
Elena keluar dari mansion milik Delvin dan kembali kerumah asalnya. Ia bertemu dengan ibu dan Leo disana yang sedang bersandiwara diruang tamu, biasanya Elena juga ikut, tetapi sekarang ia harus menjaga dan bertanggung jawab kepada suaminya.
" Ibu, selamat malam, apakah ibu ada melihat ponselku?" Tanya Elena kebingungan mencari disemua sudut rumahnya yang begitu kecil. Ibu terkejut melihat putri sulungnya kembali kerumah lama yang ia tempati
" Kenapa kamu kembali kesini sayang? Bukankah kamu harus menjaga suamimu? Bagaimana nanti kalau ayah Albert Johnson tau?" Tanya ibu mengahampuri putri semata wayangnya yang sibuk mencari sesuatu dengan keringat yang ada dikeningnya, tapi itu membuatnya cantik
" Delvin pergi tadi entah kemana, aku gak mau mencampuri urusannya bu, lagipula aku kesini cuma mau bertemu ibu dan mengambil barang yang diperlukan saja. Lagipula mana mungkin ia mau membantuku" Ujarku sambil merogoh almari buku yang ada disudut meja
" Kamu cari apa sayang? Sampai keringetan begitu?" Tanya Ibu Hana sambil membantu Elena putri cantiknya yang mungil.
" Aku lagi cari ponsel bu, ibu ada lihat gak? Tadi ada, tapi kok tiba-tiba hilang? Soalnya besok aku ada jadwal kuliah bersama Putri" Ucapku yang semakin khawatir kalau ponsel itu hilang, karena disitu ada isi yang sangat penting didalamnya. Ibu Hana mengingat sesuatu setelah kejadian pesta yang melelahkan buat putrinya itu, ia sangat kasihan melihat putri sulungnya yang harus dinikahkan kepada tuan muda yang tidak bertanggung jawab itu.
" Kamu kan capek habis acara tadi, bagaimana kalau ibu saja yang cari, lagipula ibu tau dimana. Kamu tunggu disini sebentar ya sayang" Ucap ibu mengecup keningku lembut, aku tersenyum manis dan mengangguk. Segera kuhampiri Leo yang sedang nonton acara kesukaannya dan camilan enak dipangkuannya. Aku segera merebutnya dari tangan Leo
" Kakak kok ambil tanpa izin sih?! Eh!? Sejak kapan kakak pulang?!" Teriak Leo kaget, aku segera menutup telingaku rapat-rapat, karena aku tidak ingin mendengar suaranya yang cempreng
" Biasa aja kali lihatnya, kakak baru pulang kok tadi, malam ini kakak mau nginap disini dulu" Jelasku sambil mengambil lagi beberapa camilan milik Leo dan tersenyum mengejeknya.
" Auh gak seru deh! Masa pengantin baru gak tidur bersama sih? Gak ada tantangannya" Ucap Leo cemberut dan menonton acara kesukaannya lagi. Aku tersenyum
" Heh! Masih kecil ya pikirannya udah kemana-kemana, belajar dulu tuh sana! Baru pikiran hal kayak gitu!" Teriakku memarahi Leo, sehingga membuatnya menangis. Tapi, ditengah keributan itu, ibu datang sambil membawa benda hitam yang ada ditangannya dan itu adalah ponselku
" Kalian berisik banget sih! Ini udah malam tau! Leo cepat tidur sana!" Titah Ibu kepada Leo yang sedang menangis. Leo segera beranjak dan kemudian pergi. Aku terkekeh melihatnya.
" Nih ponsel kamu, tadi ibu jumpa di bawah bantal" Jelas ibu sambil mengambil remote TV. Aku tersenyum dan memeluk ibu erat, seolah-olah aku tak ingin meninggalkannya
" Makasih bu, tapi kok sama ibu? Dan darimana ibu tau" Tanyaku. Ibu memegang keningnya
" Masa kamu lupa sih? Kamu kan ada kasih ke ibu waktu acara tadi, jangan pikun deh ya" Jitak ibu dikeningku, aku meringis kesakitan. Memang ya, jitakan ibu lebih Legend daripada ayah.
" Ngomong-ngomong, kok kamu gak pulang? Mau nginep?" Tanya ibu seolah-olah mau mengusirku aja
" Ibu mau ngusir aku ya? Masa ibu gak kangen sih! Aku gak mau tidur dimansion sendirian lagipula aku bosan disana" Jelasku sambil memasang muka sok imut, ibu mengkerlingkan matanya, seolah-olah itu sudah pernah ia lihat sebelumnya
__ADS_1
" Yaudah besok kamu pulang, urus suamimu, kamu bukan anak manja lagi sayang! Lagipula status kamu sekarang adalah istri" Ucap Ibu membelai rambutku lembut. Sebenarnya, aku menolak tetapi apalah dayaku.
" Terus, ayah bagaimana dirumah sakit? Ada yang jaga?" Tanyaku penasaran sekaligus ingin tahu. Ibu tersenyum senang
" Ini nih, yang daritadi ibu mau ceritain tapi kelupaan terus! Jadi, ayah sekarang lagi dijaga oleh ayahnya Delvin suamimu. Albert Johnson. Sepertinya mereka akrab banget ya, kayak sahabat aja" Ucap ibu. Aku mengangkat sebelah alisku, aku bingung kenapa ayah Albert ada disana ya?. Tapi aku gak mau terlalu ikut campur dan kembali kekamar pribadi yang membuatku sangat nyaman disana. Kemudian mengecek hpku. Rupanya banyak notifikasi dari Putri
" Wah! Ini anak banyak banget pesannya, gak bosan kali ya?" Gumamku sambil tersenyum dan membalas satu persatu dari pesan Putri
Putri
" Kamu kemana aja sih hari ini? Kok gak masuk? Aku khawatir banget!"
Elena
" Hahah sabar kali! Udah kayak emak-emak aja, tadi aku ada urusan keluarga kok Put!"
Sebenarnya, aku gak mau melibatkan satu-satunya sahabatku. Aku gak mau kehilangan Putri lagi dan aku harus menjaganya baik-baik.
Putri
Elena
" Maaf deh, aku lupa soalnya. Lain kali aku traktirin es krim deh ya"
Putri
" Janji tuh ya, awas kalau gak traktirin! Aku santet kamu nanti"
Aku tertawa melihat pesan Putri.
" Memang deh, Putri selalu membuatku tertawa dan sesaat melupakan masalahku" Gumamku. Aku segera menutup ponsel dan berbaring
" Maaf ya Put! Aku gak bisa kasih tau yang sebenarnya! Tapi, suatu saat pasti akan kuberitahu sama kamu" Gumam ku kemudian menutup mata menuju alam mimpi yang indah.
__ADS_1
Pagi...
Mentari menerangi seleuruh penjuru bumi. Burung bermusik dengan alunan yang sangat indah, dan para pekerja yang beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Aku membuka mataku dan melihat jam yang ada diatas meja samping ranjangku.
08 : 15
Itu adalah waktu yang lambat bagi para pelajar yang ingin mencapai prestasinya. Aku segera terkejut dan berlari kekamar mandi untuk mempersiapkan segala kebutuhan, seolah-olah yang kemarin itu bukan peristiwa yang amat penting
" Aku telat nih! " Teriak Elena sambil membawa handuk dan beberapa pakaian kedalam kamar mandi.
Sementara Delvin...
Delvin memakai kemeja dan jasnya dengan sangat rapi. Ia melihat jam Seiko yang ada ditangannya. Sementara Ben, ia masih tertidur pulas disofa panjang yang empuk. Ia melihat sekilas, wajah Ben yang tertidur pulas bagaikan bayi
" Dasar anak malas! pagi belum aja bangun" Gumam Delvin kemudian keluar dari apartemen milik Ben menuju kantornya yaitu Ethereal Corp. Ia masuk kedalam perusahaan mewah itu dan disambut oleh para karyawannya dan menatapnya dengan tatapan menggoda
" Selamat pagi tuan" Salam para karyawan. Tetapi, ia tak menggubrisnya dan langsung menuju ruangannya yang pribadi. Kemudian ia masuk kedalam ruangan yang serba mewah nan luas itu, tetapi ia terkejut. Seorang pria paruh baya mengenakan jas dan duduk dikursi yang seharusnya ia tempati. Ya, dia adalah Albert Johnson ayah Delvin
" Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Delvin dengan nada dinginnya.
" Begitu kau menyambut ayahmu ya? Selama ini, apa yang kau pelajari dari Amerika? Sampah? Mana menantuku yang imut hah?" Tanya Albert tanpa basa-basi. Delvin selangkah kedepan mendekati ayahnya
" Aku tak punya waktu untuk mengurusmu, cepat pergi! Dan jangan sebut dia, aku malas mengingatnya. Lagipula, kita menikah hanya untuk balas budi kan? Untuk apa kau menanyakannya" Ucap Delvin menatap tajam ayahnya. Albert hanya tersenyum tipis melihat anaknya yang beruhah menjadi sosok pria dingin
" Apa kau masih marah ketika aku membunuh ibumu? Atau kau masih marah karena aku menjodohkanmu dengan gadis yang bukan kau impikan itu?" Tanya Albert, Albert adalah pria yang sangat kejam, ia tak mengenal ampun. Bahkan istrinya saja ia bunuh pakai tangannya sendiri. Tetapi, ia tak berani untuk membunuh putra-putranya. Karena, itu hanyalah masa lalu.
" Jangan basa-basi disini! Kau tak berhak untuk bertanya tentang itu lagi dengan mulut kotormu itu" Jelas Delvin. Albert beranjak dari kursi dan mendekati Delvin putra bungsunya
" Baiklah,.. Malam ini hadiri pesta yang ada diperusahaanku bersama istrimu. Jika tidak, saham perusahaanmu akan kucabut" Titah Albert dan segera keluar menuju basement bersama para bawahannya. Delvin, mengacak rambutnya yang rapi. Ia tidak tahu, bagaimana cara untuk melawan ayahnya itu.
Sekian! Saksikan kisahnya disini ya! Jangan lupa,... Rate, like, and share readers! Maaf, jika masih ada kesalahan kata-katanya ya, mohon bantuannya 😄🙇
__ADS_1