
Di hari ini seperti nya terlihat suram semua tanpa cahaya di mata Eni sebab semalaman Eni tak tidur di karena kan putri kecil nya rewel semalaman hingga pagi baru tertidur putri kecil nya di sisi lain Eni juga gelisah dengan kondisi Ellang yang jauh di seberang dengan resiko taruhan nyawa.
Sungguh ber kecambuk pikiran dan hati Eni pagi ini, yang biasa nya saat datang ke kantor Eni langsung menuju ruang kerja nya namun pagi ini Eni berbelok ke kantin terlebih dahulu.
"Bu.........kopi capuccino panas sama roti bakar coklat ya....."(kata Eni sambil berjalan menuju meja dekat cendela)
Ya Alloh apa yang sebenarnya terjadi pada Ellang kenapa belum ada kabar??semua chat aku pun hanya centang satu, telefon pun tak aktif ya Alloh lindungi dia ya Alloh aku sayang dia dan aku cuma mau dia baik - baik.......
Gumam Eni dalam hati tak terasa menetes lah air mata Eni di pipi nya serasa sudah tidak sanggup lagi menahan beban gelisah, khawatir dan rindu yang bercampur menjadi satu di pikiran dan di hati nya.
"Silah kan Bu Eni........"(kata pelayan kantin sambil meletak kan kopi capuccino dan roti bakar coklat depan Eni)
Saat itu Eni hanya mampu mengangguk kan kepala saja sebab sambil menahan air mata yang hampir terjatuh dari mata nya, sedang kan dari parkiran Tika dan Dea melihat Eni yang sedang duduk di kantin sambil pandangan nya kosong mengaduk - aduk kopi capuccino di hadapan nya.
"Tik........itu bukan nya Eni yang sedang duduk di kantin??tumben ke kantin pagi - pagi itu orang??"(kata Dea sambil berjalan menuju tempat Eni duduk)
"Iya juga ya De.........tumben apa habis putus cinta ya??"(kata Tika sambil berjalan mengikuti Dea di samping nya)
"Assalamualaikum.......selamat pagi En, tumben duduk sini??pasti tak sempat sarapan ya tadi jadi kesini??"(kata Dea sambil duduk di bangku samping Eni)
Namun ucapan salam dari Dea tak di jawab oleh Eni yang di laku kan Eni segera memeluk Dea sambil menangis sebisa - bisa nya untuk menghapus sesak di dada nya.
"Haii...........En kamu kenapa??"(kata Dea dengan bingung dan khawatir pada sahabat nya dan sesekali memandang pada Tika yang duduk berhadapan dengan Dea)
"Iya En........kamu kenapa kalau ada masalah cerita saja jangan di pendam sendiri siapa tau kita - kita bisa beri solusi??"(kata Tika mencoba menenangkan Eni yang masih menangis di pelukan Dea)
"Apa kamu di putusin sama Ellang??apa kamu melihat Ellang update story sama cewek lain??atau jangan - jangan Ellang mati jatuh dari apartemen gitu"(kata Dea masih bertanya - tanya kenapa Eni menangis)
Selang kurang lebih 10 menit Eni menangis akhir nya Eni bisa tenang juga dan mulai menceritakan apa yang sedang dia alami selama berpacaran dengan Ellang yang super aneh di mata sahabat - sahabat Eni.
__ADS_1
"Oh.......jadi begitu cerita nya selama ini kalian berdua LDR lalu anak mu sangat dekat dengan Ellang sedang kan Ellang seperti jalangkung yang tiba - tiba datang dan tiba - tiba pergi menghilang??"(kata Dea sambil mencoba senyum agar Eni tak begitu sedih)
"Kalau menurut aku mending kamu tanya dengan jelas deh En......apa pekerjaan Ellang itu sebenar nya, sebab suwami ku juga kerja di proyek tapi tak seperti Ellang yang kamu cerita kan itu??"(kata Tika mencoba memberikan saran pada Eni yang terlihat sangat kacau)
"Yap aku setuju dengan Tika sebab semua ini demi kebaikan kamu En........cukup kamu gagal sekali jangan sampai yang kedua kali, bila tetap tidak mau bicara jujur beri gertakan bahwa kamu akan meninggal kan Ellang"(kata Dea sambil memakan roti bakar coklat milik Eni yang belum di makan)
"Dea dan Tika makasih atas saran kalian, memang kalian sahabat terbaik ku tapi itu tadi yang laper aku kenapa kalian berdua yang habis kan roti bakar ku dan kopi capuccino ku??"(kata Eni sambil melihat piring tempat roti bakar yang sudah kosong dan gelas kopi capuccino yang sudah kosong juga)
"Emmmm............semua sesuatu itu ada imbalan nya En dan kebetulan kita berdua juga belum sarapan itu tadi jadi berbagi lah hehehehe........"(kata Tika sambil senyum simpul sambil menghapus bekas capuccino di bibir nya dengan tisu)
Kemudian mereka bertiga berjalan bersama masuk ke kantor dan menuju ke ruangan masing - masing, namun tetap saja Eni tak tenang sama sekali sebab Ellang belum memberi kabar sama sekali dari semalam hingga hampir jam makan siang hp Eni belum berbunyi sama sekali.
Di sisi lain Ellang sedang bertarung dengan maut berjuang untuk tetap hidup demi melihat senyum Eni dan anak - anak nya mengembang di wajah mereka, sekitar jam 7 malam Ellang baru tersadar dari pinsan nya dan Ellang memaksa untuk segera pulang meski dengan luka sekujur tubuh.
Larangan dari pihak medis tak berlaku bagi Ellang demi kuat nya cinta dan sayang nya kepada Eni dan anak - anak nya, Ellang memberontak dengan dokter dan meyakin kan bahwa dia baik - baik saja hingga dokter akhirnya mengijin kan Ellang untuk pulang.
Kurang lebih 3 jam kemudian Ellang sampai juga di rumah nya dan dengan tenaga yang tersisa Ellang berjalan menuju almari nya untuk mengambil hp nya dengan tujuan segera menghubungi Eni dan Ellang yakin Eni sangat khawatir.
Tring...........Tring..........Tring.........
Bunyi hp Eni berbunyi sedang kan Eni sedang di kamar mandi hingga tak di angkat nya telefon dari Ellang sedang kan Ellang berfikir Eni sudah tertidur hingga Ellang hanya mengirim kan chat melalui WhatsApp.
"Selamat malam sayang selamat istirahat semoga letih mu hari ini mendapat barokhaalloh........ assalamualaikum sayang 😘😘"(kata Ellang melalui chat dan setelah itu Ellang meletak kan hp nya tanpa menyadari bahwa hp nya lowbet dan mati sendiri)
Setelah Eni baru dari kamar mandi baru melihat hp nya bahwa ada 4 panggilan tak terjawab dari Ellang dan 1 chat dari Ellang, begitu bahagia nya Eni menerima telefon dan chat dari Ellang hingga menghubungi nya kembali namun sayang hp Ellang sudah off.
Ya Alloh.........off lagi kemana lagi sih ini orang bener - bener bikin aku gila ulah nya apa coba mau nya seharian ngilang tau - tau nongol cuma chat sesingkat itu giliran di telefon balik malah ilang lagi off lagi apa sih mau nya............
Hingga pagi nya Ellang baru menyadari bila hp nya lowbet dan baru di cas sambil menunggu beberapa menit Ellang menyalakan hp nya untuk melihat siapa saja yang menghubungi nya dan ternyata begitu banyak nya yang menghubungi nya tanpa terkecuali Eni.
__ADS_1
Tring........Tring.........Tring........
Suara hp Eni berdering menandakan panggilan masuk dari Ellang dan hari itu Eni memutus kan untuk tidak masuk kerja sebab badan nya terasa remuk sebab sudah beberapa hari tidak bisa tidur.
"Assalamualaikum........sayang"(kata Ellang dengan banyak luka memar di wajah nya)
"wa'allaikumusallam..........ya Alloh sayang kamu habis ngapain?? kok wajah mu memar - memar?? apa kamu habis berkelahi atau kamu habis kecelakaan sayang??"(kata Eni sambil melihat Ellang di layar hp sebab di video call oleh Ellang)
" Aku habis ber kelai di proyek sayang kemarin dan aku tak tau kalau hp aku lowbet jadi ini baru aku cas sambil aku telefon kamu biar tak khawatir sayang"(kata Ellang sambil menahan nyeri di dekat bibir nya)
"Sayang please deh kamu jujur sebernarnya apa sih pekerjaan mu??aku tak akan meninggal kan kamu asal kamu jujur apa pekerjaan kamu sesungguhnya sayang??"(kata Eni sambil melihat Ellang yang penuh dengan luka)
" Kan kamu sudah tau sayang aku kerja di proyek pembuatan apartemen bahkan waktu aku jatuh pun kamu menemani aku disini, lalu aku harus jujur seperti apa lagi sayang??(kata Ellang sambil memijat kening nya yang mulai terasa sakit kepala nya dengan pertanyaan Eni)
"Sayang kawan ku suwami nya juga kerja di proyek pembuatan apartemen tapi tak seperti kamu yang tiba - tiba menghilang entah berapa hari dan entah kapan muncul nya, kamu sadar tak sih kalau kamu sudah membuat aku gila gara - gara kepikiran kamu sayang??"(kata Eni mencoba memberi penjelasan kepada Ellang)
"Iya aku tau tapi bagaimana lagi sayang pekerjaan aku yang menuntut aku harus seperti ini aku pun sebenarnya ingin bisa seperti mereka - mereka yang bisa selalu memberi kabar pada mu sayang please tolong kamu faham kondisi aku saat ini"(kata Ellang sambil meringis menahan sakit di wajah nya)
"Baik lah bila kamu masih tak mau jujur pada ku tak apa - apa mungkin itu yang terbaik bagi mu tapi tak bagi ku dan aku tak mau terus - terusan serangan jantung gara - gara kamu, jujur aku sayang sama kamu tapi aku hanya butuh kejujuran mu, jadi bila kamu masih tetap seperti itu maaf hubungan kita sampai sini saja"(kata Eni yang sebenarnya tak tega mengatakan nya tapi Eni sudah benar - benar lelah dengan semua nya)
"Sayang........kamu apa tak melihat gimana kondisi aku malah bicara macam - macam seperti itu?? please jangan ajak aku adu argumentasi kali ini tunggu sampai aku sehat apa mau kamu??"(kata Ellang yang terpancing emosi nya)
"Ya sudah aku mau beberes rumah moga kamu lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali, assalamualaikum........"(kata Eni sambil mematikan telefon nya sebab sudah tak mampu lagi menahan air mata nya yang akan tumpah)
"Sayang.........sayang........hallo......hallo"(kata Ellang yang mencoba menghubungi Eni lagi namun selalu di mati kan telefon nya oleh Eni)
Sial kenapa sih ini orang aku bela - belain berantem sama dokter biar aku bisa pulang dan bisa menghubungi dia malah dia marah - marah tak karuan, apa buta mata nya tak melihat luka di wajah aku, atau kah dia sudah mendapat yang lain dan lebih semua nya dari aku hingga bicara seperti itu??
Semua pertanyaan ber kecambuk di dalam benak Ellang apa yang harus dia laku kan saat ini?? menceritakan prihal pekerjaan nya sesungguh nya kah dengan resiko di pecat dari pekerjaan nya sebab sudah melanggar sumpah jabatan atau kah mempertahan kan pekerjaan nya semua tugas - tugas nya penuh dengan menantang maut nyawa lah taruan nya dan akan kehilangan Eni orang yang sangat dia sayangi??
__ADS_1
Semua keputusan ada di tangan Ellang cinta nya kah atau tugas-tugas nya??
Pasti nya setiap keputusan nya ada resiko tersendiri bagi pengambil keputusan tinggal bagaimana menyikapi masalah dari keputusan yang telah di putus kan dengan matang - matang hingga tak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.