
Aku terkejut ketika melihat Delvin bersama wanita lain yang pasti itu adalah Carol, mantan kekasih Delvin. Aku mendekatinya perlahan agar ia tak dibuat kaget oleh kedatanganku, namu siapa sangka kejadian yang memalukan terjadi disana. Delvin mencium kening putih milik Carol didepan umum seprti ini? Apa ia sudah tak waras? Aku segera mendekatinya dengan tatapan marah
" Apa yang kau lakukan Delvin? Aku istrimu, tidakkah kau menghargaiku?" Ucapku sambil menahan tetesan air mata yang akan segera meluap, aku tak ingin membuat citra Delvin jatuh. Tetapi, dia sendiri malah menghancurkanku begini.
" Wanita yang tidak tahu diri kemarin ya? Wah...wah, siapa sangka gadis miskin ada disini ya" Ujar Carol dengan matanya merendahkanku. Aku menahan tangisku walau begitu aku ini juga seorang wanita yang ingin dihargai,
" Iya kau istriku, tetapi aku tidak pernah mencintaimu,.. terserah aku ingin melakukan apa, lagipula ini hidupku" Jelas Delvin singkat. Sosok pria paruh baya mendekati Delvin dengan tatapan elangnya yang tegas.
" Dasar anak kurang ajar! Berani sekali kau berselingkuh seperti ini! Apa kau tak punya sikap hah!? Siapa yang mengundang wanita sampah seperti dia!?" Ucap Johnson tegas, ia sudah tak tahan dengan sikap anaknya yang sudah kelewatan padaku. Carol meneteskan air matanya dan pergi hilang tanpa disadari oleh Delvin
" Beraninya ayah memanggil Carol sampah!? Ayah tidak berhak mengatakannya seperti itu" Tegas Delvin kemudian berlari untuk menenangkan kekasihnya itu. Ayah Johnson menghela nafas frustasi. Ia tak tahu harus melakukan apa pada putra sulungnya. Aku mengelus pundak ayah Johnson lembut
__ADS_1
" Ayah Johnson, tenang ya ayah,.. aku biasa aja kok, ayah tidak usah cemas" Jelasku dengan pura-pura baik-baik saja, padahal sesungguhnya tidak.
" Aku tidak percaya putraku tumbuh seperti ini, mengingat dia lahir tanpa kasih sayang dari ibunya. Aku sungguh menyesal waktu itu" Ujar ayah Johnson dengan tatapan lesu seolah menggambarkan jika ia tak sanggup lagi untuk mendidik putra sulungnya. Para pengunjung melihat kami dengan bingung, aku segera meminta maaf pada mereka, dan membawa yah Johnson ketempat yang sepi agar tenang untuk beristirahat.
" Ayah Johnson tenang dulu ya, ayah harus istirahat dulu." Ucapku dengan membawa nampan berisi air putih untuk Ayah Johnson.
" Kau baik sekali nak, tolong jaga Delvin ya menantuku yang cantik" Titah Johnson lemah, ia sudah tak berdaya untuk hal apapun bahkan untuku urasan makan saja ia sudah tidak berselera.
Sementara Delvin...
Delvin mengejar mantan kekasihnya itu dengan cemas, ia tak menghiraukan pengunjung yang sedang menggosip tentangnya. Sampai Delvin bisa menggapai tangan berisi milik Carol.
__ADS_1
" Lepaskan aku Delvin! Kau sama saja seperti yang lain, bahkan kau... kau..." Ucap Carol dengan menetesken air matanya, ia tak kuasa menahan emosi yang sudah ia pendam terlalu lama.
" Aku tetap menyayangimu sayang, tolong mengertilah aku" Jelas Delvin sambil memeluk kekasihnya itu erat-erat seolah ia tak ingin Carol kabur dan lari darinya.
" Kau sama saja, kau tak mengerti aku," Ucap Carol sambil terisak tak karuan. Delvin menatapnya sendu, ia menyakiti perasaan Carol kekasih yang ia sayangi itu.
" Sudahlah tenang.. Setelah masalah ini selesai, aku akan menikahimu dan menceraikan wanita sialan itu" Tegas Delvin sambil mengeratkan pelukannya. Carok tersenyum, rencana ia susun berhasil memikat Delvin.
" Kau janji ya sayang? Aku mencintaimu" ucap Carol lirih. Delvin dan mengecup kening milik Carol dengan lembut.
Saksikan kisah berikutnya disini ya,
__ADS_1
Jangan lupa rate, like and share.. sekian