
pagi harinya di villa tempat Rein dan Rina tinggal.
Rein yang sudah sarapan di temani Rina ,kini tengah bersantai di taman yang ada di Villa tersebut
"sayang , kemungkinan nanti aku akan sibuk untuk mengurus sesuatu apakah kamu mau ikut aku atau pulang kerumah mu biar kamu tidak bosan menungguku di sini.?"tanya Rein pada Rina yang kini tengah menyandar di lengannya
"emang urusan apa yang akan kamu lakukan ?"tanya Rina dengan curiga , takut Rein melakukan hal hal yang berbahaya lagi
"hey Hey, apa-apa an tatapan kamu itu, aku hanya akan mengurus perusahaan induk yang akan aku bentuk kok, itu saja"ucap Rein menjelaskan
"hmmm, jadi seperti itu, emang kamu sudah ada tempat nya untuk membangun perusahaan induk itu.?"tanya Rina
"untuk itu kamu tidak usah khawatir sayang,. karena aku sudah membeli gedung yang lumayan besar di pusat ibukota ini"ucap Rein
"bolehkah aku tau apa nama gedung yang kamu beli itu, jika tidak bagus biar nanti aku bantu Carikan "ucap Rina
"Gedung yang aku beli adalah gedung Garuda"ucap Rein dengan enteng
tapi bagi Rina yang tau mengenai gedung itu langsung berdiri dari duduknya Karena kaget,
"apa, apa gedung yang kamu maksud adakah gedung yang memiliki 111 lantai itu"ucap Rina dengan gugup karena dia tau berapa harga sewa disana, dan kini tunangannya bilang sudah membeli gedung itu, bukankah ini luar biasa
"betul , apakah ada masalah sayang.?"tanya Rein pada Rina , yang kini nampak syok
"apakah kamu tau berapa harga gedung itu.?"tanya Rina
"tidak tau, kebetulan kemarin aku tidak sengaja mendapatkan nya"ucap Rein dengan enteng
"astaga sayang, gedung tersebut merupakan gedung termewah dan termahal yang ada di ibukota ini, untuk harga sewa lantai bawah saja bisa mencapai ratusan milyar sampai 1 triliun setahun, dan kamu bilang tidak sengaja membeli gedung itu,"Rina di buat pusing oleh pria tampan di depannya ini
"sudahlah sayang, kamu jangan syok begitu, aku mau menghubungi anak buahku dulu untuk datang kesini" laku Rein menghubungi Zack , awan dan bumi untuk menemui nya di Taman yang as di villa nya,
stelah itu Rein memandang ke arah Rina yang tengah mengotak atik hp nya guna mencari harga gedung Garuda tersebut, yang ternyata sangat mencengangkan , harga gedung itu mencapai 200T yang membuat dia bertanya tanya , sekaya apa tunangannya ini,
"sayang jujur ya sama aku , apakah kamu benar benar membeli Seung itu.?"tanya Rina sekali lagi
"iya sayangku,"kemudian Rein mengeluarkan surat surat kepemilikan dari gedung Garuda tersebut dari inventory nya,
dan menyerahkan nya pada Rina untuk di baca
__ADS_1
"apakah ini beneran sayang.?"stelah Rina membaca itu dia masih setengah percaya dengan apa yang dia baca
"sudahlah sayang, bisakah kamu buatkan kami minuman , karena Zack dan yang lainnya akan tiba disini sebentar lagi"ucap Rein pada Rina
"baiklah sayang, tunggu sebentar"kemudian Rina bergegas ke dapur untuk membuat minuman yang di minta Rein
tak lama setelah Rina pergi , kini muncul 3 orang yang tak lain adalah Zack, bumi dan awan, yang tadi di panggil oleh Rein
"pagi tuan muda"
ucap mereka serempak
"duduklah karena ada sesuatu yang akan aku diskusikan dengan kalian bertiga" ucap Rein
setelah mereka duduk barulah Rein memulai pembahasannya
"Zack apakah kamu tau ini"ucap Rein menyerahkan berkas kepemilikan Gedung Garuda pada Zack
kemudian Zack menerima berkas tersebut dan membacanya , tak lama muncul perubahan pada raut wajah Zack setelah membaca berkas tersebut
"apakah sudah membacanya.??"tabu Rein
"bagaiman apakah kamu tau maksudku.?"tanya Rein
"maaf tuan muda , saya masih syok dengan berita tiba tuan ini, dimana tuan muda telah membeli gedung paling tinggi dan paling mahal di ibukota ini"ucap Zack dengan gugup
"sudahlah, aku berencana untuk menggunakan gedung itu untuk perusahaan induk kita, dan aku akan menggunakan 11 lantai paling atas yang akan kita gunakan, 10 lantai untuk perusahaan, dan 1 lantai paling atas kamu buatkan aku ruangan khusus, apakah bisa Zack .?"tanya Rein
"sangat bisa tuan muda"ucap Zack yang sudah lumayan tenang,
"tenang saja Zack , kamu akan di bantu oleh awan dalam mengurus ini, sementara untuk bumi"ucap Rein mengarahkan pandangan pada bumi
"saya tuan muda"
"kamu buat pertahanan khusus bagi perusahaan tersebut, dengan kemampuan kamu sebagai ahli hacking tentunya tugas ini sangat mudah kan.?"ucap Rein pada bumi
"siap tuan muda"ucap bumi dengan semangat, Karena ini adalah keahliannya
"dan untuk star group nanti biar ayah mertua yang mengurusnya, karena aku akan menunjuk Zack dan awan yang akan mengurus perusahaan baru itu , apakah kalian keberatan?"tanya Rein pada Zack dan awan
__ADS_1
"tidak tuan muda, justru kamu sangat senang "ucap mereka
"baiklah silahkan minum dulu minuman yang telah disiapkan oleh kekasihku , dan setelah itu kalian bisa datangi gedung tersebut kerjakan sesuai yang tadi aku sampaikan pada kalian , apakah ada pertanyaan,.?" uacap Rein
"Maaf tuan muda , apakah tuan tidak akan memberikan nama pada perusahaan induk tersebut, agar perusahan tersebut memiliki identitas yang bisa di kenal para pengusaha yang nanti akan bermitra dengan kita"ucap Zack pada Rein
"untuk itu kami tenang saja, karena aku sudah menyiapkan nama dari jauh jauh hari, dan nama untuk perusahan induk kita adalah, 'THUNDER GROUP'.
"ucap Rein dengan semangat
"Baik tuan muda , kami akan bekerja dengan keras agar tidak mengecewakan tuan muda"ucap mereka semua
"sudah lah kalian lanjutkan minumnya, setelah itu kalian boleh pergi untuk mengurus Maslah tersebut, saya dan Rina akan mengunjungi rumah Rina sekarang, jadi kami pamit dulu,"setelah itu Rein membawa Rina keluar dari villanya
"apa yang akan sayang lakukan di rumah, kenapa tiba tiba kamu mau menemui orang tuaku.?"tanya Rina dengan heran, karena Rein secara tiba tiba ingin menemui keluarganya
"kami tenang saja , aku hanya ingin menepati janjiku pada ayah mertua , yang waktu itu."ucap Rein
"janji.??, kalau boleh tau apa itu.?"tanya Rina penasaran
"sewaktu aku melamar mu , kan pernah aku katakan jika aku akan menempatkan ayah sebagai pemimpin star group, dan sekarang aku akan melakukannya"ucap Rein dengan tersenyum ke arah Rina
"apakah kamu serius sayang.??"tanya rina
"iya, apakah aku akan bercanda dengan mertuaku hah, kamu ini ad ada saja"ucap Rein dengan bercanda
Rina yang mendengar itu langsung tersenyum dan memeluk Rein dengan erat
"Terimakasih"
.
.
...
.
..
__ADS_1
Bersambung