
(Flashback On)
Mark POV
Aku tak benar-benar bersikap terbuka, dan aku tak pandai dalam hal itu. Aku selalu menyangkut pautkan semuanya dengan hal-hal yang terjadi dimasa lalu. Which is true!
Sebenarnya bertahun-tahun yang lalu, sewaktu kami masih tinggal di Inggris, semuanya tampak sempurna. Kami keluarga kecil yang bahagia, ayah memiliki karir di dunia bisnis yang cemerlang. Kami memiliki semuanya rasa hormat, ketenaran, harta, tahta. Tetapi semuanya berubah saat karir ayah jatuh dan semua bisnisnya bangkrut. Kami terlambat menyadari bahwa selama ini kami di kelilingi oleh mereka 'the saint'. Mereka adalah orang-orang yang hanya bermuka dua dan sangatlah toxic dan clearly racun mereka berhasil masuk dan menginfeksi keluarga kecil kami yang bahagia.
Bersamaan dengan karir ayah yang hancur berantakan, kami semua benar-benar kehilangan segalanya. Tak ada lagi rasa hormat, tak ada tahta. Bahkan semua orang-orang yang dulunya berstatus sebagai kawan kini menjauh dan berubah 180 derajat menjadi lawan. Hal itu juga mempengaruhi kehidupan anak kecil seperti aku kala itu. Semua orang-orang yang ku anggap teman, mereka menjauhkan diri dariku. Bahkan tak sedikit dari mereka juga ikut mencemooh aku dan keluargaku.
Setiap hari kami seluruh menerima hinaan dan keluhan dari semua orang tanpa henti. Rasanya seolah-olah dunia berubah dan memusuhi keluarga kami. Sewaktu kecil aku juga tak sengaja mendengar para teman ayah dan ibu sering berbisik-bisik dan saling bergosip tentang hal-hal buruk mengenai kami. Tapi saat mereka di mata publik, tak sedikit mengucapkan belasungkawa atas setiap kejadian yang terjadi pada keluarga kami. Yup mereka adalah orang-orang yang sama yang saling bergosip ria tetapi mengenakan kembali topeng mereka saat semua mata tersorot pada pandangan mereka. Hal ini merupakan titik kritis dari kehidupan kami.
Karena menerima terlalu banyak keluhan dan komplain, kedua orang tuaku memutuskan untuk pindah dari tanah mereka, rumah mereka. Dan disinilah kami memulai semuanya dengan baru, di pulau baru di tanah dan negeri yang asing. (Penjelasan lebih detail silahkan baca episode 2 agar kembali refresh di memori kalian – Author)
Oleh sebab itu aku memiliki hal serius dengan semua ini. Tak kubiarkan satupun orang asing yang masuk di kehidupan ini yang akhirnya kembali membaik. Namun beberapa kurun waktu terakhir ini aku bertemu dengan seorang gadis yang berasal dari New Orleans. Aku tak tau mengapa tapi gadis ini benar-benar unik dan lihai. Yah dia tipe yang cerdik. Oleh karena itu aku selalu menjaga jarak darinya, karena dari pengalaman tipe orang yang seperti ini kadang bisa membawa 'trouble' ke dalam kehidupan kalian.
Akan tetapi semakin aku mencoba mendorong dirinya menjauh justru makin membuat dirinya semakin dekat padaku. Ditambah seiring kedekatan kami ada sesuatu aneh yang timbul didalam diriku ini. Percayalah hal ini sangat sulit, aku sudah mencoba menghilangkannya tapi rasanya semua usahaku tersebut hanyalah sia-sia. Ditambah dokter Kevin juga memberikan komentar bahwa hal yang sedang aku hadapi tersebut adalah masalah asmara. Namun aku terus saja mengabaikan dan berpura-pura seolah aku tak pernah mendengar hal tersebut. Aku bertingkah seolah pikiranku tak pernah mengingat apapun.
Jujur pasti kalian berpikir tindakan yang aku lakukan ini sangatlah konyol. Tapi aku benar-benar tak bisa mempercayai hal tersebut. Aku merasa seolah ada bahagian diriku yang berusaha keras untuk menolak dan memberontak. Aku masih tak tahu apa hal istimewa dari gadis seperti dirinya. Kalau dilihat-lihat dia tak memiliki segala kualifikasi calon ideal yang seperti aku pikirkan. Justru dia itu adalah trouble maker. Setiap masalah aneh yang tertimpa pada diriku pasti disebabkan oleh ulah dirinya. Oleh karena itu aku selalu meragukan perasaan aneh ini. Pasti hal ini bukanlah cinta. Lagipula seandainya benar kalau aku tak sengaja jatuh cinta pada dirinya kan belum tentu dua juga memiliki perasaan yang sama sepertiku. Aku sungguh tak ingin merasakan yang namanya patah hati. Sepertinya ego priaku benar-benar tak bisa luntur semudah itu.
Sekitar 10 hari yang lalu aku merasakan ada beberapa hal aneh yang terjadi padaku. Aku selalu merasa seperti ada yang mengawasi diriku, tetapi setiap aku berbalik dan menatap sekeliling, aku tak menemukan hal apapun dan itulah keanehannya. Aku tak mungkin berhalusinasi karena rasanya sungguh real, sangat nyata.
Beberapa hari kemudian aku merasakan ada kejanggalan di apartemen milikku. Awalnya aku pikir itu hanya perasaanku, tetapi aku merasakan hal yang ganjal tersebut dua kali. Aku melihat ada beberapa benda di apartemen milikku yang berpindah-pindah secara ngasal. Seolah ada seseorang yang sedang membongkar apartemenku. Namun saat aku periksa, nyatanya tak ada satupun ada benda yang hilang dari sana. Makanya di awal aku tak ingin ambil pusing. Tetapi selang dua hari kemudian, hal yang sama terulang. Aku merasakan kehadiran seseorang di apartemenku akan tetapi aku sudah memeriksa semua ruangan namun tak menemukan siapapun. Tidak ada tanda-tanda pembobolan maupun hal mencurigakan lainnya. Sampai aku secara tak sengaja melihat sosok bayangan di kamar mandi milikku saat sedang mandi. Hal itu sedikit mengangetkan aku tetapi hal tersebut hanyalah samar-samar karena dari ruang shower yang terlihat hanya sosok yang blur. Yang membuat aneh adalah laptopku berpindah secara tak lazim. Aku mengingat menaruh laptopku di laci, dan bukannya di kasur. Aku sangat yakin dengan hal itu, pasalnya saat aku hendak mandi aku melihat tak ada apapun di kasurku tetapi setelah mandi kok secara ajaib aku melihat laptopku tergeletak di kasur.
Karena semua kejadian itu, aku memeriksa apartemen ku sekali lagi dan memastikan tak ada barang yang hilang. Dan yah benar saja, tak ada barang apapun milikku yang hilang. Kini aku memeriksa laptopku dan nyatanya sama aja, tak ada hak atau jejak mencurigakan lain yang kutemukan. Dia juga pasti tak bisa membuka laptopku, karena aku menaruh pengaman yang dirancang khusus yang sudah diprogramkan oleh temanku. Oleh karena itu tak sembarang orang bisa membukanya apalagi tanpa seizin dariku. Yah karena aku tak menemukan bukti kuat lainnya, aku akhirnya memutuskan untuk melupakan kejadian yang satu ini.
***
Besok adalah weekend, dan rata-rata anak disekolah menghabiskan waktu mereka dengan liburan. Tetapi tidak dengan diriku, pasalnya aku harus mengikuti sesi pemeriksaan rutin mengenai kesehatan ku. Lagipula rumah sakit telah menetapkan sesi pertemuan ku dengan dokter kevin.
Paginya aku terbangun dan menjalani rutinitas dengan biasanya. Aku kembali mengikuti gym untuk workout seperti setiap harinya. Well sepertinya kalian tidak tahu tapi aku sudah memindahkan semua sesi latihan kebugaran ku di ruangan gym lain yang ada di apartemen ini. Sebenarnya apartemen ini memiliki 3 ruang fitness. Yang paling utama adalah tempat yang sebelumnya aku sering ikuti. Setiap penghuni apartemen disini yang bertanya tentang ruang olahraga pasti akan disarankan ke ruangan tersebut. Makanya 2 ruang gym lainnya tak begitu padat seperti ruang utama. Sebenarnya hal itu biasa saja sih, wajar-wajar saja. Mengingat bahwa ruang utama itu sangatlah besar dan luas, tak bisa dibandingkan dengan 2 ruang gym lainnya. Alat-alat disana juga lebih lengkap. Namun karena aku sudah memutuskan untuk membuang perasaanku, maka aku juga harus segera menjaga jarak dari Sacha. Bahkan aku berniat saat pembayaran sewa apartemen ku berakhir, aku ingin pindah ke apartemen lain di gedung ini yang masih kosong.
Pastinya itu adalah hal terbaik bagiku atau bagi Sacha. Aku sudah berhasil memindahkan tempat latihanku, maka aku juga pasti bisa memindahkan tempat tinggal milikku. Plus sesegera mungkin aku juga akan mengikuti ujian akhir, lalu aku akan segera lulus dari sekolah tersebut. Dengan begini aku bisa menjauhkan diri dari Sacha.
----
Selepas makan siang, aku segera bersiap-siap untuk pergi ke pemeriksaan ku di rumah sakit untuk menemui dokter Kevin. Ditambah aku juga telah menerima email dari beliau yang isinya mengatakan bahwa hari ini jadwalnya tidak padat dan ia memintaku untuk datang lebih awal dari biasanya. Setelah siap aku segera menuju pada halte bus lalu berangkat menuju ke tempat tersebut
Sesampainya di rumah sakit aku menemui suster yang biasa aku jumpai di tiap minggunya. Mereka menyuruh ku untuk menunggu sebentar lagi, pasalnya masih ada satu pasien terakhir yang sedang ditangani oleh dokter Kevin.
__ADS_1
Jujur dalam perjalanan kemari, aku merasakan ada hal yang aneh dan sedikit janggal. Sejak keluar dari pintu apartemen milikku, ntah mengapa aku merasa seolah ada seseorang yang tengah mengikutiku sampai di halte tadi. Dan perasaan itu kembali terasa lagi sesaat aku tiba di rumah sakit. Dengan jelas dapat kurasakan ada seseorang yang mulai mengikuti diriku lagi. Aku tak tau jika ini halusinasi atau hanya sekedar paranoid saja.
Nafasku terasa legah saat salah satu perawat memanggil diriku untuk segera menemui dokter kevin. Dan seperti biasa ia melakukan pemeriksaan check up secara rutin dan memberikan ceramah konsultasi darinya padaku ditambah dengan sesi tanya jawab lainnya. Basically dia mau aku terbuka dan bersikap jujur pada dirinya.
Setelah sesi kami berakhir aku hendak berpamitan dengan dokter kevin tetapi ada seseorang yang menginterupsi pertemuan kami. Seorang perawat mendapatkan dirinya sedang menguping dari luar sejak tadi dan saat perawat tersebut hendak memanggil security, dia justru malah memberontak dan masuk ke ruangan ku ini.
Kalian pasti tak percaya lagi, dirinya sudah sangat familiar. Dia adalah Sacha. Yup sepertinya Sacha dari tadi sudah membuntuti diriku dan kini ia nekat masuk kedalam sesi perawatan yang kujalani dengan dokter Kevin. Aku benar-benar tidak tahu apa keinginannya tapi yang aku tahu bahwa aku menanyainya secara langsung. Dan dia harus menjawab semua pertanyaanku tanpa terkecuali.
“Mark, maaf tapi semua ini tak seperti yang kau bayangkan” (Tutur Sacha)
“Sacha, apa yang kau sedang lakukan disini?” (Tanyaku)
“Maaf, kami akan segera membawa wanita ini dari sini” (Ujar sang security)
“No, no kalian lepaskan aku. Aku disini hanya untuk temanku. Mark itu temanku” (Ucap Sacha yang kini membuat sang security menjadi bingung)
“Sudah pak, tidak apa-apa. Tinggalkan saja dia disini dan tolong saat keluar jangan lupa untuk pintunya ditutup” (Respon dokter Kevin sambil tersenyum)
“Tapi dok, diakan..” (Ucap sang security Yang disangga oleh dokter Kevin)
“Apa kau tak dengar ucapanku tadi? Lagipula wanita ini sudah mengatakan bahwa ia adalah teman pasienku. Jadi kau tak perlu khawatir pak”
“Sekarang kau jawab pertanyaan ku, apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kau membuntuti diriku?” (Kataku dengan sedikit garam)
“Sudahlah Mark, ketegangan tak baik untuk kesehatanmu sendiri. Semua bisa dibicarakan secara baik-baik” (Ucap dokter kevin yang mencoba menenangkan diriku)
“Iya, kau benar dok. Maafkan aku yang sudah menciptakan kegaduhan ini.” (Tuturku)
“Btw tadi pasienku sempat menyebutkan namamu. Maaf jika lancang apakah kamu Sacha Blowsé?” (Ucap dokter Kevin yang memecah keheningan yang terjadi)
“Tunggu, apa kau mengenal diriku Dokter?” (Kata Sacha dengan ekspresi wajah yang bingung)
“Iya, tentu saja. Jangan bilang kau telah melupakan diriku nona Blowsé” (Ucap dokter kevin dengan sangat lembut)
“Tunggu dulu, apa yang terjadi disini? Apa kalian sudah saling kenal? Apa ada yang bisa jelaskan padaku?” (Tuturku dengan ekspresi wajah yang penuh dengan banyak pertanyaan)
“Maaf Mark, tapi seperti aku mengenal dokter ini. Dia..” (Balas Sacha yang tiba-tiba diputus oleh dokter kevin)
“Begini tuan Mark, sebenarnya adalah....”
__ADS_1
.
.
.
.
.
<>
Bagaimana episode kali ini?
Beritahu aku opini kalian di kolom komentar yah!
Sorry kalau banyak typo yang berhamburan!
____
Next episode :
“Jadi kalian sudah saling mengenal satu sama lain. Oh god, ini benar-benar membingungkan. Nona Blowsé, boleh aku minta waktumu sebentar, adalah beberapa hal ingin aku bicarakan”
.
.
TBC
Thanks yang udah support aku dan meluangkan waktu kalian untuk membaca karyaku ini
I love you all!
Please follow, subscribe, like, vote dan share yah
Setiap respon kalian benar-benar berarti bagi penulis.
See ya in the next episode!
__ADS_1