan keluarganya dari pada harus keluar dari bangker bawah tanah mereka.
"Itu perusahaannya, ayo kita masuk melalui pintu belakang saja. Ingat hati hati jangan sampai mereka menyadari keberadaan kita disini!" Suara Samuel berbisik namun terdengar tegas.
__ADS_1
Ina dan yang lainnya hanya menganggukan kepalanya patuh, mereka mulai berjalan mengendap endap. Pandangan mereka tidak lepas dari para makhluk itu. Namun lain dengan Samuel, pria itu terlihat memfokuskan langkah demi langkahnya agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
Brrukk!
Salah satu kaki wanita yang ada dibelakang Aiko tersandung sepatunya sendiri karena tidak fokus. Wanita itu hampir saja tersungkur kalau saja tidak ada tubuh Aiko yang menghalanginya. Namun karena suara kecil yang diciptakan olenya, makhluk makhluk itu mengalihkan pandangannya kearah mereka, lalu secepat kilat Samuel dan yang lainnya berasembunyi disemak semak atau bahkan tong sampah yang ada didekat mereka.
Saat ini tidak ada tempat yang bisa mereka pilih untuk menjadi tempat bersembunyi. Ina bahkan berdempetan dengan Aiko dibalik semak semak tanaman hias. Sedangkan Zean Samuel dan Anita dibalik tong sampah besar yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
Mereka semua menahan nafasnya saat makhluk makhluk itu masih saja menatap kearah tempat persembunyian mereka. Namun Samuel dan yang lainnya bernafas lega saat makhluk makhluk itu kembali mengalihkan pandangan kosong mereka kearah lain.
Samuel menggerakan bibirnya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, pria itu merangkak keluar dari area persembunyian, diikuti oleh Zean dan Anita sang Mama. Sementara Ina dan Aiko terlihat mulai muncul dari balik semak tanaman saat mereka melihat Samuel sudah keluar dari area persembunyian mereka, diikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu dihabiskan oleh mereka untuk berkeliling area gedung ini, akhinya Samuel memutuskan untuk masuk kedalam gedung ini melalui saluran udara, karena seluruh pintu digedung ini sudah dikunci secara otomatis.
"Kau yakin Sam?"
Ina mentap tidak yakin pada Samuel, apa mungkin mereka bisa masuk kedalam saluran udara? pasti rasanya tidak akan nyaman didalam sana nanti.
"Ini jalan kita satu satunya untuk masuk." Samuel mencoba meyakinkan mereka, waktu semakin sore dan makhluk makhluk itu akan kembali agresif dimalam hari nanti.
"Mau ikut atau tidak, aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut. Kalau saja kartu aksesku tidak jatuh dari jaketku mungkin kita bisa masuk kedalam gedung ini melalui pintu tadi." Samuel menyugar rambutnya frustasi, disaat seperti ini kartu sialan itu malah hilang.
"Maksudmu kartu ini Sam?"
__ADS_1
Ina merogoh kantung jaket hangatnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dari sana.
SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S