Tak Dapat Disentuh

Tak Dapat Disentuh
A Mark


__ADS_3

Author POV


Akhirnya hari yang Sacha telah tunggu selama ini kini telah tiba. Dirinya telah mempersiapkan segala bekal kemampuan untuk bisa bersaing di kompetisi hari ini. Ia hanya memiliki kesempatan sekali jika tidak ia harus menunggu hingga tahun depan. Dan satu hal penting yang harus dicatat adalah bahwa kompetisi ini hanya diadakan dalam satu hari penuh. Oleh karena itu Sacha mau tak mau harus meminta izin ke sekolahnya dan untung saja sekolahnya menerima permintaan ajuan izin dari Sacha. Karena kompetisi ini hanya berlangsung selama sehari maka Sacha harus benar-benar memaksimalkan semua kemampuan yang ada.


“Baiklah, perhatian bagi seluruh para peserta kompetisi bahwa pertandingan ini tak dimulai disini melainkan di suatu tempat yang kami telah pilihkan. Dan kami sengaja tak memberitahukan hal ini kepada para peserta karena kami ingin melihat keseriusan dan ketangkasan kalian. Apapun aksi dan reaksi yang kalian buat dan hal itu diamati oleh tim penilai maka hal itu akan terhitung sebagai poin. Dan yang namanya poin itu bisa memberikan respon positif (plus) atau mungkin saja bisa mendapatkan respon negatif (minus).” (Ucap Mrs. Snord)


“Uh.. aku harus mengatasinya dengan baik. Aku bisa lalui hal ini. You got this Sacha!” (Gumama Sacha dalam hati)


Sekitar 5 menit kemudian, tibalah bus yang akan mengantarkan semua para peserta ini untuk ke tempat lokasi piknik yang sekaligus merupakan tempat kompetisi. Waktu masih cukup pagi dan kini mereka berangkat ke suatu tempat yang tak jauh dari kota. Mereka pergi ke sebuah tempat yang lebih natural vibe. Sacha benar-benar memperhatikan dengan baik setiap move yang di buat oleh dirinya. Dia harus bersaing dengan 40 kontestan lain maka dia harus benar-benar menampilkan hal yang terbaik.


“Hello Guys, salamat datang ke pondok perapian camp kompetisi musim ini. Aku harap kalian semua sudah bersiap dengan baik. Karena kita semua akan menginap di tempat ini.” (Ucap salah satu pemandu yang ada ditempat tersebut tak lama setelah para peserta tiba di lokasi tersebut.)


“What?? Menginap?” (Teriak sebagian peserta sebagai respon insting)


Namun sayangnya, justru aksi seperti ini membuat perhatian para “pegawai” yang ada di tempat ini semakin tertuju kepada para peserta yang menimbulkan reaksi tersebut. Tetapi tidak dengan Sacha, karena dirinya sangatlah yakin bahwa sebenarnya para pegawai itu adalah judges atau setidaknya mereka adalah bagian dari kaki tangan sang tim penilai. Para pegawai ini jumlah cukup banyak dam mereka lebih mirip security dan kamera pengawas. Karena mereka berada hampir di tiap sudut ruangan. Tetapi syukurlah Sacha masih mampu mengontrol dirinya agar tak sampai ikut keceplosan seperti sebagian peserta lain.


“Hai Sacha” (Ucap seseorang yang berada dibelakang Sacha)


Mendengar kalimat tersebut membuat sacha berusaha stay calm dan mengontrol perilaku sikapnya lalu perlahan berbalik dan menjawab sapaan tersebut dengan penuh senyuman dan sopan santun. Karena mereka diajarkan untuk selalu bersikap baik, apalagi saat pertemuan pertama. Karena kesan pertama selalu menimbulkan pandangan prespektif. Oleh karena itu brand image yanh baik sangat dibutuhkan untuk menangani hal ini.


“Wait, Carmine?” (Ucap Sacha dengan kaget lalu tak sadar jarinya menunjuk ke arah Carmine)


“Tentu saja dear. Wow aku sungguh tak menduga sama sekali bahwa kau sangat berani untuk mengikuti seleksi ini. Apalagi pengalaman dirimu saja masih belum sampai setahun” (Balas Carmine)


“Maaf, tapi iya begitulah. Aku benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan hal ini.” (Ucap Sacha dengan tetap memperhatikan brand image milik dirinya sendiri)


“Tak perlu banyak basa-basi denganku. Aku masih ingat dengan jelas tingkah sok keren yang kai tunjukkan padaku tempo waktu yang lampau tersebut. But now kau gak punya kekuasaan sama sekali karena akulah yang ada di posisi unggul kali ini. Aku disini sebagai salah satu eksekutif judges. So watch out!” (Bisik Carmine di belakang telinga Sacha sembari ia berakting berpura-pura memeluk Sacha.)


“Ternyata kau benar-benar menakjubkan dan sungguh tak terduga. I like that” (Tambah Carmine)


Betapa sialnya kini hal yang di rasakan oleh Sacha. Ntah kenapa sejak bertemu dan berbicara sebentar dengan Carmine, hal itu memberikan banyak negatif force ke dalam dirinya. Plus Carmine juga adalah seorang eksekutif Judges dan hal itu lengkap memperparah semua situasi ini. Jadi mau tak mau kali ini dia harus berakting sempurna saat ia berada dekat dengan sosok Carmine. Karena wanita tersebut punya beberapa opsi pilihan yang sangat bergantung pada pilihan yang akhirnya diambil oleh dirinya. Ntah Carmine memutuskan untuk berada dalam team Sacha. Dengan kata lain ia membantu Sacha agar semakin mendekatkan dia pada mimpinya tersebut. Atau dia bisa menjadi biang masalah yang dapat mempengaruhi dan menghancurkan karir Sacha bahkan jauh sebelum itu dimulai. Which is satu hal ini adalah ahl yang paling di khawatirkan oleh sacha. Setidaknya jika Carmine tak ingin membantunya, ia berharap agar Carmine juga tak merusak semuanya. Carmine bisa memilih opsi mengah dan hal itu pasti akan membuat Sacha lebih tenang andai saja ia tahu pilihan apa yang dibuat olehnya.

__ADS_1


***


Hari itu terasa berlalu dengan lebih lambat dari biasanya. Karena ternyata setiap tes yang diberikan kepada para kompetisi memilik level kesulitan yang tak dapat disangkal. Belum lagi sepanjang hari itu Carmine memutuskan untuk selalu mencoba mengusili Sacha. Namun walaupun begitu Sacha tetap coba berusaha untuk stau fokus dan tetap untuk positif. Setidaknya ia masih punya kesempatan untuk menyenangkan juri lain dibandingkan harus berurusan dengan Carmine. Sacha beranggapan bahwa walaupun ia melakukan hal buruk, paling yang mengikuti dirinya hanyalah Carmine. Karena sepertinya jenis hama yang satu ini sedikit lebih sulit di singkirkan. Lagipula kalau semua juri menyukai dirinya dan jika Carmine tetap tidak berubah pikiran. Maka setidaknya Sacha memiliki harapan yang lebih tinggi pada judges lainnya.


Tepat pada esok hari, para peserta kini tinggal bersiap-siap untuk segera balik ke kota. Dan kini mereka dihidangkan sarapan yang lumayan lezat. Mereka juga di beritahu bahwa keputusan dan pengumumannya akan keluar Minggu depan. Tapi karena Sacha kemarin telah meminta izin selama 2 hari, maka hari ini dapat ia gunakan untuk beristirahat. Ia harus memulihkan tenaganya karena ia menggunakan banyak kemampuan vampirnya. Namun sebelum saat Sacha naik ke bus, dia mendengar seseorang lewat disebelah dirinya lalu berbisik sesuatu padanya.


“Good luck bish! Nyawa nasibmu berada di tanganku”


Tentu saja Sacha tahu pasti siapa yang tidak tahu malu dan mengucapkan kalimat sombong seperti itu kepadanya. Namun karena ini masih berada di area kompetisi, maka ia tetap saja haru terlihat cool, beautiful and elegant.


***


Setelah sampai di apartemennya, Sacha sungguh merasa sangat letih. Energinya terasa telah terkuras habis. Dan hal itu kini menimbulkan rasa lapar yang tak tertahankan baginya. Mungkin hal ini karena Sacha sebenarnya tak begitu terbiasa menggunakan kemampuan Vampir miliknya secara penuh dalam waktu yang panjang. Kini hal tersebut memberikan efek ke tubuh manusia miliknya.


Di siang itu sacha merasa sangat lemas dan kini dia memutuskan untuk keluar dari apartemennya. Karena ia berpikir mungkin ia butuh lebih banyak udara segar. Namun tak lama setelah Sacha keluar, lift yang tak jauh darinya tersebut kini terbuka dan ia melihat sosok yang sudah familiar baginya. Yup itu adalah Mark.


Saat Mark melangkah semakin dekat sacha pun menyapa dirinya. Namun sepertinya Mark masih belum terbiasa dengan hubungan pertemanan yang terjalin diantara mereka berdua. Mark membalas sapaan dari Sacha namun terlihat sedikit kaku.


“Yah lumayan baik, Cuman rasanya aku sedikit letih saja” (Jawan Sacha)


“Oh gitu. Tapi tunggu kamu nggak papa kan? Kenapa wajahmu terlihat sangat pucat?” (Tanya Mark lagi)


“Iya aku tidak apa-apa kok” (Jawab Sacha sembari mencoba untuk tersenyum lebar)


Namun sepersekian detik kedepan sacha tiba-tiba kehilangan keseimbangan diri dan jatuh pingsan. Melihat hal tersebut dengan tanggap Mark langsung menangkap Sacha.


“Sacha, Sacha, Sacha” (Panggilnya)


Namun tak ada Jawaban sama sekali. Tetapi Mark merasa khawatir karena wajah Sacha sangat terlihat pucat dan suhu tubuhnya terasa sangat dingin. Ia seolah sedang memegang mayat. Well tanpa pikir panjang lagi, Mark segera menggendong Sacha di lengan kokoh miliknya lalu ia membawa masuk Sacha ke dalam apartemen miliknya.


Dia merasa sedikit heran. Karena kalau dilihat-lihat lagi, penampilan Sacha terasa benar-benar berubah. Ia tak terlihat seperti orang pingsan, namun lebih tepat seperti orang yang telah mati. Tetapi Mark mencoba mengabaikan semua hal yang ada dipikirannya. Kini ia segera membuat sup hangat lalu mengambil minyak terapi. Pasalnya mungkin hal ini dapat membuat Sacha lebih sadar.

__ADS_1


Namun sayangnya usaha dari Mark tak begitu membuahkan hasil tetapi justru sekarang ia sendiri yang sedang merasa pusing dan lama kelamaan ia pun mulai kehilangan kesadaran dirinya lalu ia juga ikut terbaring tepat di sebelah Sacha. Pertanda apakah ini? Apa yang sebenarnya telah terjadi?


.


.


.


.



_____


Next Episode :


Aku benar-benar tak tahu perasaan gugup apa yang kurasakan ini. Semoga saja semuanya sesuai dengan yang ku harapkan. Ternyata dirimu adalah seorang Vampir juga. Wow aku tak habis pikir, ternyata kau sangat hebat dalam menyembunyikan jejakmu. Tapi bagaimana kalau mereka semua tahu yang sebenarnya?


.


.


Terima kasih untuk kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca karyaku ini!


Maaf banget yah kalau belakangan ini semenjak aku comeback, setiap kali update selalu jam-nya gak menentu.


Maaf karena waktu free dan kesempatan aku cuman di timing seperti ini.


So sorry jika update biasa selalu keluar di tengah malam!


Tapi terima kasih atas apresiasi dan dukungan kalian

__ADS_1


See ya in the next episode!


__ADS_2