
Malam menjelang pagi udara terasa dingin yang menusuk hingga tulang sumsum bahkan hati Ellang pun terasa beku menjalani tugas yang akhir nya menyeret nya di dua pilihan yang lumayan sulit untuk di jalani nya, satu sisi Ellang sangat menyayangi Eni sedang kan di sisi lain ada Anggi yang sedang mengandung anak nya.
Meski awal nya Ellang tak ada rasa sedikit pun kepada Anggi namun semua mampu Anggi rubah dengan setiap sentuhan dan kenyamanan hingga Ellang terjebak pada situasi yang sangat menyesak kan dada namun harus tetap di jalani dengan hati yang tercabik - cabik dan bahkan sudah hancur luluh lantak tak tersisa lagi.
Saat itu Anggi sedang tidur dalam pelukan Ellang tiba - tiba hp Anggi berbunyi dan dengan sigap Anggi bangun dan meraih hp nya tak seperti biasa nya saat diri nya tertidur hp selalu di non aktif kan oleh anggi, saat itu Anggi menerima telefon dengan sedikit menjauh dari Ellang saat itu hati Ellang merasa curiga ada apa sebenar nya dan semoga tak terjadi apa - apa dengan Eni dan anak - anak nya.
Setelah menerima telefon Anggi berada di atas tubuh Ellang yang telanjang dada sambil berkata mesra kepada Ellang......
"Sayang........kamu capek tak....?"
Kata Anggi sambil mengelus wajah Ellang dengan jari telunjuk nya sedang kan Ellang berpura - pura memejam kan mata nya.....
"Tak sayang........memang ada apa rupa nya....?"
Kata Ellang sambil masih memejam kan mata nya.......
"Anterin aku sebentar sayang ke gudang milik Papa ada pesanan Papa datang dan bantu aku cek......."
Kata Anggi dengan nada manja ke pada Ellang.......
Seketika mata Ellang terbuka sebab hal itu lah yang sedang di nanti - nanti Ellang beberapa bulan ini agar bisa menangkap Papa nya Anggi sebagai target nya namun sebenar nya bukan masalah itu sebenar nya Eni lah dan anak - anak nya yang sedang berada di gudang milik Papa nya Anggi sedang di sekap.
Kurang lebih 2 jam akhir nya Ellang dan Anggi sampai lah di gudang milik Papa nya dan mereka berdua pun segera masuk ke dalam gudang saat itu perasaan Ellang makin tak menentu seperti orang yang sedang menemui ajal nya dan sesampai nya di dalam gudang Ellang sangat terkejut melihat Eni yang sedang terikat tangan dan kaki nya duduk di sebuah bangku dengan mulut yang di lakban begitu juga dengan anak - anak Eni yang terikat juga tangan dan kaki nya serta mulut yang di lakban.
Saat itu Ellang benar - benar marah melihat situasi seperti itu namun Ellang bingung harus berbuat apa untuk bisa menyelamat kan Eni dan anak - anak nya......?
Kemudian Anggi pun mendekati Eni yang masih belum sadar dari obat bius dan di bangun kan oleh Anggi dengan menyiram kan air di ember ke wajah Eni dan Anggi membuka lakban di mulut nya dengan kasar saat itu menetes lah air mata Ellang di pipi melihat semua itu di hadapan nya.
"Haii........bangun......!!!!! Memang kamu pikir ini hotel bisa tidur seenak kamu......!!!!"
Kata Anggi sambil menggampar wajah Eni yang mencoba membuka mata nya........
"Sayang........apa - apa an ini mengapa mereka ada di sini.....?"
Kata Ellang kepada Anggi yang jarak nya tidak begitu jauh dari nya.....
"Ha....? Apa kamu bilang itu tadi apa - apa an.....? Lalu apa - apa an yang kamu laku kan dengan wanita ini di belakang ku sedang kan aku di bar tender berfikir cemas khawatir atas keselamatan mu Ayah dari anak ku.....?"
__ADS_1
Kata Anggi sambil bernada emosi dan geram kepada Ellang......
"Lang........apakah benar yang di kata kan wanita ini.....? Bahwa dia sedang mengandung anak mu......? kata kan Lang bahwa semua kata - kata dia tak benar.......?"
Kata Eni sambil menangis melihat ke arah Ellang yang wajah nya makin memerah menahan emosi........
"Wah.......wah........permainan yang hebat mana mungkin dia mengakui nya di hadapan mu wanita bodoh......? Lalu kalau aku tak mengandung anak dia buat apa aku bawa kamu kemari dungu.........!!!!!!"
Kata Anggi sambil menggampar wajah Eni lagi hingga berdarah bibir Eni.......
"STOP.........STOP..........CUKUP KATA KU.........!!!!"
Kata Ellang sambil berteriak kepada Anggi agar menghentikan penyiksaan nya kepada Eni.........
"Kenapa ada masalah kah atau hati mu sedang sakit melihat wanita bodoh ini aku gampar......? Lalu apa kamu berfikir bagaimana sakit nya hati ku melihat kalian bermesraan dengan begitu romantis nya.......?"
Kata Anggi sambil menjambak rambut Eni yang masih menangis........
"Ok.......ok apa mau mu sekarang akan aku turuti asal kan lepas kan mereka bertiga mereka tak bersalah tapi aku lah yang bersalah jadi aku mohon lepas kan mereka dan hukum aku......"
Kata Ellang yang sudah ke habisan cara agar Anggi tenang dan mau melepas kan Eni dan anak - anak nya.......
Kata Anggi sambil berjalan mendekat kepada Ellang dan merangkul leher Ellang dan mencium bibir Ellang penuh kemesraan di hadapan Eni.......
"Kata kan apa yang kau ingin kan selagi kau bisa berkata - kata.......sebab memang sedari dulu begitu lah sikap mu.......tak akan pernah berubah......"
Kata Ellang dengan liri sebab menahan sesak di dada nya melihat orang yang sangat di sayangi nya terluka.......
"Laku kan yang akan kamu laku kan ke aku tadi sore pada nya bila kamu memang benar mencintai aku......dan ingat aku sedang mengandung anak mu!!!!"
Kata Anggi sambil menyerah kan sebuah pistol yang di ambil dari dalam jeket Ellang........
"Sudah gila kamu ya.......aku yang bersalah bukan mereka mengapa mereka yang harus mati........!!!!!"
Kata Ellang sambil bernada tinggi sebab tak mungkin Ellang melaku kan hal itu kepada Eni orang yang sangat dia sayangi sepanjang hidup nya.......
"Tepat sekali........aku gila karena kasih sayang dan cinta mu apa kamu sadar hal itu.......lalu kamu pikir aku tidak sakit kamu ambil dari Papa ku dan saat Papa ku sakit aku tak kau ijin kan merawat nya.......siapa yang gila aku kah atau kamu yang gila......!!!!!"
__ADS_1
Kata Anggi dengan nada tinggi sebab meluap kan emosi nya kepada Ellang.........
"Laku kan yang ingin kalian laku kan pada ku asal tolong beri kesempatan hidup untuk anak - anak ku......"
Kata Eni sambil masih menangis dan memandang ke arah kedua putri nya yang sedang ketakutan dan menangis........
"Tuben kamu pintar wanita bodoh.......baru sadar kamu bila aku lah yang mampu memuas kan dia.......dan kamu Tian kenapa kamu tak melaku kan yang kamu laku kan pada ku tadi sore ke pada nya.......?"
Kata Anggi dengan senyum sinis melihat ke arah Eni lalu memandang wajah Ellang yang sedang menahan amarah nya.......
Saat itu Ellang berpura - pura menyetujui permintaan Anggi untuk menembak kan timah panas di kepala Eni namun sambil berjalan mendekat Ellang sambil menekan sabuk nya untuk memberi isyarat kepada seluruh anggota nya bahwa Ellang dalam posisi darurat butuh bala bantuan.
Sambil tersenyum Ellang mendatangi Anggi dan mengambil pistol di tangan nya sambil berkata liri namun jelas di telingah Anggi.
GOOD LUCK ............
Saat itu tatapan mata Ellang bagai kan srigala kelaparan yang siap menerkam siapa pun di hadapan nya kemudian Ellang berjalan mendekati Eni sambil menetes kan air mata di pipi nya sebab tak mungkin diri nya menghabisi nyawa orang yang sangat dia sayangi.
"Lang........sebelum kamu menghabisi nyawa ku tolong kata kan sejujur nya apakah benar wanita itu sedang mengandung anak mu........setelah kamu jawab silah kan bunuh aku......."
Kata Eni sambil menangis menanti jawaban Ellang sedang kan Ellang tak sanggup lagi berkata - kata yang mampu dia laku kan hanya lah menahan sesak di dada nya......
Saat ujung pistol itu sudah ada tepat di kening Eni tinggal menarik pelatuk nya tiba - tiba terdenar suara mobil yang menabrak pintu gudang dengan keras hingga roboh dan ternyata wahyu dan Papa nya Anggi di dalam mobil itu dan di luar gudang sudah di kepung oleh anggota Ellang bahkan saat Wahyu menarik Papa nya Anggi turun dari mobil posisi nya tangan Papa nya Anggi sudah terborgol, saat itu lah terjadi penyergapan dan penangkapan Papa nya Anggi beserta para anggota nya beserta Anggi juga dengan kasus penculikan dan penganiayaan.
Saat Anggi melihat hal itu dia pingsan sebab melihat tangan Papa nya terborgol begitu juga dengan Eni yang ber fikir sudah di tembak oleh Ellang orang yang sangat di sayangi oleh Eni, sesegera mungkin anggota Ellang bertindak untuk mengaman kan kondisi saat itu sedang kan Ellang segera menggendong Eni yang pingsan dan membawa nya ke dalam ambulance yang berada di luar gudang.
Sungguh lega hati Ellang akhir nya tugas ini selesai juga dengan membuah kan hasil yang sangat memuas kan meski harus melibat kan dan membahayakan nyawa Eni dan kedua anak nya dan Ellang duduk di sebuah tumpukan kayu sambil menyalakan rokok nya sambil mencoba menenang kan diri terbersit dalam pikiran nya benar kah Anggi hamil anak nya.....??
"Pak........penyergapan berjalan dengan baik silah kan Bapak Ellang Maulana kembali ke kantor untuk memberi instruksi selanjut nya....."
Kata Sandi anggota Ellang menghampiri Ellang sambil tersenyum puas dan Ellang hanya mengangguk kan kepala......
Akhir nya usai juga misi Ellang kali ini dengan sangat mendebar kan jantung bahkan Eni pun sampai ikut terseret dalam misi Ellang lalu bagaimana dengan Anggi benar kah dia hamil anak Ellang atau kah hanya tipu muslihat nya saja agar Ellang mau menikahi nya.....?
Lalu bagaimana dengan Eni sudah faham kah apa pekerjaan Ellang sesungguh nya dan memaaf kan Ellang untuk kesekian kali nya atau kah malah benar - benar meninggal kan Ellang tuk selama nya.......?
Ikuti terus setiap bab nya agar kita lebih merasakan bagaimana kah yang di rasa kan oleh Ellang dan Eni.
__ADS_1
jangan lupa selalu like, komen, rate dan vote untuk selalu dukung author menyelesai kan story nya........😊🙏