Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps. 11


__ADS_3

Elena dan Putri tertawa riang dibawah pohon yang rindang itu. Ya, sekarang mereka sedang beristirahat karena letih dengan pelajaran yang diberikan tadi pada mereka. Mereka tertawa bahagia bersama, apalagi melihat tawa Elena yang begitu menawan membuat kaum Adam terkesipu dengannya.


" Hahah, tadi lucu banget kan ya pas Budi kejedot pintu karena membantah bu Linda" Ucap Putri yang tertawa terbahaknya membuat para mahasiswa lain terganggu, aku segera meminta maaf pada mereka dan menepuk bahu Putri pelan. Awalnya sih, aku tersenyum dengan ulah Putri tapi ini udah keterlaluan banget, apalagi sampe membuat mahasiswa pergi karena terganggu dengan aktivitas kami.


" Hush Putri! Udahan deh ketawanya, pada ganggu yang lain tuh. Sekarang makan aja yuk rotinya, keburu dingin tuh nanti gak enak lagi" Titahku yang mirip seperti emak menasihati anaknya yang bawel. Iya, jika Putri tertawa seperti ini, pasti ia tidak akan berhenti selama beberapa menit atau sekalipun beberapa jam.


" Habis lucu banget deh tadi si Budi! Hahah, aku gak nyangka dia bisa kejedot ama pintu tuh!" Ujar Putri sambil mengunyah makanan miliknya yang tidak berhenti tertawa, sampai membuat matanya basah karena ada sebuah benda bening disana.


" Udah deh! Gak bagus ketawain orang, nanti malah kamu kejedot pintunya gimana? Aku gak mau bantuin ya kalau gitu" Ucapku sambil meluhat sekeliling berharap sosok itu tidak akan muncul menghampiri kami. Tapi, seseorang mengagetkan kami dari belakang, hingga Putri memuntahkan sedikit makanan yang ada dimulutnya, ya siapa lagi kalau bukan Budi, sahabatku. Budi sahabatku dari SMA sampai jenjang Kuliah sih, enggak lama daripada Putri.


" Kalian ngapain ketawa terbahak-bahak begitu? Pasti lagi ngomongin aku kejedot pintu tadi ya?!" Selidik Budi sambil menyipitkan matanya menatap kami. Aku mengalihkan pandanganku dan menatap sekeliling, sedangkan Putri tertohok mendengar pernyataan Budi


" Kok kamu bisa tau sih Bud!? Kamu peramal ya!" Ucap Putri mengalihkan pembicaraan. Itu salah satu skill Putri untuk mengalihkan pembicaraan dari Budi.


" Aku udah sering liat kamu, kalau lagi ketawa senang kayak gini, pasti lagi jelekin aku, iyakan Elen?" Ucap Budi sambil menaikkan alisnya menatapku. Aku hanya membalasnya tersenyum dan menatapnya lembut,


" Oh ya, kemaren kok kamu gak datang ke kampus Elen? Kamu sakit?"Tanya Budi. Aku menggeleng pelan


" Dia tuh ada urusan! Kamu ngapain campurin urusan Elen?" Tanya Putri seenak jidat kalau ngomong.

__ADS_1


" Lho emang aku gak boleh campurin urusan sahabatku ini? Apa urusan kamu hah!" Ucap Budi emosi. Mulai lagi nih, perkelahian tanpa batas, kalau jadi gini, mending aku makan sendiri aja dari tadi.


" Udah deh! Kalian kayak anak kecil aja, malu tau gak diliatin orang rame" Ujarku sambil melihat jam yang tertampang dilayar hp. Jam menunjukkan 04:15 waktunya pulang.


" Tau nih Budi!" Gerutu Putri kesal sambil memasukkan beberapa makanannya kedalam tas. Budi mengekrlingkan matanya


" Kamu yang duluan! Kok salah aku" Ucap Budi yang penuh tanya.


" Udah deh kalian, aku lagi capek nih, aku duluan pulang ya. Jangan berantem lagi tuh, liat aja besok" Tantangku kepada kedua sahabatku. Aku segera mengambil tasku dan memesan salah satu Grab, aplikasi terpopuler yang lagi trend masa kini. Ya, soalnya aku lagi malas pulang sendirian.


Aku meninggalkan kedua sahabatku dan menuju depan kampusku untuk menunggu pesanan yang akan datang. Setidaknya gak lama deh.


" Betul kan ini neng Elena?" Tanya mas Grab itu. Aku mengangguk dan segera meraih helm hijau itu tanpa basa-basi.


" Mas kebut aja ya, aku lagi mau cepat sampe nih.." Titahku sambil menepuk bahu mas Grab itu. mas Grab itu mengangguk segera melajukan hondanya dengan cepat.


Sementara Delvin...


" Dimana dia!?" Teriak Delvin kencang membuat seantaro ruang kerjanya menggema.

__ADS_1


Len


" Nona lagi menuju mansion tuan, tadi ia sedang dikampus dan pulanga menaiki Grab" Ujar Len sambil menundukkan kepalanya. Delvin menggebrak mejanya keras.


" Cih! Wanita merepotkan, aku akan membuatmu memasuki neraka. Len, gantikan aku!" Titah Delvin yang segera menghilang dari pandangan Len.


Delvin melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil, ia tak peduli dengan peraturan lalu lintas yang sangat merepotkan itu. Ia tak keberatan, jika para penumpang yang membawa kendaraan mereka macet sebab ulahnya. hingga ia sampai dimansion pribadi miliknya.


Delvin keluar masuk kemansion tersebut dan mencari sosok wanita yang membuatnya cemas itu.


" Elena! Keluar! Dimana kau!" Teriak Delvin, hingga membuat daun telinga Elena nyaris membuatnya bengkak. Elena segera menghentikan aktivitasnya dan mecari pria yang sedang mencarinya itu,


" Kenapa Delvin? Ngapain teriak-teriak gini sih, buat kupingku hampir bengkak tau" Ucap Elena sambil penuh keheranan dengan suaminya ini, apalagi keringetan yang ada disekujur tubuhnya tidak membuat Delvin hilang ketampanannya. Hingga Pria itu berdiri menatap Elena lekat


" Berani sekali kau bicara seperti itu hah! kau Tak pernah diajarkan sopan santun ya?" Tanya Delvin geram melihat sepasang bola mata yang indah didepannya ini. Elena gugup, dan segera menundukkan kepalanya takut.


Bagaimana kisahnya?


Ikuti terus ya novel saya! Update setiap hari! sekian terima kasih

__ADS_1


__ADS_2