Tak Dapat Disentuh

Tak Dapat Disentuh
Sure Thing


__ADS_3

Author POV


(Flashback)


Sepulang dari liburan mingguan Sacha terus kepikiran tentang penawaran yang dibuat oleh pak Gerald kepada dirinya. Ia benar-benar sangat ingin mengambil penawaran tersebut. Bahkan dari awal saat Sacha bertemu dengannya, ia sudah sangat ingin menjawab iya secara langsung. Tetapi somehow kata-kata tersebut tak bisa keluar dari mulutnya. Seolah ada sesuatu yang menahan dirinya, seperti ada beban yang memberatkan bibirnya. Hal tersebutlah yang menyebabkan Sacha justru menjawab bahwa ia akan mempertimbangkan tawaran tersebut. Walau kepalanya sedikit butuh proses untuk memilah-milah kata sebelum ia ucapkan kala itu.


Tak terasa ini sudah 3 semenjak liburannya kemarin. Dan ia sepertinya terus menghitung waktu mundur hingga batas terakhir dari hari penawaran yang dimilikinya. Iya sebenarnya dia sudah mencoba melakukan banyak hal untuk memantapkan keputusan miliknya namun ntah mengapa selalu ada celah di hatinya yang menganggu sehingga alhasil ia kembali meragukan keputusan yang hendak diambil olehnya. Sacha sudah coba browsing tentang pengalaman-pengalaman orang yang part time sebagai model, ia juga sudah banyak ratusan artikel hanya untuk menganalisis perbandingannya, bahkan sudah menonton beberapa video yang ia harap akan membantu Tapi nyatanya hasilnya tetap aja selalu ada yang kurang.


Pasti kalian juga pernah berada dalam posisi dimana hal yang kalian benar-benar inginkan untuk di jalani tetapi ntah satu dan lain alasan, justru hal tersebut menyebabkan adanya hambatan antara kalian dengan hal yang kalian inginkan. Apalagi saat kalian dihadapkan dengan putusan yang benar-benar bisa memberikan pengaruh besar bagi hidup kalian, pasti kalian juga akan memikirkannya secara matang-matang sebelum mengambil langkah berikutnya bukan? Tapi terkadang bagi semua orang rasanya begitu mudah untuk memilih dan memutuskan hal yang menjadi targetnya. Tetapi bagi sebagian orang yang lain justru mengalami hambatan atau kesulitan dalam memutuskannya. Resiko, kelebihan dan kekurangan. Semua celah itu pasti akan kita cari sebelum benar-benar mau melangkah menuju pada hal yang kita putuskan. Kurang lebih situasi itulah yang sedang dirasakan oleh Sacha.


Ia juga sudah pernah meminta beberapa saran dari temannya, walau tanpa menjelaskannya secara langsung. Dan yup keputusanya selalu tetap berada di titik yang sama, yakni ia tetap siap untuk melanjutkan dan mengambil kesempatan untuk menjadi seorang model tersebut. Sampai tepat 2 hari kemudian ia mendapat email dari divisi tim pak Gerald, mereka juga akhirnya menanyakan terkait keputusan Sacha. Mereka menghubungi sacha langsung melalui ponselnya.


Sacha pun meringankan pundaknya lalu menjawab ia dia bersedia dengan rumah produksi pak Gerald tetapi terlebih dahulu ia ingin membaca dan mempelajari kontrak yang akan di tawarkan padanya sebelum ia benar-benar memfinalisasi opsi pilihan yang akan diambilnya. Ia terus terang bahwa ia sangat tertarik dengan penawaran yang diajukan kepada dirinya, tetapi ia juga harus terlebih dahulu mengetahui apa yang akan ia lakukan kedepannya. Oleh karena itu ia meminta waktu tambahan untuk mempelajari kontrak dari mereka.


Untungnya tim rumah produksi tersebut sama sekali tak keberatan dengan keputusan dan permintaan yang diambil oleh Sacha. Mereka menyuruhnya untuk datang ke kantor mereka untuk pengisian administrasi sekaligus pengambilan kontrak yang ingin sacha pelajari itu sore nanti. Mereka juga akan memberikan lembaran-lembaran informasi yang mungkin Sacha butuhkan yang berkaitan baik itu dengan perusahaan Mereka maupun dengan profil pekerjaan Sacha nantinya.


Mendengar hak tersebut jelaslah memunculkan garis-garis senyuman di wajah milik Sacha. Ia sangat bersemangat sekali dengan hal ini, ia juga bersyukur karena permintaan dan keinginannya di kabulkan, walau awalnya ia sempat ragu perusahaan sebesar itu mau mendengarkan keluhan-keluhan dari calon pekerjanya. Mereka juga memberikan Sacha waktu 10 hari untuk mempelajari kontrak tersebut sebelum benar-benar memutuskan ia akan melanjutkan keputusannya dengan mendatangani kontrak tersebut atau justru ia takkan melanjutkan keinginan dirinya dengan membatalkan atau tidak mendatangani kontrak tersebut.


Sacha pun menyetujui syarat dari perusahaan tersebut. Ia kini semakin bersemangat untuk pergi ke perusahaan rumah produksi tersebut. Disekolah ia segera menghubungi Règina untuk memberitahu semua berita ini. Règina pun mengungkapkan selamat padanya mengenai keputusan yang akhirnya ia ambil. Tak sampai disitu, sacha juga menghubungi règina untuk menanyakan pada dirinya apa ia mau menemani sacha pergi ketempat tersebut. Dan untungnya jawaban yang ia dengar persis dengan apa yang ia harapkan. Règina mau menemani dirinya sore nanti ke kantor tersebut. Tak lama kemudian terdengar bel berbunyi, pertanda jam pelajaran berikutnya telah masuk. Sacha segera masuk kembali kedalam kelasnya, bahkan kali ini ia tak lagi kelihatan seperti orang gugup yang ketakutan. Ia sekarang jauh lebih bercahaya karena aura kebahagiaan dirinya benar-benar terpancarkan keluar sehingga siapapun yang melihat pasti merasa adem


-----


Bel pulang telah berbunyi, para sisiwa dan sisiwi pun mulai keluar kelas dan kembali pulang. Demikian pula dengan Sacha, ia kini sedang menunggu sahabatnya itu di taman biasa mereka ketemu. Tak perlu tunggu lama sosok Règina tersebut datang menghampiri dirinya. Ia memberikan banyak ucapan selamat kepada Sacha. Selepas itu ia juga meminta traktiran khusus untuk dirinya. Katanya ia tak mau menemani Sacha pergi ke perusahaan tersebut jika Sacha tak mentraktir dirinya makan siang kali ini. Yah hak seperti ini sudah umumlah terjadi di kondisi persahabatan maka dari itu Sacha sudah tak asing lagi. Selepas makan siang dan sedikit jalan-jalan sebelum akhirnya mereka memesan taxi online dan berangkat menuju ke tempat perusahaan tersebut. Yup mereka sudah mengirimkan pesan teks terkait alamat mereka dengan jelas kepada Sacha. Sebenarnya itu tak perlu sih karena sacha sudah punya kartu nama yang diberikan pak Gerald tempo hari itu. Tapi well ada bagusnya untuk memverifikasi lanjut saja agar Sacha tak salah.


Setelah salam disana, Mereka benar-benar terkejut melihat bangunan gedung mewah ini. Semuanya terlihat berwarna silver dari depan jalan. Selepas puas merasa mengagumi keindahan kantor tersebut mereka akhirnya melangkah masuk kedalam dan disana mereka langsung di sambut oleh satpam yang menanyakan keperluan mereka yang datang disana. Sacha pun mulai menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan dirinya, lalu pak security tersebut menyuruh mereka berdua untuk masuk dan mengahadap saja langsung dengan resepsionis.

__ADS_1


Sesampainya mereka disana, Sacha segera mengatakan alasannya datang kemari lalu sang resepsionis tersebut meminta mereka berdua untuk menunggu sebentar, lalu mereka segera menghubungi pihak manager.


Tak lama kemudian, nama Sacha di panggil tapi kali ini hanya seorang saja yang dibolehkan untuk bertemu langsung dengan sang manajer. Oleh karena itu Règina tetap menunggu Sacha di kursi tamu tersebut.


Sekitar 15 menit Sacha berada di ruangan sang manajer tersebut. Dirinya di tanyai beberapa hal yang dianggapnya sebagai pertanyaan feedback. Setelah itu dia diminta mengisi semua administrasi dasar yang juga berkaitan dengan hal-hal informasi pribadi. Setelah selesai, ia dia beritahukan bahwa kontraknya sudah ada di resepsionis. Ia cukup menanyakannya langsung disana. Setelah itu Sacha akhirnya keluar dari ruangan itu dan melangkah kearah règina. Ia mengatakan bahwa harus menghadap ke resepsionis lagi untuk mengambil kontraknya.


Kini mereka berdua kembali menemui sang resepsionis untuk menanyakan perihal kontrak Sacha. Mereka berdua benar-benar syok sangat resepsionis tersebut mengatakan kontraknya ada di dalam tas yang sedang ada didepan mereka saat ini. Mereka terkejut pasalnya mereka pikir kontraknya hanya terbalut map biasa tapi nyatanya kontraknya bahkan ada di tas berbentuk koper tersebut. Sang resepsionis juga memberitahukan bahwa semua dokumen perihal informasi dan kontrak sudah ada dalam tas tersebut dan tak lupa pula ia juga mengingatkan waktu 10 hari yang diberikan perusahaan ini pada Sacha untuk memutuskan akan tanda tangan atau tidak.


Règina sedikit menjerit saat mengangkat tas berbentuk koper mini tersebut. “Buset ini berat juga yah, kertas atau apa nih isinya” Tutur Règina.


Mereka akhirnya segera keluar dari kantor itu dan ternyata pihak perusahaan sudah menyediakan supir untuk mengantarkan mereka pulang. Mereka tambah bingung lagi, tapi sang security menjelaskan bahwa itu adalah demi menjamin keamanan dari berkas tersebut soalnya kontrak tersebut tak boleh jatuh ke sembarang orang karena sudah berlabel hukum. Bisa-bisa ada yang dengan sengaja memanfaatkan hal tersebut. Meskipun Sacha sedikit beropini lain, menurutnya hal ini hanyalah salah satu trik sang perusahaan agar supaya mampu membuat dirinya terbujuk keramahan fasilitas mereka. Yah walaupun harus ia akui, ia memang benar-benar merasa senang dengan servis singkat yang ia dapatkan. Pegawai dan staf-stafnya yang ramah, manager nya juga terlihat antusias ditambah ada fasilitas kayak gini. Padahal belum jadi apa-apa loh ini. Gimana nanti kalau udah jadi orang terkenal, mungkin sacha bisa saja terbang setiap harinya.


Sesampainya di apartemen milik sacha. Ia segera menghubungi David untuk mengabari dirinya terkait persoalan ini. Mendengar suara David di telefon sepertinya ia juga turut ijut bahagia dengan keputusan hal yang pasti diambil oleh Sacha. Dan ia juga menambahkan bahwa ia akan membantu Sacha sebisa mungkin. Plus dia juga bilang kalau sekarang ia dalam perjalanan dan akan langsung menemui Sacha di apartemen miliknya itu. Mendengar ucapan David tersebut ntah mengapa membuat pipi Sacha menjadi merona dengan sendirinya. Sedangkan di sisi lain, règina sedang berusaha membuka tas tersebut untuk melihat isi yang ada didalamnya. Tetapi usahanya sia-sia karena sepertinya tas tersebut memiliki passcode (kata sandi angka).


Tapi tak tunggu lama Sacha menerima pesan dari kantor tersebut yang memberikan kata sandi tas tersebut untuk dibuka. Kini sacha menggunakan kode dari kantor tersebut untuk membuka tas tersebut dan akhirnya tas itu beneran terbuka. Mereka kaget melihat tumpukan kertas yang cukup banyak didalam tas tersebut yang disusun dengan rapi. Ia dapat melihat ada logo perusahaan tersebut, ada kopian surat-surat resmi yang berkaitan dengan kantor yang menyatakan perusahaan tersebut memiliki Izin yang pasti dan hal sebagainya. Mereka mengesampingkan hal itu semua dan langsung mengambil sebuah map yang berada dalam susunan paling bawah dan saat mereka buka isinya adalah kontrak kerja.


Tak lama kemudian terdengar bunyi bel apartemen Sacha, tanpa tunggu sacha segera melangkah dan membuka pintu apartemennya dan ia melihat sosok sang angel, si David sudah berdiri didepan sana. Ia pun mempersilahkan David masuk, tetapi beberapa langkah David masuk ia langsung segera memeluk Sacha sembari memberikan ucapan selamat kepada dirinya. Namun sacha tak mendengarkan ucapan dari David karena ia benar-benar merasa nyaman dalam pelukan ini. Rasanya dirinya ingin menahan pelukan ini dengan lama tetapi David sudah melepaskan pelukannya yang membuat ia malu karena mukanya sedang memerah. David sedikit terkejut ternyata Règina juga sedang ada di apartemen Sacha.


Tanpa berbasa-basi lagi mereka bertiga kini sekarang sedang duduk mencermati isi berkas yang sacha ambil dari kantor itu sore tadi. David mengetahui beberapa hal namun ia tak cukup yakin karena pasalnya ini bukanlah keahliannya. Ia cuman memberi tahu Sacha bahwa sepertinya tawaran yang mereka ajukan pada sacha cukup unik dan itu menarik. Tapi ia juga mengatakan bahwa ia sudah mengabari temannya yang ahli dalam bidang ini. Dan mereka bisa membantu sacha menganalisa dan mempelajari kontrak ini dengan baik. Sacha pun merasa sangat senang dengan bantuan dari David yang ia dapatkan. David memberi tahu Sacha bahwa dirinya datang saja besok ke studio (tempat dimana David kerja), katanya kalau ada waktu temannya itu akan mampir juga disana.


Mendengar hal tersebut membuat Sacha merasa sangat senang dan tak lupa ia mengucapkan banyak terima kasih kepada David karena bersedia membantu dirinya. Ia juga mengatakan bahwa besok ia akan mampir untuk membawa kontrak ini kesana.


Tapi pertanyaannya sebenarnya sih apa Sacha tau siapa teman David yang akan membantu dirinya dalan melewati kesulitannya ini?


.

__ADS_1


.


.


.


.



Next episode :


Itu dia temanku yang aku bilang padamu kemarin. Astaga Sacha jangan bilang deh itu orangnya. Aku juga benar-benar ga bisa percaya juga ina. Hai senang bertemu dengan kalian lagi. Sepertinya ada yah dari kalian yang ingin terjun kedalam dunia permodelan


.


.


TBC


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca Untouchable (Tak Dapat Disentuh)


Please Subscribe Novel ini bagi yang belum dan share keseruannya di sosmed kalian. Starnya juga di tunggu!


Btw ini tepat 2 Bulannya aku terbitkan Untouchable di platform ini loh, awalnya sih aku coba-coba. Tapi ga tau bahwa ternyata karyaku ini dapat feedback yang baik dari kalian. Terima kasih yah sekali lagi.

__ADS_1


LOVE YOU ALL


See ya in the next Episode!


__ADS_2