
Segala persiapan yang di butuhkan untuk Pelelangan proyek pariwisata sudah dilakukan dengan baik dalam seminggu ini, baik dari perlindungan orang terdekat Rein dan juga pelatih an pasukan bayangan dalam mode senyap (assasin), dan mode perang secara langsung, semua itu di lakukan dengan baik oleh pasukan bayangan di bawah bimbingan langit dan Rein tentunya,
kini Hari yang di tunggu tunggu akhirnya tiba, karena Nanti malam akan di mulai nya Pelelangan proyek tersebut , yang akan di adakan di pulau tempat proyek itu akan di bangun nantinya, dimana pulau itu berada di di lokasi yang sangat strategis , pulau tersebut berada wilayah Jawa, maka Rein pagi ini berniat untuk pamit pada Rina dan keluarga nya untuk mengikuti Thender proyek tersebut
kini mobil Rein tengah berada di depan kediaman Kusuma , untuk berpamitan kepada ayah dan ibu Rina , dan sekaligus menitipkan Rina di sana , Selena dirinya berada di luar kota
kini Rein dan Rina tengah berada di ruang tamu , sedang menunggu ayah dan ibu Rina turun dari kamarnya, karena memang sekarang masih pagi dan mereka belum turun untuk sarapan, sambil menunggu kedatangan orang tuan Rina ,
Rein dan Rina berbincang bincang disana
"Sayang apakah boleh aku ikut.?"Ucap rina dengan pandangan mata memohon pada Rein
"Maaf sayang, aku tidak bisa melibatkan kamu dalam bahaya, untuk kali ini kamu tunggu di disini yaa, setelah ini selesai aku akan ajak kamu jalan jalan kemanapun kamu mau, tapi untuk kali ini kamu ngerti ya, aku tidak mau kamu dalam bahaya"ucap Rein sambil menarik Rina kedalam pelukannya
"tapi kamu janji harus kembali dengan selamat, dan jangan memaksakan diri disana"ucap Rina dalam pelukan Rein
"kamu tenang saja sayang, aku nanti kesana bersama langit dan para pasukan bayangan yang telah aku siapkan"ucap Rein menenangkan
semenatra di belakang Mereke kini tengah berdiri dua orang kaki laki dan wanita yang memandangi muda mudi itu yang tengah asik berpelukan di rumahnya,
"Ehemmm" Doni yang sudah tidak tahan menunggu anak dan menantunya berpelukan akhirnya purar pura batuk agar mereka berhenti dengan kegiatan tersebut
Rein dan Rina yang mendengarnya seseorang tengah batuk di belakangnya langsung melepaskanmu pelukannya dan menoleh secara serempak untuk melihat siapa yang tadi batuk di belakangnya
saat mereka melihat ternyata yang batuk tadi adalah kedua orangtuanya,
mereka berdua langsung canggung dan malu dalam waktu yang bersamaan sebab mereka ketahuan tengah bermesraan di depan kedua orang tuanya
"eh papah , mamah, sejak kapan mama dan papa di sana.?"tanya Rina dengan pipi yang masih merona
"lumayan lama, mungkin sejak pertama kalian pelukan"ucap Doni yang langsung di sambut dengan cubitan kecil di pinggangnya oleh Rini , karena Doni senang sekali menggoda anak dan menantu nya itu
__ADS_1
Rini yang melihat keadaan sedang canggung langsung membuka obrolan
"bagaimana kalau kita keruangan makan dulu, kita sarapan setelah itu baru kalian bisa obrolin lagi apa yang menjadi tujuan kalian menemui kami"ucap Rini
"iya mah," kali ini Rein yang angkat bicara setelah dari tadi diam
kemudian ke empat orang itu mulai makan dia meja makan yang lumayan besar tersebut, Karena disana sudah ada tersedia berbagai macam masakan yang sudah di siapkan oleh pelayanan kediaman tersebut.
30 kemudian mereka kini sudah berada di ruangan lain untuk mengobrol
"ada apa sayang.? kayaknya kamu ada yang ingin di bicarakan sama kami.? 'tanya Rini memulai pembicaraan
"iya Mah, Rencanamu Rein hari ini akan pergi ke wilayah Jawa untuk mengikuti Pelelangan proyek besar yang ada di pulau tersebut, dan Rein ingin menitipkan Rina di sini,"ucap Rein menjelaskan maksud kedatangan nya
"Tunggu sebentar Rein, apakah proyek yang kamu maksud adalah proyek yang akan di bangun di pulau yang indah itu, yang katanya Memiliki nilai Puluhan Triliun.?"Tanya Doni pada Rein
"iya pah, memang itu proyeknya, dan kemungkinan Rein akan ber hadapan dengan 2 perusahaan besar yang juga menginginkan proyek tersebut, dimana dua perusahaan tersebut adalah Group matahari dari Kalimantan dan Group elang dari Medan, maka dari itu Rein memutuskan untuk menitipkan Rina di disini, karena Rein takut nanti ada hal hal yang tidak di inginkan" Rein menjelaskan
"Tidak apa apa mah, Rein akan di dampingi oleh paman Zack, Langit dan juga pasukan bayangan yang Rein punya" Rein menenangkan
"Jika mama dan papa bingung siapa itu pasukan Bayangan, kalian cukup cari aja berita hilangnya pasukan serigala yang menguasai ibukota ini, karena pasukan bayangan ini lah yang membasmi mereka dan membakar Markas mereka" lanjut nya
"jadi, kehancuran ke kuatan bawah ibukota kemarin adalah ulah pasukan bayangan Rein, jika seperti itu, apakah kamu akan membawa mereka semua, pastinya pasukan itu memiliki banyak anggota kan, apakah tidak mencurigakan jika kamu di kawal terlalu banyak orang.?"Tanya Doni
"Tidak pah, aku akan membawa 10 dari mereka , dan juga jumlah keseluruhan dari pasukan bayangan hanya 100 Orang pah, nanti akan Rein tugaskan untuk menjaga papah dan juga semua orang yang dekat dengan Rein , selama Rein pergi, termasuk keluarga paman Zack"ucap Rein menjelaskan
"Tunggu kami tadi bilang 100, astaga Rein, sekuat apa mereka, jika hanya 100 orang mampu menghabisi kelompok paling banyak anggotanya , bukan ratusan melainkan ribuan, papa harap kamu jangan sampai melakukan Hal hal yang membahayakan dirimu kedepannya"ucap Doni khawatir di angguki oleh Rini yang kini tengah menatap Rein dengan cemas
"Mamah dan papah tidak perlu khawatir sama Rein, karena Rein akan jaga diri kok, doain saja semoga Rein baik biak saja, dan bisa memenangkan proyek ini, karena proyek ini adalah proyek besar , yang akan mengubah group Thunder yang Rein miliki sekarang"ucap Rein pada mereka
"Pasti sayang, kami akan selalu mendoakan mu, tapi kamu harus janji sama kami, bahwa kamu akan kembali dengan selamat dan kamu masih punya janji untuk menikahi Rina"ucap Rini pada menantu yang telah dia anggap layaknya anak sendiri
__ADS_1
"itu pasti mah, dan Rein melakukan ini juga demi tujuan itu, agar Rein bisa membahagiakan semua orang yang berhubungan dengan Rein nantinya, jadi doain Rein supaya apa yang Rein lakukan akan berjalan lancar"ucap Rein
"baiklah mah, Pah, Rein pamit dulu karena Rein akan langusng berangkat kesana , soalnya acaranya akan di mulai nanti malam, aku pamit dulu"ucap Rein
"Baiklah sayang, kamu jangan khawatir Rina aman di sini, kamu fokus saja dengan pekerja an kamu, bukankah kamu akan menempatkan orang orang kamu untuk menjaga kita,"ucap Rini , karena dia tau rein masih berat meninggalkan mereka disini
"iya mah, kalau begitu Rein berangkat sekarang", tapi sebelum Rein pergi...
grep..
Rina langsung menerjang nya dan memeluk tubuh Rein dengan erat di sertai tangisannya yang sudah tak terbendung lagi
Doni dan Rini yang melihat ini langsung meninggalkan mereka berdua agar ada ruang buat mereka ngobrol...
"jangan nangis oke, aku akan langsung kembali jika semua urusan disana selesai, jangan khawatir, kamu kembali ke dalam ya, temani mama dan papa di sana, nanti aku akan menjemputmu lagi si sini"ucap Rein menenangkan Rina
kemudian Rein melepaskan pelukannya dan mengecup kening wanita pujaan hatinya itu dan meninggalkan Rina di sana sendiri, yang masih menunduk kan kepalanya yang masih belum rela Rein pergi , karena Rina takut Rein akan celaka oleh kedua kekuatan tersebut, .
.
.
.
.
......
.
.
__ADS_1
Bersambung