SYSTEM JALAN KEKAYAAN

SYSTEM JALAN KEKAYAAN
Hadiah sambutan yang menjadi tempat pembantai an


__ADS_3

"karena aku akan menjadikan tempat ini sebagai kuburan mereka berdua"ucap Rian menyeringai kejam


Kemudian dia dan seluruh anak buahnya bergegas ke halaman untuk melihat Rein dan langit yang masih terlihat punggung nya


"Kalian sudah jauh jauh datang ke tempat ini, tak elok rasanya sebagai tuan rumah ,Tidak memberikan kenang kenangan pada kalian "ucap Rian dengan keras , sehingga menghentikan langkah kedua nya, yang sudah dekat dengan mobil mereka yang di parkir


"Beri mereka hadiah sambutan untuk menyenangkan kedua tamu ku yang terhormat"ucap Rian melanjutkan ucapannya


Anak buahnya jelas mengerti dengan ucapan ketuanya tersebut, kemuidan penjaga gerbang bergegas menutup pintu keluar , agar Rein dan langit tidak bisa kabur dari sana


Rein dan langit segera berbalik dan menyunggingkan senyum tipis di wajahnya


"Oh, apakah itu, aku dengar jika death Tiger suka memberi kan penyambutan dengan pertumpahan darah sebagai persembahan, apakah berita intu benar Kakak Rian.?"ucap Rein dingin , dan melangkah kan kakinya maju kedepan , membiarkan langit berada di belakang nya


Langit langsung tersenyum tipis saat mendengar ucapan Rein sebelumnya, dan langsung memasang kuda kuda siap untuk memulai pestanya


Rein kemudian duduk di kursi yang ada di tengah tengah halaman markas Death Tiger tersebut, dan melihat ke arah Rian yang kini menatapnya dengan ganas ,layaknya serigala lapar yang melihat rusa gemuk di depan nya


"Apakah kau sudah gila karena ketakutan, hingga membuat bocah seperti mu berlagak setenang ini di hadapan ku"ucap Rian mencibir ke arah Rein


Lalu menggerakkan tangannya sebagai kode untuk anak buahnya ,untuk segera bergerak


Ribuan orang kini tengah mengelilingi Rein dan langit di halaman tersebut, mereka semua menatap ke-dua nya dengan tatapan memangsa, tanpa tau siapa yang akan jadi mangsa ke depan nya


Rein diam diam memerintah kan pasukan bayangan yang ada di tubuh nya untuk bergerak


Wush...


Brak...


Satu orang tiba tiba melayang hingga menabrak tembok gerbang dan meninggal di tempat,


Orang itu ternyata mendapat kan tendangan dari langit, karena sudah bosan menunggu


"Apa yang kalian tunggu, mereka hanya berdua, cepat serang dan siksa mereka berdua"ucap Rian berteriak marah pada ank buah nya , pasalnya mereka hanya melongo sat melihat salah satu rekannya di terbangkan oleh tendangan langit barusan


Mereka kembali tersadar dari keterkejutan nya dan langsung menyerang secara serentak ke arah langit dan Rein ,

__ADS_1


Langit yang melihat sekumpulan orang bodoh menghampiri nya langsung tersenyum tipis sebelum tubuhnya menghilang dari tempatnya dan tak lama terdengar suara memilukan di tempat itu,


Sementara Rein masih duduk santai di kursinya, karena orang orang yang bergerak ke arahnya langsung di hajar oleh pasukan bayangan yang menggunakan pakaian hitam, sehingga mereka tidak mengetahui apa yang menyerang mereka secara tiba tiba , tapi karena matahari sudah mulai terik, mereka akhirnya sadar jika ada sepuluh orang yang tiba tiba datang menyerang mereka secara membabi buta, dengan sebilah pedang tipis di genggaman mereka, setiap orang yang berhadapan dengan sepuluh orang tersebut bisa dipastikan jika orang tersebut akan mati dengan keadaan tubuh yang tidak utuh,


Rian yang melihat ini langsung di buat keget akan memunculkan sepuluh orang tersebut dan juga kekejaman yang di tunjuk kan oleh mereka benar benar benar membuatnya bergidik ngeri, bahkan pemuda tampan yang di anggap nya lemah, juga tak kalah kejam dari supuluh orang tersebut, dimana saat ini langit tengah tertawa bahagia karena bisa bersenang senang lagi setelah cukup lama tidak melakukan pertarungan seperti ini


Sementara Rein hanya tersenyum tipis melihat Rian di depan nya yang mulai pucat pasi saat melihat pasukan nya hampir di bantai habis oleh sebelas orang tersebut,


"Hey kak Rian , bagaiman.? Apakah pertunjukan nya sesuai dengan apa yang kamu rencana kan.?"ucap Rein tersenyum mengejek ke arah Rian


"Dasar iblis, kau akan aku bunuh bocah"ucap Rian berapi api , kemarahan nya pada Rein sudah memuncak dan ingin segera menguliti bocah 20 tahun di depannya ini


Kemudian dia mulai bergerak untuk menyerang Rein , tapi langkah nya terhenti dan merasakan tubuh nya dingin seperti di tatap oleh malaikat maut dan tubuh nya langsung jatuh tersungkur ke tanah,


Hal itu terjadi karena aura intimidasi yang di keluarkan oleh Rein , sehingga membuat Rian seperti orang bodoh yang hanya bisa memandangi Pembantai an di depan matanya, sementara dirinya Tiak bisa apa apa, bagaimana dia membantu mereka, sedangkan Tubuhnya tidak bisa ia gerakkan


"Perhatian saja pesta nya hingga selesai, seteleh itu, baru giliranmu untuk bergabung ke dalam pesta"ucap Rein tersenyum menyeramkan ke arah Rian , yang membuat Rian pucat ketakutan, pasalnya selama dia menjadi ketua death Tiger , dia belum pernah menemukan seseorang yang menakutkan seperti pemuda di depan nya saat ini, bahkan hanya dengan tatapan nya saja sudah mampu membuat tubuh nya tersungkur dan berkeringat dingin.


sepuluh anggota pasukan bayangan beserta langit, terus bergerak menghabisi ribuan anggota Death Tiger yang tadi mengepung mereka,


dengan pedang tipis di tangan sepuluh pasukan bayangan yang dibawa Rein, sepuluh orang tersebut terus bergerak membantai tanpa ampun,


Susana pagi hari yang seharusnya memberikan kehangatan pada mereka, justru saat ini merupakan hari paling mengerikan yang mereka alami


dikira cukup, langit menghentikan aksinya dan menghampiri Rein,


"apakah sudah selesai.?"tanya Rein pada langit


"sedikit lagi tuan muda, mereka juga sudah hampir selesai dengan tugasnya"ucap langit pada Rein


"seret dia kemari, "ucap Rein sambil mengarahkan telunjuknya pada Rian yang kini linglung


kemudian langit langsung menyeret Rian ke hadapan Rein , dan kembali lagi ke tempat nya


"bagiamana, apakah sesuai dengan pesta yang kau rencana kan.?"tanya Rein sekali lagi pada Rian


"bunuh saja aku, dasar iblis "ucap Rian dengan wajah pucat pasi karena masih terbayang bayang kekejaman yang baru saja ia saksikan

__ADS_1


"Tentu saja aku Akan membunuhmu, tapi sebelum itu, kau masih berguna untukku"ucap Rein tersenyum tipis pada Rian


kemudian rein melangkah mendekati Rian ,hingga membuat Rian bergidik negeri , tapi apa yang terjadi selanjutnya sangat jauh dari apa yang dia bayangkan, pasalnya Rein hanya mengambil ponsel yang ada di saku Rian dan mencari nomor kontak Tiger untuk menghubungi nya


seteleh ketemu, dia langsung melakukan panggilan ke nomor tersebut


tuuuut


tuuuut


tuuuut


"Ada apa , apakah ada sesuatu yang kau ingin bicarakan.?"terdengar suara serak dari ponsel milik Rian , yang merupakan suara milik Tiger


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. Bersambung


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2