
[Ding]
[Misi selesai]
Misi]
[Kuasai kekuatan bawah tanah ibukota ]
[Hadiah Aura intimidasi]
[PS 100]
"Hah, selesai ? Bukankah hanya membereskan 1 kelompok saja , kenapa sudah selesai , perasaan masih ada beberapa kelompok. Lagi yang belum saya urus" Rein bingung kenapa tiba tiba misinya selesai
[Itu karena tuan berhasil mengalahkan kelompok terkuat di ibukota, jadi secara otomatis, kelompok yang lain akan berada di bawah kendali tuan]
"Ternyata begitu, baiklah pasang skil yang aku dapat"perintah Rein
[Ding
Pemasangan skil Aura intimidasi mulai....
1%
.
35%
.
55%
.
75%
.
100%
Selesai]
Dari tubuh Rein memancarkan aura agung yang sangat kuat, yang bisa mmbuat musuhnya tertekan hanya kerena auranya saja,
"Sungguh aura yang sangat mengagumkan"ucap Rein setelah melihat apa yang terjadi pada tubuhnya
"Sistem status"
[Ding]
STATUS:
Nama: Rein
Level:5
Pesona :100
Kecerdasan:100
Kecepatan:100
Kekuatan :100
Kekayaan: UNLIMITED
:Vila No.1 kawasan Jakarta barat
:Centrall Mall
:Star Group 100%
Inventory:Kunci Motor, kunci mobil
__ADS_1
PS : 220
: Beladiri kuno
:Skil IT Tingkat Tinggi
:Skil bisnis tingkat tinggi
:skil Assasin
:Skil senjata Api
:Skil Aura Intimidasi
"Lumayan untuk skil yang aku peroleh , dengan begini aku bisa menjaga orang orang yang aku sayangi , dan juga apakah aku masih di sebut manusia.?"
[Tentu masih tuan, apa tuan mau berubah menjadi tokek]
"Hei apa apaan kau ini, mana bisa kau seenaknya mau merubah tuanmu yang baik dan tampan ini menjadi tokek" ucap Rein dengan kesal , pasalnya system' sangat menejengkelkam dengan suara datarnya
[Maaf]
"Ah sudahlah , lebih baik aku sekarang kembali ke villa , aku sudah Merindukan Rina" setelah itu Rein keluar dari ruangan nya yang ada di markas pasukan bayangan dan pamit pada mereka semua untuk kembali ke villa
Tidak membutuhkan waktu lama untuk dirinya sampai di villa, yang mana sudah di sambut oleh Rina di depan pintu villa dengan senyuman manisnya,
Lalu Rein turun dari mobilnya menghampiri Rina yang sudah menunggunya
"Sore sayang,"sapa Rein sambil menggandeng Rina lalu di bawa ke dalam ruang tamu untuk mengobrol
"Sore" setelah itu Rina mengikuti Rein
"Bagiamana, apakah kamu baik baik saja.?" Ucap Rina membuka obrolan
"Seperti yang kamu liat sekarang,"ucap Rein dengan tersenyum , yang kini sudah duduk di sofa bersebelahan dengan Rina yang ada di samping nya
"Apakah kamu ikut bertarung?"tanya Rina dengan curiga menatap Rein
"Em" hanya itu kata yang keluar dari mulut Rina dan merebahkan kepalanya di dada bidang Rein
"Kalau kamu capek tidurlah, tidak apa apa aku temenin"ucap Rein , yang melihat Rina tengah nyaman bersandar di dadanya
"Iya"setelah itu Rina mulai menutup matanya , mungkin karena lelah atau Karena terlalu banyak pikiran akibat Rein yang pergi berurusan dengan gank serigala membuatnya banyak pikiran dan akhirnya terlelap dengan mudahnya di dada Rein
Rein yang maleihat Rina sudah mulai terlellap hanya tersenyum dan mengusap kepala Rina dengan lembut
Mungkin karena capek atau apa, Rina yang tertidur di ruang tamu lebih tepatnya di dada Rein baru bangun saat malam yaitu jam 7 malam,
Pada saat itu suasana villa itu sudah diterangi oleh kerlap kerlip lampu yang menandakan memang sudah malam,
Perlahan Rina membuka matanya, dan merasakan ada terpaaan nafas di wajahnya,
Saat dia melihat ke atas ternyata , Rein yang tengah tertidur sambil duduk , sementara Rina masih di pelukannya
"Terimakasih"lalu Rina mencium pipi Rein dan memainkan pipinya dengan gemas menggunakan kedua tangannya
Merasakan ada sentuhan di pipinya perlahan Rein membuka matanya dan mendapati Rina tengah asik memainkan kedua pipinya dengan gemas,
"Malam sayang"ucap Rina tanpa melepas tangannya dari pipi Rein
"Malam, bisakah kamu melepaskan tangnmu dulu, sakit tau"ucap Rein pura pura cemberut
"Hehehe maaf sayang, abisnya pipi kamu mulus banget , imut lagi , jadi betah nyubitnya "ucap Rina lalu melepaskan tangannya dari pipi Rein
"Tidak apa apa, jika kamu suka kamu bisa melakukan nya lagi "ucap Rein
"Tidak sayang , aku mau mandi, dan juga mau makan hehehe"ucap Rina dengan senyum manjanya
"Baiklah aku juga mau mandi, abis makan kita akan jalan jalan diluar sekalian cari udara segar "ucap Rein kemudian beranjak pergi dari sana disusul Rina di belakangnya , yang juga ingin mandi
Kini mereka tengah makan malam di meja makan , setelah tadi selesai mandi mereka langsung makan bersama
Setelah selesai makan malam, Rein membawa Rina ke parkiran untuk mengajaknya jalan jalan
__ADS_1
"Baiklah kita akan menggunakan apa.?
Mau bawa mobilmu apa mobilku.?"tanya Rein pada Rina
"Bawa mobilmu saja sayang, jika bawa mobilku pasti kamu akan nyuruh aku nyetir, aku gamau terjadi lagi seperti kemarin"ucap Rina dengan mengerucutkan bibirnya
"Hahaha baiklah"
Karena kemarin waktu Rina membawa mobilnya , Rein selalu menggodanya dengan terus memandang nya saat dia nyetir hingga membuat Rina malu dan tidak fokus mengemudi
Kini Rein dan Rina mengendarai mobil Lamborghini Veneno nya melaju kearah keramaian ibukota
Lama mereka mengitari keramaian ibu kota hingga akhirnya harus berhenti gara gara di depan ada penutupan jalan , ulah segerombolan anak muda yang lagi asik balapan mobil
Mau tak mau Rein harus menghentikan mobilnya gara gara di cegat oleh segerombolan anak muda ,
Dan juga disana berjejer berbagai merek mobil mewah sebagai penutup jalan, ya meski tidak se mewah mobil yang di tungggangi Rein
"sepertinya mereka lagi balapan sayang"ucap Rina pada Rein
"ya mereka kemungkinan sering melakukan ini, tapi yang aku heran kenapa pihak pihak yang berwajib tidak menertibkan anak anak bodoh ini"ucap Rein geram
"mungkin mereka melakukan aksinya dengan rapi sayang,.sehingga polisi tidak mengendus ulah mereka ini"ucap Rina
"tidak mungkin, dengan adanya penutupan jalanan ini pasti akan ada keluhan dari masyarakat, lalu kenapa masih tidak ada yang bertindak" lalu Rein melihat ke arah depan mengamati orang orang yang mengehentikan mobilnya ini
sedangkan di luar , banyak yang melihat ke arah mobil Rein , karena mobil yang digunakan Rein adalah mobil edisi terbatas, yang hanya di miliki orang orang tertentu saja, dan lagi baru kali ini mereka melihat mobil itu melintas di sini
akhirnya ada kelompk pemuda yang menghampiri mobil Rein dan mengetuk kaca mobil tersebut
Tok....Tok...Tok
sementara Rina dan Rein yang ada di dalam mobil , mengerutkan keningnya saat banyak anak anak muda menghampiri mobilnya,
dan sekarang mereka mengetuk kaca mobilnya,
tapi sebelum Rein membuka kaca mobilnya terdengar suara
[Ding]
[Misi Terpicu ]
[kalahkan mereka dalam balapan mobil dan buat mereka jera untuk tidak menggangu kenyamanan jalan]
[Hadiah
Gedung Garuda yang berada di tengah tengah ibukota yang miliki 111 lantai]
Gagal
pingsan selama 1 Minggu]
.
.
.
.
.
Bergabung
.
.
note,
untuk nama nama gedung dan perusahan saya membuat sendiri , meski ini berlatar belakang di ibukota , tapi saya tidak akan menggunakan sama persis seperti yang ada di Real life, hanya sekedar imajinassi saya,
Terimakasih
__ADS_1