
Pagi harinya
Di tepi pantai Rein dan Rina kini tengah asik bermain disana, banyak kegiatan yang mereka lakukan pagi itu , di mulai dari main air sampai membuat istana pasir di sana
"Sudah cukup ya , ayo kembali ke camp karena matahari sudah terik"Rein mengajak Rina untuk berhenti
"iya iya, tapi nanti kamu harus luangin waktu lagi untuk ku"ucap Rina cemberut
"iya sayang, ayo kembali dulu , badanku sudah gatel ingin segera mandi dan ganti baju"ucap Rein
kemudian mereka kembali ke camp nya untuk membersihkan diri
dua puluh menit kemudian mereka sudah berkumpul lagi setelah selesai mandi dan ganti baju ,
"kamu mau di temenin kemana lagi seteleh ini.?"tanya Rein ke ada Rina
"Beneran kamu mau nemenin aku untuk hari ini.?"tanya Rina antusias
"iya sayangku"ucap Rein mencubit hidung Rina
"hehehehe, jika begitu ayo kita belanja ke kota terdekat"ucap Rina sambil menarik tangan Rein
"Baiklah, tapi tunggu dulu sebentar aku akan mengabari pasukan bayangan untuk ikut bersama kita , "ucap Rein , seteleh itu Rein menghubungi 2 orang pasukan bayangan nya dan menugaskan mereka untuk mengikuti mereka dari belakang , dan bertugas melindungi Rina
setelah semuanya selesai barulah Rein membawa Rina ke dalam mobil Ferrari yang dimiliki Rina , dan mulai memacu mobilnya menuju kota terdekat dari pulau tersebut yang di kawal oleh satu mobil yang berisikan 2 anggota pasukan bayangan
tiga puluh menit kemudian Rein dan Rina sudah tiba di depan mall besar dan langsung memasuki tempat itu di ikuti kedua anak buahnya dari belakang
"silahkan beli apapun yang kamu inginkan nyonya, hari ini kamu bebas melakukan apapun"ucap Rein tersenyum saat mereka sudah tiba di dalam mall tersebut
"janji ya, awas jangan bohong''ucap Rina dengan semangatnya dan langsung meninggalkan Rein disana sendiri sementara Rina langsung pergi belanja
"pergi ikuti Rina dari jauh, pastikan keamanannya"ucap Rein pada kedua orang yang di bawanya
"siap tuan muda"setelah itu keduanya langusng mengikuti Rina
sementara Rein pergi ke restoran yang ada di tempat itu untuk bersantai sambil menunggu Rina
"Pelayan''panggil Rein pada pelayan yang ada disana
"ada yang bisa saya bantu kak.?"tanya pelayan wanita yang Rein panggil
"siapkan minuman terbaik di sini dan juga beberapa cemilan"ucap Rein
__ADS_1
"baik kak, mohon tunggu sebentar"setelah itu pelayan tersebut pergi menyiapkan pesanan Rein
sementara di tempat Rina
dua anggota pasukan bayangan terus membayangi Rina dari jarak yang tidak terlalu jauh dari posisinya
di tengah tengah Rina asik dengan memilih baju , datang beberapa wanita yang ingin juga berbelanja disana
tapi Rina tidak memperdulikan mereka masih terus fokus memilih pakaian yang akan dia beli , dan juga beberapa pakaian untuk Rein, seteleh dirasa cukup rina berbalik dan berniat ke kasir untuk membayar belanjaan nya
"Rina, kamu disini.?"ucap salah satu wanita yang baru saja tiba di sana
"Dita, apakah ini kamu.?"ucap Rina tak kalah terkejut
"hehehe , iya dong siapa lagi kalau bukan temanmu yang cantik ini"ucap Dita yang merupakan teman dekat Rina saat kuliah
"Oh iya ini kenalin teman temanku "ucap Dita mengenalkan teman temannya pada Rina
seteleh itu Mereke memutuskan untuk berbelanja bersama
"oh iya Rin, seteleh lulus kamu ada kesibukan apa.?"tanya Dita
"aku ngajar di salah satu sekolah internasional di ibukota , tapi sekarang udah berhenti,"ucap Rina tersenyum
"kenapa gitu, apakah kamu tidak betah .?"tanya Dita lagi
"AstagA Rina, jadi kamu sudah tunangan, dan juga kamu tadi bilang jika tunanganmu adalah pemilik perusahaan kan, lalu perusahaan apa yang dimiliki ipar ku itu"tanya Dita penasaran
"Thunder Group" ucap Rina santai
tapi tidak dengan Dita , sebab sudah bukan rahasia umum lagi jika thunder group sudah menjadi raksasa' bisnis di negara ini, dimulai dari memenangkan proyek pulau, dan juga kabar mengenai menyatunya matahari group dan Elang group , membuat thunder group kian terkenal ke seluruh negeri
"AAAPAAAA!!!!....."ucap Dita kaget bukan main
yang membuat para pengunjung mall tersebut melihat ke arah mereka berdua karena teriakan Dita barusan
" gak usah lebay gitu kali"ucap Rina menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu
"sumpah demi apa , jika begitu, apakah proyek yang kamu maksud adalah proyek pariwisata yang kemarin di menangkan itu?"tanya dita lagi , kali ini dia sudah lebih tenang , tapi Masih menggebu gebu dalam nada pertanyaan nya
"Nilai 100 untuk kamu"ucap Rina mengangkat kedua jempol nya ke arah Dita
"Ya Tuhan, kenapa engkau tidak adil pada gadis cantik seperti ku ini""ucap Dita mendesah dan menghembuskan nafasnya dengan berat
__ADS_1
"Jangan begitu, tunangan ku sempat bilang padaku sebelum nya, jika dia bisa mempekerjakan teman teman ku di pulau pribadi nya itu, disana ada perhotelan ,restoran dan berbagai tempat hiburan , jika kamu mau , nanti aku kenalin sama tunangan ku"ucap Rina
"Apakah itu benar,?" tanya Dita memastikan,
"Tentu saja, kamu bisa mengajak teman temanmu untuk ikut juga mendaftar disana, karena kemungkinan akan membutuhkan ribuan pegawai di pulau baru tersebut"ucap Rina menjelaskan
"Baiklah jika begitu , nanti aku sampaikan pada teman teman ku"ucap Dita semangat
"Tapi kamu kesini bareng siapa.?"tanya Dita
"aku kesini bareng tunanganku, kenapa.?"tanya Rina
"Benarkah, jika begitu , kenalin aku sama tunanganmu sekarang ya, siapa tau tunanganmu ada teman bos yang ganteng yang bisa berjodoh dengan ku"ucap Dita memelas
"kamu ada ada aja, jika kamu mau ada orang kepercayaan tunangan ku , namanya langit, dia sangat tampan dan juga sangat jago beladiri"ucap rina menggoda dita
tapi justru di tanggapi serius oleh Dita
"Benarkah, ayo kenalkan padaku yaa, please"ucap Dita memohon
"Aku bercanda Lo, nanti kamu cari sendiri aja saat kamu kerja disana, disana banyak yang tampan kok"ucap Rina ,
"Baiklah , tapi sekarang ayo kenal kan aku dan teman temanku pada tunanganmu itu"ucap Dita
"kenapa kamu semangat gitu ingin kenal tunanganku, tunanganku jelek Lo dan juga tua"ucap Rina menggoda sahabatnya itu, meskipun terbalik 1000 derajat dari kebenarannya , bagiamana pun sosok Rein adalah pemuda idaman bagi setiap kaum hawa, dengan postur tubuh tegap dan badan atletis , di tambah dengan parasnya yang tampan , siapa yang akan menolak pesona pria seperti itu
"Tidak , aku tidak akan percaya padamu, kamu dari dulu sering menggodaku"ucap Dita, meksipun dia juga berfikiran sama dengan apa yang di ucapkan oleh Rina tadi, Karena tidak mungkin seorang pemilik perusahaan raksasa masih muda , pasti sudah berumur, itu menurut Dita
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung