Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps. 5


__ADS_3

Elena baru saja keluar dari kampus dan segera pergi menuju rumah sakit, tempat ayahnya dirawat. Tetapi, kecelakaan kecil terjadi padanya. Ia tak sengaja menabrak pria tampan bak pangeran itu, tatapan dinginnya seolah ingin membunuhku, setelan baju jas yang sangan pas dibadan kekarnya itu membuat para perempuan menatapnya dengan terpesona. Elena memberanikan diri untuk meminta maaf padanya karena ia terburu-buru untuk pergi kerumah sakit.


" Pak! Maaf ya, soalnya tadi saya gak sengaja nabrak bapak. Saya akan ganti rugi pak" Ucap Elena dengan sedikit gugup. Pria itu, memalingkan mukanya dan tersenyum sumringah


" Memangnya kau sanggup membayar setelan jas ini? Ini sangat mahal daripada satu ginjalmu." Jelas Pria itu menatap Elena sombong. Elena merasa harga dirinya telah dinjak\-injak oleh pria ini.


" Berapa? Berapa harga setelan jas itu?" Tanya Elena meyakinkan. Pria itu membalikkan badannya dan pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Elena


" Memang deh, orang kaya itu bebas ya! Setelan jas segitu aja mahal amat! Mending beli makanan enak daripada barang gak guna gitu" Gerutu Elena kesal. Ia pergi sambil merutuk pria yang ia tabraknya tadi.


Setelah sampai dirumah sakit.....


Elena segera masuk kedalam kamar rawat inap ayahnya karena ia sangat penasaran apa yang ingin diceritakan. Elena segera menyapa ayah dan ibunya. Disana juga ada Leo, tetapi Leo nya sedang mimpi indah dialam mimpinya.


" Ayah, ada yang ayah ingin katakan?" Tanyaku sambil mengelus jari jemari ayah dengan lembut. Ayah tersenyum padaku

__ADS_1


" Nak, setelah ini kamu akan punya suami, karena pernikahanmu akan diselenggarakan esok hari" Jelas Ayah Wilton sambil tersenyum berbinar-binar. Seketika, hatiku hancur mendengarnya.


" Padahal aku ingin menikmati kebahagiaan remajaku, tapi aku akan menikah esok hari? Apa tanggapan orang tentangku? Gumam Elena yang ingin menangis, tetapi ia merenungkannya agar ayah tak merasa cemas.


" Tenang sayang, besok ayah dan ibu akan mendampingimu, lagipula kerabat dan saudara saja yang akan hadir disana. Pernikahan ini sangat dirahasiakan oleh Delvin" Jelas ayah sambil mengelus lembut kepalaku. Aku tak ingin meninggalkqn ayahku sendirian disini bersama ibun dan Leo. Aku belum siap.


Aku mengangguk untuk mempersutujui pernikahan ini, walaupun hatiku berkata tidak.


" Tunggu ayah, siapa itu Delvin?" Tanyaku yang agak bingung. Ayah tersenyum lembut padaku




" Tunggu! Bukannya itu cogan yang diidamkan Putri? Bagaimana bisa aku harus menikah dengannya? Nanti jika Putri tahu bagaimana? Dia pasti tidak ingin lagi berteman denganku" Gumamku dengan perasaan cemas sambil menggigit jari jemariku. Sehingga membuat ayah dan ibu keheranan

__ADS_1



" Ada apa sayang? Kamu sakit?" Tanya ibu. Aku tersenyum didepan ibu seolah itu pertanda bahwa aku baik\-baik saja



" Gak kok bu, Aku baik\-baik saja" Ujarku yang kemudian pamit kepada ayah dan ibu agar tak lama\-lama dirumah sakit, karena aku tak berani pulang sendirian kalau nanti malam.



Dikamar Elena...


Elena menghempaskan tubuhnya dikasur empuk yang ia miliki itu. Ia sangat lelah hari ini, mungkin karena mendengar besok ia akan menikah


" Fuuuhhh.... Aku sangat lelah, oh ya, agar wajahku tak kusam diwaktu pernikahan. Sebaiknya aku maskeran dulu ah" Gumam Elena dengan terpaksa melangkah menuju meja riasannya.

__ADS_1


" Ini pernikahan atau kondangan sih? Masa gak ada pertemuan sekalipun dengan calon suami. Mungkin ini akan menjadi pernikahan yang buruk menurutku" Gumam Elena dengan wajahnya yang kesal. Seharusnya, dusianya yang muda ini, dia menikmati kebebasan dan kenikmatan dunia. Tetapi, malah melayani suami. Sungguh menyebalkan.


Baca kelanjutan Elena dan Delvin di episode berikutnya ya readers! Mohon bantuannya! Mari saling mendukung, jangan lupa... Rate like and share. Sekian 👍👌


__ADS_2