Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps.22


__ADS_3

Delvin masuk keapartemen milik Carol dan tak sengaja melihat Carol lagi bermesraan dengan Alex pacarnya sendiri. Ini yang kau tutupi selama ini Carol? Kau menginginkan uangku bukan? Mwri kita lihat sampai mana kau bertahan. Batin Delvin tersenyum pahit mengembang diwajah tampan miliknya itu. Carol terkejut dengan kehadiran Delvin yang sedang menatapnya tersenyum diambang pintu. Tanpa memberi kabar, tanpa permisi seenaknya masuk tanpa mengetuk dahulu. Carol mendorong tubuh Alex kuat dan menelan salivannya pelan, ia tahu sekarang mungkin ia akan mencapai ambang kehancuran bersama hubungannya yang ia susun bersama Delvin.


Wanita ****** itu mendekati Delvin dengan tubuh telanjang tanpa sebenang pun yang menutupi tubuhnya. Iw tak merasa malu akan hal itu karena Delvin pernah melakukakannya bersamanya. Carol bergelayut ditangan kekar milik Delvin dengan manja.


" Bukankah kau bilang kau sakit? Apakah ini misteri yang kau permainkan untukku selama ini? Apa kau tak pernah mempedulikan perasaanku sekali saja? Dasar wanita ******!" Ucap Delvin dingin menatap Carol yang terkejut dengan ucapannya barusan. Delvin menghempaskan tubuh Carol sampai ia tersungkur lemah tak berdaya. Wanita itu menunduk dan meneteskan benda bening dikedua matanya.


" Apa salah istriku padamu sampai kau tega membunuh ayahnya yang tak berdosa? Apa kau ingin hartaku? Apa kau ingin tubuhku? Heh! Wanita ****** yang menjual tubuhmu kepria lain, sebenarnya dari awal aku sudah tahu kemunafikanmu padaku, aku tahu kau adalah cewek matre yang memerlukan uangku tanpa mempedulikan perasaanku. Mimpi disiang bolong ini sangat pas ya untukmu wanita ******. Kau wanita pembohong" Jelas Delvin melemparkan obat yang telah direncanakan oleh Elena gadis mungilnya itu. ia tersenyum pelan jika mengingatnya.


" Sebelumnya kau tak seperti ini padaku, apa kau telah jatuh cinta pada wanita sialan itu? Sekarang bahkan kau sudah kasar padaku" Jelas Carol dengan menyipitkan matanya menatap Delvin. Delvin keluar dari apartemen wanita itu dengan tatapan dinginnya yang tajam.


" Mulai sekarang, menjauhlah dari istriku jangan berani berbicara yang dapat menyakiti hatinya, jika tidak seluruh harta yang kau miliki akan kurebut semua darimu wanita ******!" Tegas Delvin berjalan tanpa menoleh padanya, sedangkan Carol menatap punggung Delvin semakin menjauh, sekarang sosok itu tidak lagi percaya padanya. ia tersenyum dan merogohkan sesuatu didalam kantung bajunya. ya, itu adalah USB milik Delvin yang disimpan dinakas rahasianya.

__ADS_1


" Tidak apa kau tidak menginginkanku, tetapi aku akan menyebarkan USB ini pada orang lain" Batin Carol dengan wajah kemunafikannya itu.


Sedangkan Elena..


Elena menatap layar ponselnya menunggu kabar dari Delvin, ia sudah menunggu selama satu jam untuk menunggunya itu. Tetapi malah mertuanya yang mendekatinya dan melaporkannya sesuatu yang mungkin tidak bisa menjadi bukti untuk saat ini.


" Elen, tidak ada orang yang mencurigakan digerbang depan. Sepertinya mereka tidak menyusun rencana matang lagi nanti" Jelas Johnson panjang lebar. Elena tersenyum menatap mertuanya ini dan kemudian menatap layar ponselnya ini kembali. Kemudian sebuah pertanyaan tidak terduga terlontar begitu saja dimulut Elena membuat Johnson tidak bisa berkata apa-apa.


Johnson bingung harus menjawab apa, ia tidak tahu harus menenagkan hati Elena yang saat ini bergumam dan bertanya yang tidak jelas padanya. ia ingin menjawab Delvin sangat mencintainya tetapi sosok pria tinggi menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah,


" Ya, aku mencintaimu sayang, maafkan aku yang dulu telah menyakiti hatimu" Jawab Delvin langsung berlari memeluk istri mungilnya itu dengan erat berharal ia tak berpaling darinya sama seperti Carol.

__ADS_1


Elena terkejut dengan sebuah pelukan hangat yang tidak terduga itu. Ia langsung membalas pelukan hangat itu kepada Delvin.


" Benarkah mas Delvin? aku juga mencintaimu, semoga kita bisa berjuang bersama ya" ucap Elena bahagia. Ini yang ia harapkan selama ini, pelukan hangat dan bahagia bersama Delvin. Delvin mengecup kening putih milik Elena tanpa henti. dan Johnson ikut tersenyum melihat putra sulungnya telah menerima Elena dihidupnya.


" Kau memang putraku. Semoga kalian bahagia" Batin Johnson membalikkan badannya karena terabaikan oleh putranya dan menantunya.


" Berasa jadi nyamuk" Gumam Johnson pelan dan tersenyum tipis diwajahnya.


Bagaimana kisah selanjutnya?


Saksikan terus ya! Maaf typo masih bertebaran diman-mana, jangan lupa vote saya agar saya rutin update novelnya. Thanks. Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2