SYSTEM JALAN KEKAYAAN

SYSTEM JALAN KEKAYAAN
Membersihkan semut di perusahan


__ADS_3

Doni yang mendengar jika Rein akan membeli perusahan lamanya mau tak mau dia jadi terkejut dan menanyakan itu langsung pada Rein untuk memastikannya


"Apakah kamu serius Rein , meskipun itu hanya perusahan kelas 5 harganya sangat mahal"ucap Doni


Bagiamana jika papa berikan saja kepadamu tanpa harus kamu beli"lanjut nya


"Tidak pah, sebutkan saja harganya jangan dikurangi , dan nanti papa bisa gunakan uang itu untuk mengembangkan stargroup yang sebentar lagi akan papa kelola"ucap Rein menjelaskan maksudnya


"Huft baiklah jika itu maumu, perusahan papa itu memiliki nilai pasar sebesar 47,5 Triliun"ucap Doni Menjelaskan , karena emang perusahan itu sangat menjanjikan dan juga sangat besar untuk ukuran keluarga urutan nomor lima di ibukota


"Baiklah papa kirim nomor rekening papa pada Rein , agar rein bisa segera membayar biaya pemindahan aset tersebut dan papa bisa langsung fokus pada stargroup "ucap Rein


Setelah itu Doni memberikan nomor rekening nya pada Rein dan


Ding.....


Uang senilai 50 Triliun Rupiah masuk kedalam rekening anda dengan nama pengirim Rein...


"Astaga, kamu beneran langsung membayar sekarang "ucap Doni kaget


"Hehe iya pah"ucap Rein cengengesan , lagian uang bukan masalah lagi untuk Rein Yeng memiliki kekayaan UNLIMITED


"Ada apa pah.?"tanya Rini yang melihat suaminya tadi berseru kaget setelah membaca pesan di hp nya


"Tidak apa apa , Papa cuma kaget tadi Rein menstranfer 50 T ke rekening papa"ucap Doni


Yang membuat Rina dan Rini terkejut bukan main....


"Oh iya pah, nanti Maslah pengalihan kepemilikan biar Zack atau awan yang mengurus semuanya, karena saat ini Rein ingin mengunjungi gedung thunder group yang baru saja terbentuk, jadi Rein harus pergi sekarang dan juga aku titip Rina disini, nanti setelah semuanya selesai aku akan menjemputnya disini"ucap Rein membuka suara agar mereka tidak canggung lagi akibat 50 T tadi


"Ah baiklah Rein, jangan terlalu memaksakan diri , ingat kamu memiliki orang yang menyayangimu di sini"ucap Rini


"Iya mah," kemudian Rein pamit pada merak disana


Karena dia akan mengunjungi gedung barunya...


Setelah itu Rein mengendarai mobil Lamborghini Veneno nya keluar dari kawasan Rumah keluarga Hermawan menuju ibukota lebih tepatnya dia menuju di mana gedung Garuda berada


Tiga puluh menit pun berlalu, perjalanan yang lumayan jauh ditempuh dengan keceoan yang sedang sedang saja karena Rein juga tidak terlalu terburu buru dengan ini

__ADS_1


Mobil Lamborghini Veneno memasuki tempat parkir yang disediakan oleh gedung tersebut, Rein berjalan santai menuju gedung tersebut tersebut dengan mengenakan pakaian santainya


Disana ada beberapa orang yang tengah mengobrol di lantai pertama, mungki melakukan briefing atau semacam nya


Rein melewati Meraka begitu saja dari berniat menuju lift untuk naik langsung ke lantai 111 tempat khususnya


Tapi sebuah panggilan menghentikan langkahnya


"Siapa yang mengijinkan mu untuk seenaknya masuk ke tempat ini,"ucap seseorang dengan keras sehingga di dengar oleh semua orang yang ada disana termasuk beberapa orang uang sedang briefing tersebut


"Rudi kenapa kamu Berteriak"ucap seseorang yang kelihatan nya memiliki posisi blebih tinggi darinya di lantai pertama ini


"Maaf manager, karena ada gembel masuk ke tempat ini"ucap Rudi sambil sambil menunjuk ke arah Rein


Rein yang ditunjuk oleh Rudi hanya diam di tempatnya , karena malas meladeni bocah arogan di depannya ini, tapi Rein samar samar mengingat siapa bocah ini، yang ternyata dia adalah siswa yang juga ikut membuly Rein dulu saat di sekolah, dia lakukan itu atas perintah dari Boy Pratama yang menjadi ketua gank di sekolah tersebut


"Tak perlu berteriak , panggil satpam dan suruh mengusir nya dari sini, karena bkita akan kedatangan pemilik Gedung ini, aku tidak ingin saat kedatangan nya dirusak oleh gembel ini, cepat tangani dan usir dia"ucap manager tersebut kemudia meninggalkan Rein pada Rudi dan manager tersebut kembali ke anak buahnya untuk memberikan arahan lagi


Rudi dengan seringai kejamnya kemudian menatap Rein, "jangan berlagak tenang di hadapanku, aku tau kamu membenciku sekarang, karena dulu aku juga sering ikut membuly mu saat gank Boy Pratama sedang membuly mu, dan apakah kau tau jika ini adalah wilayahku , dan barusan itu adalah pamanku , yang kebetulan adalah manager di lantai pertama ini"ucap Rudi menyombongkan diri


"Hahaha, mengandalkan orang lain untuk menyombongkan diri, apakah hanya itu kemampuan yang kamu punya, dulu aku Tidak melawan mu karena aku punya banyak pertimbangan, tapi sekarang jika kau mengganggu ku lagi, maka itu adalah akhir dari hidupmu"ucap Rein memandang remeh Rudi


"Huh, apa yang membuat mu begitu percaya diri untuk bicara omong kosong padaku, apakah karena pakai an mu yang sekarang , aku tidak tau kamu dapat dari mana pakai an mu itu, apakah itu dari mencuri di mall atau hasil pinjam "ucap Rudi yang masih dengan tatapan melemahkan pada Rein


"Satpam, cepat usir dan pukuli gembel ini"teriak Rudi lantang pada satpam yang kini sudah ada disana


Tapi satpam itu kini tak bergerak dari tempatnya , sebab ia tadi melihat pemuda tersebut turun dari mobil apa , dan dia sudah mencari tau harga mobil tersebut di internet, dan membuatnya kaget setengah Mati, sebab harga dari mobil tersebut mencapai ratusan milyar , dan dengan ke Kepo an nya tersebut yang akhirnya menyelamatkan nya


Jika memang pemuda itu orang miskin , mana mungki dia mengendarai mobil yang sangat mahal tersebut, semntara manager Disni saja belum mampu memiki kendaraan tersebut,


Jadi dia diam di tempatnya pura pura tidak mendengar apa yang Rudi ucap kan tadi


"Hahahaa, satpam saja tau apa yang terbaik untuk dirinya, bukan seperti orang bodoh yang ada di depanku saat ini"ucap Rein mengejek Rudi


Rudi yang marahpun, mengahmipiri satpam yang masih berdiri di tempatnya tersebut,


"Kau mau di pecat hah, kenapa kamu malah diam tidak melakukan bapa yang saya perintahkan"ucap Rudi marah pada satpam tersebut


"Rudi...."Teriak seseorang dari belakangnya karena orang itu melihat jika pemuda tadi masih belum keluar dari sana

__ADS_1


Rudi langsung menoleh dan menatap ke arah Rein seraya berkata


"Maafkan aku paman, gembel itu tidak mau keluar dari sinoeskioun aku mengusirnya"ucap nya sambil menunjuk Rein


Sang manager yang di panggil paman itu pun langsung memandang Rein dari atas sampai bawah kemudian berkata


"Nak, sebaiknya kamu segera keluar dari tempat ini karena di sini bukan tempat bermain yang se enekanya bisa kamu masuki, dan juga apakah kamu tidak merasa malu dengan penampilan mu itu"ucap sang manager menghina Rein


Rein yang sudah tak mau membuang waktu lagi untuk mengurus orang orang bodoh ini langusng mengeluarkan aura intimidasi dari dalam tubuhnya


Whussss .....


Tubuh orang orang yang ada di sana langsung ambruk ke lantai dengan mulut mengeluarkan darah, kecuali satpam tersebut , yang sengaja Rein tidak menyerangnya juga,


"Apakah kalian sudah puas dengan omong kosong nya"ucap Rein dengan tatapan dingin, terutama pada Rudi dan sang manager


Mereka yang merasakan takanan berat di tubuhnya mau tak mau bergidik ngeri, ditambah tatapan dingin dari Rein kepada mereka, terutama Rudi yang kini sudah hampir terkancing di celana akibat ketakutan


Kemudian Rein menghubungi Zack untuk turun ke lantai satu guna mengurus kekacauan ini,


10 menit kemudia Zack sudah ada disana dan melihat banyak orang sudah tergelatak di lantai akibat tekanan yang baru di berikan Rein pada mereka,


"Tuan muda"ucap Zack membungkuk


Deg....


Jantung mereka semua serasa mau copot mendengar panggilan Zack pada Rein barusan, belum lagi mereka pilih dari kesakitan akibat tekanan barusan , kini mereka mendengar jika pemuda yang akan mereka usir adalah Tuan muda dari Zack yang merupakan pemimpin gedung ini, dan Zack memanggil Rein dengan sebutan Tuan muda, kini mereka hanya pasrah terutama sang manager dan Rudi


"Buang mereka semua keluar , dan juga usir mereka dari gedung ini, dan beri pelajaran bagi keluarga mereka agar tidak lagi semena mena lagi pada rakyat kecil, dan pastikan penghuni lantai yang lain kau urus, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali "ucap Rein pada Zack dan kemudian dia meninggalkan Zack disana


"Panggil kemanan semua, dan sederet mereks semua keluar dari sini, dan pastikan untuk mematahkan kaki mereka satu persatu"ucap Zack pada satpam yang ad Disana


Teriakan memilukan kini terdengan di luar gedung tersebut, akibat dari kesombongan kini mereka semua harus merasakan apa yang telah mereka tanam sebelumnya...


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2