
Delvin menatap sepasang bola mata yang indah milik istri mungilnya itu. Ia merasa sangat geram dengan sosok wanita yang ada didepannya ini, bahkan ketika ia pulang tidak ada sambutan untuknya
" Maaf" Ucap Elena lirih, sampai mungkin tidak didengar dan disadari oleh Delvin jika ia berkata maaf untuknya.
" Ck! Sekarang bersiap-siaplah" Titah Delvin tegas dan pergi meninggalkannya sendirian termenung diruang tamu itu, sampai menghilang dari sosok mata hazel Elena. Ia berbalik dan bingung
" Ia bahkan baru pulang, tetapi kenapa menyuruhku untuk bersiap-siap? Memangnya kita mau kemana ya?" Gumam Elena dengan wajahnya yang masih kebingungan.
" Mau sampai kapan berdiri disana?! Aku bilang bersiap-siap, apa kau tak dengar?!" Teriak Delvin diatas sana yang sedang memperhatikan Elena yang sejak tadi termenung. Elena melihat sosok pria tinggi itu yang sedang menatapnya tegas dengan tatapan elang miliknya. Kemudian Elena menunduk tak berani untuk kesekian kalinya menatapanya lebih jauh lagi.
" Baik, maafkan aku yang sejak tadi termenung. Aku akan segera bersiap-siap" Ujar Elena sambil menatap kakinya yang sedang menapaki lantai berminimalis Perancis itu. Elena segera berjalan menaiki tangga yang mewah itu dan memasuki kamar pribadi miliknya.
Sementara Delvin...
Delvin masuk keruang kerja pribadi miliknya. Ia membuka setelan jas itu yang membuatnya kegerahan sampai sekarang. Membuat tubuh atletis Delvin sampai keringetan didalam sana. Ia lekas memasuki kamar mand untuk menyegarkan kembali tubuhnya. Ya, ruang kerja milik Delvin juga mempunyai kamar mandi lho ya. Maklum lah dia gak mau turun kesana kemari buat 1 kamar mandi.
__ADS_1
Delvin memutar shower dan termenung untuk sesaat. Bagaimana bisa tadi ia kelupaan waktu, bahkan ia tidak pernah seperti ini. Apa sekarang ia jatuh cinta kepada sosok wanita itu?
" Tidak, tidak akan dan tidak akan pernah sekalipun. Hatiku hanya ada untuk Carol." Gumam Delvin menepis pikiran negatifnya itu dan beralih dengan aktivitasnya. Setelah itu, ia keluar dengan lilitan handuk setengah pinggang yang menutupinya.
Sementara Elena...
Elena sudah siap dengan segala hal. Ia memakai dress sederhana selutut yang diperpadukan dengan warna merah tua dan menggerai rambutnya agar berkesan sedikit tepesona dihadapan suaminya. Dengan bedak yang tipis, dan lipstik gloss pink muda miliknya. Ia berdiri dihadapan cermin itu dengan tersenyum. Betapa cantiknya ia sekarang, mungkin mereka mengira bidadari jatuh dari langit. Elena segera mengambil beberapa barang penting saja dan keluar menemui Delvin.
Delvin on...
Delvin turun dan duduk diatas sofa empuk miliknya, sekarang ia menunggu keberadaan sosok wanita yang membuatnya kelupaan waktu tadi sore. ya, siapa lagi kalau bukan Elena. Delvin menyandarkan bahunya diujung sofa dan menutup matanya pelan, kemudian beralih menatap Elena yang semenjak tadi sudah mendekatinya. Ia menatap Elena dengan tatapan terpesona, bagaimana tidak Elena malam ini cantik sekali.
" Baiklah, ayo" Ucap Delvin berdiri dan berjalan mendahului Elena. Ia menghidupkan mobil BMW miliknya itu. sedangkan Elena, hanya tersenyum tipis ketika melihatnya. Mereka segera menuju perusahaan ayah Delvin sebelum menjelaskannya kepada Elena yang sedang kebingungan, karena tak biasanya Delvin mau berduaan dengannya.
Selama dalam perjalanan, mereka lebih memilih diam daripada mengangkat suara satu sama lain. Delvin fokus menyetir dan Elena menatap sekeliling pemandangan yang indah.Sebenarnya, daritadi dia penasaran mau kemana Delvin mengajaknya pergi, tetapi ia tidak mempunyai keberanian untuk bertanya kepadanya sampai mereka ketujuan. Elena takjub melihat perusahaan semewah ini. Bahkan, baru pertama kali untuknya melihat pemandangan ini.
__ADS_1
" Mas Delvin, kenapa kita kemari?" Tanya Elena canggung. ia bertanya seperti itu setelah mengumpulkan beberapa keahliaannya. Delvin menatapnya sekilas dengan tatapan dinginnya dan mata elangnya yang tegas
" Kita kemari, karena ayahku menyuruhku untuk menghadiri pesta ini" Ucap Delvin menjelaskan. Elena hanya mengangguk. Sosok pria baruh baya mendekati kami berdua.
" Elena! Menantu papa, sudah lama papa tidak melihat wajah cantikmu ini" Ujar Ayah Johnson.
" Papa Johnson, iya sudah lama kita tidak bertemu seperti ini. Terakhir kali ketika kami menikah" Jelasku sambil tersenyum lembut. Ayah Johnson mengajakku untuk masuk, bahkan anak kandungnya sendiri ditelantarkan begitu saja olehnya. Delvin mengkerlingkan matanya dan segera mengambil minuman yang tersedia di meja panjang tersebut.
" Elena yang cantik menantuku, silahkan menikmati pestanya ya. Ayah sengaja membuat pesta ini untukmu" Bisik pelan ayah Johnson. Aku hanya tersenyum tipis
" Terima kasih Ayah Johnson. Saya sangat senang dengan kehadiran pesta ini" Ujar Elena tersenyum menatap sekeliling. Ayah Johnson tersenyum menatapku dan menepuk bahuku pelan.
" Silahkan menikmati bersama Delvin anakku yang dingin itu ya. Memang,pertama kali ia seperti itu tapi lama-lama nanti dia akan luluh sendirinya kok ya" jelas Ayah Johnson. Aku menatap Delvin tersenyum dan terkejut ketika melihatnya bersama wanita lain. ya, siapa lagi kalau bukan Carol?
Kenapa hatiku sakit ketika melihatnya bersama wanita lain? Apq aku jatuh cinta padanya?
__ADS_1
Bagaimana kisah selanjutnya?
Ikuti terus kisahnya. Author akan update setiap hari karena permintaan maaf kemarin.Selamat membaca! Jangan lupa rate, like and share ya. Sekian dulu dari author