
Delvin mengacak rambutnya yang rapi dengan kasar dan emosi. Wajahnya memerah seakan-akan ingin menelan semua yang ada di alam semesta ini. Ia tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapi pria yang baru saja mengancamnya. Karena itu adalah ayahnya.
"Shit! Kenapa dia masih saja mencampuri urusanku, aku ingin bahagia bersama Carol, apa itu belum cukup!? Apa spesialnya wanita itu?!" Gerutu Delvin dengan tatapan elangnya yang tajam. Kemudian, ia keluar dari ruangannya menuju mansion pribdi miliknya, karena sejak tadi malam ia tidak pulang kemansion itu.
Elena on....
Elena berjalan menelusuri gang kecil yang ada didepannya dengan tatapan sendu, jika orang lain tahu, ia seperti ini, pasti dikira orang yang lagi banyak masalah. Elena berhenti sejenak dan menghela napas panjangnya dengan kasar.
"huh, bagaimana ya keadaan Delvin? Apa dia baik-baik saja?" Gumam Elena dengan merasa cemas terhadap Delvin yang baru saja memegang status sebagai suaminya. Bagaimana tidak, ia sekarang sudah menjadi istri Delvin.
"Tunggu! Kenapa aku mencemaskannya, lagipula itu kan dirinya sendiri. Apa urusannya denganku! Akh! Aku harus segera berangkat kuliah nih" Ucap Elena sambil mengoceh tak jelas dan langsung berlari menuju kampusnya yang akan segera dimulai beberapa menit lagi.
Elena off.
Delvin...
Delvin segera memasuki pekarangan rumahnya yang bak seperti istana itu. Ia berjalan menuju pintu perancis yang dibuatnya diperpadukan dengan warna coklat emas. Ia membuka pintu tersebut dan melihat sekeliling untuk menemukan sosok wanita yang memegang sebagai status istrinya itu. Ia panik dan segera berteriak sehingga membuat seantaro rumah hampir runtuh.
"Wanita tak tahu diri dimana kau!? Cepat keluar! Jangan berani bersembunyi denganku!" Teriak Delvin sampai membuat otot atletisnya berdiri. Ia berjalan dengan mata tajam elang miliknya dan menggeledah seluruh ruangan yang ada dirumah mewah ini. Sesaat ia tampak bingung, dimana wanita itu berada. Apa jangan-jangan ia kabur? Atau tak ingin bertemu denganku? Fikir Delvin dengan pikiran negatifnya.
__ADS_1
" Enggak wanita itu tak boleh kabur dariku! Sampai dendamku terbalas dan akan kubuang dia setelahnya" Gerutu Delvin dengan tampak cemas, kemudian mengubah ekspresi cemasnya menjadi datar. Ia segera berjalan dan menelpn Len, asisten pribadinya...
Delvin
"Cari keberadaan wanita itu, segera!" Titah Delvin tanpa basa basi. Ia Delvin sangat tidak suka dengan orang yang banyak bicaranya, tapi tidak melakukan.
Sedangkan Len yang sedang bersenang-bersenang ini, langsung emosi dengan perintah tuannya itu, tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Karena status ia adalah sebagai asisten pribadi.
Len
"Baik tuan, saya akan melacak posisi keberadaan nona" Ujar Len dengan patuh dan hormat.
" Cih! 1 wanita aja bisa membuatku kerepotan! Apa jadinya jika seperti ini! Menyebalkan!" Cerocos Delvin sambil mengoceh tak jelas dan segera menutup matanya sejenak yang sangat letih mencari Elena.
Sementara Elena...
Elena tiba kampusnya dengan tepat waktu, ia tak tahu sedari tadi sahabatnya itu tengah menunggunya dengan wajah memerah akibat menahan emosinya itu. Elena mendekatinya pelan dengan sambutan yang lembut. Ia tahu, jika Putri seperti ini, pasti ia akan meminta yang lebih darinya.
"Maaf put! Nanti akan kutraktir deh kamu ya" Sapa Elena tanpa basa-basi lagi. Ia memegang tangan putih milik putri dengan wajah memelasnya. Putri mengkerlingkan matanya.
__ADS_1
"Baiklah! 2x lipat, karena kamu berhutang penjelasan padaku" Titah Putri kepada Elena dengan sambutan mulut ternganga akibat sikap dari Putri sahabatnya itu
" Aku traktirin kamu, 2x aja deh ya, aku lagi menipis nih soalnya" Elena mengankat jari jemarinya dan segera memberikan kode bahwa bulan ini ia sedang tidak ada pendapatan.
"Oke! Kamu udah janji padaku, nah sekarang ayo masuk kelas, sebelum buk Atika masuk" Ajak Putri sambil memegang tangan Elena erat. Elena mengangguk dan menyetujuinya.
Delvin on...
Delvin membuka matanya dan segera melihat sebuah benda yang melingkar ditangannya, ya pasti itu adalah jam kesayangannya.
" Apa!? Udah jam 04:15. Kenapa aku bisa kelupaan waktu begini sih!" Teriak Delvin membuat seantaro rumahnya bergetar. Ia tidak pernah, sampai kelupaan waktu begini. Bahkan, ia tak pernah sekalipun absen di perusahaannya walaupun ia pimpinan Ethereal corp.
Bagaiman tidak, ia sangat menghargai waktu, lagipula tadi dia kecapken karena mencari Elena yang hilang tiba-tiba seperti itu. Bahkan, ia terlambat seperti ini, karena kelalainnya.
"Ck! Ini semua gara-gara wanita itu, awas kalau ketemu! Akan kuberi pelaharan terhadapnya!" Gerutu Delvin yang kemudian mengambil jasnya yang menuju perusahaannya terbesar itu.
Sekian dulu ya ceritanya readers! Maaf akhir-akhir ini saya gak update, karena jadwal saya padat banget. Apalagi kemarin saya sedang mempersiapkan ujian yang akan datang! Tapi, untuk menyemangati para peminat novel ini, saya akan mengupdate novelnya 3x lipat ya readers! Maaf untuk sekian kalinya. Jangan lupa saksikan kisahnya di episode yang akan datang! Bye-bye!
Jangan lupa, ikuti akun instagram author roxymillien untuk mengetahui lebih lanjut infonya. Sekian selamat membaca!
__ADS_1