Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps. 15


__ADS_3

Elena berjalan menelusuri pekarangan mansion milik Delvin. Ia tadi diantar oleh sahabatnya sendiri, Budi. Merasa terbebani, akhirnya ia akan mentraktirkan bakso akhir pekan bersama Putri.


" Hah, hari yang melelahkan ya hari ini" Helaan nafas Elena yang panjang, ia pun memasuki mansion bak istana itu dan tidak sengaja melihat hal yang memalukan. Apa? Delvin mencium bibir Carol dengan mesra? Mereka tersentak kaget dan menghentikan aktivitasnya karena kehadiranku


" Kenapa kau ada disini?" Tanya Delvin dingin sekaligus kebingungan. Bahkan, Carol pun menatapku sinis.


" Dasar wanita tidak tahu diri, kau gak tahu sopan santun ya? Kenapa gak ketuk dulu?!" Teriak Carol membuat kupingku sakit bersama seantaro rumah yang besar ini.


" Sesuka hati aku dong mau buat apa, ini kan juga rumahku sekarang.. Lagipula, kamu gak berhak mengatur hidupku" Tegas Elena, kemudian meninggalkan mereka berdua dalam diam. Aku memasuki kamar minimalis yang sederhana tapi terkesan mewah. Segera kuhempaskan diriku disana dan membuka handphoneku yang tergeletak disamping tas mungil milikku


Budi


" Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Budi


Elena


" Iya, makasih udah anterin aku kerumah ya, aku jadi berhutang budi sama kamu"

__ADS_1


Budi


" Tenang, kita kan sahabat.. Kamu gak berhutang budi kok denganku, tenang aja" Balas Budi. Aku terkekeh pelan dan segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh setelah beraktivitas


Delvin on...


Delvin termenung, bahkan ia tak menghiraukan ocehan dari kekasihnya itu.


Ia merasa takjub melihat perilaku Elena yang mulai berani kepadanya


" Heh wanita menarik, kau sudah berani bicara padaku rupanya" Batin Delvin sambil menyunggingkan senyuman yang khas miliknya itu. Carol menatap Delvin dengan aneh dengan sikapnya dan mencubit pipi Delvin karena merasa geram


"Sayang, kamu gak pulang? Ini sudah malam loh, nanti susah dapat taxinya disini" Jelas Delvin sambil mengambil kemeja navy miliknya dan memakaikannya di tubuh atletisnya yang kekar. Carol mengerucutkan bibirnya.


" Sayang, tolong anterin aku dong ya, aku takut nih kalau pesan taxi malam-malam gini" Ujar Carol manja ia menatap Delvin memelas. Tetapi, itu tak mempan kepada Delvin yang sudah kebal dengan hal seperti itu


" Udah deh ya, gak usah manja. Aku lagi sibuk, gak bisa ladeni kamu, aku masih banyak pekerjaan perusahaan disana" Jelas Delvin panjang lebar setelah Carol percaya dan memasang muka menyebalkan,

__ADS_1


" Tapi, kalau misalnya terjadi apa-apa sama aku gimana?" Tanya Carol manja dan bergelayut dilengan kekar milik Delvin, Delvin menepis tangan milik Carol dan berjalan menatapnya dingin, sekarang moodnya sedang buruk dan tidak ingin diganggu


" Memangnya itu urusanku? Sudah, aku mau menyelesaikan laporan" Titah Delvin sambil menaiki tangga mewah miliknya. Carol menatapnya sinis dan pergi begitu saja tanpa permisi


" Cih! Wanita merepotkan, seharusnya aku sudah tau bagaimana sifatnya" jelas Delvin kesal dan menelepln Len asisten pribadinya.


Delvin off..


Elena on..


Elena keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk setengah badannya dan segera menuju almari untuk mengambil beberapa pakaian pribadi miliknya. Tetapi, sosok bertubuh kekar masuk seenaknya tanpa permisi


" Kyaaaa! Kamu kok gak ketuk dulu sih pria es!" Teriak Elena sekencang-kencangnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Delvin. Delvin yang saat itu sedang menelepon dengan Len tersentak kaget melihat tubuh cantik nan indah milik istri mungilnya itu dan segera mematikan telefonnya mendekati Elena yang sedang menutupi dirinya dengan handuk


" Jangan mendekat! Kuperingatkan kau jangan dekati aku!" Tegas Elena sambil mundur perlahan hingga tersungkur jatuh diatas ranjang. Delvin tak menghiraukan itu, ia merasa bergairah setelah melihat tubuh indah milik istrinya itu, ia tidak menyangka istrinya secantik ini.


" Kau harus memuaskan suamimu malam ini, bersiaplah! Ini akan menjadi malam yang panjang untukmu" Ucap Delvin menampakkan senyum devilnya seolah-olah ingin melahap kelinci kecil yang tak berdaya didepannya ini dan segera menaiki ranjang empuk itu. Elena terus mundur dan perlahan-lahan sudah tidak ada lagi tempat lari baginya. Malam ini, tamatlah riwayatnya untuk kehilangan sesuatu yang berharga baginya.

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya?


Saksikan dan ikuti terus ceritanya ya, jangan lupa rate, like and share °~°.


__ADS_2