SURVIVE

SURVIVE
Bab 27


__ADS_3

Bruuuk!


Kedua mata Ina terbuka lebar saat mendengar suara keras dari luar minimarket yang lumayan cukup gelap. Ina menoleh kearah Aiko dan sang Mama yang tertidur didekatnya. Sedangkan Zean, remaja itu tidur didekat sang Mama Anita. Ina pun menoleh kearah Samuel yang juga masih memejamkan kedua matanya sembari bersandar dirak barang. Semua orang masih terlelap, mungkin karena mereka kelelahan.


Dengan perlahah Ina bangun, gadis itu menatap kearah luar saat melihat seluet seseorang dari luar. Takut, namun rasa penasarannya lebih mendominasinya saat ini. Walaupun takut, Ina tetap berjalan menuju dinding kaca yang menjadi penghalang antara luar dan dalam minimarket.


Kedua matanya menyipit saat melihat seorang pria berpakaian seperti polisi, namun cara jalan serta gerak geriknya terlihat tidak normal bagi Ina. Kalau dia benar polisi, bukannya polisi itu bisa membantu mereka pergi dari daerah itu secepatnya.


"Hei! kam...,eemphh!"


Suara teriakan Ina tertahan saat merasakan ada seseorang membekap mulutnya dari belakang.


"Sssttt, jangan mengeluarkan suara apa pun oke!"


Samuel berbisik pelan ditelinga Ina, gadis itu menghela nafasnya lega saat tahu kalau orang yang tengah membekap mulutnya itu adalah Samuel.

__ADS_1


"Dia polisi Sam, bukannya kita bisa meminta tolong pada polisi itu untuk membawa kita pergi dari sini!"  Ina kembali bersuara, walaupun suaranya terdengar berbisik dan hanya Samuel yang bisa mendengarnya.


Tatapan Samuel mengarah pada pria yang Ina katakan sebagai anggota polisi, pria itu memang berpakaian layaknya petugas hukum. Namun cara berjalan dan gerak geriknya terlihat aneh.


"Aku yakin ada yang tidak beres didalam kantor polisi itu?!"  Samuel semakin menyipitkan kedua matanya saat melihat bagaimana gerak gerik pria yang tidak jauh dari mereka itu.


"Shii*t, dia melihat kearah kita!"


Samuel segera menarik lengan Ina dan bersembunyi dibawah meja kasir, sedangkan pria yang ada diluar mini market itu terlihat berjalan melangkah menuju area mini market yang menjadi tempat persembunyian Ina Samuel dan yang lainnya. Pria itu terlihat berjalan pincang dengan hidung terus saja bergerak seakan tengah mengendus sesuatu.


Suara pintu kaca itu terbuka, Ina yang tengah meringkuk dibawah meja kasir yang lumayan tertutup hanya bisa memeluk erat tubuh pria yang tengah bersiap melemparkan sebuah tabung pemadaman kecil yang mereka temukan dibawah meja kasir.


"Mama sama yang lainnya gimana?"


Ina kembali berbisik pada Samuel, Ina mengkhawatirkan Mama adik serta Aiko temannya yang Ina pastikan mereka masih tertidur lelap. Apa lagi Zean, remaja lelaki itu pasti akan kesulitan saat dibangunkan kalau sudah kecapean dan tertidur lelap.

__ADS_1


"Kau tunggu disini, jangan mengeluarkan suara sedikit pun, paham!"  Samuel menatap penuh perintah pada Ina.


"Kau mau kemana?"  Ina meraih ujung jaket hangat Samuel saat pria itu hendak meninggalnya sendiri.


"Aku akan membangunkan mereka, sebelum petugas yang sudah mulai berubah menjadi makhluk mengerikan itu menemukan mereka. Aku akan kembali secepatnya, jadi tolong! kau jangan kemana mana oke!"


Samuel meyakinkan Ina agar gadis itu mengizinkannya pergi, Samuel tahu kalau Ina saat ini ketakutan, namun kalau dia tidak membangunkan mereka sudah bisa dipastikan kalau makhluk setengah jadi itu akan menemukan mereka semua.


"Hati hati, Sam!"


Ina menatap khawatir pada Samuel, namun dia juga khawatir pada sang Mama dan yang lainnya. Samuel terlihat menyusuri lorong lorong minimarket itu dengan hati hati, jangan sampai dia berjumpa makhluk itu diujung lorong nanti.


Braak!


Samuel menahan nafasnya saat salah satu botol pembersih lantai jatuh dan pecah tepat didepannya. Langkahnya terhenti saat melihat makhluk itu diujung lorong yang akan Samuel lewati, dia harus apa sekarang? diam ditempat atau berbalik?

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S


__ADS_2