SUWAMI KU AGEN NEGARA

SUWAMI KU AGEN NEGARA
BAB 30 ATTITUDE


__ADS_3

Tanpa terasa waktu terus berjalan dengan hari - hari yang penuh warna dalam kehidupan Ellang dan Eni serta anak - anak nya beda lagi dengan kehidupan Anggi yang masih bingung jalan mana yang harus di pilih pergolakan hati yang sangat hebat perang antara hati nya dan otak nya yang masih tertuju kepada Ellang sedang kan Dokter Rizal tak henti - henti memberi perhatian - perhatian kecil dan perhatian Dokter Rizal mampu menyita perhatian Anggi yang merindu kan sosok seperti Ellang yang penuh perhatian dan kasih sayang.


Sore itu tepat nya hari sabtu malam minggu Dokter Rizal mengajak Anggi ke sebuah cafe untuk sekedar melepas penat dan kebetulan sekali cafe tersebut baru buka dan pemilik nya sahabat Eni waktu masih kuliah di kedokteran.


Dan ternyata Dokter Rizal adalah adik kelas Eni semasa kuliah S1 jadi setidak nya Dokter Rizal mengenal dan mengetahui siapa Eni dan sayang nya Eni sudah lupa sebab sudah terlalu lama masa - masa kuliah itu, sore itu Eni mengingat kan Ellang suwami nya untuk ber siap - siap sebab setelah shalat magrib pergi ke undangan kawan Eni dan Eni hafal betul kalau suwami nya pelupa tingkat dewa.


"Sayang.........nanti setelah shalat kita ke acara peresmian cafe milik kawan ku ya.......?"


Kata Eni sambil melihat baju - baju di dalam lemari sedang kan Ellang masih fokus pada laptop nya......


Seperti nya Ellang tak mendengar kata - kata Eni sebab no comen diam fokus pandangan nya ke laptop hingga Eni menengok ke arah Ellang dan Eni bergumam pelan sambil menutup lemari baju nya dan berjalan mendekati Ellang suwami nya.


Lakik banget suwami ku.......istri nya bicara sampai tak dengar kalau sudah fokus ke laptop.........


Gumam Eni sambil memeluk suwami nya dari belakang dan meletak kan dagu nya di pundak Ellang sambil berkata......


"Sayang........nanti setelah shalat magrib kita ke acara peresmian cafe teman ku ya.........?"


Kata Eni sambil mencium pipi suwami nya dengan lembut agar suwami nya faham.......


Saat itu Ellang mengangguk sambil senyum dan mencium pipi istri nya menandakan setuju untuk pergi ke acara itu dan di tempat lain ada Anggi yang sedang menerima telefon dari Dokter Rizal.


"Gi.........nanti kamu mau aku jemput jam berapa.....?"


Kata Dokter Rizal sambil berdiri di depan kaca sambil melihat berewok di wajah nya yang perlu di rapi kan.......


"Nah........memang acara nya jam berapa kok kamu tanya mau jemput jam berapa......? kan undangan nya sama kamu Riz......?"


Kata Anggi sambil ber diri di balkon apartemen nya..........


"Aku lihat tadi acara nya jam 7 malam sih.......maka nya aku telefon kamu mau aku jemput jam berapa......?"


Kata Dokter Rizal sambil mencari alat pencungkur jenggot di laci.........


"Kamu sedang apa sih Riz berisik banget deh........?"


Kata Anggi yang mendengar bunyi berisik di tempat Dokter Rizal.........


"Hehehehehe............lagi cari cukuran jenggot aku lupa naruh nya Gi......., ya sudah nanti aku jemput jam 6 sore ok Gi dan jangan lupa dandan yang cantik..........."


Kata Dokter Rizal sambil sedikit menggoda Anggi di telefon........


"Hemmmmm..........orang aneh, ya sudah cukur itu jenggot sama kumis biar rapi bersih masa Dokter kok jorok kamu itu Riz........"


Kata Anggi sambil senyum membayang kan wajah Dokter Rizal yang imut, manis dan lucu.......


"Iya........iya bawel yang penting kamu tau beres bersih ok Gi........?"


Kata Dokter Rizal sambil senyum dan memandang ke arah kaca di depan nya.........


"Ok.........sampai nanti Riz......."


Kata Anggi sambil mematikan sambungan telefon nya dengan dokter Rizal.........

__ADS_1


Anggi seperti nya saat ini sedang merasakan kasmaran dengan Dokter Rizal meski terkadang dia masih teringat dengan Ellang dan kadang juga masih menangis saat merindu kan Ellang, Di rasa sangat sesak dada nya saat kerinduan kepada Ellang itu tiba namun Dokter Rizal tak mudah menyerah begitu saja sebab Dokter Rizal benar - benar menyayangi Anggi.


Saat itu tepat jam 7 malam Ellang dan Eni sudah sampai di cafe milik kawan nya Eni di masa kuliah dulu tamu - tamu pun sudah banyak dan saat itu Ellang dan Eni tak mengetahui bahwa Anggi dan Dokter Rizal ada di situ juga bahkan Anggi pun tak mengetahui keberadaan Ellang dan Eni sebab meja mereka yang berjauhan.


Saat itu tiba - tiba pemilik cafe menghampiri meja di mana Ellang dan Eni duduk meminta Ellang dan Eni mengisi acara di cafe baru nya dengan menyumbang kan sebuah lagu dan saat itu Ellang hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian mereka berdua bangkit dari duduk nya dan naik ke atas panggung yang sudah di sedia kan kemudian Ellang main kan sebuah gitar dan mulai menyanyikan lagu sambil memandang ke pada Eni dan bait ke dua nya Eni yang menyanyi kan.


Suara lembut menyapa aku......lembut nya selembut kasih mu......tulus nya setulus cinta mu.......ku sadar beruntung nya aku


Hidup ku tanpa mu tak Δ·an pernah terisi sepenuh nya karena kau separuh ku.........berbagi suka duka saling mengisi dan menyempurna kan karena kau separuh ku............


Saat mereka berdua menyanyi kan itu semua mata para tamu tertuju kepada mereka yang begitu romantis dan saat itu Anggi menetes kan air mata saat melihat Ellang dan Eni menyanyikan lagu itu sebab ingatan Anggi teringat dulu pernah Ellang menyanyikan lagu itu di discotik dalam kondisi mabuk, saat itu Anggi berfikir lagu itu di tujukan kepada Anggi namun ternyata bukan..........


"Gi.........kamu berhak bahagia lepas kan dia........"


Kata Dokter Rizal sambil membasuh air mata Anggi yang terjatuh di pipi nya........


Saat Ellang dan Eni turun dari panggung semua upplous makin meriah dan saat yang bersamaan Dokter Rizal berdiri dari duduk nya dan ber jalan menuju panggung dan mengambil sebuah gitar akustik yang baru saja di letak kan Ellang itu.


"Selamat malam semua para tamu undangan......sebelum nya saya mohon maaf bila lancang namun saya hanya ingin menyampai kan ungkapan isi hati saya pada seseorang yang sangat saya sayangi........"


Kata Dokter Rizal sambil senyum memandang ke arah Anggi sambil mulai memain kan gitar akustik nya......


Dengar lah cinta hati ku remuk redam jika tak ada kamu menemani aku......


Dengar lah cinta ku memanggil nama mu di setiap malam ku memikir kan mu............


Aku sepi.........sepi......sepi........bila tak ada kamu


Dengar lah kesayangan ku jangan kau tinggal kan aku tak mampu aku tanpa mu..........


Dengar lah kesayangan ku hidup mati ku untuk mu.......


Setelah Dokter Rizal menyanyi kan lagu itu lalu membawa Anggi naik ke atas panggung dan di hadapan semua para tamu melihat Dokter Rizal melamar Anggi di depan semua para tamu saat itu dan saat itu Ellang dan Eni sempat terkejut melihat Anggi ada di situ juga bersama Dokter Rizal.


"Malam ini aku ingin mempersunting mu.........apakah kau menerima ku Anggi.......?"


Kata Dokter Rizal berdiri di hadapan Anggi sedang kan Anggi sangat gugup sebab di depan panggung ada Ellang orang yang sangat dia cintai......


"Aku.........aku.........eeemmmmm......"


Kata Anggi yang masih bingung harus berkata - kata apa saat itu.......


Saat yang bertepatan Ellang berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan naik ke atas panggung berdiri sambil senyum di hadapan Dokter Rizal dan Anggi........kemudian Ellang meraih tangan Anggi dan tangan Dokter Rizal mempersatukan tangan mereka berdua sambil senyum Ellang berkata.


"Jaga, didik, sayangi dia lebih dari apa pun sebab saat ini kalian saling memiliki satu dengan yang lain........kamu berhak bahagia Anggi....."


Kata Ellang sambil senyum kepada Anggi kemudian tangan Ellang menepuk pundak Dokter Rizal.........


Saat itu awal nya Eni sempat ilfil kepada suwami nya sebab dalam benak Eni ber fikir bahwa Ellang akan membawa Anggi turun dari panggung dan membawa nya pergi namun yang Ellang lakukan adalah sikap yang sangat bijaksana di momen yang sangat tepat hingga membuat Eni bangga kepada suwami nya.


Tepat jam 10 malam Ellang dan Eni sudah pulang dari cafe dan saat itu Eni masuk ke kamar untuk menjalan kan shalat isaq sedang kan Ellang masih berada di parkiran memarkir kan mobil nya dan saat Ellang akan memasuki lobi dan menuju unit apartemen nya langkah nya di hentikan oleh panggilan Anggi dan Dokter Rizal dari arah ruang tunggu.


"Tian.......tunggu sebentar........."

__ADS_1


Kata Anggi sambil berjalan mendekati Ellang di ikuti oleh Dokter Rizal di samping nya.......


"Ada yang bisa saya bantu......?"


Kata Ellang sambil senyum ke Anggi dan Dokter Rizal.........


"Aku hanya mau mengucap kan minta maaf sama mu juga istri mu atas semua yang sudah aku laku kan dengan kalian........."


Kata Anggi sambil mata nya berkaca - kaca mengatakan hal itu kepada Ellang.......


"Dan saya sangat berterima kasih sebab tadi berkat anda Anggi mau menerima saya........."


Kata Dokter Rizal sambil memeluk Anggi sambil senyum bahagia........


"Anggi........aku dan istri ku sudah memaaf kan sumua nya dan melupakan tak ada kita menyimpan dendam pada mu dan buka lah lembar baru dengan nya..........semoga kalian selalu di limpahi barokhalloh......."


Kata Ellang sambil senyum memandang Anggi dan Dokter Rizal..........


"Makasih Tian........kamu memang orang baik dan aku doa kan rumah tangga mu selalu dalam lindungan Alloh........."


Kata Anggi sambil membasuh air mata nya yang tak mampu terbendung lagi........


Tak begitu lama mereka berdua mohon izin untuk kembali pulang kepada Ellang dan Ellang mempersilah kan sebab Ellang sendiri sudah merasa lelah dan ingin segera ber istirahat, saat perjalanan menuju apartemen Dokter Rizal memuji Ellang di depan Anggi sebab baru kali pertama ini Dokter Rizal bertatap muka dengan Ellang secara langsung.


"Gi.........aku kagum dengan atittude boy freand mu itu dia memiliki sikap yang luar biasa pantas saja kamu tergait dengan nya......."


Kata Dokter Rizal sambil memandang ke depan sambil menyetir mobil nya....


"Apa an sih........iseng aja deh kamu Riz........tapi apa yang bisa membuat kamu menyimpul kan seperti itu Riz....?"


Kata Anggi sambil memandang ke arah Dokter Rizal.......


"Kan kamu bilang kalau kalian pernah ada hubungan pribadi dan aku yakin dia pernah menyayangi mu juga tapi saat tadi di atas panggung dia dengan sikap menghampiri kita dan berkata seperti itu membuat hati mu yakin menerima ku........."


Kata Dokter Rizal yang merasa kagum kepada Ellang yang bijaksana dan penuh kasih sayang.........


"Iya.......itu lah dia Riz........prilaku nya sangat baik sikap nya yang lembut membuat siapa pun merasa tenang saat di dekat nya......."


Kata Anggi sambil terkenang semua tentang Ellang........


"Hemmmmm.........hemmmmm........memang aku tak bisa membuat mu tenang ya Gi.........?"


Kata Dokter Rizal sambil memasang muka jealoes.........


"Eeettttsssss...........jealoes dia hahahaha.........sekarang tugas mu lah sayang yang harus bisa membuat ku tenang..........."


Kata Anggi sambil memeluk leher Dokter Rizal dan mencium pipi Dokter Rizal..........


Benar sekali atittude itu tak bisa di pelajari semua itu adalah sikap bawaan yang di berikan Alloh kepada kita masing - masing dan yang bisa di pelajari adalah skill maka dari itu mari kita bertanya pada diri kita masing - masing mana yang perlu di rubah dan mana yang perlu kita pelajari.


Wah...........seperti nya raiders merasa tenang dan lega akhir nya Anggi sudah mendapat kan pengganti Ellang dan pasti nya rumah tangga Eni terselamat kan namun bagaimana dengan Daniar apakah akan seperti Anggi mampu melepas kan semua dendam nya ke pada Eni.......?


Ikuti bab selanjut nya dan jangan pernah lupa like, komen, rate dan vote untuk selalu dukung author πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2