Tak Dapat Disentuh

Tak Dapat Disentuh
On My Way


__ADS_3

Sacha POV


Aku benar-benar tak menyangka hal ini sungguh terjadi didalam hidupku. Rasanya bagaikan mimpi yang sangat terasa nyata, namun saat ku cubit kedua pipi ini barulah aku sadar bahwa ternyata semua ini bukanlah lagi mimpi melainkan suatu kenyataan yang harus siap untuk ku jalani.


Untuk sampai ke titik ini sebenarnya bukanlah hal yang begitu mudah walau awalnya kedengaran ringkih. Pastinya senyuman kebahagiaan benar-benar nampak dengan jelas di wajahku. Harapanku dan cita-cita yang sudah aku impikan sejak lama akhirnya sungguh terwujud juga.


Semuanya berat dan ringan harus aku tanggung dan aku jalani selama lima belas hari terakhir. Tetapi hasilnya memang sangatlah worth it. Kalian mungkin heran apa yang sedang kalian baca sekarang tetapi aku tak peduli karena aku hanya ingin mengekspresikan rasa bahagia dan Syukurku ini. Dan pastinya aku sudah membagi kabar bahagia ini dengan kedua orang tuaku dan juga dengan saudari-saudariku. Walau awalnya aku takut seperti apa respon dari mereka, pasalnya hal yang aku lakukan saat ini benar-benar belum mendapatkan persetujuan maksimal dari keluargaku. Tapi yah karena aku semua benar-benar sangat menginginkan hal ini maka aku rela bertindak nekat demi mencobanya. At least itulah yang dikatakan orang, karena kesempatan dan keberuntungan itu takkan datang dua kali jikalau kamu sengaja melewatinya. Kan setidaknya aku juga sudah berusaha mencobanya, apapun hasilnya harus aku terima. Dan yup sesuai dengan dugaanku mereka, para anggota keluargaku awalnya mempertanyakan kembali langkah yang aku hendak ambil ini tapi aku berusaha meyakinkan mereka dan syukurlah kini aku sudah mendapat restu dari mereka semua. Oh aku sangat merindukan mereka, rasanya aku ingin segera memeluk mereka satu persatu untuk memberitahukan good news ini.


Dan yah karena berhubung aku udah janji dan disini hanyalah mereka kerabat yang kumiliki maka kami telah memutuskan untuk melakukan perayaan malam ini. Sederhana saja itu cukup yang penting terasa intim dan penuh dan rasa kekeluargaan.


Rasanya look milikku sudah boleh, aku segera melangkah keluar dan menuju kearah taxi yang membawaku menuju ke suatu restoran Italia dimana mereka pasti sudah menunggu kedatangan diriku.


Setelah sampai aku berjalan dengan anggun masuk kedalam sana dan langsung menuju ke arah meja yang sudah aku pesan kemarin itu. Aku dapat melihat mereka duduk disana dengan bahagia.


“Wah, lihatlah penampilannya malam ini, dia benar-benar sudah terlihat sangat luar biasa” (Ucap règina)


“Hai nona, kau mau ke pesta mana emangnya?” (Tambahnya dengan sedikit melucu)


“Tapi jujur deh, kau benar-benar terlihat sangat cantik dengan pakaian yang kau kenakan itu. Rasanya kau mampu memukau semua pria” (Ungkap David yang secara langsung membuat kedua pipiku ini memerah)


“Apasih, sepertinya kalian berdua melebih-lebihkannya. Belum juga di mulai kalian sudah membuatnya besar kepala” (Ucap Carmine yang benar-benar membuatku darahku sempat sedikit mendidih)


Aku tak tau ada masalah apa aku dengan gadis aneh itu tapi yang jelas walau ia memang sempat membantuku tapi itu belum mengubah pemikiranku soal dirinya. Apalagi sifat dan kelakuannya yang lebih banyak menyebalkan di bandingkan sifat menyenangkannya. Sebenarnya aku tak ingin mengundangnya sama sekali, tapi karena mengingat dia juga berperan dalam membantu diriku mendapatkan hal ini maka mau tak mau akupun juga harus menawarinya undangan atau ajakan. Awalnya aku berharap dia bakal menolaknya tapi aku malah terkejut karena justru ia malah menerima undanganku. Semoga saja dia tak berniat melakukan sesuatu untuk merusak perayaan manis ini.


“Jangan begitu keras Carmine, justru sebaiknya kita harus lebih melontarkan hal-hal baik dan positif kepada Sacha, agar supaya dia makin semangat dalam menjalani semua ini. Soalnya hal ini kan masih terbilang baru apalagi untuk gadis seusianya.” (Sahut Bruce yang merupakan sahabat karib dari David)


Kalian pasti heran, tapi yah aku memang mengenal Bruce dari awal cuman kami tak pernah begitu dekat ataupun saling ngobrol satu sama lain selama ini. Kami menjadi sedikit dekat hanya tepat sekitar 15 hari yang lalu. Karena dia juga sedikit mempunyai peranan dalam membantu diriku. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih, maka aku juga mengundangnya ke acara ini. Sebenarnya ada satu orang lagi yang ikut terlibat dalam hal ini tetapi dia tak bisa hadir dalam perayaan kecil-kecilan ini, dirinya bernama Sofie dia Seorang cewek perawakan Asia yang benar-benar sangat baik hati.


“Terima kasih semuanya. Maaf yah walau hanya kecil-kecilan cause only this i got. Aku harap kalian suka dan malam ini berkesan” (Ucapku lalu segera duduk di sebelah règina)


“Makanannya mana sih, kok belum datang-datang?” (Tutur Carmine)


“Maaf yah tapi memang aku sudah suruh règina untuk mengatur semua menu malam ini sesuai dengan code yang kami pesan. Supaya makanan yang ada di meja nanti bisa dicicipi oleh semua orang.” (Balasku dengan memberikan senyuman menawan yang aku punyai)


“Udah dengerkan? Makanya sabar dulu yah. Terus kan malam ini pengunjung yang datang juga terbilang cukup ramai. Jadi sabar sefi yah” (Sahut Règina untuk membela diriku)


“It’s okay though! Kita gan terlalu permasalahin kok. Kan bintang utamanya baru ada didepan kita. Ini cuman selebrasi doang aja” (Respon David)


Tak menunggu lama lagi para pelayan segera datang menghantarkan semua makanan-makanan yang sudah ku pesan tadi ke atas meja ini. Intinya berbagai macam makanan Italia ini sudah terhidangkan disini, tak lupa juga aku memesan minumnya jus aja supaya sedikit lebih healthy tapi aku order soda juga sih biar nampol yany pasti no alkohol yah. Soalnya aku sendiri masih belum cukup umur untuk mengkonsumsi minuman jenis itu.


Semuanya kini mulai menyantap makanan yang sudah terjadi dengan tenang. Ternyata makanan yang disajikan di restoran ini benar-benar lezat, selain harganya yang masih bisa di cover, kualitasnya patut di acungi jempol. No wonder tempat makan seperti ini selalu ramai dan menuai review bintang Lima di internet. Makanan yang disajikan juga mulai dari jenis Appetizers (Hidangan Pembuka), ada juga Main Course (Hidangan Utama) dan juga Desserts (Hidangan Penutup atau pencuci mulut)


“Wah makanannya lezat banget, aku kenyang di. Kalian benar-benar tahu cara memilih makannya” (Ucap Bruce)


“Iya Bruce benar, rasanya lezat. Salah satu masakan Italia terbaik yang pernah aku coba” (Sahut David)


“Tentu saja dong, aku kan memiliki selera yang baik dan tentunya familiar dengan jenis-jenis masakan seperti ini. So ini bukan hal baru lagi bagiku tentunya.” (Respon Règina)

__ADS_1


“Kalian jangan berlebihan deh, rasanya biasa aja 11,12 lah dengan masakan Italia pada umumnya. Emang rasanya lezat but nothing really special about it.” (Ungkap Carmine)


“Ya udah kalau kamu udah taunya gitu, ngapain lagi kamu datang? Toh katamu juga gak ada hal yang begitu spesial disini” (Respon balik Règina)


“Yah.. gimana yah, aku cuman mau menghargai Sacha aja toh dia benar-benar menawarkan undangan ajakan ini padaku dengan setengah mati. Aku tak ingin usaha keras sia-sia darinya itu terbengkalai aja.” (Tutur Carmine)


“Udah guys cukup. Kita kan disini hanya untuk ngerayain hari spesial sacha aja. Gak lebih dari itu. So sekarang bukan saatnya bagi kalian berdua untuk bertengkar” (Sahut David)


“Iya gak bisa gencatan senjata walau cuman beberapa jam doang?” (Tutur Bruce)


“Aku sih ga masalah, asal si Carmine minta maaf aja duluan untuk mengakui perbuatannya yang salah” (Respon Règina)


“What? Yang ada kamu tuh yang harusnya ngalah dan minta maaf sama aku, kalau perlu sambil sujud-sujud di kaki aku ini dan mungkin aku bisa pertimbangkan permintaan maaf darimu” (Sahut Carmine)


“Sudah deh, stop dramanya! Kalian emangnya lagi di panggung yah, pakai acara adu tunjukkan kemampuan akting segala” (Respon Bruce)


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat aksi mereka berdua, yup semenjak Dua Minggu terakhir mereka berdua sama-sama menunjukkan sedikit sisi asli mereka dan aku tau tau yang pastinya sejak kapan mulai terjadinya peperangan di antara mereka berdua. Padahal yang awalnya bermasalah dengan Carmine kan hanyalah diriku seorang. Tapi aku juga jadi sedikit tenang karena images Carmine yang benar-benar terlihat sempurna yang mirip dengan seorang gadis lugu itu akhirnya sedikit menghilang. Dan pastinya sudah aku duga bahwa dia hanya berakting dengan menggunakan sifat kayak begitu hanya untuk menarik simpati dari orang-orang saja. Selebihnya bahkan ia kelihatan memuakkan. Di depan mataku bahkan semua tingkah dan aktingnya Carmine benar-benar sangat FAKE. (Masih ingat alasannya? Coba cek episode sebelumnya, aku ada sempat mentioned di situ kok)


“Wah impianmu benar-benar terwujud. Dan sekarang kau harus benar-benar menguasai bidangmu dengan baik” (Sahut David)


“Haha iya aku sendiri juga tak habis pikir, awalnya aku pikir ini hanya akn berakhir sebagai gurauan tetapi sepertinya takdir telah berkata hal yang lain” (Ucapku dengan sedikit tersenyum)


“Berarti kau benar-benar harus bisa mengatur waktumu dengan baik, aku harap semuanya bisa berjalan lancar seperti yang harapkan” (Kata David)


“Iya sih, aku harus lebih melatih diriku untuk siap dengan semua hal ini” (Ucapku lembut)


“Yah padahal baru juga pukul 10.30 dan belum jam 11 loh masa sudah mau cukup aja” (Respon Bruce)


“Aku sih maunya juga gitu tapi kita kan tahu bahwa besok Règina dan Sacha harus masuk kelas. Mereka kan masih seorang siswi, so aku ga mau menyesatkan anak orang” (Ucap David)


“Sayang yah masih bocah di bawah umur mereka berdua.” (Tutur Carmine dengan sedikit sindiran)


“Siapa yang kau bilang boca ha? Dasar sok kecakepan banget sih jadi orang” (Respon Règina)


“Eh kamu nggak sadar diri yah, kamu itu masih boca dibawah umur. Seharusnya kau tak boleh masih terjaga selarut ini. Kau sebenarnya harus tidur dari jam 9” (Kata Carmine dengan sedikit tertawa)


“Biarin aku masih bocah tapi pikirannya benar-benar sudah dewasa daripada kamu yang udah tua, jalan pikirannya masih serupa dengan anak-anak yang masih berstatus Mid School” (Balas Règina dengan meledek Carmine secara terang-terangan)


“Sudah deh, cukup sampai sini yah. Kita bubar aja sekarang” (Tuturku)


“Oke kalau begitu, aku dan sacha pulang bersama soalnya kami kan satu lokasi apartemen. Bruce kau bisa pulang dengan Carmine kan? Lalu kau Règina?” (Sahut David)


“Kalau aku sih tunggu disini aja ntar kakak aku yang datang buat jemput, tenang aku juga sudah menghubungi dia” (Balas Règina)


“Maaf tapi aku gak usah pulang bareng Bruce, soalnya aku masih punya urusan pribadi lainnya. Sepertinya kita berpisah sampai disini saja” (Tutur Carmine)


“Ya udah, aku juga bisa pulang sendiri. Kalian tak perlu mengawatirkan diriku ini” (Respon Bruce)

__ADS_1


“Okay, kalau begitu makasih yah telah datang ke perayaan kecil-kecilan ini” (Sahutku)


-----


Kami semua akhirnya berpisah disana. Aku dan David kini tengah berada di dalam taxi online yang sudah ia pesan. Kami berdua sama-sama dalam perjalanan pulang kembali ke apartemen kami. Tapi entah kenapa keheningan saat ini benar-benar memberikan kesan canggung di antara kami berdua. Dan yeah karena ga ada yang memulai pembicaraan maka akhirnya kami diam-diaman di taxi ini. David juga menatap ke arah jendela disampingnya, sedangkan aku sesekali menatap rupanya dalam keadaan gelap begini. Tapi berusaha untuk tetap stay cool kok, semoga aja ia tak menyadari aku dari tadi sesekali mencuri pandangan pada dirinya.


Setelah sampai, David membayar taxi nya dan kami berjalan bersama masuk ke dalam cuman kami berpisah saat hendak masuk lift. Dia membiarkan diriku masuk terlebih dahulu ke dalam lift sementara ia menunggu di luar. Kami saling mengucapkan kata “goodbye” dan “selamat malam” sebagai ucapan terakhir.


----


Aku benar-benar merasa lelah. Sesampainya di apartemen milikku aku segera berganti baju dan juga mengecharge ponselku serta melakukan beberapa Night Routine sebelum akhirnya aku terlelap.


Gimana jadi dengan membaca episode kali ini apa kalian sudah tahu apa maksudnya? Atau aku harus menjelaskan lagi. Well singkatnya gini, 15 hari yang lalu aku akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran dari pak Gerald, dan kami juga sudah mempelajari sekaligus menganalisa kontrak darinya. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi kontrak tersebut. Dan barusan kami sedang merayakan hal itu semua.


Apa? Masih belum paham dan minta nuntut lebih. Oke deh demi Kalian akan aku jelaskan jauh lebih detail. Soalnya pasti kalian merasa aneh bukan dari episode sebelumnya ke episode ini tau-tau nya aku udah mau jadi model. Maaf yah, maafin aku. Soalnya aku ga sabaran banget. Sebenarnya perjuangan aku gak semudah yang aku mention di atas tadi. 15 hari itu benar-benar cukup melelahkan bagiku. Dan juga ada beberapa hal yang telah terjadi. But let see together


(Flashback)


Hari liburan benar-benar terasa menyenangkan tapi yah sekarang sudah waktunya untuk kembali masuk sekolah. Dan aku masih teringat jelas tawaran pak Gerald tempo hari itu. Waktu yang diberikan pada diriku cukup terbatas dan aku sudah harus memutuskan apa jawaban dari besok.


.


.


.


.


.



Sorry yah, lanjutan flashback part ada di Next Episode.


So Stay Tune di Untouchable (Tak Dapat Disentuh)


.


.


TBC


Please jangan lupa bagi yang belum subscribe, segera subs karya ini dan starnya dong aku tunggu.


Kalian mungkin menganggap ini remeh tapi jujur setiap dari aksi kalian ini benar-benar sangat berarti bagi penulis seperti kami.


Terima kasih atas waktu yang kalian luangkan untuk membaca karyaku ini

__ADS_1


See ya in the next episode!


__ADS_2