
Kondisi seperti ini Eni benar - benar tak mampu menahan gejolak jiwa nya, yang selama ini Eni diam dan ber pura - pura tak tau menau masalah nya tentang Ellang dan Anggi namun sebenar nya Eni mengetahui semua nya hanya saja Eni diam menunggu Ellang mengatakan sendiri dari mulut nya bahkan saat di kolam ikan saat Ellang di temui Daniar dan Anggi pun Eni mengetahui namun Eni masih diam yakin pada suwami nya mampu menghadapi dan bisa melihat siapa yang setia selama ini dan siapa yang hanya kesenangan sesaat.
Namun saat anak - anak nya dalam bahaya dan kondisi suwami nya sedang kritis mau tak mau Eni sendiri yang harus turun tangan menghadapi mereka saat pikiran Eni sedang benar - benar kacau Eni memutus kan mandi dan setelah mandi Eni menjalan kan shalat dhuha memohon petunjuk Alloh apa yang harus di perbuat saat ini demi kesalamatan anak - anak nya dan siapa yang akan membantu nya untuk mengambil anak - anak nya dari orang - orang yang tak bertanggung jawab.
Memang benar Alloh maha pengasih ke pada umat nya dan setelah Eni menjalan kan shalat dhuha dan ber dzikir tiba - tiba Eni mendengar bunyi notifikasi dari laptop Ellang berbunyi dan lampu notifikasi ber kedip - kedip menandakan ada email masuk.
Tanpa berfikir panjang dan belum membuka mukenah nya Eni segera bangkit dari duduk nya dan membuka laptop suwami nya dan benar ada nya ada email masuk dari Daniar dan segera Eni membuka dan membaca nya.
"Saya tau anda panik.......mencari anak - anak anda tapi tenang saja mereka baik - baik saja dan sedang ber main dengan gembira........."
Kata Daniar dalam chat email nya dengan di serta kan stiker ter senyum........
"Apa mau anda kata kan akan saya penui asal kembali kan anak - anak saya......"
Kata Eni membalas chat Daniar melalui email.......
"Permintaan saya hanya 1 dan sangat mudah sekali.........tinggal kan suwami mu dan minta lah cerai maka anak - anak anda akan saya kembalikan tanpa kurang satu pun......."
kata Daniar melalui chat di email.......
"Benar - benar sudah tak waras anda.......tak mungkin saya meninggal kan suwami saya dalam kondisi sekarat seperti saat ini.......minta lah yang lain kecuali hal itu.......!!!!"
Kata Eni membalas chat Daniar yang mulai terpancing emosi.........
"Haiiiii..........tenang tak perlu emosi Ibu muda kita masih bisa ber negosiasi bukan dan ingat jangan pernah membawa serta ke polisian bila ingin anak anda masih ber nafas........"
Kata Daniar sambil menyertakan stiker tertawa di balasan chat nya.......
"Baik saya ikuti mau anda beri alamat anda kita bertemu di mana dan bawa anak - anak saya........!!!!"
Kata Eni melalui chat email Daniar..........
"Kita ber temu di samping dermaga......saya tunggu di cafe pertama saat masuk di pintu dermaga......dan ingat pesan saya tadi Ibu muda yang cantik........hahahaha"
Kata Daniar sambil tertawa puas.......
"Jam berapa saya bisa menemui anda di tempat yang sudah anda sebut kan......!!!"
Kata Eni dengan mata yang berkaca - kaca sebab sangat khawatir dengan anak - anak nya.........
"Wanita yang pintar.......makin suka saya bekerja sama dengan anda Ibu muda........saya tunggu tepat jam 2 siang hari ini........ok"
Kata Daniar sambil tersenyum sinis.....
"Bagaimana saya bisa mengetahui anda di mana sedang kan anda tak tau saya begitu pun sebalik nya saya tak tau anda.......?"
__ADS_1
Kata Eni dengan geram membalas chat Daniar.......
"Tenang saja........saya tau anda dan saat anda sudah sampai di lokasi yang sudah di sepakati maka saya akan melambaikan tangan ke arah anda....."
Kata Daniar membalas chat Eni di email........
"Baik bila begitu sekarang saya akan ber siap - siap......"
Kata Eni mengakhiri percakapan nya dengan Daniar.......
Lalu Eni membuka mukena nya sambil ber syukur kepada Alloh di beri jalan agar bisa mendapat kan anak - anak nya kembali namun Eni tak mengetahui bahwa laptop Ellang itu terhubung langsung ke kantor kesatuan Ellang dan selama Eni membalas chat Daniar kantor Ellang pun mengetahui dan semua kawan - kawan Ellang bersiap - siap siaga di lokasi yang di kata kan Daniar dengan menyamar jadi apa pun agar Daniar tak memahami bahwa sebenar nya posisi Daniar sedang di kepung saat itu........
Setelah itu Eni pun mengganti baju menggunakan celana jins,kaos ber warna putih dan mengenakam jeket jins lalu rambut nya di kuncir ekor kuda kemudian memakai sepatu kets dan mengambil kunci motor tril milik Ellang dengan tanpa ber fikir panjang lagi Eni mengambil helm tropong milik Ellang dan saat itu asisten rumah tangga, Ulum dan Akhbar tertegun melihat Eni yang berdandan tak seperti biasa nya dan mereka mempertanya kan akan kemana kah Eni pergi.......?
"Kak Eni akan kemana kok ber pakaian seperti itu lalu itu helm abang Ellang mau di bawa kemana.......?"
Kata Akbar sambil duduk di sofa ruang tv memandang Eni bingung......
"Iya benar kamu akan kemana En jangan keluar rumah sendirian biar aku antar bila kamu akan bepergian......"
Kata Ulum sepupu Ellang yang sedang meminum kopi di samping Akbar.......
"Sudah kalian diam saja di rumah jaga abang kalian dan bila sampai jam 10 malam aku belum kembali hubungi pihak berwajib......."
Kata Eni sambil berlalu dari hadapan Ulum dan Akbar dan mereka saling pandang bingung dengan perkataan Eni......
Sedang kan Anggi sedang ber siap - siap menuju rumah sakit di mana Ellang sedang di rawat dan sedang kritis membutuh kan darah dan waktu pun terus ber jalan, saat itu Eni memacu motor treal nya dengan sangat kencang di atas rata - rata Eni memilih jalan pintas agar lebih cepat sampai dan tak terhalang macet dan lampu merah.
Sedang kan di lokasi sudah ber siap - siap semua kawan - kawan Ellang tanpa sepengetahuan Eni dan Daniar, saat itu pun Daniar sedang ber siap - siap menuju lokasi yang sudah di tetap kan dan Daniar menganggab Eni hanya sebagai Ibu rumah tangga yang tak akan berani untuk ber buat nekad.
Ternyata pikiran Daniar salah besar sebab meski seorang wanita selemah apa pun saat melihat anak - anak nya dalam bahaya akan mampu melakukan apa pun bahkan tak memikir kan kesalamatan diri nya sendiri.
Dan itu terbukti dengan tindakan Eni saat ini mengesampingkan semua demi ke selamatan anak - anak nya, sekitar 90 menit Eni sudah sampai di dermaga di mana tempat yang sudah di janji kan tanpa melihat ke sekeliling nya Eni segera memacu motor treal nya lagi menuju cafe yang sudah di janji kan.
Sedang kan Daniar sudah sampai terlebih dahulu dan saat itu Daniar merasa sedikit aneh melihat di dermaga itu jadi ramai pedagang ikan serta ada tempat permainan seperti bekas ada pasar malam sedang kan biasa nya dermaga itu sangat sepi hanya beberapa nelayan yang berlalu - lalang, namun Daniar tak menaruh curiga sama sekali bila mereka semua kawan - kawan Ellang yang sedang memata - matai Daniar.
Sekitar 15 menit kemudian Eni telah sampai di cafe yang sudah di kata kan Daniar dan benar Daniar melambai kan tangan nya saat melihat Eni turun dari motor treal nya dan melepas helem tropong nya saat itu Eny melihat ke arah Daniar dan meng hampiri meja di mana Daniar sedang menikmati secangkir kopi.
"Mana anak - anak ku........!!!!"
Kata Eni tanpa basa - basi ke pada Daniar dan memasang wajah garang.......
"Haiiiii.........tenang saja anak - anak anda baik - baik saja tak perlu sekawatir itu lah santai dulu kita minum kopi dan menikmati udara segar di dermaga ini........."
Kata Daniar dengan santai nya sambil menyandar kan tubuh nya di kursi sambil dan ter senyum sinis.......
__ADS_1
"Saya tidak butuh dengan semua itu yang saya butuh kan kembalikan anak saya sekarang juga........!!!!"
Kata Eni yang semakin terbawa emosi.........
"Oh iya anda ingin melihat kondisi anak - anak anda yang lucu - lucu ya......? Sampai lupa saya.........?"
Kata Daniar dengan santai nya lalu membuka laptop dan menyalakan cctv di apartemen nya yang sudah terhubung ke laptop........
"Sayang........sayang........Mama segera menjemput kalian nak......."
Kata Eni sambil mencoba menahan air mata nya jatuh di pipi nya saat melihat anak - anak nya sedang ber main di sebuah ruangan........
"Bagaimana benar kan kata saya bahwa anak - anak anda baik - baik saja......jadi saya harap anda pun baik seperti mereka......."
Kata Daniar sambil menutup laptop nya lagi.........
"Apa mau anda dan apa maksud anda dengan semua ini........!!!!"
Kata Eni yang semakin emosi melihat ulah Daniar........
"Permintaan saya sangat mudah dan ringan tak perlu mengeluar kan kringat........cukup anda tanta tangani kertas bersegel ini maka sesampai nya anda di rumah anak - anak anda sudah ada di dalam apartemen anda........"
Kata Daniar sambil senyum puas sebab ternyata benar Eni hanya lah ibu rumah tangga biasa yang tak mampu ber buat apa - apa saat tak ada suwami nya......
"Mana kertas nya segera beri kan pada saya agar segera saya tanda tangani dan anak - anak saya segera kembali ke rumah........"
Kata Eni sudah tak mampu ber fikir panjang lagi saat itu.........
Dan saat Daniar membungkuk akan mengabil tas yang berisi surat perjajian dan tuntutan cerai Eni kepada Ellang tiba - tiba Daniar melihat sepatu yang terselip senjata berapi dengan mengenakan baju cleaning servis, saat itu pikiran Daniar sadar saat ini posisi nya sedang dalam bahaya dan ter kepung.
Dengan sigap Daniar memencet tanda isyarat agar sopir di mobil nya segera menghampiri nya dan benar saja mobil Daniar segera menuju di mana Daniar dan Eni duduk dan saat itu segera Daniar memasuk kan laptop nya ke dalam tas sambil berkata kepada Eni.....
"Ternyata anda ingin mengajak saya main - main.......mari kita bermain saya akan melayani permainan anda......."
Kata Daniar sambil berlalu pergi dari hadapan Eni sambil senyum sinis dan masuk ke dalam mobil nya dan melaju sangat kencang........
"Haiii.........hufffffff apa maksud anda........!!!!!!"
Kata Eni sambil berdiri melihat ke arah Daniar yang kabur.........
Tanpa membuang waktu lama Eni pun segera memacu motor treal nya mengikuti kemana mobil Daniar melaju saat itu terjadi kejar - kejaran antara mobil yang di naiki Daniar dan motor treal yang di pacu di atas rata - rata agar bisa mengejar mobil Daniar.
Hhhhuuuuuuffffff...........sungguh menegang kan ya bila dua wanita sudah terbawa emosi dan ego nya yang berbicara, lalu bagaimana dengan Anggi bisa kah menemui Ellang di rumah sakit dan berada di samping Ellang seperti yang di laku kan Eni pada Ellang? sedang kan di sekeliling Ellang di jaga ketat oleh kawan dan kerabat Ellang......?
Wah.......seperti nya reader juga ikut tegang ya membaca nya hehehe.......?
__ADS_1
Tapi jangan lupa ya beri like, komen, rate dan vote untuk selalu dukung author biar makin semangat crazy up 😊🙏