SUWAMI KU AGEN NEGARA

SUWAMI KU AGEN NEGARA
BAB 29 THE DEVIL'S CRACK


__ADS_3

Dalam kehidupan ini banyak sekali masalah lalu apa kah semua masalah itu sepenuh nya dari orang lain tentu tak seperti itu ter kadang kita yang membuat cela agar iblis bisa masuk dalam ke hidupan kita hingga jadi lah sebuah masalah dalam ke hidupan kita.


Ada beberapa hal yang bisa menjadi sebuah cela bagi iblis yang terkadang kita sering kali kita tak menyadari akhir nya kita terus dan terus larut dalam pelukan iblis dan ber akar dalam hati kita, mari kita melihat apa saja kah cela tersebut dalam kehidupan yang sering kita semua alami.........


Pagi itu Eni sudah terbangun dan seperti biasa menyiap kan sarapan dan keperluan anak - anak nya sedang kan Ellang masih di rumah sakit belum di izin kan oleh Dokter sebab melihat kondisi Ellang belum memungkin kan.


Di sisi lain ada Anggi yang tak habis ber pikir kenapa Daniar seceroboh itu dan berakhir masuk ke dalam penjara dengan kasus berlapis dan ada Dokter Rizal yang akan selalu berjuang untuk meluluh kan hati Anggi.


"Gi.........bisa aku jemput sekarang.....?"


Kata Dokter Rizal kepada Anggi melalu chat di whatshapp.......


"Boleh Riz.......nanti tunggu saja di lobi nanti aku turun dan kita langsung jalan........"


Kata Anggi membalas chat Dokter Rizal di whatshapp........


Saat itu Anggi akan menjenguk Daniar di penjara dengan di antar oleh Dokter Rizal dan di hati Dokter Rizal banyak sekali tentang Anggi yang harus di urai satu per satu agar lebih jelas hasil nya dan semua itu membutuh kan waktu yang tak singakat.


Tepat jam 10 pagi Dokter Rizal sudah sampai di lobi apartemen tempat Anggi tinggal dan sekitar 15 menit kemudian Anggi turun menemui Dokter Rizal di lobi lalu mereka ber dua masuk mobil Dokter Rizal dan menuju penjara tempat tinggal Daniar yang baru, sepanjang perjalanan Anggi menceritakan semua tentang Ellang mulai awal pertemuan nya hingga perpisahan nya dengan Ellang.


"Kalau menurut aku setelah mendengar semua cerita kamu eeeemmmm........"


Kata Dokter Rizal sambil parkir di sebuah resto untuk break fast.........


"Kamu pasti akan menyalah kan aku kan Riz.......?"


Kata Anggi sambil menyeka air mata nya yang sudah membasahi pipi nya.....


"Tak........aku tak menyala kan mu Gi.........bagi ku wajar dan manusiawi kamu marah, tak trima dan frontal seperti itu........sebab kamu mempertahan kan yang kamu anggap benar........"


Kata Dokter Rizal sambil senyum dan mengajak Anggi turun dari mobil......


"Berati aku tak benar dong dengan berbuat seperti itu........sedang kan aku juga ingin bahagia Riz.......apakah aku salah mempertahan kan kebahagia an ku.......?"


Kata Anggi sambil duduk di depan Dokter Rizal yang masih tersenyum melihat wajah Anggi........


"Kamu tak salah hanya saja cara mu yang kurang tepat Gi.........amarah yang terpendam itu adalah iri hati dan itu akar kebencian........hal itu lah yang membuat mu makin terperosok......."


Kata Dokter Rizal sambil memandang wajah Anggi dengan tatapan yang teduh..........


"Lalu aku tak boleh marah di saat kebahagiaan ku terusik........aku diam saja begitu kah Riz maksud mu.....?"


Kata Anggi sambil berwajah bingung dengan kata - kata Dokter Rizal.......

__ADS_1


"Boleh.........kamu boleh marah tapi ingat jangan pendam ke marahan mu itu berkepanjangan cukup saat kamu tak terima itu saja kamu marah setelah itu lepas kan jangan di ingat - ingat atau kamu simpan dalam hati......"


Kata Dokter Rizal sambil meletak kan kain di paha dan dada nya agar baju nya tak kotor kena break freast nya......


"Mana bisa seperti itu sebelum apa yang menjadi kebahagiaan ku itu kembali pada ku........"


Kata Anggi melaku kan hal yang sama seperti Dokter Rizal laku kan memasang kain di paha dan di dada nya.......


"Yap.......itu lah keserakahan yang membuah kan ke inginan yang menjebak mu dalam lingkaran iblis dan semakin tak bisa lepas dari semua itu Gi........."


Kata Dokter Rizal sambil mulai membelah roti bakar di hadapan nya sambil masih ter senyum......


"Kamu meledek aku ya Riz........setelah kamu mendengar semua cerita ku......sedang kan aku sangat sebal dengan wanita dungu itu......"


Kata Anggi dengan geram sambil mencocok roti bakar di depan nya......


"Tak........aku tak sedang meledek mu Gi.......aku malah sangat menyayangi mu dan sedih melihat kondisi mu saat ini........"


Kata Dokter Rizal sambil masih menikmati roti bakar di hadapan nya tanpa melihat ke arah Anggi......


"Apa maksud ucapan mu itu tadi Riz.....?"


Kata Anggi sambil meng hentikan kudapan nya sejenak dan memandang ke arah Dokter Rizal......


Kata Dokter Rizal yang menghentikan sejenak kudapan nya dan memandang ke arah Anggi..........


"Aku sangat mencintai nya Riz......dia beda dengan laki - laki lain dia sangat lembut dan menghargai wanita......."


Kata Anggi mencoba menjelas kan perasaan nya kepada Ellang di hadapan Dokter Rizal........


"Iya......iya aku tau cinta yang buta membuat hati mu menjadi angkuh dan sombong tak mau melihat sebuah kebenaran bahwa bay freand mu itu tak sebaik yang kau kira bukti nya dia menikah dengan wanita lain......."


Kata Dokter Rizal sambil melanjut kan menikmati roti bakar di hadapan nya........


"Lalu apa yang harus aku perbuat saat ini menurut mu........hanya berpasrah kah pada nasib.........?"


Kata Anggi sambil melanjut kan menikmati roti bakar di hadapan nya..........


"Stop munafik.........."


Kata Dokter Rizal sambil meletak kan pisau dan garpu di atas piring roti bakar nya.........


"Maksud mu Riz........munafik yang mana.........aku tak merasa munafik kok dan aku jujur mengatakan kalau sangat mencintai dia........"

__ADS_1


Kata Anggi melihat ke arah Dokter Rizal yang sedang meminum capucino hangat..........


"Stop munafik.........terima kenyataan bahwa boy freand mu itu sudah bahagia dengan istri dan anak - anak nya lepas kan semua dendam mu, kikis ke angkuhan mu dan belajar lah setia dengan pendamping mu yang baru sebab kamu juga ber hak bahagia........"


Kata Dokter Rizal sambil memandang tajam kedua mata Anggi yang seperti nya masih kalut dan ter puruk........


Saat itu Anggi masih terdiam dan mencoba mencerna semua kata - kata dokter Rizal kawan nya dulu waktu di kuliah dan sebenar nya Anggi tau sejak dulu bahwa Dokter Rizal menyukai nya hanya saja saat itu Dokter Rizal di pandang laki - laki kutu buku dan tak modis sama sekali jadi Anggi tak pernah merespon perasaan Dokter Rizal saat itu.


Di sisi lain Eni sedang menuju rumah sakit menjenguk suwami nya dan untuk mengetahui ke adaan suwami nya saat ini lebih baik kah dan ingin mengetahui siapa orang yang berhati malaikat itu yang mau menyumbang kan darah nya ke pada suwami nya hingga suwami nya masih bisa melihat anak - anak nya.


Sekitar 1 jam kemudian Eni telah sampai di rumah sakit dan segera menuju ruangan di mana Ellang di rawat dan kebetulan sekali ada Dokter dan suster yang sedang mengecek kondi Ellang di siang itu dan memberikan resep baru ke pada Loudya keponakan Ellang yang sedang menjaga Ellang di situ.


"Selamat siang........"


Kata Eni sambil membuka pintu ruang rawat inap Ellang dan ter lihat Ellang sudah bisa duduk dan ber sandar di bad nya........


"Selamat siang juga Bu Ellang........."


Kata Dokter sambil senyum ke arah Eni dan Loudya pun senyum ke arah Eni.........


"Dok........bagaimana kondisi suwami saya saat ini.......apa semakin membaik dan siapa orang yang sudah berbaik hati mau mendonor kan darah nya ke pada suwami saya......?"


Kata Eni sambil berdiri di samping bad Ellang sambil memegang lengan Ellang.......


"Bagus Bu Ellang.......perkembangan Pak Ellang sangat bagus dan donor darah nya berjalan dengan lancar tapi maaf saya tak bisa memberi tau siapa orang nya sebab itu pesan dari pendonor..........."


Kata Dokter sambil senyum ke arah Eni dan sesekali memandang Ellang yang mencoba tersenyem.........


"Pendonor nya laki - laki atau perenpuan Dok........? Sebab saya hanya ingin mengucab kan terimakasih saja pada orang yang sudah ber baik hati ke pada keluarga saya.......?"


Kata Eni yang masih penasaran dan filing Eni ter tuju kepada Anggi.......


"Nanti akan saya sampai kan ucapan trimakasih anda Ibu Ellang......dan pendonor nya laki - laki Bu Ellang......"


Kata Dokter itu sambil senyum kepada Eni dan Ellang kemudian Dokter yang menangani Ellang meminta izin untuk melihat pasien yang lain.......


Saat itu sebenar nya di hati nya masih bertanya - tanya siapa kah orang yang sudah mendonor kan darah nya kepada suwami nya namun semua itu di alih kan dengan melihat suwami nya yang sudah sadar dan luka di pundak nya sudah makin membaik meski kondisi Ellang masih sangat lemas.


Wah........wah........ternyata bahaya juga yang nama nya penyakit hati bisa mencelakai orang lain apa lagi memendam amarah yang ter lalu lama menjadi iri hati akar kebencian, mari kita semua sama - sama belajar mengikis semua hal itu dan jangan sampai memberi cela sedikit pun kepada iblis.


Readers mari petik yang positif dan buang sejauh mungkin yang negatif dari kisah perjalanan Ellang dan Eni.


Yang pasti jangan lupa like, komen, rate dan vote untuk selalu dukung author crazy up 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2