SUWAMI KU AGEN NEGARA

SUWAMI KU AGEN NEGARA
BAB 4 BESAR NYA KASIH SAYANG


__ADS_3

Ayam pun mulai berkokok menandakan matahari akan segera terbit, embun pagi masih menyisah kan jejak nya di dedaunan, begitu pun perasaan dan pikiran Ellang yang masih berkutat pada Eni kekasih hati nya yang sedang marah karena ketidak jujuran Ellang.


Seperti nya Eni pun semalaman tak mampu memejam kan mata sebab hati nya yang terasa perih dengan semua kejadian kemaren namun Eni hanya mampu menangis, menangis dan menangis ternyata orang yang dia sayangi bermain serong di belakang nya dan tidak menghargai pengorbanan nya sama sekali.


Seperti biasa Eni setelah shalat subuh menenang kan pikiran nya terlebih dahulu sambil membuka - buka status di wa melihat apa kah Ellang membuat status, ternyata tidak ada status dari Ellang satu pun, di situ Eni mulai berfikir keras apa kah benar Ellang akan senekat itu??Eni pun mulai menghubungi no wa adik nya Ellang untuk menanyakan bagaimana kondisi Ellang saat ini, namun tidak ada jawaban dari adik nya Ellang, makin gelisah lah hati Eni mengkhawatir kan kondisi Ellang.


Ya Allah kemana dia lindungi dia ya Allah aku sayang sama dia aku tidak mau terjadi apa - apa dengan nya............


Gumam Eni dalam hati sambil mata nya berkaca - kaca menerawang ke depan tanpa ada tujuan, tanpa di sadari jam sudah menunjuk kan pukul 07.00 waktu nya Eni untuk bersiap - siap berangkat ke kantor.


Di sisi lain Ellang pun sambil gontai berjalan menuju rumah kos nya sambil berkali - kali melihat hp nya siapa tau Eni menghubungi nya namun Ellang bertahan tidak menghubungi Eni terlebih dahulu, kurang lebih 30 menit Ellang sampai lah di rumah kos nya dan segera bersiap - siap untuk berangkat ke proyek, sambil mandi batin Ellang menjerit ingin mengatakan sebenar nya namun semua itu tidak mungkin ada nya.


Aku sayang sekali sama kamu tolong pahami posisi ku saat ini, tolong yakin lah pada cinta ku bahwa tidak ada cinta yang lain di hati ku.


..........


Jerit hati Ellang dalam kamar mandi sambil menangis menahan sesak di dada nya, beberapa menit kemudian Ellang pun telah siap untuk berangkat kerja sambil mencoba tersenyum dan bercanda dengan kawan - kawan nya sepanjang jalan menuju proyek.


Seperti biasa setelah absen di proyek Ellang langsung menuju lift untuk sesegera mungkin mengerjakan tugas nya, di sisi lain Ellang juga memiliki tugas yang lumayan berbahaya sebab menyangkut nyawa ya itu tugas dari negara yang harus mengungkap perdagangan obat - obat terlarang di dalam proyek itu sendiri.


Sesampai nya Ellang di lantai yang di tuju tidak seperti biasa nya yang Ellang langsung berkeliling ke setiap sudut ruangan namun saat ini Ellang duduk di ujung ruangan sambil meremas dada nya yang terasa sakit sekali.


"Broooww......... lu kenapa kalau lagi sakit ijin pulang aja jangan di paksa nanti malah parah sakit mu" (Kata kang Soleh sahabat Ellang dari arah depan berjalan menuju Ellang)


"Tidak.........aku tidak apa - apa kok cuma masuk angin aja nanti juga baik" (Jawab Ellang sambil meringis memegang dada nya)


"Ok.......lah nanti kalau kamu merasa tidak kuat ambil kerja setengah hari aja bilang sama Pk Taufiq pasti di beri ijin kok" ( Kata Soleh sambil memegang pundak Ellang yang mulai pucat sebab menahan sakit di dada nya)


Waktu pun berjalan cepat tidak terasa sudah menunjuk kan jam untuk istirahat dan Soleh pun menghampiri Ellang yang sedang bekerja di unit berbeda, saat itu Ellang makin pucat dan mengeluar kan kringat dingin.


"Astowfirullohalazim........... broooww ayo aku antar pulang badan mu demam juga pucat jangan di paksakan nanti malah bahaya" ( Kata Soleh sambil membopong Ellang menuju ke lift)

__ADS_1


Saat itu Ellang sudah tidak mampu berkata - kata lagi sangat lemas badan nya, Ellang hanya mampu mengangguk kan kepala nya dengan mencoba tersenyum pada Soleh, namun saat sampai di lantai dasar Ellang sudah tidak sadar kan diri dan semua kawan - kawan nya Ellang mencoba menolong semampu nya, saat itu yang ada di otak dan hati Ellang hanya Eni kekasih hati nya, sesampai nya di klinik Ellang segera di tangani dokter dan semua kawan - kawan Ellang berdoa semoga di beri keselamatan.


Sedang kan Eni di kantor nya pun sudah memasuki jam istirahat, Eni pun mencoba menipu hati nya yang sedang gelisah sebab khawatir dengan Ellang namun Eni pun tidak mau menghubungi Ellang terlebih dahulu sebab Eni berfikir Ellang lah yang bersalah jadi harus Ellang lah yang meminta maaf dan hubungi terlebih dahulu.


Saat itu Eni harap - harap cemas dan berkali - kali melihat hp nya siapa tau Ellang menghubungi namun tidak ada juga akhir nya Eni pun berniat untuk membuat kopi capuccino kesukaan nya.


"En..........makan ayam jingkrak yok??" ( Ajak Dea sahabat Eni sambil membuka pintu ruang kerja Eni)


Tiba - tiba saat itu juga gelas yang di pegang Eni terlepas dari tangan Eni dan terjatuh kelantai hingga pecah berhamburan.


"Astowfirullohalazim............ya Alloh"(Kata Eni sambil melihat ke arah gelas yang jatuh lalu melihat ke arah Dea dengan pandangan linglung dan bingung)


"Ya Alloh.........En kenapa kamu??apa terkena tangan mu??atau kamu kurang sehat??maaf ya En kalau aku membuat mu terkejut??"(Kata Dea sambil menghampiri Eni yang sedang jongkok membersih kan pecahan gelas)


"Tidak apa - apa kok mungkin aku saja yang lagi banyak pikiran jadi terkejut waktu kamu panggil aku"(Jawab Eni sambil masih menunduk dan tiba - tiba menetes kan air mata)


Di saat seperti itu Dea paham bahwa sahabat nya sedang ada masalah dan mencoba menyembunyikan dari nya, setelah memberes kan pecahan gelas Dea pun menarik tangan Eni untuk di ajak duduk dan bicara ada masalah apa sebenar nya sebab tidak biasa - biasa nya Eni seperti itu.


Saat itu Eni mulai menceritakan masalah nya dengan Ellang pada Dea, dari mulai awal bertemu hingga terjadi nya masalah tersebut dan Eni pun menceritakan bagaimana perasaan nya pada Ellang, seketika Dea tersenyum simpul sambil menyeka air mata Eni yang masih bercucuran.


"Owh.........jadi cerita nya sahabat ku ini sedang jatuh cinta to hehehehe..........sudah En kamu berserah saja pada Alloh bila memang laki - laki itu pantas untuk mu pasti di dekat kan tapi bila dia tidak pantas ikhlas kan dia pergi jangan siksa hati mu"(Kata Dea sambil senyum meyakin kan Eni yang masih gelisah)


"Kalau masalah itu aku juga tau tapi masalah nya itu aku sudah sayang banget sama Ellang tapi kenapa dia seperti itu apa dia tidak berfikir gitu kalau aku.....aku......aku....."(Jawab Eni sambil masih menangis sesenggukan)


"Cemburu...........gitu maksud nya En??"(Kata Dea sambil tersenyum simpul)


Saat itu Eni hanya mampu mengangguk kan kepala sambil membasuh air mata nya yang mengucur deras, tiba - tiba terdengar bunyi hp Eni berbunyi dan pandangan Eni dan Dea tertuju pada hp yang tergeletak di atas meja kerja Eni.


Tring.......


Tring.......Tring.......

__ADS_1


Tring........Tring......Tring......


Saat itu Eni segera bergegas berdiri berjalan menuju meja nya berharap agar Ellang lah yang menelpon nya dan ternyata benar memang no Ellang yang menelpon namun bukan Ellang yang berbicara sebab Ellang masih belum sadar di klinik.


"Hallo.......... assalamualaikum.........apa ini mbak Eni??"(Kata orang di seberang telepon)


"Iya............. Wa'allaikumusallam ini siapa ya??lalu Ellang nya kemana kok anda yang pegang hp Ellang??"(Jawab Eni dengan nada bingung)


"Iya mbak.........saya Soleh kawan nya Ellang hanya mau memberi tau kalau Ellang sedang di klinik tidak sadar kan diri kalau bisa mbak kemari"(Kata Soleh sebab Soleh berpikir tidak ada lagi yang akan di mintain bantuan untuk menemani Ellang di klinik selama dia tidak sadar)


"Astowfirullohalazim ya Alloh...........memang Ellang kenapa mas kok bisa sampai tidak sadar apa dia jatuh atau bagaimana mas??"(Tanya Eni sambil menangis dan gugup mendengar berita tersebut)


"Sudah mbak Eni segera datang saja di klinik proyek tau kan mbak di mana proyek tempat Ellang bekerja??sebab tidak ada yang menunggui Ellang sebentar lagi saya masuk kerja lagi mbak??"(Kata Soleh kepada Eni )


"Baik lah sebentar lagi saya berangkat ke situ kalau mas nya mau masuk kerja tidak apa - apa tinggal saja saya segera sampai kok"(Jawab Eni dengan pikiran kalut)


"Baik makasih banyak ya mbak, assalamualaikum..........."(Kata Soleh sambil melihat ke arah Ellang yang belum sadar juga)


"Iya Wa'allaikumusallam............"(Jawab Eni sambil mematikan telepon dari Soleh)


" Dea tolong bilang sama bos aku pulang cepat hari ini sebab ada saudara ku masuk rumah sakit jadi aku harus segera kesana"(Kata Eni sambil bergegas memasuk kan beberapa berkas dan cas hp nya)


"Saudara??saudara Ellang gitu maksud nya En........??"(Kata Dea sambil senyum - senyum melihat ke arah Eni yang terlihat sangat gugup dan panik)


"Sudah lah terserah kamu yang pasti tolong izinin ke bos ya bye........."(Kata Eni sambil mencium pipi Dea sahabat nya dan berlalu pergi)


"Hemmmmmmm begitu lah orang kalau sedang kasmaran semua bisa di tinggal kan demi cinta........"(Gumam Dea sambil menggeleng - gelengkan kepala nya melihat Eni yang berlalu pergi dari hadapan nya)


Lalu apakah Ellang akan meninggal di klinik sebelum Eni tiba atau kah Ellang segera sadar dan hubungan mereka bersemi lagi dan Eni memaafkan semua nya demi cinta dan kasih sayang Eni pada Ellang??


mari kita ikuti bagaimana kisah mereka berdua sampai di pelaminan kah atau hancur berantakan putus di saat mereka sedang sayang - sayang nya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2