Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps.21


__ADS_3

Elena tersenyum sumringah dan menatap ayah Johnson bersamaan dengan Delvin. Delvin tersenyum kepada istrinya ini, ia adalah wanita yang tangguh dan kuat, cantik, pintar walaupun dikalangan biasa. Ia tak meragukan lagi bakat yang ada didalam diri istri mungilnya ini. Ia tak salah ayahnya memilih ia sebagai calon istrinya. Kini, ia dapat merasakan sekujur hatinya telah menerima sosok gadis cantik ini berada dalam sisinya.


" haha, aku tak meragukan bakat yang ada didlama fikiranmu Elena, kau begitu pintar dalam menyusun rencana" Kekeh Delvin pelan menatap istri mungilnya ini lekat. Johnson tertawa pelan melihat putra sulungnya dapat beradaptasi dengan baik.


" Oke, mari kita mulai rencananya. Delvin, kamu segera menuju apartemen milik Carol dan pura-pura bawakan ia obat, jika menemukan sesuatu yang mencurigakan tolong beritahu aku memakai handphone ya" Titah Elena tersenyum lembut kepada suaminya itu, Delvin segera mengangguk pelan menuju basement dimana ia memarkirkan mobilnya itu. Sedangkan Elena tetap menjaga ibunya dari dekat melihat apa rencana Carol yang akan datang.


" Menantuku, aku harus apa.?" Tanya Johnson menunjukkan dirinya bingung. Elena mengerutkan keningnya sebentar dan menepuk bahu mertuanya ini dan berbisik.


" Ayah tolong awasi saja pintu depan rumah sakit, mereka pasti akan menyamar lagi nantinya tetapi dengan cara sembunyi-sembunyi saja agar tak terlalu menonjol ya yah" Bisik Elena tepat ditelinga pria paruh baya tersebut. Johnson mengedipkan matanya dan langsung menunaikan tugasnya dengan baik agar rencana ini sempurna. Elena tersenyum dengan penuh kebahagiaan yang terpancar diwajahnya yang begitu putih, ya dia sangat putih natural tanpa memakai bedak atau fondation yang menurutnya itu sangat berlebihan.


" Tuhan tolong lindungi kami dari para penjahat itu, buatlah rencana ini sukses. Aamiin" Batinnya dan keluar menuju kamar dimana ayahnya dirawat.


Flashback Delvin on..

__ADS_1


Delvin menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil. Ia tak menyangka, istrinya ini begitu cerdas dalam menyusun rencana unyuk pembalasan dendam ayahnya yang telah tiada.


" Gadis menarik, kau akan menjadi milikku seutuhnya dan aku tidak akan melepaskanmu lagi kali ini" Gumam Delvin tersenyum tipis segera menuju apartemen kekasihnya yang sebentar lagi akan terungkap misteri dibalik itu semua.


" Carol, kau dulu pernah mengkhianatiku, sekarang aku akan menguak semua perbuatanmu padaku kepada publik" batin Delvin menatap seluruh jalanan dengan pandangan mata elangnya yang tajam dan tegas serta tak lupa pula senyum tipis yang mengembang diseluruh permukaan wajahnya yang tampan.


Delvin off..


Elena berjalan mendekati ibunya dan Leo dengan tersenyum bahagia. Semoga saja rencana yang ia susun berhasil. Ia segera memeluk erat Ibu Hana yang terkulai lemas dan memeluk adiknya yang menenangkan ibunya semenjak daritadi tanpa henti.


" Ini semua salah ibu, salah ibu yang tidak menjaga ayah dengan baik, salah ibu yang tidak merawat ayah sehingga ayah kalian seperti ini. Maafkan ibu, Leo Elena" Gumam ibu tanpa henti, Leo terus berdoa dan menenangkan ibunya yang sejak daritadi bergumam tak jelas membuat hatinya terluka.


" Ibu, tenanglah kan ada Elena dan Leo disini,. Kami akan menjaga ibu dengan baik ya, jadi jangan bersedih lagi doakan saja semoga ayah tenang disisi tuhan ya bu" Ucap Elena meneteskan kembali benda bening itu yang semenjak daritadi ia ingin menahannya agar tak menangis untuk melindungi ibu dan adiknya yang masih kecil . Ia tak mau menampakkan kelemahannya didepan ibu dan adiknya. Ia segera menghapus benda bening itu pelan dan membelai rambut ibunya dengan penuh ketulusan dan kelembutan.

__ADS_1


" Ibu, ini juga salahku, salahku yang tidak menjaga ibu dan ayah, salahku yang membuat ibu dan ayah menderita seperti ini. Tolong maafkan Elena ibu" Tangis Elena pecah seketika, ia tak tahan dengan kepergian ayahnya dengan begitu cepat. Ia tak mau menjadi gadis lemah tak berdaya dengan apa-apa, ia ingin menjadi wanita kuat. Wanita yang bisa melindungi semua orang yang ia sayangi termasuk suami dan sahabatnya yang sekrang telah meresap didalam jiwa dan hatinya yang telah hancur berkeping-keping sekarang.


Ibu Hana memeluk putri dan putranya dengan erat. Dan itu tidak akan ia lepaskan. Ia akan bertekad ingin menjaga selalu putri dan putranya ini dengan bimbingan yang baik untuk kesuksesan keduanya.


" Sayang, ibu akan menjaga kalian berdua dari kejamnya dunia ini. Ibu tidak akan melepaskan kalian sedetik saja, ibu tidak ingin kehilangan kalian lagi dalam hidup ibu sayang" Ucap Ibu Hana lemah tak berdaya, ia mengecup kedua kening putri dan putranya itu dengan kecupan hangat dan lembut yang sangat dirindukan oleh Elena. Tak apakan ia mengharapkan lebih? tak apakan jika ia menjadi anak manja sekarang sekali saja? Ia tak ingin kehilangan kedua orang yang ia cintai ini untuk selamanya.Terima kasih ayah, aku akan menjaga ibu dan Leo dengan segenap jiwaku. Semoga ayah tenang disana.


dari: Elena


putrimu yang engkau cintai


Apakah rencana Elena berhasil nantinya? Apakah misteri dibalik semua yang ada dibelakang Carol saat ini?


Saksiksn terus kisahnya! Jangan lupa rate, like and share ya!

__ADS_1


Maaf typo masih bertebaran dimana-dimana ya readers! tetapi saya akan berusaha menjadi lebih baik lagi. Sekian. selamat membaca


__ADS_2