SUWAMI KU AGEN NEGARA

SUWAMI KU AGEN NEGARA
BAB 26 DENDAM KUSUMAT


__ADS_3

Pagi ini seperti nya alam pun menangis ikut merasakan kesedihan yang tengah di rasa kan oleh Eni dan saat itu sontak seluruh bandara menjadi ramai banyak orang berkerumum di dekat super market di tempat kejadian yang sudah di pasang pita polisi kuning sebagai pembatas.


Tak begitu lama datang lah mobil ambulanc untuk membawa Ellang menuju rumah sakit ter dekat, saat itu Ellang sudah tak sadar kan diri sebab ter lalu banyak darah yang keluar dan Eni sangat ke takutan jika Ellang sampai tak ter tolong.


Selama perjalanan menuju rumah sakit Eni memegang erat tangan Ellang yang pucat pasi dan dingin sambil menangis dan dalam hati nya terus bergejolak tak menentu.


Sayang..........kamu harus kuat jangan pernah menyerah........lihat aku di sini selalu menemanimu ada anak - anak kita yang sedang menunggu mu sayang........


Gumam Eni dalam hati sebab Eni yakin suwami nya akan mendengar jerit hati nya dan tak begitu lama sampai lah Ellang di rumah sakit dan segera mendapat perawatan dari tim medis sedang kan Eni dalam kalut nya memberi kabar kepada sanak saudara nya yang masih tinggal di apartemen nya agar tidak khawatir dan kecarian.


Di sisi lain ada Daniar dan Anggi yang menunggu Ellang dengan cemas sebab sudah 2 jam menunggu Ellang tak kunjung datang dan melihat ada ke ramaian di luar ruang tunggu di bandara hingga Anggi mempertanyakan prihal apa yang sedang ter jadi saat itu.


"Ada apa ini kenapa seperti nya semua orang sibuk dan ada kejadian apa di super market di seberang jalan itu....."


Kata Anggi sambil ber jalan mendekati pembatas kaca di ruang tunggu dan men coba melihat apa yang sedang ter jadi.........


"Benar juga apa yang sedang ter jadi apa ada inseden di super market itu hingga ada ambulanc dan di beri pembatas polisi........"


Kata Daniar yang berdiri di samping Anggi sambil sesekali menengok ke kiri dan ke kanan mencari orang yang bisa di tanyai.......


Saat itu di rumah sakit sudah datang beberapa sanak saudara Ellang dan beberapa kawan Ellang yang sedang ber tugas di bandara dan Eni banyak di mintai informasi oleh awak media dan dari kepolisian seperti apa ke jadian sesungguh nya.


Saat itu Anggi mendapat notifikasi dari hp nya dan di lihat ter nyata informasi ke jadian perampokan di media sosian yang Anggi ikuti dan saat itu Anggi membuka notifikasi itu dan Anggi sontak membelalak kan mata saat melihat Ellang yang menjadi korban di inseden ter sebut dan di situ juga terlihat jelas ada Eni yang sedang di samping Ellang yang sedang ter baring di bad masuk dalam mobil ambulanc.


"Ayo kita pulang ke apartemen lagi......"


Kata Anggi sambil menarik lengan Daniar yang tak tau menau apa yang sedang terjadi......


"Lalu........kita tak jadi ke Toronto begitu dan kita cancel semua nya begitu kah Anggi......?"


Kata Daniar sambil masih bingung dengan sikap Anggi yang aneh di mata Daniar.......


Saat itu tanpa bicara Anggi menunjuk kan sebuah foto yang ter pampang jelas di hp Anggi ada Ellang dan Eni yang sedang masuk ke ambulanc.


"Lalu hubungan nya apa dengan foto itu dan kita membatal kan per jalanan ini.......?"


Kata Daniar yang rupa nya masih belum faham betul apa yang sedang ter jadi......


"Nanti aku jelas kan di rumah bila otak mu belum sampai dengan apa maksud ku........"


Kata Anggi dengan wajah panik dan gusar sambil membawa koper nya keluar dari ruang tunggu........


Sedang kan saat itu Daniar masih bingung dengan apa makna semua itu namun tetap mengikuti Anggi ber jalan menuju loby untuk memesan taxi untuk kembali ke apartemen milik Daniar, selama perjalanan Anggi menangis sambil memandang ke arah luar cendela taxi sedang kan Daniar mencoba menenang kan Anggi dengan masih ber fikir apa yang sebenar nya terjadi dan Daniar ber fikir Anggi menangis karena Ellang tak datang dan Anggi kecewa.


Sekitar satu jam setengah Anggi dan Daniar sampai lah di apartem nya dan segera lah Anggi naik ke atas menuju unit nya sambil menangis dan tak tau apa yang harus di laku kan saat melihat info dari media sosial bahwa Ellang ter luka dan mengapa harus Eni yang di samping Ellang bukan diri nya dan lagi untuk apa Ellang membawa serta Eni ke bandara apa maksud semua itu......?


"Gi.......aku tau kalau kamu kecewa pada Tian sebab ter nyata dia memilih tak datang dan lebih memilih anak dan istri menderita......."


Kata Dania sambil duduk di samping Anggi yang sedang menangis se jadi - jadi nya........


"Tian datang hanya dia tertembak dan yang membuat ku menangis sebab saat ini Tian sedang ter luka namun sangat di sayang kan bukan aku yang di samping nya tapi wanita dungu itu......"

__ADS_1


Kata Anggi sambil masih menangis merasakan sesak di dada nya..........


"What.........dari mana kamu tau bahwa Tian tertembak dan wanita itu yang di samping Tian.......?"


Kata Daniar sambil bingung mendengar penjelasan Anggi.......


"Liat itu dan perhatikan siapa yang sedang terbaring di bad dan siapa yang sedang di samping nya sambil memegang tangan Tian........"


Kata Anggi sambil menyodor kan hp nya kepada Daniar agar lebih jelas........


"Oh my God........apa maksud semua ini......? Lalu mengapa Tian datang ke bandara membawa istri nya apa maksud nya Tian sesungguh nya......?"


Kata Daniar sambil sesekali melihat ke arah Anggi dengan mata yang terbelalak........


"Hal itu yang membuat ku menangis dan aku tak tau apa maksud Tian dengan membawa wanita dungu itu ke bandara........"


Kata Anggi sambil memegang jidat nya dan rasa kepala nya akan pecah memikir kan semua itu......


"Lalu apa yang kamu ingin kan saat ini Gi.....?"


Kata Daniar sambil mengelus rambut Anggi yang terurai......


"Aku ingin di dekat Tian yang sedang terluka........aku ingin menemani nya bukan wanita dungu itu yang di sisi Tian......."


Kata Anggi sambil memeluk Daniar sambil menangis........


"Iya.......iya........aku akan mencari cara bagaimana agar kamu bisa menemani Tian........"


Kurang lebih 45 menit kemudian sampai lah Daniar dan beberapa anggota nya di apartemen Ellang untuk menjemput anak - anak nya Ellang untuk di bawa oleh Daniar dan saat itu asisten rumah tangga dan sanak saudara Ellang tak menaruh curiga sama sekali sebab melihat kedekatan antara Daniar dan anak - anak Ellang sebab anak - anak Ellang sudah mengenal Daniar waktu di kolam ikan di dekat taman.


Kemudian Daniar membawa anak - anak Ellang ke apartemen nya dan saat itu Anggi benar - benar syok melihat anak - anak Ellang berada di situ dan Anggi ber fikir buat apa mereka ada di situ.....?


"Niar.......apa maksud kamu membawa mereka kemari......? Pleas stop membuat masalah........dalam hidup ku sudah penuh masalah jangan kamu tambah lagi........aku tak habis pikir dengan jalan pikiran mu Niar.......?"


Kata Anggi dengan panik dan mondar - mandir di kamar nya sambil memegang jidat nya........


"No........no.......aku bukan menambah masalah Gi........tapi aku sedang membuka kesempatan untuk mu agar bisa dekat dengan Tian........"


Kata Daniar sambil membuka kaus tangan nya sambil duduk di sofa kamar......


"Maksud nya.........?"


Kata Anggi sambil bingung kemudian duduk di sisi tempat tidur sambil memandang ke arah Daniar......


Kemudian Daniar menjelas kan maksud semua nya kepada Anggi dan saat itu Anggi faham apa tujuan Daniar sesungguh nya tak jauh untuk balas dendam kepada Eni dan ingin menjauh kan Eni dari Ellang agar Anggi bisa ada di dekat Ellang.


"Terimakasih saudara kamu memang is the bets dan selalu mendukung ku....."


Kata Anggi sambil memeluk Daniar.......


"Ingat kita harus bersikap baik pada anak - anak Tian agar mereka tak mencurigai kita dan berakhir rewel nanti kita juga yang pusing......."

__ADS_1


Kata Daniar sambil senyum melihat wajah Anggi yang mulai bisa tersenyum.......


Di sisi lain ada Eni yang hati nya merasa tak enak dan teringat pada anak - anak nya kemudian Eni bangkit dari duduk nya dan menitip pesan kepada Wahyu dan Loudya ponakan Ellang.


"Aku mau pulang dulu mau lihat anak - anak sekalian mandi dan ganti baju secepat nya aku kembali ke sini dan tolong nanti bila ada apa - apa beri kabar aku........"


Kata Eni dengan mata sembab dan wajah yang kusud dan panik.......


"En.......mari aku antar sebab kondisi mu sedang drop seperti itu aku khawatir kamu ada apa - apa di jalan nanti nya.......?"


Kata Ulum sepupu Ellang yang saat itu sambil berdiri di samping Eni......


Dan saat itu Eni hanya mengangguk lalu ber jalan menuju pintu keluar dengan di ikuti oleh Ulum di belakang nya, sepanjang perjalanan Eni hanya diam dan tak habis pikir sebenar nya suwami nya akan ke mana menuju bandara tak membawa hp dan tak membawa tas kerja nya.......apa yang terjadi sebenar nya ada masalah apa dan mengapa dari dulu Ellang tak pernah berubah selalu aneh dan misterius masalah pekerjaan nya.......?


Sekitar dua jam kemudian sampai lah Eni dan Ulum di parkiran apartemen dan Eni turun di loby sedang kan Ulum memarkir kan mobil nya ter lebih dahulu, saat itu Eni segera ber jalan menuju lift untuk menuju unit yang di mana mereka tinggal dengan perasaan yang gundah dan cemas memikir kan suwami nya yang sedang sakit dan juga memikir kan anak - anak nya yang masih kecil - kecil.


Sekitar 10 menit kemudian sampai lah Eni di unit nya dan membuka pintu dan memberi salam kepada yang ada di rumah itu dan saat itu mata Eni mulai mencari anak - anak nya sebab anak - anak nya pasti akan berlarian saat mendengar Eni atau Ellang yang datang namun saat itu tak ada satu pun anak nya yang menyambut nya.


Kemudian Eni menanyakan kemana anak - anak nya ke pada asisten rumah tangga nya yang sedang memasak di dapur.


"Mbak.......anak - anak kemana kok sepi rumah......? Lalu yang lain kemana apa sudah pulang semua......atau anak - anak di bawa dengan mereka berjalan - jalan di taman........?"


Kata Eni sambil membuka kulkas dan mengambil jus wortel ke sukaan nya........


"Bukan nya tadi Bapak dan Ibu menyuruh orang menjemput anak - anak......?"


Kata asisten rumah tangga Eni dengan berwajah bingung........


"Orang.......orang siapa mbak? Mana mungkin saya menyuruh orang lain yang tak saya kenal untuk menjemput anak - anak mbak jangan bercanda deh.....?"


Kata Eni sambil melanjut kan minum jus wortel di gelas nya sambil mulai ber fikir keras......


"Benar Bu........tadi ada seorang wanita datang ke sini dan bicara kata nya Bapak dan ibu menyuruh nya untuk menjemput anak - anak dan anak - anak seperti nya sudah akrab dengan wanita itu jadi saya dan tuan Akbar percaya........"


Kata asisten rumah tangga Eni menjelas kan semua nya.......


"Lalu di bawa kemana sekarang anak - anak ku dan kemana Akbar pergi nya apa ikut dengan anak - anak juga......?"


Kata Eni yang semakin panik dan berjalan menuju ruang tamu mengambil hp nya.......


"Tuan Akbar sedang ke mini market kata nya Bu......."


Kata asisten rumah tangga Eni sambil mulai takut akan terjadi sesuatu pada anak - anak bos nya........


Wahhhh...........wahhhhhh seperti nya semakin lengkap penderitaan Eni saat ini suwami sedang ter luka bisa di bilang sedang kritis di rumah sakit di tambah lagi anak - anak nya pun di culik oleh Daniar yang hanya memikir kan kepentingan pribadi tanpa berfikir bagaimana perasaan orang lain.


Lalu tindakan apa yang akan di laku kan Eni agar bisa ber kumpul kembali dengan anak - anak nya dan suwami nya pun terselamat kan......?


Jangan pernah lewat kan perjuangan Ellang dan Eni demi keutuhan rumah tangga nya dan tugas - tugas Ellang yang menyesak kan dada.


Dan ingat selalu like, komen, rate dan vote untuk selalu dukung author 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2