
Di salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta , kini tengah terbaring pemuda dengan keadaan Tidka baik baik saja , dimana tubuhnya layaknya mummi yang terbungkus perban , hanya menyisakan mata hidung dan mulut saja,
Pemuda tersebut adalah ketua kelompok yang kemarin mencegat Rina dan temannya di tol ,
"Papa , bagiamana dengan kondisi anak kita ,.?"ucap wanita cantik yang merupakan ibu dari pemuda malang tersebut
"Entahlah ma, mungkin butuh waktu lama untuk bisa kembali normal seperti biasanya"ucap lelaki di depannya
"Apakah papa sudah menemukan pelaku yang sudah menyebabkan putra kita begini.?"tanya wanita itu lagi
"Sudah ma, menurut penuturan anak kita kemarin sebelum pingsan, dia adalah pemuda yang merupakan pasangan dari salah satu wanita bernama Rina , yang kebetulan kemarin putra kita ganggu bersama kelompoknya nya"ucap Sang suami pada istrinya
"Pokoknya mama Tidak mau tau, papa harus membalas peebuatan orang itu pada anak kita, meskipun anak kita salah, apakah perlu Samapi membuatnya seperti ini"ucap sang istri tak Terima
"Kamu tenang saja ma, ayah sudah mengutus orang orangnya untuk menangkap anak sialan itu, kamu tenang saja "ucap sang suami,
"Baiklah, aku jadi lega jika ayah mertua mau turun tangan, jika begitu anak itu tidak akan lolos kali ini"ucap sang istri , sebab dia tau jika Sang ayah mertua nya merupakan master beladiri, seperti pencak silat , tekewondo dan wing chun, dan sang kakek juga memiliki banyak anak buah di bawahnya
Di mansion mewah ,
Jackson tengah bersantai dengan meminum teh herbal yang ada di meja sampingnya
Kemudian Jackson berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ruang latihan yang sudah cukup lama dia tidak kunjungi,
Terlihat ruangan tersebut cukup berdebu tapi masih cukup terawat meski agak sedikit kotor
"Aku tidak percaya jika anak muda yang melukai cucuku adalah ketua Koelompok yang telah menghancurakan pasukan serigala waktu itu, jika berita itu benar, maka ini akan menjadi pertarungan menarik, meski aku Tidak begitu yakin jika seorang pemuda akan bisa membuatku serius nantinya"ucap nya dengan sombong sebelum memulai Latihan nya
............
Sementara di villa Rein pagi ini satpam menyerahkan bingkisan pada Rein yang dia sendiri tidak tau apa isinya , karena sang pengirim mengatakan jika itu khusus untuk bis besarnya
Rein juga penasaran dengan isi bingkisan tersebut' dan membukanya
"Hah, udangan.....
Rein di buat bingung dengan isi dari bingkisan itu, sebab aneh saja jika harus menyimpan udangan di dalam bingkisan segala
Kemudian Rein membuka undangan tersebut dan menemukan bahwa di sana tertulis tantangan terbuka untuk dirinya , atas nama Jackson, dimana Jackson memninta Rein untuk datang ke mansion miliknya ,itupun kalau Rein berani ,
Apakah Rein akan takut dengan gertakan sambal itu, tentu saja tidak
Kemudian Rein menghubungi pasukan bayangan yang kemarin dia peroleh untuk membawa sepuluh orang ke villanya sekarang karena ada tugas untuk mereka
__ADS_1
Setelah itu Rein meminta izin pada Rina untuk keluar untuk mengurus Masalah perusahaan, tentu saja dia berbohong kok tidak mana mungkin dirinya akan dapat izin dari ibu negara nya
Setelah mendapat kan izin dari Rina , Rein langusng keluar dari villa dan menunggu sepuluh orang yang panggil barusan menemuinya
Sepuluh menit kemudian mereka datang menemui Rein
"Selamat pagi tuan muda"ucap mereka membungkuk kan badannya
"Pagi, Baiklah apakah kalian bisa masuk kedalam bayangan ku.?"tanya Rein memastikan
"Bisa tuan muda "ucap mereka serempak
"Jika begitu , masuklah ke dalam bayanganku , nanti aku akan memanggil kalian jika aku butuh bantuan"perintah Rein , kemudian sepuluh orang tersebut menghilang masuk ke dalam bayangan Rein
Mereka bisa melakukan hal itu karena 1000 pasukan yang di dapat kan Rein sbelumnya memang murni pasukan bayangan ,yang bisa masuk ke bayangan Rein kapanpun Rein inginkan , berbeda dengan 100 orang yang di lataih Rein sebelum nya , karena mereka manusia biasa , sedangkan 1000 orang tersebut merupakan hadiah langsung dari system
Pagi itu rein Langsung meluncur ke tempat yang di tandai oleh Jackson , dimana itu adalah mansion pribadinya
Rein membutuhkan waktu hampir satu jam untuk sampai di tempat itu, cukup jauh memang.
Mobil Rein memasuki pintu gerbang yang terbuka otomatis saat mobilnya mendekati gerbang Tersebut
Sesampainya di parkiran, ada seseorang yang membuka kan pintu mobil untuk Rein di sana
Rein mengangguk dan mengikuti orang tersebut dari Belakang, dia menuntun Rein hingga sampai ruang makan,
"Silahkan tuan"ucap orang tersebut kemudian dia berbalik pergi
Sementara Rein langsung berjalan menuju meja makan yang di sana sudah ada pria yang lumayan berumur tapi kondisi fisiknya masih sangat tegap dan sehat
'systsm periksa orang ini'
[Ding]
Nama : Jackson
Umur : 60 tahun
Keterampilan : pencak silat, tekewondo, wing Chun
Pekerjaan : pengusaha minyak bumi dan juga kelapa sawit
"Tak kusangaka seorang tuan Jackson yang terhormat dengan berbagai usaha yang sangat terkenal itu akan mengundang pemuda seperti ku yang bukan siapa siapa"ucap Rein dengan tenang kemudian menarik bangku di depannya untuk duduk meskipun belum di suruh
__ADS_1
"Hahahaa, aku kagum dengan caramu menghadapi ku anak muda, Tidak seperti mereka yang taunya hanya menunduk tanpa berani menatap wajah tuan ini"ucap nya sedikit sombong
"Minumlah ,aku suka pemuda sepertimu , di usia muda bisa menjadi pemimpin kelompk yang telah menghancurkan kelompok serigala yang terkenal kuat di ibukota ini "ucap nya lagi
'systsm periksa semua minuman dan Makanan ini dan juga pindai seluruh area, apakah dia menyiapkan perangkap untukku'
Perintah Rein pada system
[Semua makanan dan minuman di sini aman , dan untuk mansion ini memnag sudah di kepung oleh beberapa pasukan terlatih ]
'jadi seperti itu, menarik' ucap Rein dalam hatinya
Tanpa rasa takut Rein langsung meminum minuman di depannya yang membuat Jackson kagum dengan keberanian anak muda ini
"Kau tidak takut aku akan meracunimu kan.?tanya Jackson tersenyum
"Apa yang harus aku takutkan dengan racun paktua, tubuhku sudah kebal dengan itu, dan juga aku sangat yakin jika orang sepertimu tidak akan melakukan hal yang menjijikkan seperti itu"ucap Rein dengan tenang
Yang membuat Jackson tersenyum mendengar nya, memang betul dia tidak akan melakukan hal hina seperti itu
"Apakah kamu tau , mengapa aku memanggil mu ke tempat ini?"tanya Jackson memulai obrolan dengan Rein
Rein menjawab dengan gelengan kepalanya saja dan masih menikmati minuman di tangannya
"Tidak tau, tapi kamu begitu berani untuk datang ketempat ku Seorang diri, sungguh pemuda yang berani"ucap Jackson kemudian berdiri dari kursinya dan melangkah ke suatu tempat
Rein hanya memperhatikan kemana langkah kaki pak tua itu berjalan sebelum menjawab
"Aku tidak perlu tau alasan apa yang membuat seseorang mengundang ku, tapi jika itu adalah niat buruk, tidak ada jalan lain selain membunuh orang tersebut"ucap Rein dengan nada yang berbeda dari sebelumnya , meski dengan pandangan yang masih sama yaitu datar tanpa ekspresi sedikitpun
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung