SUWAMI KU AGEN NEGARA

SUWAMI KU AGEN NEGARA
BAB 28 AMARAH


__ADS_3

Siang ini men jadi siang yang sangat terik dan sangat menguras tenaga dan pikiran bagi Eni sebab harus mengejar Daniar agar anak - anak nya kembali dalam pelukan nya dan pengejaran Eni terus ber lanjut ke mana pun mobil Daniar pergi di ikuti oleh Eni agar mengetau di mana anak - anak nya berada.


Di Dermaga menjadi makin memanas kondisi nya saat Eni mengejar mobil Daniar menemui banyak sekali rintangan mulai dari ada nya rintangan pemindahan peti kemas dan Eni harus menerobos di bawah peti kemas, tumpukan peti kayu yang harus di trobos hingga harus bady jumping dan melepas kan motor treal nya dan tepat di cup mobil Daniar Eni mendarat dan Eni berusaha masuk ke dalam mobil Daniar agar bisa berbicara pada Daniar yang kabur begitu saja.


Saat Eni bisa menerobos masuk ke dalam mobil Daniar terjadi lah baku hantam di dalam mobil Daniar antara Eni dan Daniar, sedang kan Daniar tak pernah mempelajari teknik bela diri dan Eni pernah mengenyam teknik karate meski itu sudah sangat lama di pelajari nya namun minimal Eni masih mengingat nya pasti nya Eni mampu membekuk Daniar dalam mobil nya.


Sedang kan sopir Daniar lumayan panik saat itu dengan enteng nya Eni mengambil senjata berapi di tas milik Daniar dan mengarah kan senjata berapi itu di kepala Daniar sambil memerintah kan untuk mengarah kan ke tempat di mana anak - anak nya berada.


Di sisi lain ada Anggi yang sudah sampai di rumah sakit tempat di mana Ellang di rawat namun Anggi tetap tak bisa menemui Ellang sebab Anggi mengatakan nama yang salah bukan Ellang namun Tian jadi tak di temukan di rumah sakit itu pasien ber nama Tian.


Anggi lumayan panik di depan meja resepsionis rumah sakit mengapa nama Tian tak ada di rumah sakit itu memang nya di rumah sakit mana kah Tian di rawat saat ini? Saat itu tiba - tiba ada seorang dokter muda yang datang ke meja resepsionis untuk menyerah kan beberapa berkas kepada petugas yang sedang ber tugas di meja resepsionis itu.


"Dinda........tolong serah kan sample darah ini ke ruang laboratorium dan ini berkas data riwayat pasien......."


Kata Rizal dokter muda spesialis bagian saraf dan otak kepada Dinda petugas piket di meja resepsionis........


"Baik Dokter Rizal.........nanti harus saya tunggu hasil nya atau bagaimana Dokter Rizal.........?"


Kata Dinda sambil mengambil yang di berikan Dokter Rizal pada nya.......


"Tinggal kan saja nanti biar saya ke ruang laboratorium saat jam pulang kerja........"


Kata Dokter Rizal kepada Dinda sambil senyum ramah.......


Saat itu Dinda mengangguk kan kepala kemudian berlalu dari hadapan Dokter Rizal berjalan menuju ruang laboratorium untuk menyerah kan sample darah dan beberapa berkas saat itu Dokter Rizal membalik kan badan nya untuk berjalan kembali ke ruang kerja nya namun langkah nya terhenti sebab melihat seorang wanita cantik yang sedang menangis dan seperti nya Dokter Rizal mengenal nya.


Kemudian Dokter Rizal datang menghampiri wanita cantik yang sedang menangis dengan menyodor kan tisu dan duduk di samping wanita tersebut sambil masih ber tanya - tanya benar kah wanita cantik ini Anggi teman di kampus saat masih di loundon dulu......?


"Trimakasih..........."


Kata Anggi sambil menerima tisu dari tangan Dokter Rizal.........


"Maaf benar kah anda Anggi......?"


Kata Dokter Rizal sambil menoleh kan wajah nya ke wajah Anggi yang sedang menangis.......


"Benar........saya Anggi memang anda siapa mengapa tau nama saya......?"


Kata Anggi sambil menyeka air mata di pipi nya kemudian memandang ke arah Dokter Rizal.........


"Ya Alloh........aku Rizal teman kamu dulu waktu kita masih kuliah di Amerika.......kamu mengambil jurusan manajemen komputer sedang kan aku mengambil jurusan ke dokteran......."


Kata Dokter Rizal mencoba mengingat kan Anggi yang seperti nya sudah lupa.....

__ADS_1


"Ya Tuhan..........iya aku ingat sekarang Rizal........iya Rizal kamu yang dulu cupu banget......"


Kata Anggi sambil mencoba ter senyum dengan mata yang masih sembab......


"Oh......iya kamu di sini mau menengok atau sedang menjaga pasien.....? Memang siapa yang sakit Papa kamu kah atau sanak saudara mu mungkin.......?"


Kata Dokter Rizal kepada Anggi yang senang bisa bertemu dengan kawan nya semasa kuliah.........


"Bukan keluarga..........dia my boy friend.......tapi kenapa kata petugas resepsionis mengatakan dia tak ada di rumah sakit ini.......? Apa kamu bisa membantu ku Riz.......?"


Kata Anggi sambil memegang tangan Rizal dengan wajah mengibah dan tatapan mata yang penuh harap.....


"Baik aku akan bantu kamu tapi kamu harus temani aku minum teh nanti di kedai teh depan rumah sakit ini......."


Kata Dokter Rizal sambil senyum ke pada Anggi dan Anggi hanya mengangguk menyata kan setuju.......


Kemudian Anggi mencerita kan semua siapa orang yang sedang dia cari dengan riwayat sakit apa agar lebih muda menemukan nya dan saat itu menjelas kan semua nya dan Dokter Rizal mendengar kan semua penjelasan Anggi dan kemudian Dokter Rizal menemui Dokter Truna yang menangani Ellang.


Saat itu Dokter Truna menjelas kan semua masalah pasien nya dan sangat kebetulan golongan darah Dokter Rizal sama dengan Ellang lalu saat itu Dokter Rizal menawar kan untuk donor darah kepada Ellang dan Dokter Rizal stamina nya fit tak memiliki riwayat penyakit apa pun hingga di ijin kan donor darah nya kepada Ellang.


Jam tepat menunjuk kan pukul 19.00 saat itu sudah mendapat kan donor darah dari Dokter Rizal dan setelah donor darah Dokter Rizal mengajak Anggi ke sebuah kedai teh, sebenar nya Anggi tak ingin namun sudah berjanji pada Dokter Rizal kawan nya sejak zaman kuliah dan lagi Dokter Rizal sudah menolong Ellang lepas dari maut.


"Gi.........di mana kamu ber temu dengan laki - laki itu seperti nya dia bukan laki - laki baik........"


"Kenapa kamu bisa menilai seperti itu Riz.......?"


Kata Anggi sambil memasuk kan criem ke gelas teh nya.......


"Iya pasti lah Gi........dia di rawat di rumah sakit sebab luka tembakan kalau dia laki - laki baik tak mungkin terkena tembak kan dan lagi bisa kamu lihat ruangan di mana dia di rawat di jaga begitu ketat nya dengan aparat sampai di dalam ruangan pasti dia pakar residivis........"


Kata Dokter Rizal sambil memandang Anggi yang masih tersirat kesedihan di wajah nya........


"Jangan asal menilai orang kamu Riz......kan dia korban dari perampokan di bandara jadi dia bukan residivis kan.......?"


Kata Anggi yang selalu membela Ellang sebab Anggi sangat mencintai Ellang.......


Kemudian Dokter Rizal hanya mengangguk dan faham bahwa Anggi sangat mencintai Ellang hingga melaku kan apa pun demi Ellang, sedang kan Eni sudah sampai di apartemen Daniar untuk menjemput anak - anak nya dengan di ikuti beberapa kawan - kawan Ellang tanpa di sadari Eni dan Daniar.


Sesampai nya di unit di mana anak - anak Eni berada segera Eni mencari anak - anak nya di seluruh ruangan sedang kan Daniar akan melari kan diri saat itu namun sudah di hadang oleh pihak berwajib di lift.


"Mama.......Mama......Mama......."


Triakan anak - anak Eni dari sebuah kamar yang terkunci........

__ADS_1


"Iya sayang.........Mama datang menjemput kalian nak.......jangan takut ya sayang......."


Kata Eni dari balik pintu sambil mencoba membuka kamar yang ter kunci.......


Saat itu datang lah Billy rekan kerja Ellang mendekat ke arah Eni dan berkata agar Eni minggir sebab akan di dobrak oleh nya pintu nya.


"Maaf Bu Ellang tolong minggir sebentar akan saya dobrak pintu nya......."


Kata Billy dengan sopan kepada Eni dan saat itu Eni hanya mengangguk tanda faham dengan kata - kata Billy........


"Sayang kalian semua menjauh dari pintu nak......."


Kata Eni memberi tau anak - anak nya agar menjauh dari pintu sebab pintu akan di dobrak......


Saat itu anak - anak Eni menjauh dari pintu dan berdiri di dekat cendela apartemen sambil saling ber pelukan satu dengan yang lain, sedang kan Daniar dan beberapa anggota nya di bawa oleh pihak berwajib untuk mempertanggung jawab kan tindakan nya hingga merugi kan dan membahayakan banyak pihak.


Hanya dengan 3 kali tendangan Billy pintu sudah terbuka dan segera Eni masuk ke ruangan itu untuk mendapati anak - anak nya.


"Mama........kenapa Mama lama sekali jemput kita........kakak sama dedek takut kalau Mama dan Ayah tak menjemput kita........?"


Kata anak Eni yang ter tua sambil memeluk erat Eni.......


"Iya Mam.........dedek lapar dan haus........"


Kata anak ke dua Eni sambil menangis.......


Serasa Eni tak mampu berkata - kata dan hanya mampu menangis dan memeluk ke tiga anak nya yang masih kecil - kecil, kemudian tak begitu lama masuk lah Lukman ke kamar itu menemui Eni dan anak - anak nya untuk di anatar pulang ke apartemen Ellang dan saat itu Eni hanya menurut saja sambil menggendong Anam putra nya ber jalan mengikuti Lukman menuju mobil yang sudah siap di loby.


Saat di dalam mobil Eni baru teringat Daniar kemana pergi nya dan mengapa itu tadi banyak mobil polisi dan bagaimana Lukman tau bahwa diri nya ada di situ sebab setau Eni Lukman kepala mandor di proyek di mana Ellang bekerja.


"Oh.......iya Pak Lukman kok bisa tau saya ada di apartemen ini......? Lalu ke mana wanita itu tadi pergi nya......? kenapa juga di lobi itu tadi banyak mobil polisi memang ada perapokan lagi ya Pak Lukman........?


Kata Eni sambil masih bingung sebenar nya apa yang terjadi di lobi itu tadi.......


"Iya Bu Ellang........kebetulan saya sedang memasang cctv di gedung ini jadi saya melihat dari luar kaca unit ada anda maka nya saya menghampiri anda untuk mengantar anda pulang......."


Kata Lukman sambil senyum sebab Eni masih saja belum memahami siapa sebenar nya Lukman.........


Luar biasa bukan perjuangan seorang Ibu untuk anak - anak nya......? Maka dari itu jangan pernah pandang rendah seorang wanita yang tak berkarir dan hanya menjadi Ibu rumah tangga sebab Ibu rumah tangga lebih berat tugas nya harus mampu menjadi guru, chafe, dokter dan body guard buat anak - anak nya........


Lalu bagaimana kah nasib Daniar di kantor kepolisian yang harus mempertanggung jawab kan tingkah laku nya......? Lalu bagaimana kah dengan Anggi masih kah mengingin kan Ellang atau mampu meng ikhlas kan Ellang hidup bahagia dengan anak istri nya kah.......? Mampu kah Dokter Rizal meluluh kan hati Anggi yang memang sedari dulu Dokter Rizal menaruh hati kepada Anggi......?


Hayo.........readers makin penasaran ya dengan kisah selanjut nya.....?

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, rate n vote ya untuk selalu dukung author biar semangat crazy up nya 😊🙏


__ADS_2