
Siang ini lumayan panas hingga rasa nya mampu membuat kepala dan otak retak di tambah lagi Ellang harus mengingkari isi hati nya demi mendapatkan informasi target nya.
Sebenarnya Ellang sangat risih dengan sikap Anggi yang sangat manja namun demi tugas dari kantor Ellang menjalani dengan penuh kesabaran, siang ini Ellang mengantar Anggi untuk membeli baju dan keperluan yang lain dan setelah belanja Anggi mengatakan kalau lapar.
Dan memang jam menunjuk kan sudah lumayan sore jadi wajar kalau Anggi lapar kemudian Ellang dan Anggi pun memasuki sebuah restoran dan tanpa di ketahui Ellang bahwa Eni pun sedang ada di restoran itu bersama ke dua sahabat nya.
"Cowok ganjen.........makasih ya?kamu sudah belikan semua kebutuhan aku dan ternyata kamu itu sudah ganteng tak pelit pulak"(kata Anggi sambil senyum - senyum kepada Ellang)
"Nama ku bukan cowok ganjen.........enak saja ganti - ganti nama orang dasar cewek aneh"(kata Ellang sambil membuka menu makanan di hadapan nya)
"Ye...........kamu saja panggil aku cewek aneh jadi wajar dong kalau aku panggil kamu cowok ganjen??"(kata Anggi sambil pandangan nya melirik ke arah menu makanan dan bibir nya manyun)
Sedang kan di meja lain ada Eni, Dea dan Tika yang sedang bercerita dan bercanda - canda, tiba - tiba Dea menepuk tangan Eni sambil pandangan nya tak lepas dari Ellang dan Anggi.
"En......... Eni.........lihat deh meja di belakang itu cowok nya seperti nya aku pernah lihat tapi siapa ya??"(kata Dea sambil mencoba mengingat - ingat)
"Bukan nya itu Ellang ya En..........coba samain sama wallpaper di hp kamu itu kan mirip banget??"(kata Tika yang juga memandang cowok di meja sebrang)
"Mana sih??heboh banget......aku yang punya pacar kalian yang...........itu Ellang lagi ngapain sama cewek mana baju nya kurang bahan lagi??"(kata Eni sambil berfikir apa yang di lakukan Ellang dan siapa cewek itu)
Eni langsung lemas badan nya melihat semua itu serasa tak percaya namun benar terjadi, sedang kan Eni tau betul seluk beluk keluarga Ellang bahwa Ellang tak memiliki saudara di daerah Mandailing, ada nya pun di daerah tebing tinggi dan ponakan Ellang laki - laki semua tak ada yang perempuan.
Saat itu menetes lah air mata Eni di pipi melihat semua kejadian itu, ternyata benar - benar Ellang menganggap kata - kata Eni yang mengajak bubaran padahal itu hanya gertakan Eni agar Ellang mau berkata - kata jujur tentang pekerjaan nya.
"En..........Eni........coba kamu telefon untuk memastikan itu Ellang bukan??siapa tau hanya mirip??(kata Dea sambil memegang lengan Eni)
"Yap..........benar coba telefon kalau dia angkat berati benar itu Ellang"(kata Tika yang mendukung pendapat Dea)
Sedang kan saat itu Ellang tak membawa hp dan hp Ellang sedang di cas di kamar sebab sedang lowbet, di sisi lain dalam hati Eni berdoa agar tak di angkat telefon nya dan itu semoga bukan Ellang.
Ya Alloh semoga itu bukan Ellang sebab aku tak akan mampu menerima kenyataan se pait ini........
Eni pun menghubungi Ellang berulang kali namun tak di angkat nya dan cowok di meja seberang biasa saja sikap nya tanpa ada menunjuk kan expresi ada telefon masuk.
"Bukan ternyata En........itu cowok tak ada bergerak atau expresi gugup atau bagaimana gitu??"(kata Tika sambil melihat gerak - gerik Ellang yang datar expresi nya)
"Iya berati itu cowok hanya mirip saja dengan Ellang"(kata Dea sambil meminum jus jeruk nya dan bersiap untuk pulang)
Sedang kan Anggi sedang bertanya siapa nama Ellang agar tak memanggil cowok ganjen lagi begitu juga sebalik nya, sedangkan Eni sengaja lewat samping meja di mana Ellang duduk dengan Anggi dengan harapan Ellang melihat dan menegur Eni.
"Cowok ganjen siapa sih nama kamu??(kata Anggi sambil mencampur kan sambal ke bakso nya)
"Kamu dulu sebutin nama kamu cewek aneh"(kata Ellang sambil menyuap kuah bakso)
"Nama ku Anggi.........kalau nama kamu??"(kata Anggi sambil menengok melihat wajah Ellang yang memerah)
__ADS_1
Wajah Ellang memerah bukan karena terlalu pedas kuah bakso nya namun Ellang melihat Eni berjalan menuju ke arah nya.
Dasar cowok aneh di tanya nama nya saja muka nya memerah seperti itu??gimana kalau aku menari setriptis depan nya bisa kejang - kejang seperti nya........
Sedangkan Ellang mulai memutar otak untuk mencari nama untuk diri nya sendiri dan tepat Eni berjalan di samping nya Ellang menyebut kan nama nya sambil senyum kepada Anggi.
"Nama ku Septian.........."(kata Ellang sambil sedikit lantang agar Eni juga mendengar nya)
"Bagus juga nama kamu........ok mulai sekarang aku panggil kamu Septi......"(kata Anggi sambil senyum kepada Ellang)
"Aku biasa di panggil Tian........"(kata Ellang sambil mengambil tisu)
Saat Eni mendengar nama nya ternyata Septian n panggilan nya Tian agak sedikit lega hati nya ternyata benar bukan Ellang cowok itu tadi tapi di hati dan benak Eni masih berkecambuk begitu banyak pertanyaan di benak dan hati nya.
Alhamdulillah bukan Ellang cowok itu tapi kok mirip banget ya??owh iya Ellang kan tak pakek anting dan tak pernah pakek celana jin dan motor Ellang metic bukan motor moge......... hemmmmm aku saja yang terlalu rindu pada nya hingga di mata ku semua jadi mirip dia.......
Gumam dalam hati Eni sambil tersenyum mestater motor nya dan pandangan nya tak lepas dari cowok itu, sedang kan dalam hati Ellang menjerit dan menangis hingga terasa sesak menahan semua nya.
Ya Alloh ampuni hamba mu ini ya Alloh bukan maksud hamba berbohong ya Alloh........ semoga Eni percaya bahwa aku Tian bukan Ellang........
Jerit hati Ellang tanpa sengaja menetes kan air mata di pipi nya sebab begitu sesak dada nya harus mengingkari isi hati nya.
"Dasar cowok lebay kamu Tian........ baru makan cabe segitu saja sampai menangis"(kata Anggi yang tak tau menahu masalah Eni kekasih hati Ellang)
"Iya ini pedas sekali tak seperti di Jakarta sambal nya"(kata Ellang sambil menyeka air mata nya yang sudah terjatuh di pipi)
"Tian.......kamu beri izin aku kan untuk pulang melihat papa ku yang sedang sakit?(kata Anggi dengan wajah memelas kepada Ellang)
"Aku antar kamu pulang dan setelah itu ambil kebutuhan mu dan ikut aku lagi"(kata Ellang dengan tegas)
"Makasih Tian ganteng............"(kata Anggi yang berniat akan memeluk Ellang namun Ellang menghindari)
"Jaga sikap mu........kita bukan muhrim tak pantas seperti itu"(kata Ellang sambil nada tak suka dengan sikap Anggi yang agresif)
"Iya........iya maaf........."(kata Anggi sambil tertunduk)
Sekitar jam 7 malam Ellang dan Anggi sampai lah di rumah bos geng motor dan Ellang pun di sambut dengan ramah oleh bos geng motor, saat Ellang akan menuju rumah bos geng motor sudah siap di pasang semua alat cctv di baju Ellang yang di letak kan di kancing baju nya sehingga tak ada orang yang mengira bahwa itu cctv yang terhubung ke kantor Ellang.
"Anggi anak papa........tolong antar kan bungkusan itu pada orang yang pesan ya??sebab papa sedang sakit......."(kata papa nya Anggi sambil rebahan di tempat tidur)
"Boleh ajak Tian pa.....??"(kata Anggi sambil duduk di samping papa nya)
"Tian??siapa Tian......... Anggi??"(kata papa Anggi sambil menoleh memandang wajah putri nya)
"Itu pa.........yang waktu tanding balap sama papa waktu itu??"(kata Anggi sambil sedikit ngeri kalau papa nya marah)
__ADS_1
"Oh.........lelaki berengsek itu nama nya Tian??kemana dia sekarang biar papa cincang"(kata papa Anggi sambil berusaha bangkit dari tidur nya)
"Papa........sudah deh Tian itu tak seperti yang papa pikir kan, dia orang nya sopan, baik dan kuat agama nya"(kata Anggi pada papa nya)
"Jangan - jangan anak papa suka pada lelaki itu??"(kata papa Anggi sambil memandang tajam)
Sedang kan Anggi hanya mengangguk menyatakan bahwa Anggi benar - benar suka pada Ellang, di sisi lain Ellang sedang mengitari ruang tamu di rumah bos geng motor dan di situ Ellang bertemu dengan anggota nya yang menyamar menjadi pembantu di rumah itu, kawan Ellang memberi informasi melalui tisu yang di letak kan di samping cangkir teh dan Ellang sudah faham dengan isyarat yang di berikan kawan nya pada nya.
Kurang lebih satu jam kemudian Ellang mengantar Anggi ke suatu tempat sesuai yang di perintah kan papa Anggi dan ternyata di tempat itu sudah berkumpul pengedar semua yang menjadi target Ellang dan disitu terjadi penyergapan sesuai perintah Ellang sedang kan Ellang berpura - pura bisa me lolos kan diri.
Hari pun berganti saat itu Eni sedang libur kerja dan seperti biasa Eni mengajak anak - anak nya ke kolom renang dan di kolam renang itu Eni bertemu Ellang lagi bersama kawan - kawan nya sedang duduk di suatu meja dan saat itu jantung Eni serasa mau copot saat salah satu kawan Ellang menyebut nama Ellang.
"Ellang...........kamu mau beli rokok dan minuman tak??biar sekalian aku beli kan....."(kata Sandi sambil berhenti dari jalan dan menoleh pada Ellang dan Ellang hanya memberi isyarat ok dengan mengacungkan jempol nya kepada Sandi)
Bukan kah itu cowok yang di restoran waktu itu sama cewek yang baju nya kurang bahan??lalu bukan kah nama nya Tian kok sekarang jadi Ellang.........??lalu apakah itu Ellang kekasih ku??bila benar sedang apa dia disini??lalu kemaren waktu di restoran kenapa dia tak menyapa ku bila benar itu Ellang??
Gumam Eni dalam hati sambil menunggui anak - anak nya bermain di kolam renang, tak begitu lama datang lah Anggi dengan mengenakan baju yang sangat pendek di situ demi melengkapi penyamaran Ellang mau menjadi kekasih Anggi.
"Hai sayang............."(kata Anggi sambil memeluk Ellang dan mencium pelipis Ellang)
Saat seperti itu sebenar nya Ellang risih dengan ulah Anggi dan wajar jika Ellang jadi timbul hasrat namun semua itu di tahan nya oleh Ellang dan Ellang lebih memperbanyak dzikir dalam hati nya.
"Maaf ya sayang kamu lama ya nungguin aku di sini??"(kata Anggi pada Ellang sambil duduk di pangkuan Ellang)
"Tak kok baru 20 menitan.........jadi tak ini berenang nya??"(kata Ellang ke Anggi sambil berpura - pura berdiri dengan tujuan agar Anggi tak duduk di pangkuan Ellang lagi)
Akhirnya semua kawan - kawan Ellang membuka baju dan masuk ke dalam kolam renang orang dewasa, namun saat Ellang membuka kaos nya Eni sangat terkejut sebab melihat bekas luka di punggung Ellang waktu jatuh di proyek, di situ lah Eni sangat yakin bahwa itu Ellang dan cowok yang di restoran itu pun juga Ellang, saat itu hati Eni sangat hancur melihat itu semua sehingga Eni pingsan dan anak Eni meminta bantuan pada Ellang dan kawan - kawan nya.
Kurang lebih 15 menit kemudian Eni dan anak - anak nya sudah sampai di klinik terdekat di bawa oleh Ellang dan Wahyu, setelah sampai di klinik Ellang mengurus semua administrasi sedang kan Eni belum siuman dari pingsan nya kemudian memberi kabar kepada Dea sahabat Eni bahwa Eni sedang di klinik melalui chat wa.
Kemudian Ellang pergi meninggal kan Eni hanya mencium kening kedua putri Eni, sedang kan kedua putri Eni tau bahwa itu Ellang dan memanggil ayah kepada Ellang.
"Ayah kemana saja kok tak pernah telefon??kakak rindu......."(kata anak Eni paling besar sambil menangis memeluk Ellang)
"Ayah harus kerja sayang.....sabar ya nak.....kita akan segera berkumpul"(kata Ellang sambil mencium kedua anak Eni)
"Ayah........jangan pergi lagi dedek masih rindu ayah......"(kata anak Eni yang kecil sambil memeluk erat Ellang)
"Iya anak ayah yang cantik ayah pun rindu kalian tapi ayah harus berangkat kerja lagi ya sayang......."(kata Ellang sambil menahan air mata nya yang akan tumpah di pipi melihat anak - anak Eni yang sangat merindu kan nya)
Kurang lebih 10 menit kemudian Ellang keluar dari ruangan klinik di mana Eni di rawat sambil menyeka air mata nya yang jatuh di pipi nya dan Wahyu pun menetes kan air mata nya melihat antara Ellang dan anak - anak Eni.
Lalu bagaimana Ellang mau kah berkata jujur pada Eni bahwa memang benar itu diri nya??apa kah Ellang akan mengatakan semua nya masalah misi - misi nya di situ??bagaimana Ellang menjelaskan masalah Anggi kepada Eni??apakah Eni masih berharap kepada Ellang??
Ikuti terus kisah Ellang dalam menjalan kan misi - misi nya dan ketegaran hati Eni dalam menanti Ellang.
__ADS_1
Jangan lupa like, rate, vote n komen untuk mendukung author 😊🙏