
Siang ini begitu panas udara nya hingga jam masih menunjuk kan pukul 9 pagi namun keringat sudah membajiri tubuh Ellang yang sedang membongkar AC di kamar nya, di sisi lain ada Eni yang sedang merasakan jatuh cinta lagi dengan Ellang untuk ke dua kali nya sambil berbena rumah Eni senyum - senyum mengingat semua ulah Ellang yang sangat iseng pada nya dulu sebelum Ellang berubah menjadi beringas dan raja tega.
Saat itu tiba - tiba ingatan Ellang teringat kepada senyum Eni dan anak - anak nya dan Ellang pun tersenyum sambil memandang langit dan sayu - sayu terdengar lagu dari dalam discotik yang di nyalakan oleh Wahyu dengan lumayan kencang.
Kamu tak pernah tau bahagia nya aku setelah menemukan mu.....rasa nya seperti mimpi menemukan mu.......bila harus memilih antara hidup dan mati di saat harus memilih bersama atau pergi........
Penggalan syair lagu yang di dengar oleh Ellang dan kebetulan sekali Eni pun sedang mendengar lagu yang sama di saat itu Ellang dan Eni sama - sama memejam kan mata di tempat yang berbeda namun dengan rasa kerinduan yang sama di saat itu Ellang di kaget kan oleh pelukan Anggi dari belakang yang memeluk erat tubuh Ellang sambil berkata i love you.......saat itu dalam benak Ellang yang ada Eni dan Ellang sambil memegang tangan Anggi yang memeluk nya sambil berkata i love you to........dengan senyum dan saat mata Ellang terbuka berubah lah raut wajah Ellang saat melihat bahwa yang memeluk nya ternyata Anggi bukan lah Eni dan hanya menghela nafas panjang untuk meringan kan beban sesak di dada nya sambil berpura - pura tersenyum ke pada Anggi.
Saat itu Anggi mengajak Ellang untuk menemui Papa nya di rumah sebab ada yang akan di bicarakan Anggi dengan Papa nya.
"Sayang........masih lama ya.....??"
Kata Anggi sambil menyandar kan kepala nya di punggung Ellang sedang kan Ellang hanya menengok sambil masih tersirat wajah bringas di balik senyuman nya.
"Memang kamu mau mengajak aku kemana sayang........seperti nya penting sekali sampai segitu nya sayang.....??"
Kata Ellang sambil membalik kan badan dan kedua tangan nya memegang wajah Anggi dan mencium bibir Anggi......
"Sayang aku anterin pulang ......ada yang mau aku bicarakan dengan Papa...."
Kata Anggi sambil berwajah sedih dan memelas kepada Ellang berharap Ellang mau mengantar nya pulang menemui Papa nya.......
Saat itu Ellang mencium bibir Anggi sambil tersenyum dan mengangguk kan kepala nya pertanda Ellang mau mengantar Anggi pulang untuk menemui Papa nya di sisi lain hati dan pikiran Ellang ber kecambuk penuh tanda tanya namun tak mampu di ungkap kan ke pada Anggi.
Saat Anggi sedang bersiap - siap Ellang segera menghubung kan cctv di baju kemeja Ellang dan menyiap kan cctv di baju yang akan di kenakan Anggi agar bisa mengetahui apa yang sedang di bicara kan Anggi dengan Papa nya di kamar.
Kemudian kurang lebih 2 jam kemudian Ellang sampai lah di rumah Papa nya Anggi saat itu Ellang hanya menunggu di ruang tamu dan mendengar kan semua percakapan antara Anggi dan Papa nya di kamar dan Ellang lumayan terkejut dengan perkataan Anggi yang di sampaikan kepada Papa nya saat itu.
"Anak aku sayang........"
Kata Papa nya Anggi sambil bangkit dari bangku depan meja kerja nya dan menghampiri Anggi dan memeluk nya......
"Papa sudah lebih baik kan.....? Maaf ya Pap.......Anggi tidak bisa merawat Pap saat sakit......."
Kata Anggi dengan tersirat wajah sedih memeluk Papa nya sedang kan Papa nya mengelus kepala nya dan sesekali mencium kening Anggi......
"Tidak apa - apa sayang........harus nya Papa yang minta maaf pada mu sebab sudah membiar kan mu tinggal si brengsek itu......."
__ADS_1
Kata Papa nya Anggi sambil masih memeluk putri kesangan nya......
"Sudah deh Pap......Anggi bahagia kok sama dia dan Anggi ke sini mau meminta restu dari Papa dan Anggi mau menikah dengan Tian......."
Kata Anggi sambil memandang ke arah wajah Papa nya yang terlihat bingung dengan permintaan putri kesayangan nya.........
"Apa........apa kamu sadar dengan permintaan mu itu Anggi.......?"
Kata Papa nya Anggi sambil memandang tajam ke mata Anggi.......
"Sadar........bahkan Anggi sangat sadar Pap......Tian orang yang baik, agamis, penuh kasih sayang dan dia sangat sopan memperlaku kan wanita......lalu masalah nya di mana Pap........??"
Kata Anggi sambil duduk di bangku depan meja kerja Papa nya dan Papa nya masih bingung melihat Anggi.......
"Anggi dia itu musuh Papa dan dia juga yang sudah mengalah kan Papa di race hingga Papa di buat nya malu di tambah lagi dia juga yang mengambil kamu dari Papa.......tolong rubah permintaan mu....."
Kata Papa nya Anggi sambil mencoba menjelas kan bahwa sebenar nya Papa nya Anggi tidak menyukai Ellang sama sekali......
"Ok........tak masalah Pap bila memang Papa tak bisa menerima keputusan ku tapi Papa mau tidak mau harus terima Tian sebagai menantu Papa dan Ayah dari calon cucu mu Pap......"
Kata Anggi sambil memandang Papa nya yang sedang duduk di meja kerja nya sambil memandang ke arah Anggi......
Kurang lebih satu jam Ellang dan Anggi di rumah Papa nya kemudian Anggi mengajak Ellang pergi dari rumah nya dan meminta Ellang untuk mengantar kerumah sahabat nya dan Anggi meminta izin ke Ellang bahwa malam ini akan tidur di rumah sahabat nya itu dan Ellang pun mengiyakan dan setelah Ellang mengantar kan Anggi lalu Ellang segera kembali ke discotik untuk menenang kan diri dengan semua perasaan yang berkecambuk seperti nya kepala Ellang akan pecah mendengar itu semua.
Di sisi lain Eni di minta anak - anak nya untuk menelfon Ellang dan mengajak nya untuk berenang esok hari dan sebenar nya Eni pun mengharap kan hal itu tidak perlu waktu berfikir lama Eni pun menghubungi Ellang yang sedang memejam kan mata meski tidak tidur hanya untuk meringan kan penat di kepala nya dan terdengar lah nada dering hp nya lalu di angkat oleh Ellang tanpa melihat siapa yang menelfon nya.
"Hallo......siapa ini......."
Kata Ellang dengan nada datar dan masih memejam kan mata dan tangan nya memijit - mijit kening nya sambil berebah.......
"Assallamuallaikum.......Ayah ini kakak cuma mau ajak Ayah berenang besok kalau Ayah tak sibuk itu pun......"
Kata anak Eni dengan nada takut sebab nada suara Ellang yang seperti sedang marah......
"Wa'allaikumusallam.......kakak.....? Maaf sayang ini aby sedang rebahan baru saja pulang kerja jadi tak lihat kalau yang telefon itu tadi kakak......ok besok kita berenang ya sayang.....?"
Kata Ellang sambil melihat ulang hp nya memastikan yang menelfon nya benar no Eni.......
__ADS_1
Kurang lebih 30 menit Ellang dan Eni serta anak - anak nya berbincang dan bercanda di video call, Ellang menutupi semua gundah di hati nya sebab tidak mungkin Ellang mencerita kan masalah Anggi ke pada Eni sebab Ellang tau betul hal itu sangat membuat Eni terluka.
Akhir nya tiba juga hari yang di tunggu - tunggu oleh Eni dan anak - anak nya agar bisa ber renang dan ber main ber sama dengan Ellang namun beda dengan apa yang Ellang rasa kan dan apa yang harus Ellang kata kan kepada Eni, kurang lebih 2 jam kemudian sampai lah Eni dan anak - anak nya di kolam renang dan ternyata Ellang sudah menunggu di parkiran sambil duduk di atas sepeda motor.
"Ayah........Ayah........."
Teriak ke dua anak Eni sambil berlari menghampiri Ellang dan Ellang pun segera bangkit dari duduk nya dan memeluk kedua anak - anak Eni.......
"Maaf sayang kamu tadi menunggu lama nya......?"
Kata Eni sambil merasa ngeri Ellang akan marah sebab terlalu lama menunggu mereka datang......
"Tidak apa - apa sudah biasa kan hal itu terjadi dengan kita sayang........aku yang selalu menunggu......"
Kata Ellang sambil bangkit dari jongkok nya dan mengajak ke dua putri Eni masuk kedalam lokasi kolam renang......
Saat itu Eni faham betul bahwa sebenar nya Ellang masih marah pada nya namun Ellang adalah aktor terbaik dalam berpura - pura bahagia di hadapan ke dua putri Eni yang sudah menganggap Ellang lah Ayah kandung mereka berdua.
Kemudian Eni dan kedua putri nya pun masuk kedalam kolam renang sedang kan Ellang memandangi mereka dari jauh sambil sesekali tersenyum dan melambaikan tangan ke arah mereka dengan pandangan yang kosong dan hampa sambil dalam hati kecil Ellang berteriak.
Apa yang harus aku katakan ke pada Eni bila ternyata benar Anggi hamil darah daging ku.........apa kah Eni sanggup menerima semua ini.........maaf kan aku sayang bila aku harus pergi dari kehidupan mu selama nya nanti nya......
Gumam dalam hati Ellang dan tanpa di sadari Ellang menetes kan air mata di pipi nya dan di basuh air mata nya dengan Eni yang ternyata sudah berdiri di hadapan Ellang sedari tadi namun Ellang baru menyadari keberadaan Eni di hadapan nya.
"Kamu kenapa sayang kok menangis.....?"
Kata Eni sambil duduk di hadapan Ellang......
"Tak ada.......aku tak apa - apa kok sayang......aku menangis karena bahagia sebab masih bisa melihat anak - anak saat ini......"
Kata Ellang mencoba menipu hati nya sendiri dan mencoba tersenyum di hadapan Eni meski sebenar nya Eni tau bukan hal itu yang sebenar nya terjadi........
Kemudian kurang lebih 1 jam Eni dan anak - anak nya di kolam renang saat nya mereka berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing - masing, saat itu hati Eni makin tak menentu begitu banyak pertanyaan yang tak mampu terungkap inti nya Eni sangat menyayangi Ellang apa ada nya tanpa butuh tau siapa Ellang sesungguh nya.
Heeemmmmmm........seperti nya Eni akan sakit hati lagi dan kecewa lagi dengan semua kenyataan yang ada, sedang kan apa yang harus Ellang laku kan bila Anggi benar - benar mengandung darah daging nya? Mampu kah Ellang mengatakan kebenaran yang sebenar nya terjadi agar semua bisa terselesai kan dengan baik?
Ikuti terus setiap bab nya agar tau bagaimana the and dari kisah perjalanan Ellang apakah happy ending kah atau ke matian kah yang harus Ellang terima.....?????
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, rate n vote untuk selalu dukung author 😊🙏