
Eni adalah wanita yang paling beruntung bagaimana tak beruntung mendapat kan suwami yang tampan, perhatian, penuh kasih sayang, bijaksana dan secara finansial Ellang sudah lumayan mapan ukuran manusia di muka bumi lalu kebahagia an yang mana kah yang akan di dusta kan oleh Eni saat ini di tambah lagi dengan anak - anak yang takut akan Alloh dan taat kepada kedua orang tua, seperti nya tak ada lagi masalah yang besar hingga membuat sport jantung meski Ellang jarang ada di rumah namun Eni memaklumi semua itu sebab suwami nya harus bekerja meski ter kadang rasa rindu menyiksa nya harus bagaimana lagi memang itu lah resiko nya memiliki suwami yang ber profesi sebagai kontraktor pikir Eni sebab sampai detik ini Eni tetap tak tau apa pekerjaan suwami nya sebenar nya dan Ellang sangat pandai menyimpan semua masalah pekerjaan nya sesungguh nya.
Pagi itu seperti biasa Ellang sedang libur dan kebiasaan Ellang setelah shalat subuh pasti Ellang tidur lagi sedang kan Eni sudah sibuk dengan aktifitas nya dengan anak - anak nya di bantu oleh asisten rumah tangga nya dan saat itu pintu kamar Ellang tak di tutup rapat hingga Anam putra Ellang yang sudah ber usia 3 tahun bisa masuk ke dalam kamar Ellang dan naik ke atas ranjang Ellang dan menaiki tubuh Ellang yang sedang tertidur pulas.
"Ayah.......Ayah.......Ayah.......bangun ayo kita main bola......"
Kata Anam sambil duduk di atas perut Ellang yang masih telanjang dada dan masih ter tidur..........
"Hemmmm.......apa sayang.......?"
Kata Ellang mencoba membuka mata nya yang sebenar nya masih mengantuk......
"Main bola.........di taman sama Ayah.....lekas bangun Ayah......"
Kata Anam sambil merebah kan tubuh nya di atas dada Ellang yang berbulu.....
"Ok........ok ayo kita main bola setelah Ayah mandi dan sarapan kita main bola di taman ok sayang.......?"
Kata Ellang sambil mencium kepala Anam putra kecil nya yang mulai tumbuh besar
Kemudian Ellang pun bangun dari tidur nya kemudian menggunakan kaos dan menggendong Anam keluar dari kamar nya dan menghampiri istri nya yang sedang ada di dapur membuat kue brownis kesukaan Ellang dan anak - anak nya.
"Pagi sayang......."
Kata Ellang sambil merangkul pinggul istri nya dan mencium kepala istri nya......
"Ayah tumben sudah bangun sayang......biasa nya kalau belum dengar adzan dhuhur belum terbuka itu mata......."
Kata Eni sambil masih fokus mengaduk - aduk adonan kue brownis......
"Tadi Anam bangun kan dia mengajak ku ke taman main bola jadi bangun lah aku sayang........"
Kata Ellang sambil menyuap kan parutan keju ke mulut Anam putra nya yang masih ada di gendongan nya.......
"Ayah.........!!!!! Stop.......itu parutan keju buat kue kenapa di suapin ke Anam terus lagi pula tak bagus terlalu banyak keju perut Anam belum kuat......."
Kata Eni sambil meninggi kan suara nya agar Ellang berhenti menyuap kan parutan keju kepada putra nya......
Yang ter jadi Ellang ter tawa ter bahak - bahak melihat expresi wajah Anam putra nya yang terkejut mendengar suara Mama nya dengan ketinggian 8 oktaf sambil mulut nya masih ada parutan keju nya dan sontak Anam menangis sebab terkejut.
Sekitar jam 10 pagi Ellang membawa Anam menuju taman ber sama kedua kakak - kakak nya dan Ellang terlihat sangat bahagia tanpa menyadari akan ada marabahaya yang selalu mengintai nya di setiap detik nya untuk diri nya dan keluarga kecil nya.
Saat itu Ellang dan ke tiga anak nya sedang bermain di taman dan ada beberapa anggota Ellang yang sedang berjaga di taman itu dan kebetulan sekali saat itu Wahyu yang tugas jaga kemudian Ellang dan wahyu duduk di bangku taman sambil melihat ketiga anak nya bermain di sekitar taman.
__ADS_1
"Bos bulan depan aku mau ambil cuti ya......?"
Kata Wahyu sambil duduk di samping Ellang sedang kan Ellang sedang memperhati kan anak - anak nya bermain.......
"Mau kemana kamu lalu berapa lama dan ingat jangan lama - lama kerjaan numpuk harus beres akhir tahun......"
Kata Ellang sambil menabur - nabur kan pakan burung dara di taman.......
"Ya Alloh cuti juga belum komplit amat pertanyaan nya bos......"
Kata Wahyu sambil menunduk dan tersirat wajah sedih dan Ellang ter senyum melirik ke arah Wahyu......
"Maka nya kamu aku tanya mau kemana penting kah atau kamu cuma ingin istirahat saja begitu maksud ku......"
Kata Ellang sambil senyum dan mata nya mulai mencari ke tiga anak nya yang tiba - tiba hilang dari pandangan nya.....
"Ini urusan hidup dan mati bos......aku mau nikah bos......masa hanya bos yang boleh bahagia lalu gimana nasib ku bos.....?"
Kata Wahyu sambil sedih dan menunduk tanpa mengetahui bahwa Ellang sudah tak ada di samping nya lagi......
"Wahyu........cari anak ku di seluruh taman gerak kan semua anggota sampai anak ku di temukan......"
Kata Ellang dengan panik sebab anak nya tak ada di taman itu hanya di temukan bola Anam dan boneka ke dua kakak nya.......
Kata Wahyu sambil masih bergumam dan berjalan memberi tau penjaga taman yang sedang bertugas untuk mencari ke tiga anak Ellang yang hilang.......
Saat itu Ellang benar - benar panik dan serasa otak dan jantung nya berhenti saat mengetahui ke tiga anak nya hilang sedang kan Eni di rumah tak mengetahui prihal itu dan baru saja selesai memasak dan membuat kue dengan harapan suwami dan anak - anak nya makan bersama di rumah dan setelah mandi Eni mengirim kan chat kepada Ellang menyuruh nya segera pulang sebab sudah siang waktu nya makan siang.
"Ayah.......lekas pulang sayang sudah siang sebentar lagi masuk waktu shalat dhuhur dan anak - anak waktu nya tidur siang juga......"
Kata Eni melalui chat di whatshapp namun ternyata tak di buka oleh Ellang.......
Saat itu Eni mulai khawatir sedang apa mereka sebenar nya sampai - sampai tak dengar ada chat masuk atau jangan - jangan hp nya hilang atau tertinggal di kamar mandi.....?
Namun perasaan Eni makin gelisah lalu Eni berdiri di balkon dan saat melihat ke arah bawah banyak sekali satpam dan ada anjing pelacak juga, saat itu Eni berfikir ada apa di bawah dan kok tumben banyak satpam di kolam renang dan taman apa yang sebenar nya terjadi lalu Ellang dan anak - anak nya kemana kenapa belum membalas chat nya bahkan di telefon pun tak nya di angkat.
Mana mungkin hanya masalah hp Ayah anak - anak hilang atau tertinggal sampai mengerah kan satpam apartemen segitu banyak dan juga sampai ada anjing pelacak segala.....?
Gumam Eni dalam hati masih bertanya - tanya apa yang sebenar nya terjadi bila masalah hp nya Ellang hilang atau tertinggal di kamar mandi itu sudah biasa bagi Eni sebab sangat faham betul bahwa suwami nya sudah akut pikun nya sudah bagus tak lupa juga pada anak istri nya.
Sedang kan Ellang masih mencari kemana ke tiga anak nya dengan berkeliling taman hingga Ellang sampai lah di kolam ikan dan di situ Ellang melihat seorang wanita menggunakan kerudung hitam dan baju hitam sedang ber sama ke tiga anak nya saat itu Ellang sangat panik dan segera menghampiri wanita itu dan ke tiga anak nya.
"Kakak.......dedek........sedang apa kalian di situ nak.....?"
__ADS_1
Kata Ellang makin mendekat ke arah ke tiga anak nya dan saat itu pandangan Ellang tertuju hanya ke pada anak - anak nya tak pada wanita itu......
"Ayah.......Ayah kita lihat ikan besar - besar kakak suka nanti beli ya Ayah......"
Kata Anak Ellang yang paling besar sambil berlari ke tiga nya menghampiri Ellang.......
"Iya sayang nanti kita beli ya sayang......."
Kata Ellang sambil memeluk ke tiga anak nya dan menciumi anak - anak nya sebab akhir nya mereka di temukan juga.....
"Maaf.......saya sudah membuat anda khawatir........."
Kata wanita itu sambil menyodor kan tangan nya ke pada Ellang yang masih memeluk ke tiga anak nya.......
"Siapa anda........kenapa membawa anak - anak saya tanpa seizin saya.....?"
Kata Ellang dengan nada sinis dan emosi kepada wanita tersebut.......
"Ayah.......jangan marah sama tante nya tak salah pun......kita yang salah pergi tak izin dengan Ayah......"
Kata Anam sambil memeluk Ellang yang wajah nya mulai memerah sebab menahan emosi.......
"Baik bila anda sudah melupakan saya Bapak Tian yang terhormat.......yang penting saat ini saya sudah tau anak - anak anda dan saya bisa melihat anda lagi......."
Kata wanita itu sambil senyum dan berlalu pergi dari hadapan Ellang dan ketiga anak nya.......
"Hai........tunggu siapa nama anda......haiiii.........?"
Kata Ellang sambil sedikit berteriak ke arah wanita itu namun wanita itu hanya menoleh dan senyum ke arah Ellang.....
"Ayah.......ayo kita pulang panas di sini Anam lapar haus juga........"
Kata Anam sambil menyandar kan kepala nya di pundak Ellang........
"Iya.......iya.......sayang ayo kita pulang nak dan Mama mu pasti khawatir sudah sesiang ini kita belum pulang....."
Kata Ellang sambil mengusap keringat di wajah Anam kemudian Ellang menggendong nya dan menggandeng putri yang kedua dan putri terbesar nya mengikuti di samping Ellang......
Sepanjang perjalan dari taman menuju ke apartemen nya lagi Ellang masih berfikir siapa wanita itu tadi sedang kan yang memanggil nya dengan panggilan Tian itu hanya Anggi apakah Anggi sudah bebas dari penjara....?
Hhhuuuuuffffff..........seperti nya baru saja Ellang dan Eni menikmati kebahagian dan ketenangan seperti nya mereka berdua harus menghadapi seport jantung lagi dan benar kah wanita misterius itu Anggi atau kah ada wanita lain lagi yang iri dengan kebahagian mereka berdua......?
Jangan lupa selalu dukung Author dengan like, komen, rate dan vote agar author semakin semangat crazy up nya 😊🙏
__ADS_1