Tak Dapat Disentuh

Tak Dapat Disentuh
Just Dance


__ADS_3

Author POV


Waktu berjalan maju secara tak terduga. Rasanya semua seperti hal kemarin. Semuanya berkembang begitu pesat. Dan kali ini sungguh semua terasa sempurna, seolah takkan ada lagi hal negatif yang kan datang. Atau mungkin itulah setidaknya yang dirasakan oleh Sacha. Hari ini adalah suatu momen yang benar-benar sudah sangat ditunggu oleh dirinya. Perusahaan dimana tempat ia bekerja sebagai seorang trainee akhirnya resmi mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemilihan selektif untuk mendebutkan para trainee menjadi seorang Artist. Pengumumannya sudah tersebar sejak pekan lalu, oleh karena itu para trainee harus berlatih jauh lebih ekstra dan keras dari biasanya. Mereka harus benar-benar berkompeten agar bisa memenangkan persaingan yang ada. Pasalnya rumah produksi itu hanya akan mendebutkan 7 orang member trainee yang mereka miliki. Dan waktu mulai untuk seleksi pengujian hanya sekitar 7 hari setelah pengumuman itu disebarkan. Maka hal itu berarti para trainee harus benar-benar memaksimalkan semua skill yang telah diajarkan pada mereka disetiap pelatihan. Soalnya jika tidak, maka kesempatan yang ada akanlah hangus didepan mata, sedangkan kesempatan berikutnya hanya akan diberikan pada tahun yang akan datang.


Namun kedengarannya mungkin mudah tapi kenyataannya semua itu tak begitu simpel. Pasalnya karena perusahaan ini adalah satu rumah produksi yang besar maka tentu saja mereka memiliki banyak trainee. Oleh karena itu jika para trainee mengikuti semua seleksi tersebut maka peluang mereka untuk debut akan sangat kecil sekali. Maka dari itu perusahaan ini mensiasatinya. Mereka memiliki aturan tertentu yang telah ditetapkan dan para trainee harus memastikan diri mereka telah lolos semua syarat dan ketentuan yang diminta, sebelum mereka melakukan seleksi. Dan salah satu dari pensyaratan yang mereka tetapkan adalah bahwa seorang trainee sebelum mengikuti seleksi telah memiliki surat rekomendasi dari para coach atau pelatih mereka. Dan yang pasti untuk mendapatkan hal itu sangatlah tak mudah. Para coach takkan memberikan surat rekomendasi ke sembarangan orang. Mereka hanya mau memberikan kepada orang yang mereka anggap sudah kompeten untuk mengikuti seleksi tersebut.


Maka beruntunglah Sacha, karena dia telah melakukan banyak improvisasi. Dia mampu beradaptasi dengan sangat baik yah walau awalnya dirinya juga memiliki sedikit permasalahan kecil dalam menyesuaikan diri. Tetapi sekarang tidak lagi. Dia mampu untuk menghandle semuanya dengan cukup baik. Di tambah sensitivitas dari indra dan kemampuan Vampir miliknya membuat semuanya menjadi kombinasi yang sempurna. Namun walau begitu dirinya tetap berusaha untuk berlatih keras. Dia memaksimalkan latihannya agar supaya dirinya bisa di approve juga. Karena dia begitu menargetkan kompetisi tersebut agar berjalan dengan sukses. Cause this is the only chance she got!


Dan tentu saja kerja kerasnya tersebut ternyata berbuah manis. Dirinya lolos dari semua syarat dan ketentuan yang ditetapkan untuk mengikuti seleksi tersebut. Ditambah lagi coach atau pelatih nya juga sangat mendukung dirinya. Maka dari itu sacha tak terlalu sulit untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Mr. George Stewart.


Maka kali ini semuanya sempurna, ia hanya perlu memaksimalkan semua yang telah ia pelajari ke tahap maksimal. Intinya yang dia tahu bahwa dirinya harus berjuang hingga ke titik dara penghabisan.


“Ini semua berkas pensyaratan yang diminta terkait seleksi debut tersebut. Ku harap semuanya sudah lengkap dan juga telah sesuai.” (Ucap Sacha)


“Baiklah tunggu biar aku periksa sebentar. Silahkan duduk saja terlebih dahulu” (Kata Mrs. Snord)


“Sepertinya kau sangat yakin yah untuk mengikuti persaingan kompetisi tahun ini nona Blowsé?” (Tanya Miley Snord)


“Tentu saja, saya sudah berusaha sebisa mungkin. Apapun hasilnya nanti aku akan menerimanya dengan lapang dada” (Balas Sacha)


“Wow good! Mentalmu ternyata semakin kokoh. I like that!” (Tutur Miley Snord)


“Terima kasih Mrs. Snord, ini semua juga berkat pelatihan dari tuan George.” (Ungkap Sacha)


“Akhirnya kalian berdua sudah saling menemukan keserasian dan keseimbangan bersama. Padahal tuan Stewart itu adalah salah satu coach yang tak mudah di ambil hatinya. Aku yakin kau pasti telah menunjukkan sesuatu yang membuat dirinya sangat impresif terhadap semua hal positif yang telah kau lakukan” (Tutur Miley Snord)


“Ah, tidak begitu juga. Aku hanya menjalani latihan dengan mengikuti setiap arahan darinya. Cuman akhir-akhir ini aku sedikit melakukan tambahan improvisasi sendiri dan sepertinya ia senang dengan hal tersebut” (Balas sacha dengan sedikit tersenyum)


“Well, kalau begitu selamat berkompetisi. Semoga sukses nona Blowsé” (Kata Miley Snord)


“Jadi, apa benar..” (ucapan Sacha yang langsung disangga oleh Mrs. Snord)


“Yup, semua berkas yang kau setorkan ini lengkap. Dan semuanya jiha telah memenuhi segala ketentuan dan persyaratan dari pihak perusahaan.”


“Thank you, thanks Mrs. Snord, makasih atas informasinya.” (Ucap Sacha dengan penuh rasa syukur)


“It’s okay, kau cukup maksimalkan saja nanti dirimu saat tes kompetisi tersebut dimulai. Usahakan agar kau tak membuat tuan Stewart kecewa. Karena sepertinya ia menaruh banyak harapan lada dirimu. Untuk keterangan detail lebih lanjut akan dikirim langsung ke email mu sekitar beberapa jam mendatang” (Balas Miley Snord balik lalu dirinya pergi meninggalkan Sacha dari ruangannya)


----


Ponsel saja terus berbunyi tetapi untung saja ia telah mengaktifkan mode getar agar tak menganggu pertemuan dirinya tadi. Kini saat menyalakan ponsel tersebut ia melihat belasan panggilan di layar ponsel miliknya tersebut. Sebagian panggilan berasal dari Règina dan sebagian lainnya berasal dari David. Plus satu panggilan dari kedua orang tuanya.


Yah sebenarnya Sacha telah memberitahukan pada orang tuanya bahwa ia sudah benar-benar merasa mantap untuk melakukan seleksi yang diadakan oleh perusahaan di tempat dimana ia bekerja tersebut. Namun ternyata sebagian keluarga sacha sepertinya masih saja tak setuju dengan keputusan yang diambil dirinya untuk terjun ke dunia entertainment. Salah satu orang yang masih menentangnya Tersebut adalah ayahnya sendiri. Sedangkan ibu dan para saudarinya lumayan cukup supportif terhadap setiap keputusan yang diambil oleh Sacha.


Oleh karena itu di waktu off seperti ini yang langsung menghubungi ke dua orang tuanya untuk menceritakan perkembangan lanjut dari langkah yang telah ia ambil. Dan yup keluarga kecilnya itu benar-benar sangat bahagia dan sangat mendukung keputusan Sacha. Mereka berdoa agar Sacha bisa memenangkan persaingan tersebut. Namun satu orang yang tak memberikan dirinya ucapan selamat dari keluarga kecilnya itu. Yup siapa lagi jika bukan ayah kandungnya sendiri. Namun ia tetap masih ingin membuktikan bahwa dia bisa menghandle semuanya dengan sebisa mungkin.


Setelah mengakhiri panggilan tersebut, Sacha langsung melakukan face time dengan règina. Mereka berbicara cukup panjang dan tentunya sebagai seorang sahabat tak ada yang dilakukan Règina selain mensupport semua langkah yang diambil oleh Sacha.

__ADS_1


“Girl, kita harus rayakan hal ini. Bagaimana kalau party malam ini?” (Ucap Règina di telefon)


“Kedengarannya menyenangkan tapi maaf aku gak bisa soalnya 2 hari lagi kompetisi tersebut akan dimulai. Dan aku harus stay strong dan memanfaatkan waktu luang yang ku miliki ini dengan tetap terus berlati. So sorry” (Balas Sacha)


“Oh please don’t be a jerk.. lagian cuman kecil-kecil doang” (Ucap Règina)


“Maaf yah ina, but i said it I can’t. Jadi aku gak bisa, aku harus fokus dengan hal ini” (Balas Sacha lagi)


Panggilan mereka tak lama kemudian telah berakhir, namun sacha telah membulatkan keputusan yang diambilnya. Namun sepertinya Règina tak menyerah dengan mudah. Walau ia telah ditolak, ia masih tak kehabisan ide untuk merealisasikan mimpi miliknya tersebut.


Setelah selesai berbicara dengan règina, Sacha langsung menghubungi David. Mereka *** berbicara banyak karena ternyata David juga sedang sibuk saat ini. Namun walau seperti itu, ia tetap mengucapkan selamat kepada Sacha. Dia juga banyak memberikan kata-kata positif lain yang sangat membantu.


----


Karena merasa tak ada lagi yang dapat dilakukan Sacha di tempat kerjanya, kini dia segera bergegas untuk pulang. Namun di tengah perjalanan, ia merasa lapar. Oleh karena itu ia menyempatkan diri untuk singgah ke salah satu restoran vegetarian yang berada tak jauh dari perusahaan tempatnya bekerja.


Setelah memesan menu, ia segera mencari tempat untuk duduk. Dan betapa terkejut dirinya saat ternyata ia bertemu dengan Mark di restoran yang sama. Mark sedang mencicipi makanan yang telah di order oleh dirinya tersebut. Tanpa basa-basi lagi Sacha langsung mengambil posisi untuk duduk tepat di depan Mark. Dan tentu saja Mark terkejut oleh sosok yang ternyata familiar tersebut langsung duduk dihadapannya.


“Ngapain kamu disini?” (seperti biasa, Mark selalu melemparkan pertanyaan dingin yang tajam)


“Inikan restoran so aku di sini untuk makan. Bukankah itu sudah jelas” (Balas sacha)


“Aku tau ini tempat makan, aku sendiri dapat membacanya. Yang ku maksud mengapa kau tiba-tiba datang dan langsung duduk dihadapan ku. Bukankah masih banyak kursi disebelah sana yang kosong?” (Tutur mark sambil di sela sesi makannya)


“Yah karena aku melihat dirimu. Dan lagipula hanya kaulah disini orang yang aku kenal. Tak ada yang lainnya. Plus aku pikir kita teman bukan? Jadi aku tak harus meminta persetujuan dirimu untuk duduk atau berada disebelah dirimu bukan?” (Balas Sacha sembari mengedipkan mata pada Mark)


“Teman? Biarpun begitu, kau harus tetap respect dong terhadap hak privasi seseorang. Kau tak bisa seenak saja melanggarnya” (Ucao Mark)


“So what now? Apa kau tega mengusirku agar pindah ke meja lain?” (Tanya sacha dengan muka memelas)


“Bukan seharusnya kau sudah tau sendiri apa jawaban dari pertanyaan yang barusan kau ajukan” (Ucap Mark)


“Seriously? Kamu beneran mau suruh aku pindah meja. Apa kamu gak tega dengan diriku? Aku sudah sangat lapar loh dan ku pikir aku tak memiliki tenaga untuk mengangkat semua pesanan milikku. Dan kalau memanggil pelayan makannya sudah keburu dingin dan juga mereka sedang sibuk semua. Ditambah aku udah bekerja seharian. Jadi apa kau tak kasihan denganku? Aku sudah bekerja sepanjang hari dan sekarang aku harus di maki-maki lagi?” (Ungkap Sacha dengan menunjukkan wajah cute miliknya dengan ekspresi memelas)


Dan benar saja trik tersebut berhasil. Mark tak jadi menyuruh dirinya pergi dan membiarkan dirinya kini makan bersama dengannya.


“Menangnya kau kerja apa?” (Tanya Mark)


“Oh iya kau belum tahu yah” (Jawab Sacha)


“Yah tentu saja, bagaimana bisa aku tahu kalau selama ini kau hanya menyebutkan hak tersebut namun tak pernah menjelaskan detailnya” (Ucap Mark)


“So sorry, sebenarnya aku bekerja sebagai salah satu trainee di sebuah perusahaan rumah produksi yang tak begitu jauh dari sini. Para trainee dituntut sangat banyak hal sebelum kami bisa di debutkan” (Tutur Sacha)


“Wait, trainee? Debut? Pekerjaan semacam apa itu?” (Tanya Mark)


“Begini, aku telah menerima kontrak untuk menjadi seorang model akan tetapi sebelum debut ada beberapa hal yang harus di lewati. Diantaranya aku harus menjadi seorang trainee. Trainee itu member atau calon artis yang sedang dalam masa pelatihan untuk persiapan debut menjadi artist di industri.” (Jawab Sacha)

__ADS_1


“Terus kapan kau akan debut?” (Tanya Mark lagi)


“Untuk itu aku belum tahu pasti, yang ku tahu aku harus terus aktif dan lebih produktif saja. Keep stay positif maka hak itu akan mendekatkan diriku ke tahap final tersebut. Dan keberuntungan sepertinya kini sedang berpihak padaku, karena aku baru saja lolos untuk bisa ikut seleksi bersaing memperebutkan kursi member debut yang disediakan di tahun ini” (Jawab Sacha lagi)


“Wow, congratulations!” (Ucap Mark)


“Thank you” (Balas Sacha)


Karena sudah malam, mereka memutuskan untuk pulang bersama, dikarenakan tempat tinggal mereka juga sama. Sama-sama berada di lantai yang sama dan bersebelahan lagi. Mereka memesan taxi online dan juga bersama di malam itu.


Setelah sampai di apartemen, secara tak terduga Mark mencium pipi Sacha. Dan hal tersebut sontak membuat muka Sacha memerah.


“Tunggu, untuk apa hal itu?” (tanya sacha)


“Anggap saja sebagai good luck dariku” (Balas Mark)


Hari itu benar-benar terasa sempurna, Sacha tak pernah menduga apa yang terjadi padanya hari ini. Yang jelas ia tahu bahwa hari ini merupakan hari keberuntungan dirinya. Karena dia terus-terusan saja mendapatkan hal positif. Rasamya ia tak ingin semua itu berakhir. Khususnya yang baru saja terjadi sepersekian detik yang lalu. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya namun sayangnya ia tetap tak bisa memahami akan hal tersebut. So dia hanya berharap agar Tuhan tetap menjaga keutuhan hari ini dan kalau bisa ia juga berharap agar menerima keberuntungan lainnya di hari-hari esok yang akan datang.


.


.


.


.


.


<>


_____


Next Episode :


Aku benar-benar tak tahu perasaan gugup apa yang kurasakan ini. Semoga saja semuanya sesuai dengan yang ku harapkan. Ternyata dirimu adalah seorang Vampir juga. Wow aku tak habis pikir, ternyata kau sangat hebat dalam menyembunyikan jejakmu. Tapi bagaimana kalau mereka semua tahu yang sebenarnya?


.


.


Terima kasih untuk kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca karyaku ini!


Maaf banget yah kalau belakangan ini semenjak aku comeback, setiap kali update selalu jam-nya gak menentu.


Maaf karena waktu free dan kesempatan aku cuman di timing seperti ini.


So sorry jika update biasa selalu keluar di tengah malam!

__ADS_1


Tapi terima kasih atas apresiasi dan dukungan kalian


See ya in the next episode!


__ADS_2