
Siang harinya Rein dan Rina hanya tinggal berdua di Villanya, karena tadi pagi kedua orang tua Rina sudah Kemabli ke rumahnya , Rein saat ini sedang dikamar nya lagi memakai pakaian nya stelah tadi baru selesai mandi, setelah itu dia mengeluarkan ponselnya untuk bermain game di kamarnya, tak lama setelah itu Rein mendengar ketukan di pintu kamarnya
Tok, Tok, Tok
"Sayang apakah aku boleh bicara sebentar.?"ucap Rina berbicara dari luar pintu kamar Rein
"Masuklah,"ucap Rein menoleh ke arah pintu
"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan.?lanjutnya saat Rina sudah masuk ke kamar
"Tidak ada yang serius kok, hanya saja aku mau main sama temen temen kuliah ku , mereka sekarang lagi ada di salah satu restoran di ibukota, mereka temen dekat aku dulu saat kuliah"ucap Rina menjelaskan masalahnya pada Rein
"Apakah aku harus ikut.?"tanya Rein
"Tidak perlu sayang, ini hanya makan siang kok, mungkin nanti jika ada reuni aku akan ajak kamu dan kenalin kamu ke mereka"ucap rina
"Baiklah , kabarin aku jika terjadi sesuatu oke, dan juga kalau ada laki laki di sana kamu hubungi aku, aku gak mau kamu di goda sama mereka"ucap Rein serius
"Heheh, iya sayangku, lagian ini hanya teman dekatku kok, bukan yang lain, dan mereka cewek semua"ucap Rina tersenyum saat Rein tadi cemburu
"Yaudah hati hati, nanti kabarin kalau sudah mau pulang, biar aku jemput"ucap Rein mengelus kepala Rina
"Oke sayang, dadaaaahh"kemudian Rina keluarga dari kamar Rein untuk menemui teman temannya di restoran
"Hah, lebih baik aku tidur saja, bosen juga jika harus sendirian di villa ini"ucap Rein kemudian merebahkan tubuhnya di kasur
....................
Sore harinya Rein terbangun dari tidurnya karena mendapat panggilan telpon dari Rina
"Halo sayang, bisa bantu aku dan temen temenku gak.?"ucap Rina dengan suara gemetar
"Kamu kenapa, tarik nafas lalu jelaskan pelan pelan kenapa.?"ucap Rein
"Sekarang aku dan temen temenku lagi di cegat oleh sekumpulan cowok , aku lagi ada di Tol daerah barat ibukota"ucap Rina
"Oke , kamu tunggu di dalam mobil, jangan keluar apapun yang terjadi , tunggu disana"ucap Rein
__ADS_1
Kemudian Rein beegesags ke bagasi untuk mengambil mobil Lamborghini Veneno nya
Vrooommm......
Dalam sekali injak pedal gas, mobile tersebut meluncur meninggalkan villa,
"Sytem tunjukkan posisi Rina"ucap Rein di kepala nya
[Ding]
Muncul peta di layar , menunjukan titik lokasi Rina dan temen temannya
........
Tak sampai 20 menit Rein sampai di tempat itu , rupanya disana sedang ada perkelahian dan juga ada mobil rina terparkir disana
Setelah memarkirkan mobilnya Rein keluar menghampiri perkelahian di depannya
"Behenti, atau aku akan lapor polisi."Teriak Rein dengan lantang, sebenarnya bisa saja rein langsung menghajar semuanya disini tapi ini masih siang, sanasih ada mobil lewat disana takut menimbulkan ke ributan
"Cih, jangan sok jadi super hero، pulanglah ibumu merindukanmu, atau kita akan patahkan semua anggota tubuhmu"ucap kelompok orang yang menghadang Rina dan teman temannya
Sementara kelompok yang kini tengah berbaring di jalan raya hanya diam saja, mereka adalah para pacar temennya Rina yang di hubungi oleh temennya Rina saat pertama kali di cegat oleh kelompok pemuda itu
Rein hanya diam dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi bumi، untuk menutup jalan tol di sebelah barat ibu kota , agar tidak ada mobil masuk ke tempat ini, karena Rein sudah geram dengan anak anak bodoh ini
"Selesai, dengan begini aku bisa mengajari para bocah ini tata Krama yang baik"ucap Rein
"Sayang.."suara lembut itu terdengar di telinga Rein, yang ternyata itu adalah Rina yang keluar dari mobilnya dan langsung memeluk Rein
"Sayang tenanglah, ceritakan padaku."ucap Rein sambil memeluk erat tubuh Rina
"Mereka adalah pemuda yang aku temui di restoran , salah satu dari mereka ingin melecehkan aku dan temanku , jadi aku menendang kantong kemenyan nya ,akibatnya dia marah dan membawa temen temennya untuk menjegal kami di sini, untung ada pacar teman teman ku yang langsung datang melindungi kami"ucap Rina dengan tubuh gemetar memeluk Rein
Rein menatap tajam kelompok pemuda tersebut dan aura intimidasi nya sedikit bocor dari tubuhnya,
"berlindungkah di belakangku " kemudian Rein berjalan mendekati kelompok tersebut
__ADS_1
"Tangan mana ,yang tadi ingin menyentuh wanitaku"tanya Rein dengan dingin
"Hahaha, jadi dia wanitamu , bagus bagus , tangkap dia dan biarkan dia melihat kita menyiksa wanita nya nanti"ucap ketua kelompok tersebut
"Mundurkan kalian, lindungi Rina dan yang lainnya sekali lagi, selanjutanya biar aku yang urus"ucap Rein pada para pacar temennya Rina
Rein langusng menyingsing lengan bajunya dan berjalan ke depan, memperlihatkan otot lengannya
Tiba tiba serang datang mengarah ke kepalanya , itu adalah balok kayu terayun dengan kuat, menderu membelah angin dengan kuat
Teriakan para wanita di belang Rein histeris menyaksikan itu, tapi dengan mudahnya Rein bergerak menyamping dan menusukkan kepalanya alhasil balok tersebut melewati kepalanya
Setelah serangan tersebut berhasil di hindari nya , Rein melihat ada celah ,dan langsung melayangkan tinjunya mengenai rahang si pemilik tadi, terdengar bunyi renyah saat tinju tersebut mendarat di rahang orang itu,
Saking kerasnya pukulan tersebut , menyebabkan orang tersebut terangkat tiga meter dari jalan raya, di tangan Rein ada noda darah yang tertinggal , bukan darahnya melainkan darah dari orang yang barusan dia buat terbang dengan tinjunya
Dua orang bergerak dengan mengayunkan lagi balok kayu dari belakang badan Rein, karena Tidka sempat menghindar, Rein memutuskan untuk menangkap kedua balok tersebut, dan menariknya hingga si penyerang tertarik ke arahnya dan langsung di sambut dengan tendangan ke perutnya yang di lancarkan oleh Rein
Belum berhenti sampai di sana, terdapat serangan pisau yang di lemparkan ke arahnya, yang membuat Rein berguling guling disana , untuk menghindari nya
Dengan bermodalkan seni beladiri kuno dan skil assasin yang dimiliki nya, Rein langsung bergerak mendekati para penyerangnya dan melepaskan pukulan ke arah mereka,
Jika bukan karena siang hari, Rein tak akan mungkin membuang buang waktu dengan melawan mereka dengan cara ini, bisa saja dia langsung membunuh mereka semua dengan sekali serang menggunakan skill assasin nya, tapi dia tidak mau melakukan itu karena di sini ada temen temen Rina yang menyaksikan itu, jadi dia hanya bisa melawan merdeka menggunakan keterampilan beladiri nya saja
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1