
“Flashback continuous”
Author POV
Keesokan harinya selepas pulang sekolah Sacha dan règina pergi ke studio dimana David bekerja, seperti janji mereka kemarin. Mereka kesana hendak untuk menemui teman David yang katanya dapat membantu Sacha dalam mempelajari dan menganalisa kontrak sacha.
Rasanya semenjak mengambil kontraknya di perusahaan tersebut, Sacha tak henti-hentinya merasa bahagia. Ntah mengapa ia benar-benar merasa positif dengan hal yang ia lakukan saat ini. Ia hanya berharap bahwa hasil akhirnya baik persis seperti apa yang ia harapkan.
Tak terasa sudah 20 menit mereka menunggu teman David yang kemarin ia bicarakan tetapi mereka belum juga datang. David tadi juga sudah menghubungi temannya dan kata mereka sepertinya mereka mungkin akan datang sedikit terlambat. Tapi hal tersebut tak melunturkan semangat Sacha, ia tetap stay positif.
Setelah menunggu sekian lama, David memberi tahu kepada sacha bahwa teman yang ia bicarakan tersebut sudah datang dan ia sekarang ada di ruangan tamu. David memberikan Sacha sedikit tips sebelum menyuruh dirinya untuk nenghadap menemui temannya. Jujur ntah mengapa kini Sacha justru merasa sedikit gugup tapi règina tetap menguatkan dirinya. Bahkan règina mengatakan bahwa ia akan menemani Sacha untuk menemui mereka secara langsung.
Mereka akhirnya memutuskan untuk masuk bersama, tak lama kemudian terdengar suara dari dalam.
“Oh jadi teman yang diomongin David adalah kamu toh” Sahut règina.
“Well iya, dan teman yang dibahas David untuk dibantu ternyata kalian” Respon Carmine.
“Wah kelihatannya cukup menarik yah, ternyata kalian sudah saling kenal. Sepertinya kita harus kenalan karena kita belum pernah bertemu bukan” Sahut Bruce.
Ketegangan yang dirasakan Sacha akhirnya sedikit mereda dan akhirnya mereka saling berkenalan satu sama lain. Dan yah Sacha juga harus menahan dirinya, walau ia tak suka bekerja atau bertemu dengan Carmine tapi nyatanya salah seorang yang hendak membantunya justru adalah orang yang tak ingin ia temui itu. Dunia benar-benar tak terduga yah.
Sacha hanya berharap bahwa Carmine tak memiliki masalah dengan sikap yang terakhir kali ia tunjukkan kepada dirinya. Tapi tak dapat dipungkiri sih, ulah Sacha memang sedikit salah dan bisa saja tingkah laku Sacha kalah itu mengusik Carmine. Hal itu yang kembali mendatangkan parno kedalam diri Sacha. Ia memiliki banyak keraguan dengan pertemuannya dengan Carmine Kali ini.
Beda hal dengan règina, ia malah kini justru duduk manis bercengkrama dengan mereka, perasaan awal yang sempat sedikit menganggu règina kini sudah hilang karena ia tahu orang yang dihadapinya adalah Carmine dan melihat sifat dan karakteristik Bruce juga tak memberikan kesan aneh yang sempat ia bayangkan. Hanya saja ia tahu pasti sahabatnya ini si Sacha lah yang mungkin sedang was was dalam menghadapi Carmine. Règina juga menyadari tingkah Sacha kali ini dalam bersikap lebih dikontrol, sacha benar-benar berusaha lemah lembut dihadapan Carmine dan Bruce. Soalnya orang yang sudah mengenal Sacha sejak lama pastilah tau bahwa Sacha tak pernah bersikap seformal ini apalagi lawan bicaranya merupakan orang-orang yang umurnya juga tidaklah terbilang jauh dari dirinya.
Setelah merasa basa-basi ini cukup, Bruce mulai menanyakan hal terkait kontrak yang David bicarakan tersebut. Akhirnya disinilah sacha mulai membuka bibirnya dan mengutarakan semua yang ia inginkan katakan kepada Bruce. Sacha bercerita dari awal mulai ia dapat tawaran tersebut hingga perlakuan yang dianggapnya sedikit istimewa saat dirinya mengunjungi kantor tersebut yang notabenenya hanya untuk mengambil dan melihat kontrak penawaran tersebut. Carmine, orang yang tak terduga kini mulai angkat suara mengenai kejadian atau peristiwa yang dialami Sacha tersebut. Ia mengakui bahwa kinerja atau rasa kepuasan orang yang bekerja di tempat tersebut memang sangatlah tinggi jadi mereka (pihak perusahaan) tentulah menyediakan sarana-prasarana yang berkaitan dengan aspek dan hal-hal yang ingin mereka tuju. Tetapi disini Carmine juga tak memunafikan bahwa hal yang mereka lakukan itu pastinya tak hanya sebatas kode etik perusahaan, melainkan juga ada kepentingan pribadi yang mereka inginkan.
Bruce pun akhirnya membuka tas yang berbentuk koper mini tersebut lalu mengeluarkan segala dokumen-dokumen yang ada dalan tas tersebut tanpa terkecuali. Dirinya mulai membagikan beberapa dokumen ke pangkuan Carmine untuk dilihat lebih lanjut. Bruce mengatakan bahwa mereka akan mencoba membantu dan memberikan solusi kepada sacha sebisa mungkin. Oh iya btw Carmine adalah seorang ahli komunikasi dan dapat dibilang pakar dalam sektor hak pemasaran dan promosi makanya tak sedikit perusahaan menggunakan jasa dirinya tersebut. Tapi sayangnya Carmine tak pernah suka bekerja tetap di suatu tempat. Dirinya lebih menyukai untuk berpindah-pindah dan mengeksplorasi banyak hal. Oleh karena itu jangan heran dia kadang sering keluar kota bahkan keluar negeri untuk hal ini. Karena dirinya sering dikontrak berjangka waktu.
Sedangkan si Bruce basic nya emang di bagian konsultanan dan rana hukum. Ia sering digunakan jasanya untuk memberikan bantuan solusi atau nasihat hukum atau kadang jasanya juga diperuntukkan sebagai bala bantuan hukum. Sama seperti Carmine dirinya juga tak kerja di suatu tempat saja tetapi ada perbedaan mencolok diantara mereka, yakni kalau Bruce ia bekerja di suatu instansi yang memang menyediakan atau memperjualbelikan jasa bantuan hukum. Dan disamping itu juga Bruce memiliki keahlian lain dalam hal-hal yang sifatnya profit (keuntungan), makanya jangan heran saat ia juga kadang membantu suatu perusahaan dalam memberikan solusi atau saran mengenai rana untung dan rugi.
Okay anyway mereka berdua membaca dokumen itu secara singkat dan mereka mengambil keputusan bahwa mereka harus menganalisa hal ini lebih dalam. Pasalnya banyak kata-kata yang terdengar samar-samar yang terdapat dalam kontrak tersebut. Mereka mengakui bahwa perusahaan tersebut benar-benar hebat dalam mendesain atau membuat kontrak ini, karena yah itu bahasanya yang sifatnya multi tafsir. Orang-orang yang tak memahaminya dengan baik mungkin takkan berfikir panjang dan langsung mendatangani kontrak seperti ini. Karena mereka benar-benar mampu menyorotkan hal-hal atau item-item yang membuat orang menjadi tergiur dan tak pikir panjang lagi mengenai isi lainnya.
__ADS_1
Carmine juga mengatakan akan berusaha sebisa mungkin untuk membantu mereka demi David. Tak lupa pula Bruce menambahkan bahwa sepertinya mereka butuh sekitar seminggu untuk mempelajari dan menganalisa kontrak ini secara mendalam. Karena selain hal ini mereka sebenarnya juga mempunyai pekerjaan utama masing-masing dan hal ini adalah sambilannya saja hitung-hitung untuk bantu teman. Tapi sacha juga sudah memberitahu kepada mereka bahwa ia hanya diberi waktu 10 hari dan ia sudah mengabiskan waktunya sehari, dan sekarang tinggal tersisa 9 hari saja.
Selepas itu mereka berpisah dan katanya akan mengabarkan kalau ada info tambahan yang akan mereka dapatkan dari hal ini. Kini Sacha, Carmine dan Bruce juga sudah saling bertukar kontak satu sama lain. Sebelum pulang David mengajak mereka berdua untuk makan malam bersama di sebuah warung cepat saji yang tak jauh dari studio ini.
***
3 hari kemudian Sacha saat sedang main-main ke tempatnya David ia tak sengaja bertemu dengan Carmine yang kebetulan sedang ada disana. Dan yup tentu saja kali ini Sacha mulai kembali mengontrol sikapnya dan berusaha bertingkah senormal mungkin dihadapan dirinya. Tak lama setelah 15 menit berbincang-bincang Carmine mengajak Sacha pergi ke pantry. Ditempat yang sepi tersebut mereka berdua berdiam diri saling mematung. Sacha sebenarnya tak ingin mengikuti keinginan Carmine tapi yah karena dirinya sedang butuh bantuan orang yang dari awal tak disukainya tersebut jadi mau tak mau ia benar-benar harus menjaga sikapnya di hadapan Carmine.
Tak lama kemudian keheningan tersebut pecah karena Carmine mulai angkat suara.
“Wah, wah Sacha aku sangat suka aktingmu. Kau benar-benar luar biasa, harusnya kau menjadi aktris saja dari pada seorang model”
“Apa maksudmu? Aku gak tau apa yang sedang kamu bicarakan” Respon Sacha.
“Sudah deh, sekarang hanya kita berdua. Lebih baik kau hentikan sandiwara palsumu itu dari hadapanku soalnya aku mulai ennek melihatnya.” Pinta Carmine.
“Aku tak bodoh, aku menyadari perubahan sikapmu yang secara drastis menjadi simpati dan care terhadap diriku. Kau sebaiknya hentikan itu, maka aku juga tak perlu harus melanjutkan sandiwara ku menjadi gadis baik yang lugu di hadapan dirimu.” Tambahnya.
Sacha pun akhirnya kaget dan kini ia berusaha mengontrol keadaan yang sekarang sedang terjadi ini. Akhirnya ia sedikit tersenyum dan tertawa lalu mengatakan
“Wah kau cukup berani yah. Benar-benar patut diacungi jempol. Padahal kalau melihat kenyataannya dirimu lah yang kini sedang memohon bantuan diriku” kata Carmine
“Yah aku sadar emang aku sedang butuh bantuan kepada dirimu, oleh karena itu aku berusaha bersikap ramah dan sopan terhadapmu. Tapi apa boleh buat karena kau tak menginginkannya, maka aku akan bersikap seperti semestinya.” Ucap Sacha.
“Jujur aku sebenernya tak tahu sama sekali apa masalahmu dengan diriku. But i dont care, lagipula aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Jadi semoga beruntung kamu dalam melalui semua test yang akan aku buat. It’s not gonna be easy.” Tutur Carmine sebelum ia pergi meninggalkan Sacha disana.
Mendengar hal tersebut sedikit menimbulkan kekhawatiran dibenak Sacha saat ini. Ia benar-benar takut bahwa Carmine bukannya malah membantu dirinya tapi malah mengacaukan semua ini. Namun sacha berusaha menenangkan dirinya dan pastinya ia harus bersiap-siap dan mewaspadai diri terhadap gerak gerik Carmine yang mungkin akan ia lakukan.
***
Dalam beberapa hari kedepan tak ada hal yang begitu berarti terjadi akan tetapi kecemasan Sacha tidaklah berhenti dengan mudah, apalagi memikirkan ucapan dari Carmine.
Tapi yah nyatanya emang seperti itu, sampai hari terakhir batas kontrak tak ada satu hal yang janggal terjadi yang membuat Sacha curiga. Sebenarnya sih Carmine cuman menggertak Sacha sehingga ia sedikit khawatir dan memberikan beban pemikiran tambahan di kepalanya. Tapi Carmine juga sebenarnya ogah-ogahan dalam membantu Sacha, ia terpaksa karena ini semua permintaan David. Yup tak tau mengapa akhir-akhir ini Carmine sedang kecanduan paras dan rupa David. Ia tak tahu itu cinta atau tidak yang jelas ia benar-benar ingin merasakan manisnya hal tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya tugas Carmine dalan membantu Sacha tak seribet dengan hal yang dilakukan Bruce. Tapi Carmine juga tak begitu merasa peduli dengan berkas-berkas yang sedang tertumpuk itu di rumahnya. Ia baru membaca dan mempelajarinya sekitar 2 hari sebelum keputusan Sacha dibuat. Dan juga ada beberapa warning signs yang tertulis di kontrak tersebut tapi sepertinya Carmine tak ingin memberitahukan hal tersebut pada Sacha, dia ingin membuat sacha merasa kapok sendiri.
***
Hari tersebut akhirnya tiba, dan mereka semua baik itu David, Règina, Sacha, Bruce dan Carmine berkumpul di studio dimana David berkerja sore itu. Karena kebetulan David tak memiliki job yang berat ia bisa menemani mereka semua sambil mendengarkan hasil analisa teman-temannya dan apa keputusan final yang akan diambil oleh Sacha.
Hal itu sebenarnya tak terjadi dengan lama hanya sekitar satu jam, dimulai dari Carmine yang memberitakan apa isi dari yang ia pelajari di tambah dengan saran dan solusi langsung darinya, terus langsung disambung oleh Bruce. Sacha akhirnya legah, bahwa ternyata isi dari kontrak tersebut semuanya lumayan positif jadi akhirnya ia memutuskan untuk mendatanganinya.
Setelah keputusannya bulat, ia kini bersama Règina pergi ke kantor tersebut lagi. Sesuai janji kesepakatan, mereka akan menunggu keputusan final sacha sampai jam 9 malam hari itu. Tetapi sebelum pergi ke sana, sacha terlebih dahulu mengabari hal ini kepada kedua orangtuanya dan saudari-saudarinya. Yah walau awalnya sedikit ada masalah karena ada pertentangan dari mereka tapi Sacha berhasil meyakinkan mereka. Waktu kini menunjukkan pukul 8 malam dan dirinya baru saja sampai di Perusahaan tersebut. Mereka akhirnya berjalan masuk kedalam sana.
Selang waktu 30-40 menit, Sacha akhirnya resmi menjadi model digital mereka. Semua dokumen-dokumen telah ia tanda tangani dan manajer juga memberitahukan padanya bahwa 2 hari lagi ia harus siap ikut brifing, karena mereka akan mentrainer Sacha terlebih dahulu untuk mengasah dan melatih skill miliknya.
Setelah dari sana ia bersama Règina pulang naik taksi online, dan didalam taksi ia mengabarkan David tentang hal ini dan ia dapat dengar ucapan selamat yang datang dari mereka semua yang masih ada di studio. Tak lupa pula ia mengabari keluarganya untuk memberitahukan info terbaru ini. Dan yah seperti yang ia duga respon dari keluarganya biasa saja, justru mereka memberi banyak peringatan pada Sacha tentang bagaimana ia harus menjaga diri kedepannya.
Malam benar-benar berakhir saat indah kala itu, Sacha tak henti-hentinya bersyukur. Ia benar-benar tak habis pikir mimpinya yang dikiranya takkan terwujud jutru kini tengah terjadi. Dan sekarang ia harus bersiap-siap pada chapter lain hidupnya yang akan segera dimulai
.
.
.
.
.
Please subscribe dan share starnya yah
Stay tune selalu di Untouchable (Tak Dapat Disentuh)
Terima kasih telah membaca UNTOUCHABLE
__ADS_1
See you in the next episode!