Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps.24


__ADS_3

Aku dan Delvin pulang kemansion untuk menghilangkan rasa lelah yang mulai menguasai diri kami masing-masing. Memang, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi kami untuk kembali lagi beraktivitas, mulai dari insiden ayahku meninggal dan misteri dibalik Carol yang telah diungkapkan oleh Delvin dimedia.


Sekarang, kami bahkan tidak membuka suara satu sama lain bahkan tidak saling mengucapkan " selamat malam" padahal itu adalah hal yang wajar bagi pasangan hidup mereka. Tetapi, tidak denganku aku memasuki kamarku dan menghempaskan tubuhku disana dengan kasar dan menghela nafas frustasi.


Sekarang ayah telah meninggalkan kami negitu cepat, bagaimana nantinya nasib kami. semoga ayah baik-baik saja ya disana dan tenang tanpa beban yang menggorogoti jiwa ayah lagi. Aku sayang ayah.


Aku berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh setelah kegiatan sehari-hari yang kami lakukan. itu benar-benar sangat melelahkan.


Delvin on...


Delvin duduk ditepi ranjangnya dan mengambil beberapa dokumen yang berisi tentang data kepribadian Elena, istrinya sendiri. Ia perlu mengetahui bagaimana sikap, kepribadian Elena sehari-hari padanya. Kenapa ia tidak tanya langsung kepadanya? Kan sudah sah menjadi istri sendiri?.


Delvin tersenyum tipis ketika melihat Elena menangis tersedu-sedu melihat ayahnya meninggalkannya begitu cepat. Ia merasa iba melihat istrinya seprti itu, bahkan dirinya yang masih mempunyai ayah malah meneriakinya dan tidak pernah menganggapnya ada.


" Apa aku terlalu kasar padanya?" batin Delvin yang merasa kecewa dengan sikapnya yang terlalu berlebihan menurutnya. ia, bahkan dulu tidak pernah bersikap seperti ini. Ia segera menutup dokumen itu dan mengambil kunci mobil miliknya.

__ADS_1


Delvin off..


Elena keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega bercampur senang. Ia menghela nafas bahagia ketika dirinya siap untuk segala hal. Tetapi, suara langkah kaki yang membuatnya kaget menbuat ia sedikit penasaran.


" Apa itu mas Delvin? Mas Delvin mau kemana malam-malam gini?" gumam Elena sambil mengintip pelan melihat sosok bayangan tersebut berdiri tiba-tiba didepan pintu kamarnya membuat ia kaget dan langsung tersungkur jatuh kelantai.


" Mas bikin kaget sih!" ucap Elena menatap manik mata biru milik Delvin dengan tatapan menyelidik akan sesuatu. Sementara Delvin menatap Elena yang tersungkur jatuh kelantai sambil menatapnya dengan tatanpan sendu yang tak biasanya.


" Mas mau kemana malam-malam gini?" Tanya Elena penasaran, ia penasaran kenapa mas Delvin keluar malam-malam dengan suhu yang membuat para insan pasti akan memasuki selimut,


" Ben? Siapa itu mas? Mas mau kerumahnya malam-malam gini apa dia gak terasa menganggu?" Tanya Elena. Delvin membungku dan memeluk Elena erat. Elena tersentak kaget dan bingung dengan perlakuan Dekvin kepadanya.


" Mas Delvin kenapa? Mas Delvin sakit ya?" Tanya Elena memegang dahi bersih dari delvin. Delvin memeluk erat dan mencium aroma wangi yang berasal dari Elena.


" Harum" Batin Delvin semakin mengeratkan pelukannya. Elena mengerutkan keningnya sesaat lalu memegang kedua pipi Delvin dan menatapnya lurus tanpa menoleh sana kemari.

__ADS_1


" mas, katakan padaku, sebenarnya mas kenapa sih? Gak biasanya seperti ini" Ujar Elena dengan tatapannya yang tegas dan meyakinkan vahwa ia butuh penjelasan dari Delvin. Delvin membalasnya dan memegang tangan Elena erat.Ia menghela nafas kasar dan mengecup kening Elena.


" Kau sangat cerewet ya? Tolong sekali saja, layani aku malam ini" Pinta Delvin menatap mata sendu Elena tetapi tetap indah dan cantik. Elena menelan salivannya dan menatap mata elang milik Delvin dengan tatapan gugup bercampur perasaan gelisah.


" Gak biasanya mas Delvin minta dilayani?" Tanya Elena gugup. Delvin membalikkan badannya dan hanya berkata


" Kau hanya katakan saja mau atau tidak? Kenapa berbelit-belit sih" Ucap lirih Delvin dengan dingin. Delvin meninggalkan Elena begitu saja mematung mendengar perkataan Delvin darinya ia sempat berpikir.


" Apa salahnya Delvin meminta jatahnya? Aku kan istrinya sudah kewajibanku untuk melindungi Delvin" Gumam Elena dan berlari mengejar Delvin memeluknya erat.


" Mas Delvin, aku siap melayani tuan" Ucap Elena. Seketika wajah Delvin berbinar-binar dan mengecup ******* bibir Elena yang tidak tahan dengan gairah yang ia pendam semenjak lama ini.


" Baiklah ayo kita lakukan" Ujar Delvin dengan menatap Elena menyeringai.


Penasaran dengan kelanjutannya? Ikuti terus kisahnya dan jangan lupa Like, coment and share ya! Maaf typo masih bertebaran dimana-mana. Sekian😁

__ADS_1


__ADS_2