
Malam harinya Rein dan para bawahannya sudah berkumpul di tepi pantai , tepatnya di bawah pohon yang biasa mereka gunakan untuk bersantai,
saat ini disana sudah ada banyak berbagai daging untuk di bakar malam itu,
mereka akan mengadakan pesta daging atas perintah Rein sebelumnya
"Baik lah , ayo kita buat kelompok dulu, dan kita kerjakan bersama agar semua daging disini bisa matang dalam waktu bersamaan "ucap Rein memberikan perintah
kemudian mereka mulai membentuk kelompok dan mulai membakar daging daging yang telah mereka siap kan sebelumnya ,
sementara Rein , Rina dan langit di biarkan istirahat oleh mereka,
"bagaimana sayang, apakah kamu menyukai suasana seperti ini.?"tanya Rein pada Rina
"sangat suka sayang, hanya saja mama dan papa tidak ada disini , rasanya kurang lengkap"ucap Rina
"nanti jika mansion keluarga sudah selesai di bangun , kita bisa berkumpul bersama sama di sini, dan kamu juga bisa mengundang teman taman perempuan kamu untuk datang ke tempat ini kalau memang kamu kesepian"ucap Rein mengelus kepala Rina
"emang boleh sayang.?"tanya Rina antusias
"tentu saja, siapa tau nanti mereka ada yang berminat
kerja di salah satu hotel atau restoran yang ada di sini, dan juga akan banyak lagi tempat yang membutuhkan banyak karyawan, kamu bisa menawarkan hal ini pada teman teman mu, tapi tetap orang ku akan mengetes dulu, bukan di cek pendidikan nya sih, tapi lebih ke sifat dan tingkah laku mereka, selebihnya aku gak permasalahin"ucap Rein menjelaskan maksudnya
"yeeeaaayyyy , jika begitu nanti seteleh semua nya beres aku akan mengabari temen temanku suapaya datang kesini, dengan begitu aku jadi tidak kesepian jika mereka semua kerja disini"ucap Rina senang
"Yasudah jangan cemberut lagi, nanti hilang lo cantik nya" ucap Rein sambil mencubit hidung Rina
"swaaaaa kiiiitt ," rengek Rina mengerucutkan bibirnya , tapi dia tidak menepis tangan Rein, membiarkan Rein mencubit nya
"yasudah ayo, kita lihat kesana, apakah sudah matang apa belum."ucap Rein mengajak Rina menghampiri mereka yang tengah membakar daging
"Daniel , Johan , bagaimana,? apakah sudah matang ?"rein menepuk pundak kedua orang tersebut yang kini sedang mengawasi anak buah mereka membakar daging
"Ah, tuan muda,"ucap mereka sedikit kaget dengan kedatangan Rein
"sebentar lagi tuan muda، hanya sisa sedikit lagi ,"ucap Daniel
"Baiklah "setelah itu Rina dan Rein berkeliling melihat lihat keseruan orang orang yang tengah asik membolak-balik kan daging di sana
__ADS_1
Rein dan Rina hanya tersenyum saat mereka menyapa dan memberi salam pada mereka
15 kemudian akhirnya semua daging yang ada di sana matang semuanya dan siap untuk di nikmati
saat ini mereka tengah melingkari api unggun yang sangat besar di sana, untuk bisa menerangi banyaknya orang yang ada di pinggir pantai tersebut
kemudian acara makan bersama pun dimulai , dengan di selingi dengan canda tawa di antar mereka , apalagi Daniel dan Johan yang kalau bersama pasti ada aja yang mereka ributkan , meskipun hal sepele tetap saja mereka debatkan, yang membuat mereka disana tertawa melihat kekocakan kedua orang tersebut
setelah selesai makan,
Rein berdiri di dekat api unggun
"agar malam ini semakin meriah , maka aku akan mengadakan pertandingan di antara kalian untuk saling menguji kemampuan kalian setelah kemarin baru selesai melakukan latihan berat, apakah kalian setuju"tanya Rein mengitari pandangannya pada Semua orang
Riuh ....
sorak Sorai langsung menggema di sana , sebab mereka juga ingin menjajal kemampuan baru mereka ,
"Dan untuk pertandingan pertama, aku ingin mencari adik kedua untuk langit, dimana yang akan bertarung adalah Daniel dan Johan,"ucap Rein melirik ke arah mereka berdua
yang langusng di angguki oleh kedua nya
"Tentu saja tuan muda, aku sudah tidak sabar untuk melihat saudara Johan untuk memanggil ku kakak ke dua, hahaha"ucap Daniel semangat
"cih, kau jangan terlalu percaya diri, lihat saja nanti , kakak mu ini akan memberikan pelajaran berharga untuk adik kecilku hahaha"balas Johan tak tak kalah semangat
"sudah sudah, sekarang kalian berdua pilih dua orang lagi agar kita segera memulai pertunjukan nya "ucap Rein
"Maaf tuan muda, apakah saya boleh membawa pasukan bayangan kedalam kelompok ku"ucap Daniel bertanya
"Enak aja, apakah kau ingin bermain curang , Tidak boleh"ucap Johan sengit
"Boleh saja , tapi satu saja, satunya lagi ambil dari pasukan kalian"ucap Rein
"Jika begitu apakah saya juga boleh tuan muda"ucap Johan
"silahkan , kau bisa pilih sendiri"ucap Rein
"jika begitu aku akan meminta suadara langit untuk kedalam kelompok ku"ucap Johan cengengesan
__ADS_1
"apaaaaaaa, mana bisa begitu, yang tuan muda izinkan adalah pasukan bayangan bukan pemimpin nya, mana bisa begitu"tolak Daniel kesal
"hahahaa, aku hanya bercanda, mana mungkin aku meminta kakak pertama untuk melawan adik kecilku "ucap Johan mengejek ke arah Daniel
"sialan , ternyata mulut mu tajam juga ya"ucap Daniel lalu bergegas menyiapkan kelompok nya
sementara Rein dan Rina hanya di buat geleng geleng melihat kelakuan kedua bos besar tersebut
"sayang , apakah mereka selalu seperti itu jika bersama"tanya Rina penasaran
"hahaha, begitulah mereka, tapi mereka hanya bercanda tidak melakukan hal tersebut dengan sungguh sungguh, justru aku senang saat melihat kekonyolan Meraka berdua
"kamu benar sayang, bahkan aku merasa geli dengan keduanya, bagaimana tidak, sekarang bos perusahaan besar ternyata memiliki sifat konyol seperti itu"ucap Rina tertawa kecil
"itulah yang membuat ku suka pada mereka, karena mereka tidak kaku dan bisa menjadi penghibur jika kita lagi pusing hahaha"ucap Rein tertawa bahagia
Rina hanya memandangi wajah tampan di samping nya itu dengan senyum manis mengembang di bibir nya, pemuda yang dulu nya menjadi murid nya ,kini menjadi sosok yang sangat berarti di hidupnya dan menjadi pelindung dirinya dan keluarganya saat ini, tak terasa air mata kebahagiaan lolos begitu saja meluncur dari kedua mata indah Rina
"hey hey, kenapa menangis sayang , apakah kamu tidak betah disini atau kamu merindukan papa dan mama.?"tanya Rein kebingungan yang melihat Rina tiba tiba menangis
"hihihi, tidak apa apa sayang, aku hanya merasa hidupku sangat beruntung bisa menjadi pasangan pemuda tampan dan perhatian seperti yang ada di sampingku ini "ucap Rina tersenyum sambil menghapus air mata di pipinya
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1