
Di pagi harinya mereka semua telah berkumpul untuk mengunjungi perusahaan matahari dan elang ,
karena Rein ingin melihat langusng kedua pasukan tersebut, dan juga seperti ucapannya semalam , jika 10 anggota pasukan bayangannya akan mengetes kemampuan pasukan pendukung kedua peusahaan tersebut,
"Baiklah, kita akan mengunjungi perusahan Elang terlebih dahulu menggunakan mobil kesana, selanjutnya dari sana ke Kalimantan kita menggunakan pesawat , aku juga sekalian berlibur"ucap Rein dengan semangat
kemudian iring iringan puluhan mobil tersebut mulai bergerak menuju Medan, ketempat perusahaan Elang berada,
Rein di mobilnya bersama dengan Zack yang kini tengah menjadi supirnya
karena Rein ingin menghubungi Rina , yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu,
Rein melakukan panggilan video ...
di Jakarta Kini Rina tengah duduk bersama ibu nya Rini, sedang berbincang bincang mengenai hubungan Rein dan Rina selama mereka tinggal serumah, Rina menjelaskan jika Rein Riska pernah menyentuh nya meski dia tinggal serumah selama ini dan itu membuat Rini makin kagum dengan anak angkat sekaligus menantunya tersebut' , tapi obrolan mereka tiba tiba terhenti saat ponsel Rina berbunyi
Rina yang tengah asik mengobrol pun langusng melihat ponsel nya dan alangkah terkejutnya dia saat melihat layar ponselnya dia mendapati tunangannya mengajaknya melakukan panggilan video
tanpa menunda lagi Rina langsung menerima panggilan tersebut dan langit duduk di dekat ibunya, karena ibunya juga ingin mengetahui kabar anak menantunya itu
"Pagi sayang, sedang apa disana"ucap Rein langsung setelah panggilan itu terhubung tanpa melihat siapa yang sedang bersama Rina saat ini
"Rupanya anak mama, sudah sangat merindukan Rina ya"bukannya Rina yang menjawabnya justru Rini yang menjawab nya , yang membuat kedua muda mudi itu malu
"Eh , mama , pagi mah, bagaimana kabar mama di sana.?"ucap Rein dengan gugup
"hahaha, pagi sayang, mama biak baik saja kok, tau kalau Rina gimana, soalnya setelah kepergian mu dia sering uring uringan"ucap Rini menggoda anaknya yang kini sudah sangat mewah pipinya
sementara Rein yang melihat mamanya menggoda mereka berdua hanya tersenyum menanggapi itu
"Baiklah sayang, mama pamit dulu, kalian lanjut saja ngobrol nya berdua , mama takut mengganggu ,"kemudian Rini tertawa sebelum pergi dari sana
"jadi bagaimana sayang, apakah yang dikatakan mamah tadi benar.?"tanya Rein menggoda Rina
"Mana ada, mamah tadi hanya menggoda ku saja"elak Rina memalingkan wajahnya karena malu
"iya iya , mana mungkin kamu merindukanku"ucap Rein pura pura sedih
"iya iya itu benar, apakah sekarang kamu puas muridku yang genit.?"ucap Rina sambil menutupi wajahnya dengan tangannya
__ADS_1
"Terimakasih perhatian nya guruku yang cantik, nanti aku akan belikan hadiah saat aku pulang oke"ucap Rein tersenyum hangat
"kapan kamu akan pulang.?"tanya Rina
"tidak tau sayang, mungkin Minggu depan, soalnya aku sekarang menuju ke Medan, ingin melihat Group elang, kemudian aku akan ke Kalimantan mengunjungi matahari group juga"ucap Rein
"ngapain kamu mau ke tempat perusahaan itu, apakah kamu akan bertarung lagi.?"tanya Rina dengan tatapan tajam ke arah ponsel nya
"tentu saja tidak sayang, aku justru ingin melihat kedua perusahan itu ,karena sekarang kedua perusahan itu sudah berada di bawah Thunder group, jadi kamu bisa tenang di sana"ucap Rein menjelaskan
"Tunggu tunggu , apakah tadi kamu bilang jika kedua perusahaan raksasa itu sudah menjadi bawahan thunder group.?"tanya Rina dengan kaget sekaligus ingin memastikan apa yang di dengar tadi benar
"iya sayangku, dan juga aku mendapatkan proyek tersebut seharga 215 Triliun, dan sekaligus pemilik Pulau tersebut, Karena pemiliknya menyerahkan kepemilikan nya juga pada Thunder Group"ucap Rein
"astaga sayang, kamu beruntung banget kalau gitu, oh iya apakah kamu tidak ingin membuat kediaman di pulau tersebut khusus untuk kita"ucap Rina malu malu
"kalau itu sih sudah pasti sayang, nanti selain membangun daerah pariwisata dan juga hotel di sana ,
aku juga akan membangun sebuah Vila yang megah untuk keluarga kita, agar saat kita berlibur ke tempat itu, bisa tinggal disana bersama"ucap Rein menjelaskan Rencananya
"jadi tidak sabar ingin melihat pulau itu sayang, pasti nanti aku akan betah disana, saat semua yang kamu rencanakan selesai di bangun, aku akan mengajak mamah dan papah untuk berlibur ke sana"ucap Rina dengan semangatnya
"Baiklah sayang, aku tutup dulu telepon nya ya, nanti lanjut lagi"ucap Rein pada Rina
"itu pasti sayang, dan untuk permintaan kamu yang kedua aku bisa pastikan jika aku tidak akan melirik cewek lain, tidak tau dengan mereka , hahaha"ucap Rein tertawa
"awas aja , aku potong Rein kecil mu"ucap Rina sambil memperektekkan gerakan memotong
"iya sayang, kejam amat, yaudah aku matiin dulu ya, jangan khawatir in aku , kamu makan yang banyak , awas aja jika aku pulang kamu kurusan gara gara itu"ucap Rein mengingatkan Rina
"iya sayang, maaf"ucap Rina
"bye sayangku, love you"
Toot....
setelah itu Rein memejamkan matanya, karena perjalanan menuju medan masih lumayan jauh,
menjalang malam akhirnya rombongan itu tiba di Medan , dan Johan menghampiri Rein suntik menanyakan keputusan Rein selanjutnya apakah ingin istirahat atau mau langsung ke tempat perusahaan nya berada
__ADS_1
"kita langsung ke markas elang langit berada , dan kau Daniel , pimpin sepuluh pasukan bayangan yang aku bawa untuk rusuh ke tempat markas mereka berada, agar mereka mengira jika group matahari yang menyerangnya, dengan begitu mereka akan serius melawan kalian,"ucap Rein melihat ke arah Daniel,
yang membuat Johan maupun Daniel kaget bukan main, soalnya tuan muda mereka menggunakan cara begini untuk ngetes orang orang nya
"Tapi ingat ,cukup lumpuhkan jangan sampai membuat Meraka cacat,"ucap Rein melanjutkan
sepuluh menit kemudian, mereka sudah tiba di markas Elang langit, yang memiliki patung langit di depan bangunan besar Tersebut,
kemudian sepuluh pasukan bayangan dipimpin oleh Daniel, langsung menuju bangunan besar tersebut, sementara yang lainnya menunggu di mobil untuk melihat mereka beraksi dari kejauhan
didalam mobil , Johan nampak gugup menantikan itu ,
Di depan markas elang langit Daniel dan sepuluh pasukan bayangan langsung menerjang gerbang di depannya ,
braaakk....
kemudian mereka
asuk ke halaman bangunan tersebut dan di sambut oleh ratusan pasukan elang langit mengepung mereka
"Siapa kalian kenapa tiba tiba datang kesini, dan juga apa maksud kalian dengan merusak pintu gerbang markas kami"ucap salah satu dari mereka
"Siapa kami, apakah aku harus menjawab itu, tapi baiklah aku akan menjawabnya aku Daniel, apakah sekarang kalian sudah mengenal ku sekarang.??"ucap Daniel dengan senyuman mengejek ke arah mereka semua
"Bajing*n, Rupanya kau pemilik Matahari Group sialan itu , tapi apa meskipun kau pemimpin pasukan tersebut, apakah kau bisa se enaknya ,terlebih lagi kau hanya ber sebelas , kalian terlalu menganggap tinggi diri sendiri, Naif"ucap salah satu anggota slang langit yang mengepung mereka
"sudahi basa basinya , mari mulai pestanya "ucap Daniel kemudian bergerak maju menerjang ke arah kerumunan pasukan elang langit
.
.
.
..
.
.
__ADS_1
.
Bersambung