
iring iringan mobil pun bergerak menuju villa Rein yang ada di Jakarta barat, karena saat ini mereka sudah ada di ibukota setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dari markas Api hitam
lima menit kemudian rombongan itu sudah tiba di villa ,
Di mana disana sudah ada Rini dan Rina yang menunggu di depan pintu villa, karena sebelum nya langit sudah mengabari jika mereka sudah dekat , makanya Rina membawa sang ibu untuk menunggu Rein di Villanya
seteleh memarkirkan mobilnya mereka satu persatu turun dan menyapa Rina dan Rini
"selamat sore nyonya dan nona"ucap langit mewakili mereka semua
bukannya menjawab Rina dan Rini justru menoleh ke kiri dan ke kanan karena mencari satu orang yang tidak ada di antara mereka, yaitu Rein
"Dimana anakku.?"tanya Rini pada langit
"itu nyonya, Tuan muda tertidur di mobil, saya tidak tega untuk membangun kan nya"ucap langit dengan canggung karena melihat Meraka berdua sempat khawatir tadi
Rina langusng berlari menuju mobil yang di tumpangi langit dan membuka pintu bagian kiri untuk melihat tunangan nya, dan
hahahahaaa...
bukannya membangun kan justru Rina malah tertawa dengan lantang yang membuat Rini bingung, tapi tidak dengan langit, yang tau apa yang membuat Rina tertawa begitu
Rini yang penasaran langsung bergegas ke arah mobil tempat Rein berada,
saat tiba disana Rini justru lebih keras lagi tertawa nya yang membuat Rein bangun dan mendapati tunangan nya dan ibu mertua nya ada disana sedang memandang dirinya dan nampak mereka memegangi perutnya
"ada apa.?"tanya Rein yang masih tidak sadar kenapa mereka tertawa
Rina dan Rini masih saja menertawakan Rein yang makin membuat rein bingung
tapi setelah dirinya melihat pantulan tubuhnya di spion, akhirnya dia tau kenapa ibu dan tunangan nya begitu luas tertawa nya
pasalnya Rein tidak mengganti pakaiannya yang sudah compang camping akibat melompat dari mobil sebelumnya , alhasil tampilan Rein saat ini mirip seperti orang gila,
"sudah sayang, apakah kamu hanya ingin menertawakan aku, apakah kamu tidak merindukan ku.?"tanya Rein melihat ke arah rina
"heheh, maaf sayang habisnya kamu kenapa bisa memakai pakaian dan celana seperti itu"ucap Rina menghampiri Rein yang kini sudah keluar dari mobil nya
mereka berdua berpelukan di sana , tanpa menghiraukan ada banyak pasang mata yang menyaksikan mereka, terutama sang mama, yang saat ini ada di belakang Rina,
"Ehemmm" Rini pura pura batuk agar mereka berdua menghentikan acara berpelukan nya
__ADS_1
Rein dan Rina yang mendengar batuk dari seseorang di belakangnya langsung melepaskan pelukan nya dan melihat Rini yang cemberut akibat di kacangin oleh mereka
"Apa kabar mama"ucap Rein canggung lalu mengahmipiri rini
semntara Rini hanya tersenyum melihat anak menantunya itu malu
kemudian Rini memeluk Rein dengan erat, karena tidak tau kenapa Rini sangat menyayangi Rein, mungkin karena Rein hanya sebatang kara dari kecil yang membuat Rini sangat menyayangi nya
"Mama , ayo kedalam , kasian mereka Menunggu di luar"ucap Rina memanyunkan bibirnya karena Rein dan mamanya berpelukan sangat lama
"oh , anak mama cemburu rupanya,"ucap Rini kemudian tanpa aba aba langsung memeluk tangan Rein dan membawanya ke dalam villa..yang membuat Rina di belakang cemberut
sesampainya di depan villa Rini menyuruh mereka semua masuk , tapi mereka beralasan ada urusan sehingga mereka tidak bisa masuk dulu ,
padahal mereka hanya tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka,
setibanya di dalam vila
Rini membawa Rein ke sofa yang ada di sana dan masih memeluk tangan Rein yang membuat Rina makin kesal melihat mamanya yang suka menggoda dirinya
"sampai kapan mama akan memeluk tangan suamiku"ucap Rina ngomel tanpa tau apa yang dia ucapkan sebelumnya membuat Rini tertawa dengan keras setelah mendengar celotehan Rina yang memanggil Rein suaminya
"hahahaha, maaf maaf ,ini mama kembalikan suamimu , mama mau menyiapkan makanan untuk kita"ucap Rini kemudian bergegas ke dapur untuk menyiapkan makananan yang sudah di beli sebelumnya
"Apa yang sebenarnya terjadi ,jujur.?"Tanya Rina dengan tatapan tajam pada Rein
Rein yang mendapat kan tatapan seperti itu di buat bingung harus menjawab apa , pasalnya jika dia jujur maka Rina pasti ngomel
"kenapa diam , apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari ku.?"tanya Rina menyelidik
"Tidak sayang, aku diam karena aku memandangi wajah mu yang cantik"ucap Rein mencari alasan
Blusssh
yang membuat pipi Rina langsung merah, tapi Rina langsung menutupi itu dengan menatap tajam ke arah Rein untuk meminta Jawaban atas pertanyaan nya sebelum nya
yang mau tak mau Rein harus menjawab nya dengan jujur,
alhasil...
"Kenapa kamu bisa seceroboh itu, bagaimana jika kamu tidak bisa keluar dari mobil di saat terakhir, bagaimana jika kamu terluka, apakah kamu tidak memilikirkan aku"Rina berteriak dengan marah pada Rein , soalnya Rein membahayakan nyawanya demi orang lain tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri
__ADS_1
Rein yang melihat Rina marah hanya diam tanpa membalas apa yang Rina ucapkan padanya, karena semua yang Rina ucapkan memanglah benar, setelah Rina berhenti mengomel barulah Rein menghampiri nya dan memeluk wanita cantik itu dengan erat , di dalam pelukan nya Rina masih saja menangis sehingga Rein berusaha menenangkan nya,
"sudah sayang, yang penting aku tidak apa apa oke, aku melakukan itu karena Tidak ada cara lain untuk menghentikan bus tersebut, jika aku membiarkan itu semua, Meraka akan mati"ucap Rein menjelaskan alasannya pada Rina
tapi tidak ada jawaban dari Rina, itu karena Rina saat ini sudah tertidur di dalam pelukannya Rein, mungkin karena terlalu merindukan Rein akhirnya Rina bisa begitu
tak lama setelah itu Rini keluar dari dapur membawa beberapa makanan yang telah dia panaskan sebelum nya
Rini melihat anak nya tengah tertidur pelukan Rein hanya tersenyum ,
"sudah lama Rina tidur sayang ?"tanya Rini seteleh meletakkan makanan yang dia bawa di meja makan
"baru saja ma, biarkan saja seperti ini , mungkin Rina kecapean"ucap Rein
"bangunin saja sayang agar kita bisa makan bersama, seteleh makan baru kalian istrirahat"ucap Rini
Rein langsung membelai pipi Rina untuk membangun kan nya
"hey bangun , mama sudah menyiapkan makanan buat kita ayo bangun" Rein masih membelai pipi Rina dengan lembut
tak lama setelah itu Rina membuka matanya dan merasakan tangan Rein masih membeli pipinya
"kenapa kamu membangun kan ku.?"tanya Rina sedikit tidak rela melepaskan pelukan nya dari Rein
"kita di tunggu mama untuk makan bersama sayang, setelah makan kamu boleh tidur lagi sini"tunjuk Rein ke tubuhnya
kemudian Rina bangkit dan melepaskan pelukannya dari Rein untuk makan bersama ...
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung